Selasa, 01 November 2016

Dari Wartawan, Menjadi Blogger

            Dunia Jurnalistik seperti punya pesona sendiri buat saya, mungkin karena itu termasuk salah satu impian saya. Saya menyenangi cerita-cerita di balik meja redaksi suatu media, baik media cetak maupun media elektronik. Dulu, saya begitu gemar menonton tayangan The East di NET TV yang bercerita tentang dunia di balik layar sebuah program acara di NET.

            Di dunia blogger, selain Mbak RachAlida Bahaweres yang seorang jurnalis, juga ada Mbak Ratna Dewi yang punya blog http://ratnadewi.me/ . Namun, tak terlalu banyak cerita tentang dunia jurnalis yang bisa ditemukan di blog beliau karena memang Mbak Ratna Dewi telah resign dan menjadi blogger sekarang. Blog beliau pun ada untuk sebuah terapi hati ketika kehilangan sang buah hati tercinta.


            Terlahir dengan nama Dewi Ratnasari, di mana nama itu diberikan oleh orangtua beliau karena terinspirasi dari nama salah satu istri Presiden Soekarno yaitu Ratna Sari Dewi. Tapi, nama Dewi adalah nama yang akan kita temukan di mana-mana karena itu Mbak Ratna Dewi mengaku dengan kesadaran penuh kalau namanya itu adalah nama pasaran.  Ketika di SMP hingga kuliah selalu punya teman sekelas yang bernama Dewi.
Ketika Menjadi Wartawan

            Hal itu terus berlanjut hingga bekerja di TV One. Nama Dewi kembali menjadi polemik. Saat itu sudah ada nama Dewi di jajaran wartawan TV One, karena itu lah atasan beliau menamai Ratna untuk panggilan agar mudah membedakan antara Dewi yang satu dengan Dewi yang lainnya. Maka, nama Ratna Dewi pun menjadi menempel di nama beliau. Sampai akhirnya blog pun memakai nama tersebut. Karena Ratnadewi juga sudah ada yang memakai di akun media sosial, jadilah Mbak Ratna menambahkan kata me di setiap akun media sosial karena itu juga merujuk ke blog beliau.

            Blog adalah hadiah dari suami beliau di saat Mbak Ratna berada di puncak kesedihan saat kehilangan Azka, sang buah hati. Mbak Ratna mengakui kalau blog menyelamatkan hidup dan kejiwaannya. Saat hampir putus asa dan gila karena kehilangan anak, Mbak Ratna mencurahkan segala isi hatinya di blog. Semua dituangkan di blog. Blog telah menjadi terapi hati dan itu sesuai dengan tagline Berdamai dengan Hati yang tersemat di blog Mbak Ratna.

            Menjadi blogger dan wartawan ada kesamaan tapi juga ada perbedaan di dalamnya. Sebagai blogger, Mbak Ratna masih bisa datang ke event besar dan membuat reportasenya di blog. Tapi, bagaimana pun juga blogger dan wartawan juga berbeda. Dengan menjadi blogger Mbak Ratna tak bisa dibungkam karena posisinya sebagai seorang pion.

Blog adalah milik saya, tulisan adalah karya saya, dan semua yang saya lakukan dengan label blogger menjadi tanggung jawab diri sendiri – Ratna Dewi

            Mbak Ratna Dewi memang telah meninggalkan dunia kerja, namun, apa yang menjadi pengetahuan beliau di dunia jurnalistik masih bermanfaat buat menjadi seorang blogger. Di blog beliau terlihat bagaimana cara menyajikan postingan yang runut dan bernas, apalagi ditambah dengan foto-foto kece yang menyertai tulisan beliau. Pengalaman menjadi jurnalis pun sesekali beliau ceritakan di postingan seperti pengalaman saat liputan. Lewat blog Mbak Ratna Dewi, saya belajar bagaimana menyajikan reportase sebuah acara menjadi sebuah postingan yang nyaman dibaca.
Paling suka foto ini ^_^

            Terus menulis dan menebarkan manfaat lewat tulisan, Mbak Ratna. Semoga Allah segera memberikan amanah berupa adik untuk Azka yang terlahir sehat dan sholeh. Aamiin…

Blog: www.ratnadewi.me
FB: Dewi Ratnasari
FP: ratnadewi.me
Twitter: @ratnadewime
IG: @ratnadewime
Email: mail@ratnadewi.me




9 komentar:

  1. Inspiratif sekali alcerita yang satu ini

    BalasHapus
  2. Belum kenal juga ke blog mba Ratna Dewi hahahah *lama2 dikepret mba Yanti*
    Akupun sama mba menulis menjadi terapi untuk diri sendiri seperti postingan terbaruku yang jg sdh mba komen dg sharingan mamahnya itu bisa bikin aku kembali ceria mengalihkan dunia meski hancur sehancurnya hati ini saat tahu org terdekat begitu nyinyirnya *lebay* :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, Mbak. Saya pun menulis untuk menerapi hatu. Hihihi... Mama saya emanv gitu mbak. Bukan teman ngegosip yang asyik karena bakalan dicuekin ama beliau. Hehehe... Semangat ya, Mbak :-)

      Hapus
  3. Mba Ratna memang inspiratif...tulisannya bagus2 :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mbak Ida. Runut tulisannya :-)

      Hapus
  4. saya baru tahu mbak Rata Dewi mantan wartawan. Tapi, ya karena udah alih profesi kali. Pasti mbak Ratna Dewi juga gak tahu dulu saya mantan apa :)
    (situ..siapa, penting gak :P)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Lidha. Udah jadi blogger sekarang. Dulu reporter di TVOne. Hihihi...

      Hapus
  5. Terima kasih tulisannya, Mbak. Semoga dengan menulis dan jadi blogger saya bisa tetap menginspirasi banyak orang.

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...