Jumat, 07 April 2017

Telepon Tengah Malam

            Pernahkah menerima telepon tengah malam? Atau menelepon di tengah malam?

Tengah malam adalah waktu orang-orang berisitirahat. Tidur dan melepaskan segala kepenatan. Hanya orang-orang tertentu dengan keperluan dan kondisi tertentu yang tetap berjaga di tengah malam. Karena itulah telepon tengah malam bisa dibilang tidak wajar dilakukan.

Walaupun begitu, ada hal-hal yang mungkin membuat kemungkinan menelepon tengah malam itu terjadi. Semisal sama-sama begadang setelah menonton pertandingan olahraga, atau sama-sama dinas malam. Bisa juga kala melakukan perjalanan, dan orang rumah minta dikabarin kapan pun kita sampai walaupun tengah malam.


Telpon tengah malam juga bisa dilakukan oleh dua manusia yang sudah akrab dan salah satu dari mereka sedang mengalami kegalauan luar biasa hingga butuh teman untuk bicara. Daripada melakukan hal yang tidak-tidak, maka mereka siap sedia untuk diajak bicara lewat telepon meskipun tengah malam. (Pengalaman pribadi, Yan? :p)

Keadaan lain yang memungkinkan terjadinya percakapan tengah malam lewat telepon adalah saat chit chat melalui pesan teks dan kemudian dilanjutkan lewat telepon. Saya pernah melakukan ini bersama kakak ipar, awalnya kami BBM-an dan kemudian dilanjutkan mengobrol lewat telepon, tapi tidak malam-malam banget juga sih, waktu itu pukul setengah satu dini hari. Hihihi….

Selain beberapa keadaan itu dan keadaan lain yang dialami, telepon tengah malam biasanya berhubungan dengan sesuatu yang urgent dan harus disampaikan saat itu juga. Pemikiran itulah yang membuat saya gemetar kala mendapatkan telepon tengah malam.
Gambar dari Pixabay

Di suatu malam, ponsel saya berdering. Saya terbangun dan langsung mencari dan meraih ponsel yang memang diletakkan di sisi bantal saya. Dengan mata yang masih mengantuk saya mengintip nama siapa yang tertera di layar ponsel. Dan serta merta jantung saya berdegup kencang dan tangan gemetar mendapatkan nama kakak saya ada di layar ponsel.

Kakak menelpon jam segini? Ada apa? Kenapa? Pikir saya panik.

Beragam pikiran buruk langsung menyerbu otak saya saat itu. Kakak yang menelpon adalah kakak yang tinggal bersama kedua orangtua saya.

Dalam keadaan panik, saya membangunkan suami. “Ini kenapa menelpon jam segini?” Tanya saya nyaris terisak. Suami yang baru terjaga hanya bilang “Angkat dulu.” Saya menghela napas dan dengan tangan gemetaran menekan tombol hijau di layar ponsel.

“Ya, Kak,” jawab saya.

Di seberang sana terdengar suara kakak saya yang pelan dan malas-malasan seperti baru bangun tidur.

“Ada apa, Ti?” Tanya kakak saya.

“Hah? Ada apa kenapa?” Saya bingung

“Kenapa kamu nelpon tadi?” Bilang Kakak saya.

“Hah?” Saya ternganga.

“Tadi kamu nelpon ke hapeku. Ada apa?” Ulang si kakak.

“Enggak ada nelpon, Kak.” Jawab saya.

“Kirain ada apaan nelpon jam segini,” gerutu kakak saya dan kemudian telpon ditutup.

Dengan tangan yang masih gemetaran dan detak jantung yang masih berdebar-debar saya pun memeriksa panggilan keluar dari ponsel saya. Benar saja, ternyata ada panggilan keluar ke nomor kakak saya beberapa menit sebelumnya.

Kakak saya memang punya nama panggilan berawalan huruf A dan saya pun menambahkan ‘Aa’ di daftar kontak saya di ponsel untuk namanya. Jadi, namanya memang paling awal ada di daftar kontak saya dan bukan sekali dua saya tak sadar menelepon dia. Kunci ponsel terbuka tanpa sengaja dan terpencet tanpa sengaja hingga melakukan panggilan keluar.

Saya bernapas lega mendapati tidak ada kejadian mengkhawatirkan yang terjadi. Lagian, udah panik duluan dan memikirkan hal-hal yang tidak-tidak sih ya. Kemudian saya ngikik cantik menyadari mungkin di seberang sana kakak saya juga panik mendapatkan ada telepon dari adiknya di tengah malam.


Memang yang paling benar adalah menjauhkan ponsel dari jangkaun saat tidur.

4 komentar:

  1. Aduuh. Dah deg deg an aja bacanya hihihii...

    Bener jauhin telponnya mbak biar ga kena radiasi juga. Matiin bila perlu 😉

    BalasHapus
  2. telepon tengah malam kalau datangnya dari keluarga memang bisa bikin kita mikir macam-macam

    BalasHapus
  3. iya mba suka deg2an klo nerima telepon malam ituh, terakhir aku dapet telepon malam y pas ibunda tercinta meninggal. Sedih, shock tak terhingga xixixi

    BalasHapus
  4. Iya, mesti dijauhkan, menghindari cek hape saat terbangun, biar ngantuknya gak hilang dan bisa lanjut tidur..:p

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...