Pernahkah
menerima telepon tengah malam? Atau menelepon di tengah malam?
Tengah malam adalah waktu orang-orang
berisitirahat. Tidur dan melepaskan segala kepenatan. Hanya orang-orang
tertentu dengan keperluan dan kondisi tertentu yang tetap berjaga di tengah
malam. Karena itulah telepon tengah malam bisa dibilang tidak wajar dilakukan.
Walaupun begitu, ada hal-hal yang mungkin
membuat kemungkinan menelepon tengah malam itu terjadi. Semisal sama-sama
begadang setelah menonton pertandingan olahraga, atau sama-sama dinas malam.
Bisa juga kala melakukan perjalanan, dan orang rumah minta dikabarin kapan pun
kita sampai walaupun tengah malam.
Telpon tengah malam juga bisa dilakukan oleh
dua manusia yang sudah akrab dan salah satu dari mereka sedang mengalami kegalauan
luar biasa hingga butuh teman untuk bicara. Daripada melakukan hal yang
tidak-tidak, maka mereka siap sedia untuk diajak bicara lewat telepon meskipun
tengah malam. (Pengalaman pribadi, Yan? :p)
Keadaan lain yang memungkinkan terjadinya
percakapan tengah malam lewat telepon adalah saat chit chat melalui pesan teks dan kemudian dilanjutkan lewat telepon.
Saya pernah melakukan ini bersama kakak ipar, awalnya kami BBM-an dan kemudian
dilanjutkan mengobrol lewat telepon, tapi tidak malam-malam banget juga sih,
waktu itu pukul setengah satu dini hari. Hihihi….
Selain beberapa keadaan itu dan keadaan lain
yang dialami, telepon tengah malam biasanya berhubungan dengan sesuatu yang urgent dan harus disampaikan saat itu
juga. Pemikiran itulah yang membuat saya gemetar kala mendapatkan telepon
tengah malam.
![]() |
| Gambar dari Pixabay |
Di suatu malam, ponsel saya berdering. Saya
terbangun dan langsung mencari dan meraih ponsel yang memang diletakkan di sisi
bantal saya. Dengan mata yang masih mengantuk saya mengintip nama siapa yang
tertera di layar ponsel. Dan serta merta jantung saya berdegup kencang dan
tangan gemetar mendapatkan nama kakak saya ada di layar ponsel.
Kakak menelpon jam segini? Ada apa? Kenapa? Pikir
saya panik.
Beragam pikiran buruk langsung menyerbu otak
saya saat itu. Kakak yang menelpon adalah kakak yang tinggal bersama kedua
orangtua saya.
Dalam keadaan panik, saya membangunkan suami.
“Ini kenapa menelpon jam segini?” Tanya saya nyaris terisak. Suami yang baru
terjaga hanya bilang “Angkat dulu.” Saya menghela napas dan dengan tangan
gemetaran menekan tombol hijau di layar ponsel.
“Ya, Kak,” jawab saya.
Di seberang sana terdengar suara kakak saya
yang pelan dan malas-malasan seperti baru bangun tidur.
“Ada apa, Ti?” Tanya kakak saya.
“Hah? Ada apa kenapa?” Saya bingung
“Kenapa kamu nelpon tadi?” Bilang Kakak saya.
“Hah?” Saya ternganga.
“Tadi kamu nelpon ke hapeku. Ada apa?” Ulang
si kakak.
“Enggak ada nelpon, Kak.” Jawab saya.
“Kirain ada apaan nelpon jam segini,” gerutu
kakak saya dan kemudian telpon ditutup.
Dengan tangan yang masih gemetaran dan detak
jantung yang masih berdebar-debar saya pun memeriksa panggilan keluar dari
ponsel saya. Benar saja, ternyata ada panggilan keluar ke nomor kakak saya beberapa
menit sebelumnya.
Kakak saya memang punya nama panggilan
berawalan huruf A dan saya pun menambahkan ‘Aaâ di daftar kontak saya di ponsel
untuk namanya. Jadi, namanya memang paling awal ada di daftar kontak saya dan
bukan sekali dua saya tak sadar menelepon dia. Kunci ponsel terbuka tanpa
sengaja dan terpencet tanpa sengaja hingga melakukan panggilan keluar.
Saya bernapas lega mendapati tidak ada
kejadian mengkhawatirkan yang terjadi. Lagian, udah panik duluan dan memikirkan
hal-hal yang tidak-tidak sih ya. Kemudian saya ngikik cantik menyadari mungkin
di seberang sana kakak saya juga panik mendapatkan ada telepon dari adiknya di
tengah malam.
Memang yang paling benar adalah menjauhkan ponsel dari jangkaun saat tidur.

Aduuh. Dah deg deg an aja bacanya hihihii...
BalasHapusBener jauhin telponnya mbak biar ga kena radiasi juga. Matiin bila perlu đ
telepon tengah malam kalau datangnya dari keluarga memang bisa bikin kita mikir macam-macam
BalasHapusiya mba suka deg2an klo nerima telepon malam ituh, terakhir aku dapet telepon malam y pas ibunda tercinta meninggal. Sedih, shock tak terhingga xixixi
BalasHapusIya, mesti dijauhkan, menghindari cek hape saat terbangun, biar ngantuknya gak hilang dan bisa lanjut tidur..:p
BalasHapus