Di
mana kesabaran saat kamu sedang membutuhkannya?
Kalimat pembuka
di bab awal buku keenam Keo & Noaki 6. FYI, Keo dan Noaki adalah serial
yang saya sukanya kebangetan. Sampai ada label khusus di blog ini untuk
postingan-postingan tentang serial yang ditulis Mbak Ary Nilandari itu. Bisa di klik di sini.
Seperti biasa,
pada buku keenam bercerita dari sudut pandang Noaki. Buku seri genap selalu
menjadi favorit saya karena saya merasa Noaki itu saya banget. Antara saya dan
Noaki banyak sekali kemiripannya. *ngaku-ngaku. Hihihi….
(Baca juga : NoakiNeomarica dan Saya)
Noaki bimbang dan
galau. Ia harus menyelesaikan lukisan yang dipesan Kak Rumi, juga bimbang
karena belum meminta izin orangtuanya untuk ikut perkemahan RBR (Remaja Bina
Remaja). Buat sebagian anak lain, mungkin mudah saja meminta izin untuk ikut
kegiatan, tapi Noaki berbeda. Ia pun selalu menunda untuk berbicara dengan
kedua orangtuanya. Masalah tambah rumit saat lukisan yang tengah ia kerjakan
ternoda oleh tumpahan air. Arrrghhh… Noaki blingsatan…



