Featured Slider

[Kuliner Balikpapan] Menikmati Es Kopi Susu Lezat di Nam Min


Bahwa cinta terkadang memang tak jatuh pada pandangan pertama tapi seruputan pertama.
             

       Nam Min, nama itu sebenarnya sudah cukup lama saya kenal. Pernah dibahas di banyak tempat, di tivi, intagram para foodies, di koran, dan lain-lain. Namun, ya gitu deh. Berlalu begitu saja. Saya pernah membeli roti tawar gandum di sana, tapi ya itu. Buat saya itu hanya sekadar roti tawar biasa.
   
    Setelah pindah ke Balikpapan, suami masih mencari ritme dalam pekerjaannya. Apakah lebih efektif pulang ke rumah saat istirahat siang atau tetap di kantor dan mencari makan siang di sekitaran kantor. Suatu hari di Jum’at siang, suami bilang tidak pulang ke rumah. Beliau shalat jum’at dan kemudian diajak temannya buat makan siang di Nam Min.

[Cerpen Bobo] Titipan Tante Arin

Hari ini si Muka Buku mengirimkan kenangan manis. Sebuah kenangan kalau dua tahun yang lalu ada cerpen saya yang dimuat di Majalah Bobo. Ah, rasanya lamaaa sekali tidak merasakan sensasi saat cerpen dimuat di Majalah Bobo. Dan kemudian setelah saya cek, saya belum membagikan cerpen yang dimuat itu di blog ini. 


Cerpennya berjudul Titipan Tante Arin. Sebuah cerpen yang terinspirasi dari saya sendiri yang suka membawa macam-macam kala pulang dari kampung halaman. Sampai beras pun dibawa. Saat menulis cerpen ini juga teringat pada teman saya di Bandung yang katanya belum menemukan yang menjual cempedak di Bandung. Ada yang menjual cempedak di supermarket tapi tanpa kulit. Sementara mandai, dibuat dari kulit cempedak.

Naik Kereta : Impian, Rencana dan Kenangan



Naik kereta api tut… tut… tut…
Siapa hendak turut….

Sebuah lagu anak-anak yang me-Nusantara sekali. Di mana-mana lagu itu sering dinyanyikan walaupun pada kenyataannya banyak anak-anak yang tak pernah merasakan naik kereta. Seperti saya, dulu, saat masih kecil. Kereta merupakan sesuatu hal yang istimewa karena tidak ada di Kalimantan, pulau tempat saya lahir dan tinggal.

Kesempatan itu datang saat saya sudah menginjak bangku SMP. Beberapa anggota keluarga besar berencana ke Pulau Jawa. Tujuan utama adalah Jakarta tapi lewat Surabaya. Ada dua orang sepupu mama saya yang akan menikah dalam waktu berdekatan di Jakarta. Selisihnya hanya beberapa hari. Jadi seperti sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, sekali ke Jakarta, ada dua undangan yang dihadiri plus liburan dan jalan-jalan.

Tradisi Kenduri Khitan, Haji, dan Maulid


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kenduri adalah kata yang menunjukkan sebuah perjamuan  untuk memperingati peristiwa, minta berkat, dan sebagainya atau dalam kata lain disebut selamatan. Banyak peristiwa yang membuat orang-orang mengadakan kenduri, dan tiap daerah punya tradisi masing-masing. Jangankan beda pulau atau beda provinsi, beda kabupaten masih dalam satu provinsi yang sama bisa beda tradisinya. Bahkan… Beda desa pun bisa beda juga.

Kenduri Khitanan

Dua pekan belakangan yang sangat ramai diadakan kenduri adalah dalam rangka khitanan atau sunatan. Di jalan-jalan kerap saya temui tulisan untuk menunjukkan arah yang ke punya hajat. Bahkan di jalan masuk tempat saya tinggal, dalam satu hari ketika akhir pekan bisa ada dua acara selamatan khitanan. Momen liburan sekolah untuk anak-anak memang waktu yang pas buat khitanan. Jadilah undangan kenduri buat khitanan di mana-mana.
Perjamuan
Foto jamuan acara maulid di salah satu Pondok Pesantren

Menikmati Petang di Ocean’s Resto Balikpapan





Sebenarnya ini rencana lama, ingin wisata kuliner di sebuah resto yang cukup terkenal di Balikpapan ; Ocean’s Resto. Tapi selalu saja ada hal yang menundanya. Terlebih saat masih belum pindah ke Balikpapan. Kendala untuk makan-makan di sini makin besar. Dulu, sebelum pindah ke Balikpapan, saya dan suami punya list rencana apa saja yang ingin dilakukan di Balikpapan, rencananya banyak, waktunya singkat. Jadilah Ocean hanya rencana di angan-angan.

Ketika pindah ke Balikpapan, kami pun memasukkan kembali rencana wisata kuliner ke resto di tepi laut itu. Dan beberapa hari yang lalu….