Rabu, 04 April 2012

Duniamu.. pasca menikah.

Di Mekkah, yang menjadi tempat favoritku adalah lantai 2 Masjidil Haram karena ada aturan yang baru kutemui kala umrah ini yang agak longgar waktu Haji kemarin dan menjadi ketat pada umrah ini. Apa itu? Ga boleh lagi menentukan tempat seenaknya buat shalat bagi jamaah perempuan. 


Kalau duluu... aq masih bisa shalat selalu di samping kakak, eh.. ga selalu ding. Pernah sih diusir juga sama askar disuruh nyari shaf wanita. Tapi itu ga sering. Kalau sekarang ini selalu lah.. Para askar bersikap tegas agar jamaah wanita ga nyampur sama jamaah pria. Dan lagi tempat buat jamaah wanita ga seberapa lebar, ga muat menampung jamaah wanita yang jumlahnya lebih besar dari jamaah pria. Karena itu lah kemudian, yang menjadi favoritku adalah lantai 2 masjidil Haram. Dan lagi di lantai 2 bisa melihat Ka'bah. Kalau di lantai 1, tempat buat jamaah wanita kan agak ke dalam, jadi ga mesti bisa lihat Ka'bah.


Nah, di lantai 2 Masjidil Haram inilah kemudian aku banyak menemukan mereka yang sedang ibadah dengan keluarga masing2. Pada bawa anak gitu. Aku pernah memperhatikan satu keluarga asyik tilawah bada ashar, dengan 4 orang anak mereka tilawah sama2. Subhanallah... Pengin deh :) Langsung deh doa.. ya Allah... Semoga nanti juga bisa umrah dengan anak2. Aamiin...


Dan yang menarik perhatianku juga adalah seorang anak yang asyik memanggil ayahnya "Baba.. Baba..." begitu panggilnya. Padahal sang ayah sedang shalat. Dia pun duduk di tempat sujud ayahnya, dan sewaktu sang ayah ingin sujud, si ayah memindahkan dulu putera kecilnya itu. Waktu ayahnya sujud.. si anak naik ke punggung ayahnya. Si ayah melamakan sujud. Jadi teringat dengan cerita Rasulullah beserta cucu beliau, Sayyidina Hasan dan Husein.


Selepas shalat, si ayah mendekati istrinya. Memandang aktifitas keluarga kecil itu aku jadi mikir... kehidupan rumah tangga seperti apa yang mereka jalani di belahan dunia sana? Aiiih... Kepo nih yanti. hihihi.... 


Tentu saja kan ya.. ada beragam hal yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga masing2 pasangan or keluarga. Sama halnya dalam buku terbarunya mbak Ifa Avianty, seri kle 3 dari TRG series yang berjudul Love, affair & the reunion. Di sana sebagian besar dari TRG dan juga wall flowers udah pada nikah. Udah pada punya kehidupan masing2. Dan apa yang disampaikan buku kedua memang benar.. pernikahan bukan menyelesaikan semua masalah kita, ada hal2 yang mungkin akan selesai dengan pernikahan tapi pernikahan juga membuka pintu untuk masalah2 baru muncul. Kira2 begitu lah. Lupa pasnya gimana :p


Antara lain masalah yang timbul di sana adalah kakunya si Didi sama istrinya. Ga ada mesra2nya gitu. Trusss.... si Sonia yang pasrah bener sama kediktatoran suaminya, Harry. Trus lagi.. ada Kang Tino yang kampretnya kumat, malah ada affair gitu sama Tere. Tere yang pernikahannya ga bahagia. Juga Tris dan Rey yang mau cerai. Aiiiih.... macam2 deh ya... Nah, bagaimana mereka mencoba menyelesaikan masalah mereka itu. Bagaimana mereka berlapang dada dalam memaafkan. Bagaimana bersyukur akan pasangan yang diberikan sama Allah. Dan bagaimana menjaga komitmen pernikahan mereka.


Ada satu kutipan di bagian pengantar novel ini yang aku suka banget. 
"... tetaplah mengarifi kehidupan, jangan bosan dan tetaplah menjadi manusia, karena kita bukan malaikat dan tak akan pernah sampai menjadi malaikat. Mari tetap berproses menjadi lebih baik."


Yaah.... Mari berproses menjadi lebih baik.


Eh, ini review atau cerita tentang umrah sih? Nano-nano boleh kan? :p

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...