Tampilkan posting dengan label Novel Anak. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Novel Anak. Tampilkan semua posting

Selasa, 03 Januari 2017

Karya Pertama di 2017

            Alhamdulillah, tepat di tanggal 1 Januari 2017 kemarin, ada resensi saya yang dimuat di Tribun Kaltim. Resensi untuk buku Teman Baru Jung Yun yang ditulis oleh Ungu Lianza dan diterbitkan oleh Lintang Indiva. Ini karya pembuka di 2017, semoga diiringi karya-karya lainnya. Aamiin…

            Sebenarnya selepas membaca Teman Baru Jung Yun ini saya agak ngedumel dengan tokohnya yang Fahri banget. Itu loh Fahri di Ayat-ayat Cinta yang sempurna sekali. Alim iya, pintar iya, baik hati juga. Intinya segala kesempurnaan ada padanya. Hal ini kemudian saya sampaikan ke teman-teman. Dan tanggapan teman-teman cukup membuat saya terpana.
Teman Baru Jung Yun

Rabu, 21 Desember 2016

Keo & Noaki 6 : Layang-layang Hati

            Di mana kesabaran saat kamu sedang membutuhkannya?

            Kalimat pembuka di bab awal buku keenam Keo & Noaki 6. FYI, Keo dan Noaki adalah serial yang saya sukanya kebangetan. Sampai ada label khusus di blog ini untuk postingan-postingan tentang serial yang ditulis Mbak Ary Nilandari itu. Bisa di klik di sini.

            Seperti biasa, pada buku keenam bercerita dari sudut pandang Noaki. Buku seri genap selalu menjadi favorit saya karena saya merasa Noaki itu saya banget. Antara saya dan Noaki banyak sekali kemiripannya. *ngaku-ngaku. Hihihi….
            (Baca juga : NoakiNeomarica dan Saya)

            Noaki bimbang dan galau. Ia harus menyelesaikan lukisan yang dipesan Kak Rumi, juga bimbang karena belum meminta izin orangtuanya untuk ikut perkemahan RBR (Remaja Bina Remaja). Buat sebagian anak lain, mungkin mudah saja meminta izin untuk ikut kegiatan, tapi Noaki berbeda. Ia pun selalu menunda untuk berbicara dengan kedua orangtuanya. Masalah tambah rumit saat lukisan yang tengah ia kerjakan ternoda oleh tumpahan air. Arrrghhh… Noaki blingsatan…

Senin, 09 Mei 2016

Madura dalam Cerita

Saya jarang sekali jalan-jalan ke luar daerah. Di antara yang jarang itu, Pulau Madura pernah dua kali saya singgahi. Pertama pada tahun 1992, tahun di mana saya pertama kalinya menjejak Pulau Jawa. Saat itu di Surabaya, menginap di rumah salah satu anggota keluarga. Sepupu mama saya ada yang tinggal di Bangkalan, Madura. Beliau pun menjemput saya dan keluarga untuk menginap di Madura. Maka berangkatlah kami sekeluarga saat itu dan menyebrang ke Madura memakai ferry.

Tahun demi tahun berlalu, saya kembali ke Surabaya di tahun 2010. Saat itu, Madura juga menjadi tujuan kami. Ingin mencoba melewati jembatan Suramadu dan mengunjungi sepupu mama saya yang masih bermukim di Bangkalan adalah 2 dari beberapa alasan ke Madura. Setelah tahun 92 menyebrang dengan ferry, di kunjungan berikutnya saya dan keluarga menyebrang melintasi jembatan terpanjanh di Indonesia itu.

Selasa, 08 Maret 2016

Keo & Noaki 5

                Setelah empat seri Go, Keo! No, Noaki! terbit, mulai buku kelima serial Keo & Noaki tidak lagi diterbitkan oleh penerbit sebelumnya. Namanya pun berubah menjadi Keo & Noaki 5, tanpa ‘Go’ dan ‘No’ lagi pada judulnya. Tapi, tetap merupakan sambungan dari cerita-cerita di empat seri sebelumnya.
Keo & Noaki 5
                Cerita Keo & Noaki memasuki cerita pra remaja. Dalam buku I Will Survive yang baru saya baca, rentang waktu yang dilalui seorang remaja terbagi dalam tiga tahap, yaitu : Masa remaja awal (10-12 tahun), masa remaja tengah (13-15 tahun), dan masa remaja akhir (16-19 tahun).  Keo dan tujuh sahabatnya memasuki rentang masa remaja awal menuju masa remaja tengah. Tentu saja ada banyak perubahan dalam kehidupan mereka, termasuk saat hormon pertumbuhan mulai berubah.

Jumat, 08 Januari 2016

Zia Anak Hebat


Kemarin saat saya posting tentang 2016 Reading Challenge saya terkaget sendiri karena 2016 sudah berjalan hampir satu minggu sementara saya nyaris tak mengkhatamkan satu buku pun. Merasa terkejar-kejar dengan target yang dibuat sendiri, akhirnya menarik satu buku. Yang tipis saja biar cepat selesai. Hihihi… Jadilah saya melahap Zia Anak Hebat karya Mbak Linda Satibi.

Apa yang membuat seorang anak dikatakan hebat? Juara kelas? Punya keahlian tertentu? Atau yang bagaimana? Seperti itukah Zia jadi di judul dikatakan hebat?

Jawabannya adalah baca saja bukunya.

Review selesai.

Senin, 30 November 2015

Noaki Neomarica dan Saya

Ketika ditanyakan tokoh siapakah saya dalam karya fiksi di mana karya itu bisa dibeli di toko buku Gramedia, maka saya tak ragu untuk mengatakan kalau saya adalah Noaki Neomarica. Tak masalah jika Noaki sekarang masih berusia 11 tahun. Toh, nantinya dia akan menjadi dewasa juga. Iya kan, Mbak Ary? (Menyapa penulisnya Ary Nilandari).
Bio Noaki. Sumber : https://www.facebook.com/NoaKeo/

Ketika membaca kalau Noaki bisa berubah dari manis menjadi ketus, seketika itulah saya merasa saya punya kemiripan dengan Noaki. Seb, sahabat Noaki, kemudian memberitahu tentang nama sikap Noaki ini. Noa itu moody (bahasa Inggris) atau Lunatique (bahasa Prancis) yang artinya mudah berubah-ubah suasana hati, terutama murung, merajuk, dan marah. Ah... Seperti itulah saya.

Kamis, 19 November 2015

Go, Keo! No, Noaki! yang Memesona

Kesenangan saya membaca cerita-cerita bergenre anak-anak dimulai baru beberapa waktu belakangan ini. Saat saya ingin mencoba menulis cerita anak. Saya mulai membaca majalah anak-anak, membaca buku-buku anak, dan juga novel anak. Kemudian saya bertemu dengan serial Go, Keo! No, Noaki!. Serial anak-anak yang membuat saya terpesona dan terkesima. Saya yang tak bisa dibilang anak-anak lagi menyukai dengan sangat serial tersebut. 

Go, Keo! No, Noaki! (GKNN) adalah serial yang ditulis oleh Mbak Ary Nilandari dan diterbitkan oleh Penerbit Kiddo di tahun 2015 ini. Sampai saat ini sudah sampai seri keempat. Para penggemarnya berharap serial itu terus berlanjut hingga mereka dewasa sampai akhirnya Keo dan Noaki menikah. Penggemar yang mana? Saya! #tunjukdirisendiri
empat seri Go, Keo! No, Noaki!

Rabu, 28 Oktober 2015

Saat Persahabatan Menghadapi Ujian


Tadi malam saya menyelesaikan membaca novel ke 4 Go, Keo! No, Noaki! dengan deraian air mata. Hiks. Sebut saya lebay... Tapi saya memang menangis tersedu-sedu membacanya. Wkwkwk... Kemudian langsung kepoin fbnya Keo. Dan lega mendapati komen Mbak Ary Nilandari kalau GKNN belum berakhir dan semoga lanjutannya bisa muncul saat Keo ulang tahun. Heuu... Itu artinya 1 Januari kan? Horee... Bentar lagiii...

Dari membaca 4 buku seri ini, saya paling suka edisi nomor genap (resensi GKNN 1 ada di sini, GKNN 2 ada di sini). Saat cerita ada di sudut pandang Noaki. Mungkin karena saya dan Noa sama-sama perempuan, jadi apa yang Noa rasakan juga saya rasakan. Noa cemas, saya cemas. Noa berdebar-debar, saya juga. Noa lega, saya juga lega. Apa yang dirasakan Noa di ending, saya juga merasakannya. Ah, Noa. I feel you, Dek.

[Resensi] Go, Keo! No, Noaki! 2 : Belut Penentuan

           Saya memang suka banget dengan novel serial yang ditulis Mbak Ary Nilandari ini. Untuk resensi Go, Keo! No, Noaki! 1 bisa dibaca di sini.

            Ini resensi untuk buku keduanya. Saya kirimkan juga ke Kompas Anak untuk rubrik resensi. Dan saya 99% yakin kalau nasib resensi ini tidak dimuat. 1% adalah harapan sendu tentang keajaiban. Wkwkwk…

            Kenapa bisa seyakin itu? Karenaaa…. Resensi minggu kemarin di Kompas Anak adalah buku yang keempat. Jadi, buku keduanya bye bye dong. Makanya saya taruh di sini saja :D

[Resensi] Go, Keo! No, Noaki! 1 : Dobel Kacau

            Barusan saya ngobrol dengan Kak Karunia Sylviani Sambas. Saya bilang ke Kak Nia, kalau banyak kok tulisan saya yang enggak dimuat di media, tapi sayanya diam aja. Kalau dimuat baru norak-norak bergembira. Pasang status, nulis di blog, posting foto, dan segala kenorakan lainnya. Hihihi… Maklumin ya.
            Nah… Ini salah satu resensi yang rencananya saya kirim ke Kompas Anak. Baru rencana dan saya membatalkan buat mengirimkannya ke sana. Kenapa? Jadi gini, saya nulis resensi ini di sabtu siang atau sore. Trus rencananya saya akan mengirimkannya hari senin. Ternyataaa… hari minggunya resensi buku GKNN 1 ini dimuat di Kompas Anak. Jelas dong bukan saya penulisnya, kan saya belum kirim. Kalau tidak salah ingat, yang nulis Mbak Veronica W.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...