Senin, 09 Mei 2016

Madura dalam Cerita

Saya jarang sekali jalan-jalan ke luar daerah. Di antara yang jarang itu, Pulau Madura pernah dua kali saya singgahi. Pertama pada tahun 1992, tahun di mana saya pertama kalinya menjejak Pulau Jawa. Saat itu di Surabaya, menginap di rumah salah satu anggota keluarga. Sepupu mama saya ada yang tinggal di Bangkalan, Madura. Beliau pun menjemput saya dan keluarga untuk menginap di Madura. Maka berangkatlah kami sekeluarga saat itu dan menyebrang ke Madura memakai ferry.

Tahun demi tahun berlalu, saya kembali ke Surabaya di tahun 2010. Saat itu, Madura juga menjadi tujuan kami. Ingin mencoba melewati jembatan Suramadu dan mengunjungi sepupu mama saya yang masih bermukim di Bangkalan adalah 2 dari beberapa alasan ke Madura. Setelah tahun 92 menyebrang dengan ferry, di kunjungan berikutnya saya dan keluarga menyebrang melintasi jembatan terpanjanh di Indonesia itu.


Pada tahun 92 yang lampau, sepupu mama saya atau yang biasa saya panggil acil pernah bercerita kalau suatu saat memang akan ada jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura. Ingatan saya akan dua kali kunjungan ke Madura itu menyeruak ke permukaan saat membaca satu novel anak berjudul Misteri sosok Wangi karya Kak Erlita Pratiwi. Terlebih ceritanya berkisah seputaran batik Madura. Acil saya yang tinggal di Bangkalan pun punya usaha batik Madura. Waktu ke sana, senang sekali rasanya melihat beragam corak batik. Di toko acil pun banyak terpajang foto-foto para selebritis dan orang terkenal yang pernah berkunjung ke toko batik acil saya itu.
Cover Misteri Sosok Wangi
Salah satu hal yang saya sukai dari buku-buku misteri yang dikeluarkan oleh Penerbir Kiddo ini adalah adanya informasi-informasi yang disampaikan pada bukunya. Tentu saja hal itu menambah wawasan buat yang membaca, tidak hanya untuk anak-anak tapi juga untuk orang dewasa seperti saya.

Alhamdulillah,  resensi saya untuk buku Misteri Sosok Wangi ini dimuat di Harian Tribun Kaltim pada tanggal 1 Mei 2016. Berikut resensinya. Happy Reading ^_^


Mengungkap Misteri Sosok Wangi di Pulau MaduraOleh : Hairi Yanti Pulau Madura menyimpan banyak pesona. Selain jembatan Suramadu yang menghubungkan pulau Madura dengan Surabaya, wisata kuliner di Madura juga banyak digemari. Selain itu, Madura dikenal dengan kain batiknya yang cantik.

Andara adalah seorang anak yang berlibur di Bangkalan, Madura. Ia ikut menginap di rumah nenek sahabatnya yang bernama Ica. Ica biasa memanggil neneknya dengan panggilan Mbah Nek. Mbah Nek adalah pemilik toko batik terkenal di Madura. 
Saat Andara datang ke rumah Mbah Nek, terjadi kasus pencurian besar di rumah Mbah Nek. Batik yang dicuri adalah batik gentongan yang harganya mahal sekali. Batik gentongan adalah batik khas Tanjung Bumi, Bangkalan. Pengerjaan batik ini paling cepat selama satu tahun. Harga batik gentongan bisa 10 sampai 20 kali lipat batik tulis biasa.
Kejadian pencurian itu tidak melunturkan semangat Andara dan Ica untuk berlibur. Diantar  Om Yono, mereka pun berjalan-jalan di Bangkalan. Namun, sesuatu yang mencurigakan terjadi. Om Yono terdengar berbicara dengan seseorang ditelpon dengan menyebut akan menyiapkan kain batik. Andara juga melihat Om Yono berbicara dengan seseorang yang asing.

Saat pulang dari jalan-jalan, Andara mencium aroma wangi yang menusuk. Aroma dari parfum yang dipakai Om Yono. Wangi parfum yang sama tercium dari gudang belakang rumah Mbah Nek. Di gudang belakang, Andara juga menemukan sebuah catatan berisi nama-nama jenis batik, termasuk jenis batik punya Mbah Nek yang dicuri. Setelah diselidiki, tulisan pada catatan itu adalah tulisan tangan dari Om Yono. 
Ica semakin mencurigai Om Yono. Benarkah Om Yono yang mencuri batik Mbah Nek? Namun, parfum yang dipakai Om Yono ternyata juga dipakai oleh karyawan yang lain. Siapakah sosok wangi yang mengambil batik Mbah Nek?
Lewat buku Misteri Sosok Wangi, kita menemukan penyelidikan Andara dan Ica untuk menemukan pencuri kain batik. Selain itu, lewat buku ini pembaca bisa membaca beragam informasi yang menambah wawasan tentang pulau Madura, seperti informasi tentang jembatan Suramadu, asal usul nama Bangkalan, juga tentang aneka kuliner di Madura.
 Judul                          : Misteri Sosok WangiPenulis                        : Erlita PratiwiPenerbit                      : KiddoTahun Terbit             : Cetakan Pertama, Maret 2016Tebal Buku                : vi + 175 Halaman 

10 komentar:

  1. Saya paling suka dengan cerita misteri seperti ini neh. Misteri soso wangi ya, sip sip

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Judulnya misteri sosok wangi :-)

      Hapus
  2. Selamat yah Mba, resensinya berhasil di muat di harian tribun kaltim, Alhamdulillah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Mbak Irawati :-)

      Hapus
  3. Keren Yan...nambah lagi nih catatan portofolionya Yanti

    BalasHapus
  4. Ehm, fokus ceritanya seputaran Bangkalan ya, Mbak? Saya orang Madura, tepatnya dari kota Pamekasan hehe...
    Btw, saya baru tau istilah batik gentongan, lama juga ya pengerjaannya sampai satu tahun (itupun paling cepatnya),ckckck

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. Tinggal di Madura ya mbak? Iya.. Katanya waktu pengerjaannya lamaa jadi harganya mahal :D

      Hapus
  5. aahh belum pernah menjejakkan kaki ke madura..

    BalasHapus
  6. jadi makin pingin ke Madura saya...duluuu sekali cuma di tepi pelanuhan, ga sempat jalan-jalan

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...