Rabu, 08 Februari 2012

kesan setelah membaca di jamuan cintaMu di Arafah

Entah kenapa saya selalu ingin bercerita bagaimana berjodoh dengan sebuah buku. Kali ini pun begitu. 


Rasanya sudah lama sekali saya tak membeli buku yang sekali lihat langsung diambil. saya belakangan rada selektif dalam urusan membeli buku. Selain karena buat menghemat budget juga karena tak ingin menyesal karena membeli buku yang tak menarik. Karenanya, saya akan mempertimbangkan betul2 kalau buku itu memang layak buat dimiliki. 


Beberapa waktu yang lalu saya pergi ke toko buku dengan mengantongi satu judul buku yang pernah saya lihat ada di rak toko buku tersebut. Saya pun menginfokan pada penjaga tobuk itu kalau saya pengin buku itu dan dengan sigapnya dia langsung menelusuri buku2 yang ada di rak bagian dalam. Buku yang saya inginkan sebenarnya sudah pernah dimiliki, tapi tak tau di mana buku itu berada selepas kamar di renovasi dan saya pindah kamar.


Tapi buku yang saya maksudkan tidak ditemukan. Belakangan saya baru menyadari kalau ternyata saya salah menyebutkan judul bukunya dan saya tau itu salah ketika menemukan kembali buku tersebut. Huehehe... Untung ga jadi beli :p


Nah, dari tak ditemukannya buku itu. Kemudian si penjaga tobuk tersebut menawarkan beberapa buku yang baru datang di toko itu. Tak pernah begitu sebelumnya. Dan penawaran ini serta merta membuat saya merasa tak nyaman, karena saya terlalu sering menengok koleksi buku di situ tapi jarang sekali membelinya dengan beragam alasan. Dari ketidaknyamanan itulah akhirnya saya mengambil sebuah buku yang berjudul Di Jamuan CintaMU di Arafah karya dari Ratna Januarita. Buku yang sama sekali tak saya tahu apa isinya bagus atau tidak. Dan buku yang belum pernah saya telusuri review yang terkait buku itu. Walaupun endors dari buku itu begitu menjual, tentu saya tak bisa menyandarkan bagus tidaknya sebuah buku pada endors, kan endors memang buat mendongkrak penjualan buku.


Pulang ke rumah, ketika berkesempatan buat online saya langsung bertamu pada mbah google dan bertanya tentang buku ini. Humm... Dan bertabur pujian tentang buku itu. Saya merasa lega. Semoga tak salah menjatuhkan pilihan untuk membeli buku ini :)


Eh... sudah panjang bener saya bercerita :)


Buku ini saya baca dalam rentang waktu yang cukup lama. Sekitar satu bulan mungkin ya.. karena diselingi juga dengan membaca buku lain juga kemalasan melahap buku. Huhuhu....


Seperti yang dapat ditebak dari judulnya buku ini berkisah tentang Haji. Memoar Haji dari penulisnya sendiri. Di pembuka buku ini penulisnya juga menceritakan tentang madrasah2 yang ditemuinya sebelum keberangkatan Haji. Madrasah yang dimaksud adalah beragam masalah2 yang timbul ketika ingin melaksanakan haji (dana, dll) dan juga ketika sudah terpasang dan keberangkatan tinggal hitungan hari.


Di bagian ketika asisten dari si penulis pamit dan kemudian diketahui kalau asisten itu tak pulang kampung justru berada di rumah tetangganya sendiri membuat saya belajar tentang sesuatu, membuat saya tercenung bagaimana penulis memperbaiki hubungan dengan tetangganya itu.. humm... insyaAllah saya ceritakan di bagian lain saja ya. Biar tak terlalu panjang. 


Yang pasti saya belajar banyak hal lewat buku ini. Bagaimana penulis bisa menangkap apa yang terjadi sebagai sebuah madrasah.. Subhanallah... sering sekali banyak pelajaran yang kita dapat dari hari2 yang kita lalui, hanya saja kita yang buta untuk melihatnya.


Juga ketika dalam perjalanan Hajinya, bagaimana penulisnya begitu piawai mengambil hikmah dari setiap peristiwa. Membingkai satu prosesi ke prosesi lain dalam ibadah haji dengan balutan ilmu, dengan penuh tafakkur. Keren yah... Dan tak urung apa yang dituliskan penulisnya di sini membuat saya disergap kerinduan untuk melewati prosesi2 itu. 


Panggil hamba lagi ya Allah... 

Membaca buku ini juga menyibak lagi kenangan2 akan Perjalanan yang pernah ditempuh hampir 3,5 tahun yang lalu itu. Humm... Beberapa hal sebenarnya ingin saya tuliskan di sini, tapi di lain waktu saja ya, insyaAllah. Sudah terlalu panjang :)


Saya juga mendapat pelajaran bagaimana penulisnya begitu istiqomah untuk tidak menggunakan obat apa pun buat mengatur atau menunda kodrat yang dimiliki para wanita. Haid.


Saya juga bersepakat ketika penulis buku ini mengatakan : "Sayangnya, karena ibadah haji adalah ibadah yang bernuansa kental dengan aspek sabar dan ikhlas, sehingga disalah-kaprahi sebagai excuse oleh pihak-pihak yang enggan melakukan perubahan dalam pelayanannya." 


Tapi ada beberapa hal yang tak saya sepakati ada di buku ini. Seperti apa yang dikatakan penulisnya di halaman 295 tentang Saqifah Bani Sa'idah. Dari sejarah yang pernah disampaikan Guru saya tidak seperti yang disebut di buku ini, dan saya percaya penuh dengan ilmu yang dimiliki Guru saya, beliau tak akan sembarangan menyampaikan siroh. Wallahu a'lam bisshawab.


Pada bagian di mana penulisnya mengunjungi Raudhah, di bagian itu tak diceritakan penulisnya menyampaikan salam kepada 2 sahabat utama Rasul yang juga dimakamkan di sana, Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar bin Khatab. Sy tak menggugat penulis untuk menyampaikan salam kok... hanya saja, jika saya berkesempatan untuk berziarah ke sana, insyaAllah saya tak akan melewatkan juga salam buat dua sahabat Rasulullah tersebut.


Membaca buku ini lagi2 sy mengingatkan diri sendiri untuk tidak menelan mentah2 apa yang sy baca. Bagaimana pun sebuah buku ditulis oleh seorang manusia yang bisa salah dan bisa khilaf. Begitu pun tulisan saya ini, juga ditulis oleh seorang manusia biasa yang sangat bisa salah dan teramat sangat bisa khilaf.


Semoga Allah menunjukkan kepada kita yang benar itu benar dan memberikan kekuatan kepada kita untuk mengikutinya dan menunjukkan kepada kita yang salah itu salah dan memberikan kekuatan kepada kita untuk menjauhinya. Aamiin....


Oya, ada untaian kata yang sangat indah di halaman pembuka buku ini :


Siapa pun yang sedang ragu, pernah menyimpan harapan, ataupun sudah membulatkan niat untuk pergi Haji, 
Semoga Allah menguatkan niatnya dan menyegerakan undangan-Nya
Juga,  

Siapa pun yang telah melaksanakan Haji,  
Semoga Allah senantiasa menganugerahkan haji yang mabrur, sa'i yang diterima, amal yang diterima, dosa yang diampuni dan usaha yang tidak merugi. 
Aamiin...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...