Rabu, 29 Mei 2013

Episode Gregetan

to : raka.s@gmail.com
from : rina.a@gmail.com

Ka...
Aku mau dijodohin sama Papa-Mama
-Rina-



Subject : Re : [No Subject]
June 20th, 2008
to : rina.a@gmail.com
from : raka.s@gmail.com

Sering kali, orangtua punya firasat tersendiri untuk memberikan yang terbaik bagi anak mereka, Rina. Restu orangtua, ridha Allah juga. Doaku, semoga kamu bahagia.
-Raka-


***


Aku gregetan dengan cerita-cerita seperti itu. Walau hanya dalam fiksi yang kubaca kemarin tapi tetap saja rasanya... Errrrggghhhhh.... Betapa banyak kejadian seperti itu ada dalam dunia nyata? Entah! Mungkin karena terlalu banyak aku sampai tak bisa menghitungnya. Hahahahaha....

Satu sisi, sisi si wanita. Aku ngertiiii banget maksud email itu apa. Disampaikan Rina terhadap Raka, seorang teman kuliah yang selalu peduli, yang selalu perhatian. Yang pernah menyatakan perasaan tapi tak ada kelanjutan apa-apa setelahnya. Hingga kemudian usia dan tuntutan keluarga memaksa Rina buat menikah dengan pria lain dan Rina merasa dia harus menyelamatkan diri. Raka tujuannya. Tapi apa kata Raka? Sungguh menyakitkan. *penonton meluk guling dan tersedu-sedu menangis menyaksikannya*

Raka.. Sisi seorang pria dewasa yang masih memiliki perasaan khusus terhadap Rina. Ingin datang pada Rina saat dia sudah siap menyuntingnya. Namun, bisa apa aku? Pikir Raka. Ketika Rina mengatakan dia akan dijodohkan sementara saat itu Raka belum punya kesiapan menyunting wanita impian. Maka kata-kata itulah yang sekilas terasa bijak tapi menyakitkan buat si wanita yang terlontar sebagai balasan jawaban.

Dan itulah... kemudian masing-masing tersakiti. Tersakiti respon Raka yang seakan membiarkan saja Rina menikah dengan lelaki lain. Tersakiti akan kabar Rina yang akan menikah padahal dia sedang mempersiapkan diri. 

Cerita ini seperti dejavu. Aku sampai mikiiiir bener di mana cerita ini kutemui? Ceritaku kah? Cerita sahabatku kah?

Ternyata pemirsa... Cerita ini ada di dalam bukunya Kang Abik yang dulu begitu kugandrungi. Ingat kisah Nurul dan Fahri? Sungguh.. Aku pengiiiiin banget Fahri itu menikahnya dengan Nurul. Versi novel ya, bukan film. Nurul dalam imajinasiku bukan seperti Melanie Putri. Tapi seperti Nurul Izzah, wanita cantik dari melayu itu. Tapi nyatanya, surat dari Nurul telat diterima Fahri. Begitu juga kisah siapa tuh di Ketika Cinta Bertasbih. Iiiih.... banyak bener ya cerita-cerita model gini. 

Ya sudahlah. Sepertinya aku sudah menjelma jadi Drama Queen. 

*email.. cerita Raka dan Rina dari novel CoupL(ou)e-nya Rhein Fathia*

5 komentar:

  1. Ceritaku, tapi aku juga bersyukur karena menikah dengan orang pilihan Allah yang baik, Alhamdulillah.

    Dulu waktu kuliah yang menjadi Raka adalah aku. hihiiii *bingungkah?

    Salam'
    Astin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti cowoknya yang dijodohkan ya mbak? Ga bingung kok, masih bisa dibalik kisahnya. Hehehehe....
      Cerita seperti ini emang buanyak banget ya mbak :D

      Hapus
  2. sy juga gregetan krn kesannya gak ada 'perjuangan' dulu hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, mbak. Masing-masing minta dimengerti tanpa mau bicara. Padahal kan ga semua orang bisa ngerti apa yang terlintas di hati. So, ngomong dunk. Hehehehe...

      Hapus
  3. Yantiiiii....aku kebalikan dr Yanti niih..
    Di AAC, aku malah kurang setuju kalau Fahri dengan Nurul, hahahaaa.... Pokoke, setuju banget penulisnya ngejodohin Fahri dengan Aisha. Makin suka lagi pasangan Fahri-Aisha pas abis baca AAC 2

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...