Rabu, 18 November 2015

Ambigunya Banjar

Kalau dikatakan kata Banjar, maka pikiran saya akan tertuju pada satu kota bernama Banjarmasin. Itu loh ibukota provinsi Kalimantan Selatan. Dari kecil sampai sekarang kalau disebut Banjar ya Banjarmasin. Padahal di Kalsel ada beberapa daerah yang memakai nama Banjar.

Pertama, Banjarmasin sebagai ibukota provinsi. Kedua, Banjarbaru. Salah satu kotamadya di Kalimantan Selatan yang berjarak kurleb 35 km dari Banjarmasin. Ketiga, kabupaten Banjar dengan ibukota kabupaten Martapura. Tapiii... Kalau disebut Banjar ya Banjarmasin itu. Bukan Banjarbaru atau kabupaten Banjar. Banjarbaru ya Banjarbaru. Bukan Banjar. Hehehe...
Pasar Terapung di Banjarmasin


Seiring berjalannya waktu saya jadi tahu kalau Banjar yang di pikiran orang-orang tidak selalu sama dengan Banjar yang ada di pikiran saya. Seperti saat saya sudah menikah dengan seseorang dari provinsi tetangga, Kalimantan Timur. Saat itu saya dan suami mau jalan dari rumah mertua dengan membawa tas gede.

"Mau ke mana, Ben?" Tanya tetangga ke suami. "Banjar, ya?" sambung tetangga lagi. 

Suami saya pun menjawab "Iya."

Saya sudah mau protes karena tujuan kami mudik bukan ke Banjarmasin tapi Barabai. Bukan Banjar dong? Namun seiring berjalan waktu saya jadi memahami kalau ternyata Banjar buat orang Kaltim itu adalah Kalimantan Selatan. Mau Barabai kek, mau Kandangan kek, atau Banjarmasin ya semuanya tetap namanya Banjar.

Seperti saat Kak Fitri Gita Cinta bertanya ke saya, “Hai, kamu masih di Banjar?” Dan saya jawab, “Iya.” Padahal saat itu saya ada di Barabai, bukan di Banjarmasin. Wkwkwk….

Banjar sendiri juga termasuk nama suku yang berpusat di Kalimantan Selatan. Suku Banjar itu adalah suku saya sendiri. Saya pikir semua warga negara Indonesia sudah tau kalau suku Banjar ya di Kalsel. Tapi ternyata saya salah!

Suatu ketika saya berkesempatan untuk ke Tanah Suci memenuhi kewajiban rukun Islam kelima. Pada waktu di Padang Arafah sembari menunggu wukuf, saya mengantri di toilet. Pada saat itu saya bertemu dengan rombongan ibu-ibu. Melihat saya dari Indonesia juga, ibu-ibu itu pun mengajak saya mengobrol.

"Dari mana?" Tanya seorang ibu pada saya.

"Banjar," jawab saya untuk memperingkas. Karena kalau disebut Kalimantan saya akan ditanya Kalimantan mana. Kalau saya sebut nama kota tempat saya tinggal, saya tidak yakin ibu-ibu tahu kota Barabai. Entahlah kenapa saya menyebut Banjar dan bukan Kalsel.

Kembali ke pertanyaan ibu-ibu tadi, mendengar jawaban saya, Ibu-ibu itu langsung merasa surprise. Mereka bilang ada jamaah dari rombongan mereka yang dari Banjar juga. Saya pun kaget mendengarnya karena saya memang mengharapkan bertemu orang dari suku Banjar. Saya sudah kangen ngobrol dengan bahasa Banjar karena waktu itu saya ikut rombongan dari Jakarta.

Ibu-ibu tadi memanggil temannya yang katanya dari Banjar tersebut. Kemudian satu ibu-ibu datang ke arah saya dan mengajak mengobrol. Kening saya langsung berkerut-kerut mendengarnya. Tak memahami apa yang diobrolkan ibu-ibu tersebut. Saya mendengar dialeg yang sungguh berbeda dari daerah saya. Saya pun kemudian menyadari sesuatu dan bilang ke ibu-ibu tadi.

"Bu, saya dari Banjar di Kalimantan. Kalimantan Selatan."

"Oalaaah... Kirain Banjar di Banjarnegara," kata ibu-ibu tadi kemudian kami tertawa bersama. Ternyata Banjar tidak hanya milik Kalimantan tapi di Jawa juga punya Banjar. Pantas saya tidak paham dengan apa yang diomongkan ibu tadi ke saya karena beliau memakai bahasa Jawa.


Kalau teman-teman, mendengar kata Banjar, apa yang ada di pikiran teman-teman?

28 komentar:

  1. Hahaha. Ternyata beda Banjar yang dimaksud ya, mba. Banjar yang lain. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Ila. Hihihi... Ternyata di Jawa juga ada Banjar :D

      Hapus
  2. Banjar oh Banjar, namamu itu udah bikin gereget orang yang punya blog ini hehehehe
    Salam kenal Mbak & salam hangat dari Jogja

    #HappyBlogging :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... Iya, Mbak. Bikin gregetan. Salam kenal juga, Mbak. Salam hangat dari Kalimantan :-)

      Hapus
  3. Hahhahaa.... macam2 banjar ternyata ya mbak. Jd klo kalbar ato kalteng ada sebutan spesial kaya banjar gtu ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... Iya, Mbak. Banjar ada banyak. Nah kalau di Kalbar atau Kalteng saya kurang tahu, Mbak. Belum pengalaman tinggal di sana :-)

      Hapus
  4. Di Jawa Barat juga ada Mba nama daerah Banjar, deket ke Pantai Pangandaran.. Untung gak di ajak ngobrol bahasa Sunda Mba hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama bengongnya saya kalau diajak ngobrol bahasa Sunda atau Jawa, Mbak. Nah... Ternyata ada juga Banjar di Jawa Barat ya. Kirain.Jawa Tengah aja :D

      Hapus
  5. kirain Banjar yang deket Ciamis, Tasikmalaya, Jawa Barat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukaaan, Mbak. Ini di Kalimantan. Ternyata di Jawa Barat juga ada Banjar ya, Mbak. Kirain Jawa Tengah aja :D

      Hapus
  6. Kampung sebelahku namanya juga mengandung Banjar, yaitu Banjararum :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di mana itu letaknya, Mbak? Ada Banjar juga ternyata ya di sono :D

      Hapus
  7. hahaha Banjar Banjaaaarrr :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.... Banyak Banjar di mana2 :D

      Hapus
  8. Kalau Banjar ingatanku malah Ciamis Jawa Barat :D

    BalasHapus
  9. jadi pengen main ke banjar :D

    BalasHapus
  10. Wah baru tahu, aku juga kalo denger Banjar pasti mikirnya Banjarmasin. Banyak ternyata ya Banjar... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyaaak, Mbak Nia. Bukan Banjarmasin aja :D

      Hapus
  11. Balasan
    1. Teteeeeh... Akhirnya bisa komen. Ayo ke Banjar lagi :D

      Hapus
  12. Idah ada di banjar juga loh...hehee Banjarnegara. Jadi kalau mau ketemuan kudu lengkap ya Mbak. Kutunggi di Banjar ya. Bisa banjarmasin bisa banjarbaru. Hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa, Mbak. Harus jelas. Banjar mana. Hihihi.. Jangan2 malah Banjarnegara yaaa... :D

      Hapus
  13. Haha... q kira banjar cuma mpun kita :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak Na Banjar sakalinya. Hihihi...

      Hapus
  14. kekekekekke.... besok-besok, mencoba bertanya dengan benar, Hai :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkwk.... Udah paham pertanyaannya, Ka :D

      Hapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...