Selasa, 01 November 2016

Menulis, Mengajak Pada Kebaikan bersama Nova Violita

Setiap penulis akan mati. Hanya tulisannya yang abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakanmu di akhirat nanti. (Ali Bin Abi Thalib)

            Nova Violita namanya. Ibu dari seorang putra yang berusia belum genap dua tahun. Mbak Nova berdomisili di provinsi Riau tepatnya di Airmolek Kecamatan Pasir Penyu di sebuah Kabupaten bernama Indragiri Hulu. Alamat blog beliau ada di http://www.novanovili.com/ dengan nama blog Nashhah.
Nashhah

Nashhah
artinya mengajak ke kebaikan dan itu seperti sebuah napas buat blog Mbak Nova. Sejak awal membuat blog tidak pernah berubah, Mbak Nova ingin menulis yang baik-baik, mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak menulis yang menimbulkan polemic dan kericuhan serta debat sana sini.


Seperti sebuah teko yang hanya akan mengeluarkan isinya, Mbak Nova pun berkeyakinan kalau menulis sesuatu yang baik, itu bermula dari pikiran yang baik, sehingga dengan begitu beliau mencoba membenahi diri menjadi pribadi yang lebih baik. Menulis kebaikan akan membuat kita berbuat baik, kata Mbak Nova. Hal itulah yang membuat saya teringat pada ungkapan Ali Bin Abi Thalib yang saya kutip di awal tulisan.

Mbak Nova mulai ngeblog dari tahun 2009, bisa dikatakan sama dengan saya memulai blog. Di tahun 2009, saya juga ‘membangun’ sebuah blog di mendiang Multiply. Berkunjung ke blog Mbak Nova, bagian yang paling saya suka adalah bagian ‘Curcol’, mungkin karena saya memang doyan mengintip curahan hati orang lain. Hehehe… Waktu awal mengenal blog, saya suka takjub sendiri melihat diary yang dulu terkunci berpindah ke halaman yang bisa diakses seluruh dunia. Toh pada akhirnya saya juga ikutan sering curhat di blog. Hehehe…

Kembali ke tema blog yang memakai kata Nashhah, dalam blognya Mbak Nova sebenarnya ingin setiap hari Jum’at menulis sesuatu yang beraroma religi. Lah, kok sama dengan saya? Saya juga pernah terpikir hal seperti itu, tapi, belum terwujud hingga sekarang. Salah satu yang ditulis Mbak Nova di hari Jum’at adalah sebuah artikel yang berjudul Menanamkan Keimanan Sejak Dini.

Pada artikel tersebut, Mbak Nova menyebutkan beberapa hal yang bisa diterapkan untuk menanamkan keimanan sejak dini, seperti :

1.     Mengenalkan Tuhan Sejak Dini
Untuk hal ini bisa dimulai dengan menyebut asma Allah ketika melakukan aktivitas, juga dengan membiasakan berdoa. Termasuk juga mengajak atau memperlihatkan kepada anak-anak bagaimana kita beribadah. Bagaimana pun anak adalah seorang peniru ulung, dan orangtua yang memberikan keteladanan, termasuk dalam hal beribadah.

2.     Menanamkan Islam adalah agama yang benar di sisi Allah SWT
Setelah mengenalkan Allah sejak dini, wajib juga untuk memberikan keyakinan bahwa agama yang kita anut adalah yang paling benar di sisi Allah. Mengapa? Karena jika dikatakan bahwa agama baik menurut versi manusia, maka ia mengatakan semua agama baik karena tidak ada agama yang mengajarkan keburukan. Jika sudah mengatakan semua agama baik, dan terserah mau yang mengimani yang mana saja, maka patut dipertanyakan kadar keyakinan terhadap agama yang dianut.

3.     Mengenalkan halal dan haram
Islam punya aturan terhadap apa yang halal dimakan juga yang haram dimakan. Karena itulah perlu sekali memperkenalkan halal dan haram ini semenjak dini.

4.     Birrulwalidain / Berbuat baik dan hormat kepada orangtua
Hal ini juga diperlukan keteladanan dari orangtua, misalkan orang tua mencontohkan dengan menghormati dan berbuat baik kepada kakek dan nenek. Dengan begitu anak-anak melihat contoh yang terpampang nyata di hadapan mereka, jadinya mereka juga akan melakukan hal yang serupa.

5.     Soleh / Soleha itu wajib
Dengan menanamkan keimanan kepada anak sejak dini, maka InsyaAllah anak akan tumbuh menjadi anak baik yang tahu akan kewajibannya sebagai hamba Tuhan.

            Itulah salah satu bagian dari isi artikel yang ditulis Mbak Nova yang berhubungan dengan religi. Selain itu, masih ada beberapa lagi postingan yang bisa kita ambil pelajaran dan hikmah dari tulisan Mbak Nova. Saya berharap Mbak Nova bisa konsisten menulis hal-hal seperti ini, seperti keinginan beliau untuk menulis hal-hal religi setiap hari Jum’at.

            Teruslah menulis untuk kebaikan, Mbak Nova. Menulis yang membahagiakan kita di akhirat.

FB                   :  www.facebook.com/novanovili
Twitter           : 
www.twitter.com/novanovili
IG                    : 
www.instagram.com/nova_violita



16 komentar:

  1. Terinspirasi dengan ini:

    "Setiap penulis akan mati. Hanya tulisannya yang abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakanmu di akhirat nanti" (Ali Bin Abi Thalib)

    Insya Allah bisa mendapat nilai sedekah jariyah ya, mbak.

    Insya Allah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Iya, Mbak. Semoga tulisan kita bermanfaat ya :-)

      Hapus
  2. Jadi aku harus belajar menulis dengan baik dan konsisten ya, Mbak.

    Terima kasih sharingnya,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pun harus terus belajar menulis yg baik, Mbak :-)

      Hapus
  3. Tulisan ini saya sepakat hehe

    BalasHapus
  4. Bikin jadwal di blog dan menulis tentang hal yang kita sukai memang membantu banget menulis Mbak.. Seperti Jumat religinya itu..

    Btw, sudah lama juga ya Mbak Novanya menulis..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Betul. Misal senin nulis tentang apa.. Selasa apa ya. Saya juga sempat pengin bikin tulisan bersambung di blog. Hehehe...

      Hapus
  5. ingin juga bisa seperti Mba Nova tulisan bagus dan baik-baik tp apa daya masih suka galau hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pun mbak.. Masih suka galau. Tapi kita terus berproses ya. Semoga nanti kita bisa menulis yang baik2 ya, Mbak :-)

      Hapus
  6. Yanti mah tetap rajin ya menulis sampai sekarang. bahkan udah jadi penulis pula. aku sejak menikah beneran vakum ngeblog maupun nulis untuk bukua :D
    Sekarang ini saja, mau diniatin rajin menulis lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangaaaat, Ivon. Skala prioritas ya, Von. Ivon kan sibuk dengan 2 anak. Tapi keres dengan masakan2nya juga :D

      Hapus
  7. Aku selalu merasa menemukan teman yang sama dengan tujuan yang sama saat mereka menuis tentang kebaikan dan untuk kebaikan. Kebaikan selalu mampu membuat orang bertekuk lutut ya mbak meski bukan hal mudah untuk melakukannya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Betul. Saya pun begitu. Sering merasa diingatkan kalau membaca tulisan tentang kebaikan. Walau kadang ada penolakan dalam diri kalau dinasehati karena ego tapi lama2 lumer juga. Hehehe...

      Hapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...