Minggu, 18 Juni 2017

[Menu Buka Puasa] Garih Batanak

Masakan ini sudah saya kenal sejak kecil. Salah satu menu untuk makanan sehari-hari juga di bulan Ramadhan untuk menu buka puasa. Makanan kampung dan makanan rumahan banget. Juga makanan khas Banjar yang jarang disebut-sebut, padahal rasanya juara.

Selain yang biasa dibikin oleh mama, saya juga kerap menjumpai makanan ini di warung langganan. Apalagi pas Ramadan seperti sekarang, di Pasar Ramadan masakan ini lumayan banyak dijual. Begitu pun ketika ada acara kumpul keluarga setiap pekan, Tante saya juga sesekali memasak masakan ini.


Sebelum Ramadan, di satu grup yang saya ada di dalamnya, teman-teman ramai membicarakan masakan ini. Membaca obrolan teman, saya pun jadi kepengin. Teman saya memberikan resep dan saya kasih bintang resep tersebut agar tidak hilang.

Namun, tak afdhol rasanya kalau tidak menanyakan resep ke guru memasak saya. Siapa lagi kalau bukan mama terdjintah.

"Emang di sana ada ikan asin haruan, Ti?" Tanya mama. Saya dibuat kaget mendengar pertanyaan mama.
Ikan Asin Haruan 

"Tidak bisa pakai ikan asin lain ya, Ma?" Tanya saya. Sembari memikirkan ada tidak di penjual ikan asin langganan saya ikan asin haruan atau ikan asin gabus.
Ikan asin haruan atau toman

"Emmm," mama kedengeran ragu. "Dicoba aja deh," jawab mama akhirnya kemudian memberikan resep.

Qadarullah, beberapa hari setelah bertanya, sepekan sebelum Ramadan, ada sesuatu yang membuat saya mudik ke kampung halaman. Jadi, saya pun memanfaatkan kesempatan itu untuk menikmati garih batanak. Simpel, tinggal beli di warung dan makan. Rasanya lezaaat sekali.

Ketika mau kembali ke Kaltim, tak lupa saya mengajak mama ke pasar buat membeli bahan baku garih batanak ini. Apalagi kalau bukan ikan asin haruan atau bisa juga ikan asin toman atau tauman. Karena saat saya membeli ikan asin haruan kurang kece, jadilah yang dibelikan mama adalah ikan asin toman atau tauman.
Lapak Ikan Asin di Barabai

Ketika sampai di Kaltim, sudah H-1 Ramadhan. Jadilah saya eksekusi resep ini saat Ramadhan sebagai menu buka puasa. Bagaimana komentar suami? Katanya dia suka tapi kurang pedas. Saya pun merasa ada yang kurang di masakan saya. Saat menelpon mama dan laporan kalau saya sudah bikin garih batanak ini.

"Tapi, laosnya terlalu berasa dan kata Kak Beny kurang pedas, Ma," lapor saya.

"Kurangin laosnya. Tambahkan cabe," ujar mama.

Suami juga memberikan saran agar dikasih cabe rawit utuh di dalamnya. Suatu hal yang tidak pernah dilakukan di rumah karena di rumah orangtua saya pada tidak tahan pedas. Tapi, setelah saya eksekusi untuk kedua kali dengan menambahkan cabe rawit, wah, rasanya memang semakin lezat.

Berikut resepnya.

Bahan :
Ikan asin gabus (haruan) atau tauman kira-kira 200-250 gram potong-potong dan cuci bersih.
Santan (saya menggunakan dari setengah butir kelapa)
Telur bebek 3 biji
Bawang merah 5-10 siung (saya suka bawang merah yang banyak) diiris tipis
Tomat 2 biji diiris menjadi 4 bagian
Cabe merah besar dan cabe hijau besar masing-masing satu buah diiris tipis
Cabe rawit sesuai selera
Serai satu batang memarkan
Laos satu ruas jari memarkan
Kunyit secukupnya memarkan
Garam dan gula (jika diperlukan)
 
Bahan Garih Batanak
Cara memasak :
Ini tipe masakan yang simpel banget. Tinggal cemplung-cemplung.
Rebus santan, masukkan ikan asin. Cemplungkan laos, kunyit dan serai. Setelah ikan asin agak empuk, masukkan bawang dan cabe-cabean. Kemudian tomat.
Setelahnya masukkan telur bebek mentah. Jangan diaduk sebelum telur bebek mengeras atau matang. Setelah telur matang, tes rasa. Jika kurang asin tambahkan garam. Jika suka bisa tambahkan gula sedikit ya.
Jangan menambahkan garam sebelum tes rasa, karena rasa asin juga didapat dari ikan asin. Jadi garam ditambahkan jika hanya diperlukan.
 
Garih Batanak
Garih Batanak. Siap dinikmati
Selesai dan siap dinikmati dengan nasi putih hangat. Tomat dan cabe bisa dimasukkan belakangan agar tidak hancur ketika direbus. Tambahan belimbing wuluh akan semakin membuat lezat garih batanak, sayangnya saya tidak nemu yang jual di pasar.
Garih Batanak
Garih Batanak

Garih batanak ini adalah salah satu menu khas dari Banjar, Kalimantan Selatan. Dan saya menikmatinya di Ramadan ini sebagai salah satu menu buka puasa.

Kenapa pakai telur bebek? Karena untuk menambah lauknya. Hihihi.. kalau ikan asin doang kan kurang seru. Ditemanin lah itu ikan asin dengan telur.


Bisa pakai telur ayam? Sepertinya bisa tapi di daerah saya memang lazimnya pakai telur bebek untuk sebuah kelezatan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

9 komentar:

  1. Wah ngiker saya. Ikan asin plis sayur bening pasti wenakkk. Sama kayak saya postingannya tentang menu buka puasa hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget. Ikan asin enak terusss... hihihi...

      Hapus
  2. Oh semacam gulai ikan asin ya tapi telur bebek. Memang kalau telur bebek kan lebih enak ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Telur bebek lebih saya suka karena kuning telurnya gede. Tapi lebih banyak kolesterolnya sih. Hihihi...

      Hapus
  3. Balasan
    1. Saya pun ngiler mbak... hihihi...

      Hapus
  4. baru tau deh masakan ini ..., terbayangkan lezatnya dan gurihnya.., pakai ikan asin gabus yang memang ikan asin paling enak

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...