Selasa, 20 November 2012

[Short Story] Cemburu

"aku cemburu sama dia, Nay.." ketawaku hampir meledak begitu Arina selesai bercerita. Tapi melihat wajah seriusnya, kucoba sekuat tenaga menahan. Coba pikir bagaimana mungkin aku ga ketawa, Arina cemburu dengan mantan pacar suaminya dulu yang sekarang juga udah berkeluarga. Punya suami dan dua anak.

"emang wanita itu lagi rusuh ya rumah tangganya?" tanyaku.

"ga sih Nay.. sepertinya baik-baik saja."

"loh.. kenapa kamu cemburu?" aku menyatakan keherananku. Arina cemburu karena beberapa kali suaminya ngasih jempol di status wanita itu, dan wanita itu juga beberapa kali ngasih comment di status fb suaminya. Aneh kan? tak taulah.. aku kan belum menikah. Jadi belum merasakan lah bagaimana seorang istri cemburu.


"ga tau juga sih Nay.. aq padahal percaya penuh pada mas Imam. Tapi tetap aja rasanya panas."

Hahaha... akhirnya tawaku meledak juga. Arina langsung menyerangku dengan cubitan, tak rela nestapanya ditertawakan. "Nayla.. jahatnya.. kok malah ketawa.." Arina merengut sebal.

"iya non.. sorry.. betewe.. aku punya cerita tentang cemburu nih."

"cerita apa?" Arina bertanya antusias.

"sebelum Rasulullah menikah dengan Ummu Salamah binti Abi Umayyah, atau yang nama asli beliau Hindun, beliau kan ngasih tau Rasulullah kalau punya 3 kekurangan, Ummu Salamah menyebutkan 3 kekurangan itu karena tidak ingin Rasulullah menyesal di kemudian hari."

"apa aja 3 kekurangan itu?" Arina memotong omonganku.

"sabar dong non.. 3 kekurangan itu. Pertama, Ummu Salamah mengaku sangat pencemburu.. tuh kan sama dengan kamu tuh." Arina merengut lagi.

"karena itulah waktu Abu Salamah masih hidup cuma punya istri satu, sementara sahabat lain punya istri lebih dari satu. Yang kedua, Ummu Salamah sudah berumur dibanding istri Nabi yang lain yaitu Aisyah dan Hafsah yang masih berumur belasan. Yang ketiga, Ummu Salamah punya tanggungan 4 orang anak yatim yang masih kecil-kecil." aku menjelaskan lengkap.

"Trus, jawab Rasulullah apa Nay?"

"Rasulullah menjawab. Kalau engkau beralasan lebih tua, aku lebih tua dari engkau. Alasan banyak anak yatim, masalah itu urusan Allah dan RasulNya, jangan engkau fikirkan. Dan alasan pencemburu, aku doakan semoga Allah menghilangkan sifat cemburu itu sedikit demi sedikit. Nah.. dengan jawaban itu, ga ada lagi deh alasan Ummu Salamah untuk tidak menerima Rasulullah."

"Jadi.. aku berdoa juga ya Nay supaya sifat cemburuku hilang sedikit demi sedikit."

"ya.. bisa diusahakan seperti itu kan Rin."

"Tapi doa Rasulullah kan pasti dikabulkan Nay. Sementara doaku...."

Gerrr... aku menatap gemes ke arah Arina. Belum selesai dia ngomong aku sudah memotong ucapannya. " Allah itu sesuai dengan persangkaan hambaNya Arina. Berprasangka baiklah sama Allah."


***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...