Selasa, 20 November 2012

[Short Story] Praduga

“Ra, PP kamu sama siapa tuh?” aku bertanya pada Lira lewat chat saat tadi masuk fb dan menemukan PPnya ganti, foto dirinya sama seorang cowok. Padahal jelas-jelas Lira belum nikah dan ga punya sodara cowok.

“Hahaha.. husnudzan aja bu. Ga bagus berprasangka, kan sebagian dari dosa tuh.” Jawabannya sama aja dengan jawabannya buat teman-teman yang pada nanya di kolom comment.

“Masih ingat dengan yang namanya tabayyun kan Ra?”

“hemm.. apaan tuh Fi?”

“Tabayyun itu me-ricek kejelasannya, aturannya jelas ada di dalam Al-Qur’an surah Al-Hujurat ayat 6, cek gih apa terjemahnya.”

“Hemm.. bentar ya bu.” Aku menunggu, selang beberapa lama ada balasan dari Lira.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah (kebenarannya) dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”

“Trus Ra, hal ini juga selaras dengan hadist Rasulullah, ingat kan tentang istri beliau Shafiyah binti Huyai?”

“yang cerita Rasul di mesjid itu ya Fi?”

“Heeh, jadi waktu itu kan Rasulullah menggandeng Shafiyah, ketika Rasulullah sampai di pintu mesjid, tiba-tiba ada dua orang Anshor berjalan dan memberi salam kepada Rasulullah SAW. kemudian keduanya terus berjalan, melihat itu nabi memanggil dan ngejelasin kalau yang digandeng itu istri beliau, walaupun kata orang Anshar itu mereka ga mungkin berburuk sangka terhadap Rasulullah tapi Rasul tetap menjelaskan karena kata Rasulullah “Syaithan dalam diri manusia menempati di mana darah mengalir, dan aku khawatir kalau-kalau syaithan melontarkan sesuatu ke dalam hati kamu, lalu kamu berburuk sangka kepadaku, melihat aku menggandeng istriku ini, jadi aku perlu beritahu." aku menunggu balasan dari Lira, tapi tak kunjung tiba.

“makanya Ra, jangan biarkan orang berprasangka sama kamu dong.” Terusku kemudian.

“Hehe.. iya bu. Maaf yee..” Huff, akhirnya dia menjawab. Lega. Satu hal yang kusuka dari Lira, dia seperti orang Mesir yang digambarkan kang Abik di Ayat-ayat Cinta, kalau sudah tau kebenaran dia cepat menerima dan bukan membantah.

“Satu lagi Ra.”

“siap menyimak.”

“Ada dua cara dalam bersedekah, pertama terang-terangan dan kedua dengan sembunyi-sembunyi. Kalau terang-terangan maksudnya supaya memotivasi yang lain buat bersedekah juga, Fastabiqul Khairat istilahnya. Yang sembunyi-sembunyi juga jangan di salahkan karena yang mendukung keikhlasan dalam beribadah adalah menyembunyikan ibadah itu dari pandangan manusia.”

“eits.. eits.. tunggu non, ini apa hubungannya dengan bahasan qta tadi?” sudah kuduga Lira bakalan tak sabar.

“Bentar dong Ra, ngetik kan juga perlu waktu.”

“hehe.. iya deh. Sabar.”

“kata pak Ustadz untuk orang yang berlebih harta dianjurkan sesekali bersedekah secara terang-terangan. Tujuannnya agar tidak memancing prasangka dari saudaranya. Kalau sembunyi-sembunyi terus ntar ada yang menggunjing dia pelit, bakhil dan lain.”
Kutunggu beberapa saat balasan dari Lira.

“Islam komplit ya Fi? Ga hanya sekedar menyuruh kita jangan berprasangka aja tapi juga supaya kita benar-benar terhindar dari prasangka yang tidak-tidak juga menghindari orang lain berprasangka terhadap diri kita.”

“pinter.. Kesimpulan yang bagus. So, siapa cowok itu?”

“Abangku Fi, anak pertama bapak sebelum menikah dengan ibu, kami baru tau bulan kemarin, sempat shock juga tapi senang punya kakak.”

Aku teringat status Lira bulan lalu. “Ada badai menerpa keluargaku”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...