Kamis, 12 November 2015

Sincerely Yours


Suatu hari, Inge yang berprofesi sebagai penulis novel thriller ditelpon tetangganya. Tetangganya meminta tolong pada Inge karena ada yang salah minum obat di rumahnya. Alan, owner  Lindung Tentram yang menangani beragam keluhan warga tentang rumahnya menengak obat yang salah. Saat itu Alan mengeluh sakit. Diberikan aspirin ternyata isinya Esilgan, obat tidur yang biasanya diresepkan bagi penderita insomnia karena depresi klinis atau serangan cemas. Hal itulah yang membuat Alan seperti teler.

Tetangga Inge meminta tolong pada Inge karena tidak ingin ketahuab keluarganya menengak Esilgan tersebut. Inge memahami akan hal itu. Inge pun membolehkan Alan dipindahkan ke rumahnya. Alan yang berada di bawah pengaruh obat semalaman berada di rumah Inge. Itulah awal perkenalan Alan dan Inge.


Inge menduga hubungannya dengan Alan akan berakhir begitu saja. Namun Alan datang di saat yang tepat. Ketika Alan datang untuk mengembalikan baju yang dipinjamkan Inge, di sanalah Inge sedang membutuhkan kehadiran Alan. Pada saat tersebut, Alan juga terkesima melihat Inge yang berada dalam.kondisi terapuhnya. Ada semacam perasaan yang tumbuh secara cepat dan mendalam pada hati Alan untuk Inge.

Hubungan keduanya pun semakin dekat. Inge yang punya masalah dengan mamanya pun merasa hidupnya kembali menyenangkan setelah bertemu Alan. Namun, konflik lain ternyata menghadang hubungan Inge dan Alan yang harusnya berjalan sempurna. Konflik yang berhubungan erat dengan masa lalu Inge. Betapa Inge membenci ibunya namun haruskah kini ia berbuat serupa ibunya?

***

Dulu saya pernah mengatakan kalau satu novel itu bisa berkesan buat saya jika saya bisa merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh-tokoh di dalamnya. Novel Sinceraly Yours ini begitu. Saya bisa merasakan apa yang dirasakan Inge. Mungkin karena saya dan Inge punya kebiasaan yang sama. Salah satu kebiasaan Inge adalah kebiasaan saya. Membaca karakter Inge, seperti membaca karakter saya juga, walau tidak semua. Mungkin juga karena saya dan Inge sama-sama jatuh cinta pada orang yang pernah kuliah di jurusan Teknik Sipil #ecieee

Saya juga tertarik dengan pekerjaan Alan. Alan ini punya perusahaan Lindung Tentram di mana sesuai namanya Lindung Tentram memang untuk melindungi dan menentramkan. Dalam artian, Lindung Tentram ini siap dipanggil jika ada kerusakan atau keluhan warga. Seperti genteng bocor, pipa bocor, dompet bocor, pengin bangun taman, dll. Ah, membayangkan tinggal di kompleks perumahan dengan adanya Lindung Tentram sepertinya menyenangkan.

Pekerjaan Inge juga membuat saya tertarik. Dunia menulis buat pembaca yang mendamba menjadi penulis seperti saya selalu menyenangkan buat dikulik. Di dalam novel ini beberapa hal tentang menulis disebutkan. Seperti pada halaman 166 yang menyebut tentang teknik penulisan dan pada saat Ghani ‘mewawancarai’ Inge.

“Jadi, kapan kamu biasanya menulis?”
“Aku menulis setiap hari. Setidaknya lima jam per hari.”
“Setiap hari? Wah! Berarti kamu tidak pernah menunggu inspirasi saat menulis?”
“Tidak, aku tidak pernah menunggu inspirasi.”
“Menunggu mood?”
“Tidak juga.”
“Beneran?”
“Menulis bukan hobi atau pekerjaan sampingan, menulis adalah profesiku. Memangnya kamu ke kantor kalau sedang mood?”

Tuh, Yan. Kalau mau menjadikan menulis sebagai profesi jangan menunggu mood :p

Dalam novel Sincerely Yours ini juga ada beberapa nama penulis dan buku yang disebutkan. Saya senang membacanya. Senang karena yang disebutkan sebagian penulis Indonesia. Ada Ilana Tan, Ika Natassa, Agustinus Wibowo, dll. Jadi saya mudeng dengan nama-nama yang disebutkan itu.

Pergantian POV-nya juga membuat saya bisa menyelami apa kata hati masing-masing tokohnya. Setting cerita juga dideskripsikan dengan sangat detail. Awalnya hal ini memang sedikit membosankan buat saya karena konflik terasa begitu lambat dilempar. Namun pada akhirnya saya menikmatinya juga. Walau tetap merasa alur berjalan begitu lambat kemudian dipacu begitu cepat pada bagian akhir.

Oh ya.. Permainan alur maju mundur di novel ini juga sangat saya nikmati. Yang agak mengganjal buat saya adalah kejadian sebab musabab dari semuanya. Saat Alan harus menengak pil Eselgan dan tertidur. Mengapa harus menginap di rumag Inge?

Mengganjal buat saya karena tentu saja tidak bagus menginap di rumah lawan jenis meski dalam keadaan tak sadar sekali pun. Lantas kenapa juga tidak menghubungi Lindung tentram saja? Para karyawan di sana pasti bisa menangani bosnya dan tak keberatan dengan penjelasan yang dilakukan Inge dan tetangganya. Oh oke... Mungkin saja supaya rahasia kalau tetangganya itu pernah mengunjungi psikiater terjaga ya? Hemm...

Di novel ini, saya juga agak kurang sreg dengan cerita tentang berduaan di satu ruangan. Betapa mudahnya masuk ke kamar cowok sampai ketiduran. Dalam keyakinan saya, itu adalah sesuatu yang berbahaya. Kemudian karakter Alan yang sekilas terlihat mempermainkan wanita bikin saya gregetan. Kalau saya cerita ntar spoiler. Hehehe... Tapi justru di sini terlihat betapa pacaran itu adalah sesuatu ikatan yang rapuh.

Selain itu, membaca novel ini juga harusnya memberi pelajaran kepada wanita bahwa jangan mudah terbuai dengan perhatian pria karena itu bukan berarti dia jatuh cinta dan memgharapkan wanita itu menjadi pendampingnya. Ntar merasa di PHP loh :p

Judul               : Sincerely Yours
Penulis             : Tia Widiana
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku      : 248 Halaman
ISBN               : 978-602-03 2050-2
Tahun Terbit    : 2015


8 komentar:

  1. kalau aku wahini risih lawan novel yang terlalu banyak adegan sentuhannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inggih, Ka ae. Nih kada banyak sentuhan pang. Tapi di kamar baduaan -_-

      Hapus
  2. Settingnya dimana ya? luar negeri kah?

    BalasHapus
  3. Penyebab awal si alan pindah ke rumah inge agak2 gimana gitu...susah jelasinnya. *haiyah*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Agak2 gimana gitu... Hehehe...

      Hapus
  4. iya ya kenapa pindah ke rumah inge? kalau penasaran musti baca bukunya ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Membaca bukunya pun masih bertanya-tanya, Mbak. Hehehe...

      Hapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...