Featured Slider

Terbang Saat Pandemi



Saya merencanakan mudik sejak awal Maret lalu. Namun pandemi, membuat banyak rencana tertunda. Edaran untuk di rumah saja dan tidak bepergian ke mana-mana membuat saya pada akhirnya membatalkan rencana mudik. Begitu pun saat Idul Fitri, untuk pertama kalinya pada lebaran saya tidak mudik ke kampung halaman.


"Tapi Idul Adha bisa mudik kan?" Tanya mama di ujung sana. Walau hampir setiap hari video call tapi tetap saja ada kerinduan untuk hadir di depan kedua orangtua langsung. Nyatanya, Idul Adha pun saya gagal buat mudik. 


Awal September, akhirnya saya memutuskan untuk mudik dengan satu syarat dari suami agar saya disiplin menjalankan protokol kesehatan selama di kampung halaman. Saya harus tetap menggunakan masker walau di rumah, jaga jarak, dan makan secara terpisah dengan orang rumah. Saya menyanggupinya. 


Terbang di saat pandemi tentu berbeda dengan hari biasa. Baru kemudian menyadari, betapa banyak sekali nikmat yang kita abai di hari-hari biasa baru terasa saat pandemi ini. Salah satunya bebas bepergian saat dulu. Sekarang rasanya bepergian penuh keraguan dan kekhawatiran. 


Jadi, apa saja yang diperlukan terbang saat pandemi : 


1. Pastikan diri sehat

Sebelum mudik saya berusaha sedapat mungkin menjaga kesehatan dan imunitas tubuh. Semua itu demi keselamatan diri juga orang di sekitar kita. Tentu akan menjadi keresahan kan kalau kita batuk di tempat umum di kondisi sekarang. Kalau kondisi kita tidak fit, virus juga akan lebih mudah masuk. Jadi, pastikan diri fit.


2. Cek persyaratan masuk suatu daerah.

Rapid tes non reaktif


Rapid tes adalah salah satu hal yang penting sekali saat terbang di masa pandemi. Diperiksa mulu di bandara, dari saat masuk, sebelum check in, saat check in, masuk ke ruang tunggu. Begitupun saat tiba di bandara tujuan.


Perhatikan juga syarat masuk suatu daerah, ada daerah yang memberlakukan persayaratan masuk ke daerahnya tidak hanya sekadar rapid tes non reaktif tapi juga harus pcr swab tes negatif. Seperti kota Surabaya. Per tanggal 21 September 2020, Pemkot Surabaya mengeluarkan surat edaran (SE) terkait upaya memutus mata rantai penyebaran Covid – 19. Surat edaran itu berisi empat poin penting salah satu poin penting tersebut adalah mengimbau warga pendatang / tamu dari luar kota Surabaya menunjukkan PCR / Swab Negatif.


Informasi tempat untuk melakukan  PCR Swab Test Surabaya atau beberapa kota lainnya bisa kita dapatkan di aplikasi Halodoc. Halodoc merupakan aplikasi yang sangat membantu kita di masa pandemi ini. Di masa pandemi ini, kita kan tidak bisa sesuka hati datang ke fasilitas kesehatan karena risikonya lumayan besar. Karena itu lewat aplikasi Halodoc bisa chat dokter, beli obat, buat janji di Rumah Sakit, juga tes covid – 19.


3. Tetap jalankan protokol kesehatan

Protokol kesehatan apa saja? Sebagian kita tentu sudah hafal kan? Pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan, selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer. Di bandara, saat boarding, maupun di dalam pesawat saya usahakan sedapat mungkin melaksanakan protokol kesehatan yang ditetapkan. 

Di dalam pesawat, saya tidak membuka masker sedetik pun. Untunglah penerbangan yang saya lakukan hanya 50 menit jadi tidak makan atau pun minum bukan hal yang sulit di saat itu. 


4. Mendownload Ehac



Pada saat check in, kita diberitahu untuk mendownload aplikasi eHac Indonesia atau pernyataan kartu tanda kesehatan untuk setiap pelancong. Pada aplikasi tersebut kita mengisi data diri kita, moda transportasi apa yang kita gunakan, dari mana asal kita dan ke mana tujuan kita disertai tanggal dan jam kedatangan. Saat tiba di kota tujuan, petugas akan men-scan barcode pada aplikasi eHac yang sudah kita isi. 


5. Jalankan isolasi mandiri demi keselamatan bersama

Sampai di kampung halaman, saya menginap di rumah orangtua. Saya berusaha menjalankan protokol kesehatan. Walaupun di dalam rumah, saya selalu menggunakan masker dan menjaga jarak. Untuk tidur saya juga menggunakan kamar tidur sendiri, kalau dulu suka nimbrung tidur sama ponakan atau gegeloran di kamar mama yang selalu terasa nyaman. 

Makan pun saya akan mengambil makanan secukupnya buat saya, kemudian makan secara terpisah. Kalau dulu kan suka bareng-bareng, sambal misalkan dicocol bareng-bareng, minuman saling icip. Sekarang di masa pandemi tidak bisa seperti dulu lagi, apalagi saya yang ibarat kata statusnya Orang Dalam Pantauan yang baru datang menempuh perjalanan naik pesawat. 

Walaupun rapid tes non reaktif, tapi berhati-hati dan waspada tetap harus dijalankan. Itu pun saya dihantui perasaan cemas dan khawatir kalau dalam 14 hari ada keluarga yang demam, batuk atau flu. Alhamdulillah setelah 14 hari semua keluarga sehat walafiat. 



Itulah pengalaman saya terbang di masa pandemi ini. Sebenarnya berat sekali memutuskan untuk bepergian, tapi mama yang kerap kali mempertanyakan kapan saya mudik dan beliau bilang mau ini dan itu kalau saya mudik membuat saya mengambil risiko perjalanan tersebut. Saat saya datang pun mama terlihat tersenyum terus yang membikin saya terharu melihatnya. Saran saya buat teman-twman yang lain, kalau enggak pentiiiiing sekaliii tundalah perjalanan. Ngeri aja sih karena di pesawat lumayan banyak penumpang yang batuk. Hiks. Jika memang terpaksa harus melakukan perjalanan, tetap ikuti protokol kesehatan sedisiplin mungkin. 


5 Kuliner Lezat Belakang Plaza Kebun Sayur Balikpapan


              Plaza Kebun Sayur terletak di kecamatan Balikpapan Barat. Kalau saya harus memilih salah satu kecamatan di Kota Balikpapan sebagai tujuan untuk berwisata kuliner, maka tak ragu saya akan menjawab Balikpapan Barat. Karena di sana tersimpan beragam kuliner unik dan menarik tapi juga lezat yang sebagian malah menjadi ciri khas kuliner Kota Balikpapan.

              Tidak perlu jauh-jauh, di area belakang Plaza Kebun Sayur saja bisa kita temukan banyak kuliner yang udah bisa mewakili kuliner Balikpapan pada umumnya. Teman-teman bisa parkir di Plaza Kebun Sayur, kemudian jalan kaki saja untuk menjelajahi semua kuliner tersebut karena letaknya yang sangat berdekatan. Berikut ini lima kuliner di belakang Plaza Kebun Sayur yang sangat layak untuk dicoba.

Ini Dia 5 Kuliner Malang yang Wajib Dicoba

 

Ini Dia 5 Kuliner Malang yang Wajib Dicoba

Liburan ke Malang tentu menyenangkan karena kota ini menyuguhkan beragam tempat wisata yang menarik. Namun, liburan kurang lengkap kalau tanpa momen kulineran. Benar, kan?

Jika destinasi liburanmu selanjutnya adalah Malang, berikut lima rekomendasi kuliner Malang yang bisa dikunjungi. Dijamin tak akan membuatmu kecewa.

  1. Pos Ketan Legenda

Kuliner seperti ketan mungkin sudah biasa, tapi ketan disini tak boleh sampai terlewatkan. Cita rasanya yang nikmat didukung dengan suasananya yang nyaman. Tak heran kalau banyak orang yang mampir kesini kalau kebetulan lewat.

                                Sumber foto dari sini


Lokasi kuliner Malang yang satu ini juga strategis, yaitu ada di Jl. Kartini No. 6, Ngaglik, Malang. Harga per porsinya juga ekonomis, cuma Rp 10.000 saja dan kamu sudah kenyang.

  1. Sego Resek

Namanya boleh resek, tapi rasanya jauh dari kata resek. Seporsi sego berisi nasi goreng, daun bawang, kubis, kecambah, dan beragam toping yang bisa dipilih, seperti jeroan, ayam suwir, maupun telur goreng. Cukup membayar Rp 15.000 saja, kamu sudah bisa menikmati seporsi sego.

Kunci kenikmatan Sego Resek ada pada cara memasaknya yang menggunakan arang. Tak heran kalau rasanya nikmat. Sego Resek berada di Jl. Brigjend Katamso, Klojen, Malang.

  1. Bubur Ayam Agus

Menikmati semangkuk bubur ayam sebenarnya tak perlu jauh-jauh ke Malang. Di kota tempat tinggalmu pun ada. Namun, liburan ke Malang tak akan lengkap tanpa berkunjung ke kedai Bubur Ayam Agus yang terletak di Jl. Simpang Wilis Indah No. 4, Klojen, Malang.

Bubur ayam disajikan dengan daging ayam suwir, bawang goreng, daun bawang, dan seledri. Selain bubur, kedai ini juga menyediakan makanan lain, seperti mie, lumpia, dan bakso. Harga per porsinya mulai dari Rp 12.000 saja.

  1. Toko Oen

Ini dia kedai kuliner Malang yang menyajikan menu makanan ala Eropa. Letaknya ada di Jl. Jenderal Basuki Rahmat No. 5, Klojen, Malang. Disini kamu bisa menikmati es krim dengan berbagai varian rasa, seperti coklat, vanila, dan rasa lain yang bisa dikombinasikan.

Harga per scoop es krim bisa dibilang cukup lumayan kalau dibandingkan dengan kedai es krim lain. Tapi, ada harga ada rasa. Dijamin tak akan nyesal pernah mencicipi es krim disini.

  1. Rawon Nguling

Bukan hanya Surabaya saja, Malang juga punya rawon yang tak kalah enak yaitu Rawon Nguling. Letaknya berada di Jl. Zainul Arifin No. 62, Klojen, Malang. Rawon disini disajikan dengan daging sapi yang empuk dan diiris besar, lalu disiram dengan bumbu yang lezat.

Rumah makan Rawon Nguling sudah mulai beroperasi pada pukul 7 pagi. Jadi, kamu bisa sarapan dengan menu rawon. Per porsinya dibanderol seharga Rp 40.000 saja.

Baca juga : Menikmati Bubur Ase Kuliner Legendaris Betawi





Kuliner Malang sangatlah beragam, tapi lima tempat di atas wajib dikunjungi saat liburan ke Malang. Bagi yang ingin kulineran tapi terhalang transportasi, bisa jadikan TRAC sebagai solusi. TRAC memiliki lebih dari 24.800 armada yang saat ini sudah ada di Malang.

Demi mencegah penularan Covid-19, TRAC berkomitmen untuk selalu menjaga kebersihan armada yang beroperasi. Penyemprotan disinfektan pun selalu dilakukan, bahkan suhu tubuh driver yang bertugas selalu dicek. Driver bertugas secara profesional dan siap membuat pengalaman kulineran di Malang lebih berkesan.

Ketika Covid-19 'Menyapa' Kampung Halaman



“Ada ODP (Orang dalam Pemantauan) yang shalat berjamaah di masjid,” ujar kakak saya suatu hari saat kami sedang video call.

Mendengarnya detak jantung saya berasa berpacu lebih cepat. Saya gemetar mendengar hal tersebut. Menarik napas panjang dan meyakinkan diri kalau ODP belum tentu positif. Saya pun terus menghimbau untuk sementara jangan shalat berjamaah di masjid dulu. Tapi, himbauan saya tidak digubris. Hiks.
Sumber : Pixabay

“Tiga orang hasil rapid test reaktif.” Berita itu sampai beberapa hari kemudian. Dari kampung halaman saya.

Terima Kasih Allah untuk Fiksi Anak Terbaik Islamic Book Award 2020


Jum'at, 14 Februari 2020 saat kabar itu saya terima, Terima Kasih Allah yang menjadi Fiksi Anak Terbaik Islamic Book Award 2020. Saya sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja saat itu. Masih dalam suasana berduka yang teramat sangat karena meninggalnya nenek saya, plus ditambah kabar hasil MCU suami saya yang tidak baik-baik saja. Hasil MCU itu membuat saya teringat akan hasil dua tahun yang lalu yang membuat saya trauma parah. Saya down, tak menyangka juga ternyata saya serapuh itu 😅 Semangat hidup saya seolah menguap. Sedikit makan, sedikit tidur, banyak menangis.

Saat saya mencoba mengumpulkan keping-keping semangat. Bilang ke suami kalau kita harus mengatur pola makan. Saya pun beranjak ke supermarket, membeli beberapa makanan untuk menunjang perubahan pola makan itu. Mungkin karena sedikit makan, sedikit tidur dan banyak menangis itu berkeliling dua supermarket saya jadi lemes. Saya pun melipir sebentar ke sebuah kedai donat untuk membeli segelas kopi di sana.