Selasa, 07 Februari 2012

terkejar-kejar sendirian

Kemarin, saat berkumpul dengan keluarga besar, seorang adik sepupu saya bertanya. 
"Kak, tak sabarkah pian menanti?"
Sy langsung tercenung mendapati pertanyaan tersebut dan kemudian menanyakan pada diri sy sendiri pertanyaan yang sama, "Tak sabarkah saya menanti?"

"Ulun sudah tak sabar kak," lanjut sang adik dengan wajah sumringah.

Saya hanya tersenyum menanggapinya dan kemudian kembali bergelut dengan pikiran sy sendiri tentang satu impian, satu mimpi besar yang insyaAllah tinggal hitungan hari akan terwujud, tentu saja jika Allah mengizinkannya terjadi sesuai dengan rencana. 

Saya bukan tak menanti saat itu tiba. Saya juga bukan tak bahagia karena mimpi itu hampir terwujud. Malahan sy merasa dada sy ingin meledak karena rasa syukur dan bahagia yang memenuhinya. Mimpi itu pernah bertahun2 menjadi mimpi teratas yang ingin sy wujudkan, walaupun di tahun2 belakangan ini, mimpi itu tak lagi menduduki posisi puncak, tapi tetap menjadi salah satu impian terbesar bagi saya.

Tapiii... sy merasa waktu berlalu sedemikian cepat. Rasanya baru kemarin sy menulis status "Jangan pernah membenci hari Senin, karena Rasulullah dilahirkan di hari senin... bla.. bla...".. Sekarang sudah senin kembali.

Sementara itu masih begitu banyak hal2 yang ingin sy lakukan sebelum saat itu tiba. 
Banyak hal yang harus  sy pelajari dan pahami. 
Banyak perbaikan2 yang mesti sy lakukan.
Banyak target2 yang sudah sy list yang sy ingin semuanya sudah selesai sebelum saat itu tiba. 

Dan waktu berlalu begitu cepat... sy merasa terkejar-kejar sendirian*.


07022012
H-32

*ngutip dari bukunya mbak Ifa Avianty, Jejak-jejak Kembara Cinta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...