Kamis, 19 November 2015

Gamis Untuk Resepsi Pernikahan

Semenjak mulai rutin mengenakan gamis sekitar dua atau tiga tahun yang lalu, saya sudah tak melirik pakaian jenis lain (Untuk dipakai di luar rumah. Kalau di dalam rumah bisa apa saja ^^). Sesekali saya memang masih memakai rok dan atasan, tapi tidak pernah lagi membeli yang baru. Setiap ada kesempatan membeli pakaian baru untuk pakaian keluar rumah yang saya pikirkan hanya gamis, gamis, dan gamis. Bukan rok atau atasan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ketika ada rencana pernikahan anggota keluarga juga begitu. Yang ada dalam pikiran saya adalah saya akan memakai gamis di acara pernikahan tersebut. Beruntunglah sekarang mulai marak penggunaan gamis dalam event apa pun, jadi inspirasi gamis untuk acara seperti resepsi pernikahan sudah semakin banyak.


Resepsi anggota keluarga pertama yang diselenggarakan tahun ini adalah resepsi adik ipar saya. Untuk resepsi ini saya tidak membeli atau membuat gamis baru. Saya punya gamis dengan brokat berwarna pink lembut yang jarang sekali saya pakai. Seingat saya, saya pernah memakainya saat acara pernikahan teman baik saya. Itu pun hanya sebentar karena saya buru-buru mengejar pesawat untuk pulang ke Balikpapan.

Gamis ini sendiri yang merancang desain-nya dan membelikan bahannya adalah kakak ipar saya. Kata kakak ipar, brokatnya itu harganya lumayan murah. Jadi, untuk menciptakan kesan mewah dikasih payet di beberapa bagian. Saya suka warna pinknya yang lembut sekali.
Gamis Brokat Pink

Kemudian menjelang akhir tahun giliran kakak saya yang menikah. Serangkaian acara pernikahan pun menanti. Dari lamaran, acara nikah dan baantar panglarang, juga resepsi di dua tempat. Baju baru semua? Enggak lah. Kehabisan budget ntar :p

 Untuk acara lamaran tidak memakai baju spesial. Saat acara nikah karena dress code-nya berwarna putih, saya hanya mengenakan gamis putih lama punya saya yang masih bagus. Untuk acara baantar panglarang atau penyerahan seserahan, saya memakai gamis yang dibelikan kakak ipar buat Idul Fitri. Kebetulan belum saya pakai karena kepanjangan.

Gamis itu berwarna cokelat dan ada kain brokat berwarna pink di bagian tengah yang memanjang dari atas ke bawah. Gamis ini punya karet di bagian pinggang. Kemudian bawahnya melebar, kalau istilah di daerah saya bentuk gamis ini bagian bawahnya putung payung atau potong payung. Maksudnya ya itu... Melebar seperti payung di bagian bawah. Saking lebarnya bisa saya bentuk seperti foto di bawah.
Bergaya ala ala Hijabers

Untuk resepsi pertama kakak saya disepakati kalau warna yang diambil adalah biru. Sebelumnya saya mengusulkan warna pastel yang lembut. Tapiiii... Usulan saya ditolak. Hehehe... Jadi, ngikut saja lah. Untuk desain dan bahannya kembali kakak ipar saya yang punya gawe. Tapi saya sudah senang karena semuanya sepakat kalau yang dibikin adalah gamis :D

Kali ini rancangannya biasa saja karena mau pakai jilbab syar'i jadi fokus brokatnya di bawah dan bagian tangan saja. Warna pakaian lapisnya pink muda agar brokatnya terlihat lebih 'hidup' . Jadilah gamisnya seperti ini. Saya padukan dengan jilbab berwarna biru.
Gamis Brokat Biru
Beberapa saat sebelum resepsi pertama kakak saya, saya melihat di akun instagram Fitri Aulia kostum beliau untuk pernikahan salah satu rekannya. Begitu melihat gamis yang dikenakan Fitri Aulia saya langsung suka. Apalagi saat itu untuk resepsi di Banjarmasin kabarnya warna yang dipakai untuk keluarga adalah warna emas. Wah, cocok nih dengan yang dipakai Fitri Aulia.

Saya pun membeli kain satin dan brokat buat menjahit gamis seperti yang dipakai Fitri Aulia. Kain brokatnya hanya setengah meter dan sudah pakai payet, jadi tak perlu repot kasih payet lagi. Menjahit sendiri? Tentu saja tidak. Ada tetangga saya yang bisa menjahit.

Alhamdulillah bisa selesai sebelum acara walimah di Banjarmasin dan saya sangat suka sekali hasilnya. Jadiiii... Gamis di mana brokat sebagai aksesoris dan bukan kain utama itu lebih nyaman buat saya pakai ketimbang gamis yang full brokat. Oya, setiap menjahit gamis saya akan bilang ke penjahitnya kalau di bagian dada tidak usah dikasih hiasan apa-apa karena akan tertutup dengan jilbab. Tapi, selalu saja tetap ada hiasan di dada. Mungkin tidak enak membiarkannya kosong :D

Itulah gamis yang saya pakai buat acara resepsi pernikahan. Saya termasuk jarang bikin gamis dengan kain brokat. Karena tahun ini banyak anggota keluarga yang menikah jadi bikinnya berasa berbarengan tapi insyaAllah bisa saya pakai bertahun-tahun. Jadi, memakai gamis saat resepsi pernikahan? Siapa takut. Hehehe...


Sementara untuk mukena, saya sekarang sedang menggemari mukena katun karena nyaman digunakan. 

"Tulisan ini diikutsertakan dalam GiveAway Toko Online Ahza D'Toko"

14 komentar:

  1. Gamis brokat pink itu pasti cantik kalo dipake :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.. Warna kesukaan saya itu, Mak :D

      Hapus
  2. Gamisnya cantik2, aku juga lebih suka pakai gamis ke acara nikahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss, Mbak. Kebanyakan gamis sih baju Yanti :D

      Hapus
  3. waahhh dirimu setipe denganku, gamis sudah jadi baju kebesaran hehehe.. bahkan ngajar pun sudah pakai gamis lhooo aku eh suka mukena katun ya? aku jualaan.. kabooorrr..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkwk.... Emaaaaaaak..... Bisa deh promo colongan :p
      Iya, Mak. Sama. Anakmu juga sukanya gamis :D

      Hapus
  4. bener mbaa...aku jg ga suka gamis kalo brokat yg jd kain utamanya.. panaaass.. ga nyaman dipake lama2... ;p ..cuma koleksi gamisku blm bnyk memang... skr ini baru terbatas utk acara pengajian aja.. kalo yg utk resepsi blm ada..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, Mak. Saya ga betah pakai seharian kalau gamis full brokat. Mau ganti sama daster aja. hehehe...

      Hapus
  5. waah cantiknya gamis2nya. Au pake kalau acar2 tertentu aja. Semacam ke resepsi atau ada acara keluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ke mana-mana nyaris pakai gamis terus, Mak :D

      Hapus
  6. Ih gamisnya cantik-cantik banget Mbak. Saya malah baru ngeh sama gamis yang dipadu-padankan sama brokat. Ternyata kece juga ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Bisa dipadu padankan. Banyak contohnya kalau googling. atau dari instagram para hijabers :D

      Hapus
  7. waahhh koleksi gamisnya cantik-cantik mbak hheee
    salam kenal ya mbak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Mbak. Salam kenal juga. Terima kasih sudah mampir :-)

      Hapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...