Rabu, 10 Februari 2016

Menulis Cerita Misteri


Beberapa waktu yang lalu ada pengumuman di grup BaW Community. Pengumuman tentang audisi naskah buat kumpulan cerpen anak (kumcernak). Membaca pengumuman tersebut, tentu saja saya bersemangat buat ikutan. Tapi begitu melihat temanya, oh tidaaaak...

Salah satu tema yang diusung dalam audisi itu adalah misteri. Menulis tentang misteri seperti jauuuh di luar kemampuan saya. Misteri di sini bukan misteri yang melibatkan hantu-hantuan. Tapi semacam pencarian informasi yang logis atas suatu kejadian yang misterius.

Saya bukan orang yang suka terhadap hal-hal berbau misteri itu. Cerpen-cerpen yang saya tulis pun nyaris semua hanya berkutat di kehidupan sehari-hari. Bukan misteri. Namun, saya sangat ingin ikut audisi tersebut.


Saya harus bagaimana?

Entah bagaimana kemudian saya mencanangkan sebuah program '40 hari menulis cernak'. Semua dalam rangka karena pengin ikut audisi tersebut. Saya berkeyakinan kalau kita terbiasa menulis, maka ide-ide akan bermunculan dan mendesak ingin ditulis. Siapa tahu dengan program 40 hari menulis cernak itu juga akan membuat saya mendapatkan ide tentang misteri.

Program berjalan. Hari demi hari, satu per satu cernak saya tulis. Saya juga berdiskusi dengan suami kira-kira konflik misteri apa yang bisa dijadikan konflik untuk anak seusia SD. Suami memberikan beberapa alternatif. Walau bukan alternatif beliau yang saya pakai, tapi diskusi dengan suami membuka satu ide baru.

Saya teringat akan satu kegiatan saat sekolah saya dulu. Semacam memperlihatkan barang-barang kerajinan tangan dari penghuni kelas. Salah satu yang dulu menarik perhatian saya adalah satu barang yang terbuat dari kaca. Kemudian terlahirlah cerpen berjudul Misteri Pecahan Kaca.

Cerpen itu saya kirimkan ke Mbak Riawani Elyta selaku PJ kumcernak dan Alhamdulillah lolos seleksi dan akhirnya di awal Februari ini buku kumcernak itu terbit. Saya satu buku dengan penulis-penulis keren seperti Uni Dian Onasis, kak Erlita Pratiwi, mbak Riawani Elyta, Wawat Smart, dan nama-nama lainnya. Judul bukunya Jejak Kaki Misterius.

Lalu, bagaimana dengan proyek 40 hari menulis cernak? Terhenti di hari ke 11 atau 13. Saya lupa. Huhuhu...

Pada saat itu ada kejadian yang membuat saya harus bolak balik Handil-Balikpapan sehingga saya kehilangan konsentrasi dan waktu untuk menulis cernak baru setiap hari.

Seorang teman saat saya beritahu kegagalan saya mengatakan kalau masih ada 40 hari kedua untuk program saya itu. Sayangnya sampai sekarang saya belum memulai program 40 hari kedua. Sepertinya harus saya mulai ya. Karena beberapa cerpen saya yang dimuat di Majalah Bobo baru-baru ini adalah hasil program 40 hari menulis cernak tersebut.

Oya... Kembali tentang bukunya. Bukunya bisa dipesan di saya atau langsung sms / WA  ke nomor penerbit : 0819 0471 5588. Hanya 30 Ribu Rupiah.


ikuti juga Giveaway dalam rangka launching buku tersebut di sini

Judul                : Jejak Kaki Misterius
Penulis             : Riawani Elyta, Kayla Mubara, Pujia Achmad, Dian Onasis, Diannur Fajria, Afin Yulia, Anik Nuraeni, Yurie Zhafiera, Hairi Yanti, Erlita Pratiwi, Ilham Fauzi, Binta Al Mamba, Wawat Smart, Vanda Arie
Lini                  : Lintang
ISBN                 : 978-602-1614-86-0
Harga              : 30K
Order              : SMS/WA ke 0819 0471 5588
Sinopsis :
Dua bekas tapak kaki di tanah samping rumah mereka yang belum berpaving itu membuat kakak beradik, Anto dan Daffa, keheranan. Dua bekas tapak yang sangat aneh, karena yang satu besar dan yang satunya lagi kecil. Ini bekas tapak kaki apa, kok, besar kecil begini? Bekas tapak kaki itu hilang di belakang rumah mereka.
Untuk menyelidiki itu, mereka berdua sepakat untuk tidak ikut kegiatan ekstrakurikuler seusai pelajaran di sekolah. Mereka bertekad harus menemukan jawaban teka-teki tentang dua bekas tapak kaki misterius itu.
Siang menjelang sore itu, Daffa dan Anto bersembunyi di balik pot tembikar besar dan ditanami rerimbunan pakis yang ada di teras rumah. Mereka mengamati apa yang akan terjadi di halaman samping rumah. Dan, oh!! Anto dan Daffa terkejut dan saling berpandangan mata saat tak lama kemudian melihat sesuatu memasuki halaman rumah mereka, menerobos masuk pintu pagar yang tidak terkunci.
Teman-teman, tahukah kalian apa yang dilihat oleh Daffa dan Anto sehingga membuat mereka terkejut itu? Pasti kalian penasaran, kan? Kalian bisa menemukan jawabannya di dalam buku kumpulan cerpen anak ini. Selain cerita tersebut di atas, di dalam buku ini masih banyaaaakkk cerita anak yang juga keren dan bikin penasaran. Kalian pasti suka, deh, sama cerita-ceritanya. Selamat membaca kisah-kisah serunya, ya!


12 komentar:

  1. wah ide buat bikin cernak selama 40 harinya sangat menginspirasi. :D
    pengen ikutan juga ah.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk mbak Yeyen. Saya juga mau mulai lagi :D

      Hapus
  2. Kapan mulai programnya lagi? Bagus2 gak ceritanya? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Yang, kapan ya? Besok? :p
      Nanti dibaca yaaa kalau dah datang ;-)

      Hapus
    2. Iya, Yang, kapan ya? Besok? :p
      Nanti dibaca yaaa kalau dah datang ;-)

      Hapus
  3. Waah selamat. Semoga GAnya lancar dan bukunya laris manis.

    BalasHapus
  4. Suka dengan cerita misteri. Pengen banget bisa nulisnya. Tapi, kemampuan nulis fiksi saya payah. Hehehehe.... jadi pembaca aja deh. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kalau nulis artikel Teh Nia teope begete :-)

      Hapus
  5. Wah keren ... Selalu nyimak cerita terbarunya. ^^

    BalasHapus
  6. Setuju mba. bisa karna terbiasa, selamat ya untuk terbit bukunya ^_^

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...