Selasa, 09 Agustus 2016

[Resensi] One Little Thing Called Hope - Winna Efendi

Sebenarnya di bulan Agustus ini, saya ikutan program #31HariBerbagiBacaan. Maksudnya sih untuk kembali menghidupkan blog dengan review atau resensi buku. Tapiii... Malasnya membaca buku dan nge-review-nya itu loh yang bikin saya belom setoran juga dari hari pertama.

Saya sebenarnya tipe pembaca yang malas-malas rajin. Kadang kalau udah kumat malasnya membaca buku, buku tidak selesai-selesai dibaca. Kalau lagi rajin, biasanya kalau ketemu buku menarik, saya bisa baca hanya dalam beberapa jam.

Begitu pula novel terbaru dari Winna Efendi ini. Saya baca sampai pukul 1 malam, kemudian tidur, dan kebawa mimpi pulak. Hahaha... Dilanjut lagi saat pagi harinya lalu selesai membacanya.


One Little Thing Called Hope intinya bercerita tentang Hamil di Luar Nikah. Udah gitu aja? Gaaaa.... Masih ada 'dayang-dayang'nya atau masalah tambahan lain. Saya ceritakan ya....

Bagi Aeryn, hidupnya sudah merasa nyaman. Ia cantik, pintar dan populer. Tapi kepergian sang Mama membuat hidup Aeryn limbung. Saat ia merasa baik-baik saja, keputusan papanya buat menikah lagi justru membuat hidup Aeryn jadi tak lebih baik dari sebelumnya. Ia tidak bisa menerima kenyataan papanya menerima wanita lain plus lagi ia kedapatan seorang adik tiri baru.

Flo, itulah nama adik tiri Aeryn. Sebenarnya selisih usia mereka cuma 2 bulan. Tapi bagi Flo, itu sudah cukup untuk menganggap Aeryn sebegai kakak perempuan yang telah lama ia idamkan. Flo merasa hidupnya sempurna setelah pernikahan bundanya dengan Om Hansel, ayah Aeryn. Ia punya 2 sahabat baik - Genta dan Theo -, punya kakak perempuan yang walaupun sikapnya belum bersahabat tapi Flo yakin Aeryn orang baik, juga sepasang orangtua yang lengkap. Bunda dan Om Hansel.

Namun, hidup Flo akan berubah untuk selamanya saat ia menemukan 2 garis positif di alat pengetes kehamilan. Saat itu usianya masih 16 tahun, masih duduk di kelas 2 SMA, dan segala-galanya yang membuat pikirannya kalut.

Maka novel ini mengajak para pembacanya berpetualang dalam kehidupan Flo, Aeryn, dan Theo. Tentang kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan, tentang maju melangkah menyongsong kehidupan yang akan dihadapi, dan tidak tinggal pada masa lalu.

Tema 'Hamil di Luar Nikah' tentu bukan kali pertama diangkat menjadi cerita. Saya harap jika para pembaca membaca cerita ini mereka tahu betapa aib dan menakutkannya hal tersebut. Tidak pantas dan tidak semestinya terjadi. Sama dengan beberapa tokoh di novel ini yang menyebutkan kalau itu adalah perbuatan bodoh dan tidak bertanggung jawab.

Siapa yang dirugikan jika hal itu terjadi? Pihak perempuan utamanya. Sekolah harus terhenti, keluarga malu, juga mengecewakan orangtua. Jadi, jangan sampai melakukan hal itu di luar nikah ya, Adek-adek.

'Jangan berdua-duaan karena orang ketiga adalah setan', sering dengar nasehat ini? Dalam novel ini hal tersebut terjadi memang karena berdua-duaan. Yang bikin saya gregetan adalah si tokoh cewek sadar sepenuhnya konsekuensi yang terjadi tapi ia merasa si cowok bakal bertanggung jawab dan akhirnya mengiyakan permintaan si cowok. Hati-hatilah wahai adek-adek.. Dalam kasus seperti ini, laki-laki kebanyakan tidak bertanggungjawab! #marah

Selain cerita MBA itu..  Ada banyak hal lagi yang suka dari novel ini. Seperti positif thinking-nya Flo. Saat Aeryn bersikap tak nyaman padanya, Flo selalu yakin kalau Aeryn itu baik hati. Yup, saya terkadang juga menjumpai hal seperti ini. Orang yang menyebalkan itu tidak sepenuhnya menyebalkan. Bisa jadi ada satu dua hal yang membuat ia bersikap demikian saat itu. Jika sudah begitu, mari lihat sisi kebaikan yang pernah kita lihat darinya.

Lalu tentang perkembangan hubungan antara tokoh-tokoh di dalamnya. Antara Flo dan Aeryn, antara Aeryn dan papanya, antara Aeryn dan Tante Hera, juga antara Aeryn dan Theo. Kebanyakan Aeryn ya? Hehehe... Karena memang tokoh yang satu itu yang lebih menarik perhatian saya. Ada beberapa hal yang tak saya sepakati di novel ini, walau begitu, saya semakin suka bagaimana cara Winna menulis dan menuturkan cerita. Kematangan tulisan Winna semakin terasa dibanding saat saya membaca karya pertamanya yang berjudul Ai.

Judul : One Little Thing Called Hope
Penulis : Winna Efendi
Penerbit : Gagas Media
Tebal Buku : x+422 Halaman


7 komentar:

  1. Mba ga dijadiin GA ni buku hahaha pengen baca deh, nice inpoh mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum ada sponsor, Mbak. Masih sayang sama koleksi satu2nya. Hehehe...

      Hapus
  2. Bagus ya mba novelnya? Aku suka novel yang ceritanya berkembang bgitu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus, Mbak. Bikin saya baper. Hehehe..

      Hapus
    2. Bagus, Mbak. Bikin saya baper. Hehehe..

      Hapus
  3. Aku suka bacanya...dan aku kasih rating 4.5 di GR ;D

    BalasHapus
  4. Awalnya sebel baca buku ini karena temanya ttg anak remaja hamil di luar nikah. Tapi kemudian malah enjoy dgn cara Winna Efendi mengemas ceritanya, mengalir banget. Jadi suka deh :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...