Senin, 15 November 2010

keutamaan kota Mekkah

Sekarang nih ya, zaman2 Idul Adha gini, bikin rinduuuu sama Tanah Suci. Konon katanya pas waktu gini juga nih orang2 pada banyak buka setoran Haji. Dan ingin kukatakan pada siapa saja yang ada bahwa hatiku.. ikut merinduuuu....

So, mau nulisin di sini Beberapa keistemewaan Tanah Haram Mekkah,

Yang pertama, Allah SWT menjadikan Mekkah itu sebagai tanah haram yang aman, maksudnya tanah mekkah itu disebut Tanah Haram karena sangat dihormati dan dimuliakan.

Trus maksudnya aman, Aman dari apa sih? kalau aman dari kehilangan.. yaa.. di Mekkah kan juga sering kehilangan tuh, dari copet juga banyak yang ngecopet. Maksudnya aman itu aman dari kelaparan.


Yang kedua, Mekkah itu negeri yang paling disukai Allah dan RasulNya. Sewaktu ingin meninggalkan Mekkah, Rasulullah bersabda, "Demi Allah, sesungguhnya engkau wahai Mekkah, paling baik negeri Allah dan paling dicintai Allah. Seandainya aku tidak diusir dari negeri ini, maka tak akan kutinggalkan negeri ini."
Hiks.. kau tak akan terganti..
Eh, ini nih yang perlu dicatat, Jadi ada perbedaan.. kalau paling afdhol tanah, tanah yang paling mulia yaitu tanah di mana Rasulullah dimakamkan yaitu Madinah, tapi kalau negeri (kota) yang paling mulia yaitu Mekkah.

Kemuliaan yang ketiga, DI Mekkah ada Masjidil Haram dan Ka'bah, shalat di Masjidil Haram sama nilainya dengan 100ribu rakaat. Whuaaa... pengiiiin :)


Yang keempat, Dajjal tidak bisa masuk ke sana. So, orang-orang yang ada di Mekkah aman dari fitnah Dajjal. Pengin pindah ke Mekkah aja :)


Kelima, digandakan kebaikan-kebaikan di Mekkah itu seratus ribu kali. Ga hanya di Masjidil Haram.. tapi juga di luar Masjidil Haram asal masih masuk kota Mekkah.


Keenam, di kota Mekkah itu tempat kelahiran idola qta tercinta Rasulullah SAW. Shalawat dan Salam untuk beliau dan keluarga.


ketujuh, Di Mekkah ada sumur zam-zam yang penuh dengan kebaikan yang bermanfaat air zam2 itu untuk apa yang kita niatkan. Air zam-zam itu bisa dibedakan alat pembeda antrara orang beriman dan munafik. Orang beriman ketika meneguk air zam2 dia merasa puas. kalau orang munafik dia akan merasa biasa aja sama dengan air biasa.


kedelapan... penduduk Mekkah itu disebut keluarga Allah. Karena itu setiap pejabat yang bertugas di Mekkah maka diwanti2 untuk berhati2 karena penduduk Mekkah adalah Ahlullah (keluarga Allah)


Kesembilan, Rindunya orang beriman ke sana. Jika ada iman pasti ada rindu terhadap kota mekkah. Seberapa sering orang2 menceritakan gemerlapnya negeri2 lain.. tapi tetap kerinduan utamanya pada Mekkah. Aku juga rinduuuuu....

kesepuluh, pekerjaan Haji dan Umrah ada di Mekkah.


Kesebelas, di Mekkah dilarang berburu.


Keduabelas, dikumpulkan di Mekkah itu buah tiap-tiap sesuatu.


Ketigabelas, tidak boleh dipotong rumputnya.


Keempatbelas, tidak boleh dipungut barang yang tercecer, kecuali mau mengenalkannya atau mengumumkannya.


Kelimabelas, tidak boleh dibawa senjata.


keenambelas,
tidak boleh membawa sesuatu dan batu2annya ke tanah yang halal.

Sabtu, 06 November 2010

dia

Bagaimana bisa aku membersamaimu? Jika kau terus berlari dan aku hanya terdiam di sini.

Tapi kau punya banyak hal yang membuatku ingin berlari.

Orang sebaik dirimu... Sungguh tak ingin kukecewakan.

Jumat, 05 November 2010

Blog Entry Cinta Semusim (review)

Tuhan maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
Namun apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia…

Seperti menjadi sebuah ciri khas dari karyanya mbak Ifa Avianty yang ada aja lagu yang diselipkan, begitu pun dalam novel ini. Begitupun dengan Cinta Semusim. Novel yang bertema tentang ‘perselingkuhan’. Gedubrak!

Fenny, seorang menejer sebuah radio yang merasa jenuh dengan kehidupan rumah tangganya dan seperti menemukan oase di tengah kejenuhan itu setelah bertemu dengan Harris, teman lama semasa kuliah yang juga sudah berkelurga.

Kemudian, ada Sosa, penyiar radio di tempat Fenny bekerja yang juga terperangkap dalam sebuah hubungan yang tak biasa dengan Idris. Idris adalah seorang guru SD tempat di mana keponakan-keponakan Sosa sekolah. Dari perkenalan waktu mengantar ponakannya itulah hubungan mereka berlanjut, dari smsan sampai balas2an comment di Multiply.

Lalu, siapa Alita? Alita adalah sosok muslimah cerdas, cantik, aktif.. intinya.. Alita seperti sosok sempurna sebagai seorang wanita. Namun, kesempurnaan itulah yang membuat Idris seakan tak berguna bagi istrinya, karena merasa Alita telah punya segalanya dan bisa melakukan semuanya dengan atau tanpa dirinya (jadi Alita ini istrinya Idris yang punya hubungan khusus dengan Sosa itu)

Hubungan yang rumit itulah yang mewarnai novel ini. Antara Fenny dan Harris, perasaan berdosa Fenny terhadap Wid, suaminya, namun juga Fenny begitu enggan mengakhiri hubungannya dengan Harris. Bisakah seorang perempuan mencintai dua orang laki-laki pada waktu yang sama? Konon katanya tidak. Pasti akan ada salah satu yang lebih dicintai. Berbeda dengan laki-laki, mereka mungkin ditakdirkan untuk mempunyai beberapa ruang hati yang luasnya sama.

Hemm, satu alasan kenapa sy termasuk enggan mereview novel ini, karena sy merasa belum punya kapasitas yang cukup untuk membahas yang terjadi di dalamnya. Karena ini lebih bertema ke rumah tangga, sementara sy belum mengalaminya. Tapi, okelah.. coba qta bahas dari sisi Sosa, karena dari tokoh2 yang berperan utama di novel ini cuman Sosa yang single, yang artinya sy lebih bisa masuk ke dalam tokoh Sosa.

Bagaimana mencoba meresapi menjadi Sosa yang ‘terlanjur suka’ dengan suami orang? Sy tiba-tiba ingat akan isi sebuah buku dari mbak Asma Nadia, La Tahzan for Broken Hearted Muslimah. Bagaimana jika qta mengalami cinta yang tak pantas? Saat jatuh cinta tapi dia telah menjadi milik orang lain. Apa yang harus dilakukan?

Di buku itu tertulis, tanyakan pada diri ‘benarkah dia mencintaimu?’ Jika dia bisa mengkhianati orang yang dicintainya dan diam2 menjalin hubungan denganmu, laki-laki seperti ini harusnya diberi label ‘jangan dekat-dekat’. Kenapa? Karena mereka punya potensi untuk tidak mensyukuri cinta yang sebelumnya telah Allah berikan pada mereka.

Bagaimana dengan poligami? Pejamkan matamu dan bayangkan kamu berada di posisi perempuan pertama. Bisakah hatimu bahagia sementara di satu sisi kamu tahu ada seorang perempuan, mungkin dengan anak-anaknya, yang menjadi hancur hatinya karena merasa suami/ayah mereka dirampas?

Wadoh, bakalan panjang deh kalau ngebahas tentang ‘menjadi yang kedua’ ini. Pembahasan tentang itu cukup sampai di sini. Kembali ke novel itu, sy suka sekali dengan cara bertahan Alita waktu dihadapkan pada kenyataan bahwa ada ketidakberesan dalam rumah tangganya. Hal ini pernah sy ceritakan di sini (http://yant165.multiply.com/journal/item/240/Menyerah_dan_Bertahan_Repost_dari_notes_FB).

Dan sy juga suka postingan di MPnya Idris tentang cinta, sayang dan kecendrungan, hal itu pernah sy tuliskan di sini : http://yant165.multiply.com/journal/item/189/Seberkas_dari_Cinta_Semusim.



Kata-kata yang sy garisbawahi..

Bagaimanapun juga, dengan alasan kayak apapun juga, selingkuh adalah satu bentuk perbuatan dosa dan dusta. Sekali kita melangkah melakukannya, kita akan dituntut, sadar atau tidak, untuk berdusta dan berdosa lagi, lagi dan lagi.

Cinta adalah ujian besar yang seringkali menggoyahkan pemahaman dan keyakinan kita.

Bagaimanapun, masyarakat social kita telah menempatkan perempuan lain, apakah dia dinikahi atau tidak, adalah sosok manusia nggak penting, nggak guna dan perusak.

Kadang qta bercerita bukan untuk mendapat solusi. Tapi kita hanya butuh telinga untuk mendengar cerita qta, tempat untuk sekedar menampung sampah-sampah emosi qta.

Tuhan selalu punya kejutan manis dengan mengirim sesuatu yang indah di depan pintu keyakinan hamba-Nya.

Blog Entry Family Traveler (Review)

Awal mendapatkan buku ini sy kurang tertarik untuk membacanya. Karena sy ngerasa bukanlah orang yang suka jalan2 atau mungkin tak punya banyak kesempatan untuk jalan-jalan. Jiwa sy bukan jiwa petualang kali ya..

Namun, sy berjanji pada diri sendiri ingin membaca dan mereview buku tersebut. Dan tibalah hari itu, saat sy membuka halaman-halaman awal buku tersebut. Dan.. wow! Sy jatuh cinta pada pandangan pertama, sebuah kalimat pembuka yang berbunyi ‘tak usah jauh-jauh mencari, karena sesungguhnya kebahagiaan hanya bisa ditemukan di dalam hati’. Kalimat pembuka itu membuat sy meyakini kalau buku ini bukan sekedar menceritakan tentang kunjungan wisata dari satu tempat ke tempat yang lain, tapi lebih dari itu. Ada makna dalam setiap peristiwa dan hal-hal yang kita temui karena sejatinya ‘setiap orang dan setiap kejadian memang akan menjadi guru, jika kita melihatnya dengan mata ‘seribu’, bukan Cuma dari satu penjuru'.

Bagian pertama buku ini berjudul ‘Fun with Children’, bagaimana menciptakan liburan yang asyik dengan anak-anak, ada banyak tips yang oke, bagaimana mengkondisikan anak-anak agar mereka bisa enjoy mengunjungi tempat yang bukan sekedar arena permainan. Bagaimana agar mereka tak alergi museum dan agar anak-anak tidak bosan dalam perjalanan. Selain itu, juga dikupas dengan sangat menarik bagaimana liburan di rumah, ketika keuangan atau cuaca tak mendukung untuk liburan ke luar. Ternyata kita juga bisa menciptakan liburan yang asyik walau hanya di rumah sendiri. Caranya? Membuat imajinasi luas tak terbatas.

Bagian ke dua tentang Manusia dan Budaya. Bagian ini diceritakan tentang bagaimana dalam satu daerah yang kita kunjungi mempunya budaya yang tak sama. Sy tersenyum-senyum sendiri membayangkan bagaimana orang Indonesia menjadi primadona di satu kawasan di mana banyak berkumpul makhluk-makhluk cantik dan guanteng. Sepakat banget deh, kalau cantik itu tidak harus putih. (hehe.. membela diri banget.. :p).

Di bagian ini juga diceritakan tentang Dilema Memberi, ternyata yang namanya pengemis ga hanya di Indonesia aja yang buanyaakk.. di Eropa juga. Dan lagi2 dilema ketika memberi sama. Mau ga ngasih kasihan, mau dikasih.. hemm.. seakan membiarkan dia terlena dalam kondisi meminta tanpa bekerja. Tapi bagaimana pun tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. (bagaimana kalau berhutang? Mau dihutangin, banyak yang ga bayar. Kalau ga dihutangin, malah kasian. *OOT nih.. :p)

Bagian ke tiga menyinggung tentang ‘yang ringan dan yang lucu’, Di bagian ini diceritakan yang lucu-lucunya gimana orang Indonesia mendadak jadi seleb di Negara yang bertabur bule di Eropa sana. Sama aja kali ya kalau qta ketemu bule, jadi kayak ngelihat seleb gitu. Selain itu juga ada tips-tips bagaimana mencari pesawat murah, penginapan yang oke dan tentunya juga terjangkau, dan sesuai dengan kodrat wanita yang hobby belanja, memanfaatkan pasar-pasar tradisional. Buat apa lagi kalau bukan buat belanja.:p

Bagian terakhir adalah bagian yang paling sy suka. Spiritualitas. Di sini penulis mencoba memaknai setiap yang terjadi dalam perjalanan mereka. Ada makna yang memang jeli qta amati agar qta bisa belajar dari pengalaman dan membuat kedewasaan qta semakin matang. Seperti pesan yang disampaikan penulis pada anaknya untuk bisa berproses seperti keju ketika mengunjungi museum keju. ‘Tak ada yang instant di dunia ini, anakku. Jangan tiru orang-orang di negeri kita yang kerap tak bisa menghargai proses. Proses itulah yang menghasilkan orang-orang bermutu, seperti keju yang berkualitas nomor satu.

Itulah bagian-bagian yang ada di buku ini. Disajikan dengan bahasa yang renyah dan asyik dan sering lucu juga, membuat sy merasakan ‘lezatnya’ buku ini. benar-benar ga ngebosanin, sy takjub sendiri menyadari betapa cepatnya sy membaca buku ini, padahal untuk buku non fiksi sy sering ogah-ogahan membacanya.

Selain itu buku ini juga menambah wawasan tentang tempat-tempat wisata di Eropa. Dan menyajikan tidak hanya keasyikan ketika berlibur tapi juga hal-hal yang tidak menyenangkannya, karena qta tidak bisa terbang dengan satu sayap. Terbang dengan satu sayap dengan menyenangi yang indah-indah saja, yang menimbulkan rasa suka saja, sesungguhnya tak sempurna. Ingat-ingat hukum alam keseimbangan : ada siang - ada malam, ada senang-senang tentu ada susah juga. Jadi jangan berharap perjalanan akan selalu mulus seperti lewat jalan tol. Sesekali mendapatkan halangan adalah sebuah KEWAJARAN.

Buku yang sangat bagus bukan hanya buat mereka yang suka melakukan perjalanan ke sana ke mari, tapi juga buat siapa saja.. karena sejatinya kita pun setiap harinya melakukan perjalanan walaupun hanya berkutat di titik yang sama. Sebuah perjalanan hidup yang terus berjalan sampai nyawa terlepas dari jasad kita.


Bagian yang sy garis bawahi di buku itu..

Segala sesuatu pasti ada manfaatnya, tergantung bagaimana cari qta memandang. (hal. 3)

Liburan yang menyenangkan dan sekaligus mendidik dan meninggalkan banyak kenangan, tidak harus pergi ke tempat yang jauh dan menghabiskan banyak uang. (Hal. 5)

Cara terbaik bagi anak-anak untuk belajar adalah melalui pengalaman (Hal. 5)

Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara (hayoo.. ini pasal ke berapa dari UUD 1945? ^^)

Kadang hidup tidak menawarkan pilihan, karena jalan hidup sudah ditetapkan. (Hal. 139)

Sabar, kata yang mudah diucapkan namun sulit sekali dilaksanakan. (Hal. 236)

Kalau hendak menuju Tuhan, tak bisa main-main dengan kesabaran. Usaha keras harus dilakukan untuk melatih tumbuhnya si sabar. Sabar bukan hanya sekedar omongan, tapi harus merasuk hingga ke sum-sum tulang. (hal. 245)

Pantas saja tak pernah ada yang orang yang menjual pil sabar, karena harganya memang sungguh mahal (hal. 245)

Ah dunia, semakin maju dirimu mengapa tak lagi kau sisakan rasa malu? (Hal. 251)

Kemarahan dan kekesalan itu punyanya setan, ga boleh berlama-lama qta biarkan bersemeyam dalam hati qta. (Hal. 259)

Aku hanya ingin belajar mendidik hatiku agar tetap ‘nol’, berusaha melewati rasa senang dan susah dengan sama mesranya. (Hal. 260)

Pengalamanku berbicara, di manapun, di tempat seindah apapun, aku tak pernah bertemu dengan yang namanya bahagia ketika hatiku diliputi lara. (Hal. 273)

Wew, banyak juga kata-kata yang sy suka di buku itu.. itu juga belum semuanya.. untuk lebih lengkapnya baca bukunya saja yaa... sy rasa tak akan rugi buat anda ;)


*Terima kasih yang tak terhingga kepada mbak Dee (Rahmadiyanti Rusdi) yang telah menerbangkan buku ini ke Kalimantan tercinta hingga sampai ke tangan sy. Jazakillah khairan katsira mbak.. ditunggu buku-buku berikutnya.. hehe.. ketagihan.. :p.. dan untuk mbak Agnes untuk karyanya yang luar biasa, di tunggu karya-karya selanjutnya..*


Judul : Family Traveler
Penulis : Agnes Tri Harjaningrum
Penerbit : Lingkar Pena PH.
Tebal : 296 halaman.

Bumi Cinta - Habiburrahman el Shirazy

Bumi Cinta pun sudah sampai di halaman terakhirnya. Dan rasanya ga sabar ingin menulis review tentang novel terbaru karya penulis AAC dan KCB ini. Berbeda dengan novel yang sebelumnya yang mengambil latar Mesir, Malaysia atau Indonesia, kali ini kang Abik mengambil setting Rusia di mana Islam menjadi minoritas.

Di Kota Moskwa, Muhammar Ayyas, tokoh utama novel ini ingin mengadakan penelitian seperti dimintakan sang pembimbing tesisnya. Dengan berbagai alasan yang dikemukakan dalam dialog antara Ayyas dan Devid, teman lamanya, Ayyas harus menempuh ujian keimanan yang sangat berat dengan tinggal dalam satu apartemen yang sama dengan nonik-nonik Rusia yang terkenal sangat cantik.

Ada Yelena, yang mengaku bekerja sebagai agen wisata dan pekerjaannya yang sebenarnya adalah pelacur kelas atas di Rusia, yang mirisnya diceritakan pernah melayani tamu pejabat penting dari Indonesia. (Semoga hanya fiksi.). Yelena digambarkan sebagai wanita yang sangat cantik, yang punya kekuatan menyihir laki-laki yang memandangnya.

Kemudian, Linor.. duh.. (nama Rusia susah nulis nama panjangnya :p), seorang musisi, wartawati dan juga agen Mossad. Linor pun beberapa kali menggoda Ayyas untuk berbuat dosa dengannya. Linor ingin menjadi wanita pertama yang disentuh Ayyas. Serupa dengan cerita Nabi Yusuf dan Zulaikha, maka dia pun mencoba untuk menggoda Ayyas dengan sedemikian rupa.

Selain 2 nama di atas masih ada Anastasia Palazzo, asisten pembimbing yang menggantikan professor yang harusnya membimbing Ayyas. Anastasia digambarkan tidak hanya cantik, tapi juga cerdas dan berbudi pekerti. Di banding Yelena dan Linor, dengan Anastasia ini Ayyas merasa godaannya lebih besar. Karena sikap Anastasia yang lebih manusiawi ketimbang Linor atau Yelena yang sikapnya bejat.

Perjuangan Ayyas tinggal di Moskwa pun berjalan apik di novel ini. Dari bagaimana dia harus mempertahankan keimanannya tinggal di apartemen dengan 2 nonik Rusia, dialog-dialog cerdasnya dengan Anastasia tentang sejarah Islam di Rusia, tentang agama Islam, ataupun ketika Ayyas menjadi pembicara dan mematahkan teori-teori Atheis. Cerita licik para agen Mossad sampai scenario mengkambinghitamkan orang-orang Islam dalam terorisme2 yang terjadi di dunia, tentang sejarah kejamnya Lenin dan Stalin, pembantaian Shabra dan Shatila dan banyak hal baik itu sejarah ataupun ilmu-ilmu baru yang didapat dari novel ini.

Ulasan sy tentang novel ini.. pertama.. cover. Coba lihat deh covernya, nama Habiburrahman el Shirazy dicetak dengan ukuran lebih besar dari judul novelnya. Sy menyimpulkan nama Kang Abik lebih ‘menjual’ ketimbang judulnya yang sy rasa sangat biasa dibanding AAC atau KCB.

Kedua, sy beberapa kali membaca review yang mempertanyakan, mengapa tokoh dalam novel kang Abik selalu dikelilingi oleh wanita-wanita cantik? Entahlah, sy merasa tak perlu mempermasalahkan hal itu. Dan sy merasa di novel ini kang Abik mengusung pesan ‘kecantikan wanita itu yang menjadi sebab para santri dan satria agung batal bertapanya’. Artinya bagi para pria waspadalah dengan yang namanya godaan wanita.

Dalam Bumi Cinta juga diceritakan, apa yang menjadi titik lemah wanita. Jika laki-laki digambarkan keimanannya sebegitu di uji dengan wajah cantik dan tubuh indah, maka hanya dengan pujian, perhatian, dan ketulusan yang disampaikan seorang pria terhadap wanita telah mampu meluluhlantakkan hatinya, bahkan yang bergelar doctor sekalipun seperti Anastasia Palazzo. Bahkan ketika pujian itu hanya disampaikan tersirat tapi sanggup membuat hati wanita berbunga-bunga. Karena itu hati-hatilah dalam memuji dan menerima pujian.

Karena setitik perhatian, senyum tulus dan akhlak yang baik tertuju pada hati seorang wanita dampaknya sama seperti hujaman wajah cantik ke retina mata dan terbayang tubuh indah ke imajinasi laki-laki. Laki-laki dan perempuan, masing-masing memiliki titik lemah di mana ujian akan datang. (Salim A Fillah)

Bagaimana dengan tokoh utama yang digambarkan sempurna? Sama halnya dengan Azzam dan Fahri, tokoh Ayyas juga begitu, betapa Ayyas memegang teguh keimanannya dengan godaan yang tak bisa dibilang ringan, bagaimana Ayyas digambarkan sosok yang sangat takut berbuat dosa. Tidak realistis? Betulkah demikian? Sy malah akhirnya berkesimpulan bahwa terkadang qta memang perlu memalaikatkan manusia dalam sebuah cerita. Karena untuk sebuah keyakinan (atau harapan?) kalau manusia biasa pun bisa menahan godaannya untuk tidak berbuat dosa.

Hingga kemudian tercipta satu kesan di hati pembaca agar dia juga bisa teguh mempertahankan diri dari godaan nafsu. Bukankah qta sering merasa betapa jauhnya keimanan qta dari para Nabi, hingga ketika ada gejolak berbuat dosa, ‘ah.. aku bukan Nabi yang bisa sempurna, ku tak luput dari dosa.’ (ini mah lagu.. :p).. Nah, mungkin karena itulah kang Abik menggambarkan sosok-sosok sempurna itu, sehingga akan ada satu kesimpulan kalau manusia biasa bisa menghindari godaan dosa yang sebegitu besar dengan keimanan yang kuat menghunjam dada.

Bagaimana dengan para tokoh yang terlihat sebegitu mudahnya mendapat hidayah? Sy merasa tak mudah2 amat kok. Karena proses mereka mendapatkan hidayah melalui proses yang panjang juga. Dan di sinilah kemudian sy kembali diingatkan, kalau masalah Hidayah itu betul-betul menjadi hak Allah yang akan Dia berikan pada siapa saja yang dikehendakiNya. Dan mereka yang telah begitu nistanya dalam berbuat dosa, bisa saja dengan kehendakNya bertaubat dan menjadi suci seperti bayi yang baru lahir.

Yang sy rasa janggal hanya tokoh Devid, dia ada di awal cerita, menghilang di hampir seluruh cerita dan kemudian muncul tiba-tiba di akhir cerita. Lihat deh bagaimana janggalnya Devid muncul di apartemen Ayyas yang baru dengan mengatakan kalau dia tau alamat Ayyas dari Yelena, padahal jelas2 Ayyas tidak memberikan alamatnya pada Yelena, jika ingin bertemu cukup sms atau tinggalkan pesan di KBRI, kata Ayyas pada Yelena. Ah, hanya kritik kecil. Atau sy yang salah membaca?

Terakhir.. sy sungguh suka endingnya. Sungguh suatu ending yang membebaskan. Di sini sy benar-benar merdeka untuk menentukan ending yang sy mau. Hehe….

Oya, satu lagi. Sy selalu kagum dengan gaya menulis kang Abik bagaimana mendeskripsikan Rusia dengan sangat detail dan begitu piawai memasukkan unsur dakwah dalam cerita, walau dalam banyak bagian terasa dialog yang sangat panjang dan seperti membaca makalah saja. Tapi sama halnya dengan AAC dan KCB novel ini memang terlalu sayang untuk dilewatkan.

Kutipan-kutipan yang sempat terdeteksi… ^^

Menikahlah sebelum anda dipaksa menikah :))

Untuk sebuah rasa cinta yang mendalam dan rasa rindu yang tak tertahan, jarak sejauh apapun tidak menjadi penghalang (salah satu contoh rindu qta pada Tanah Suci)

Dari segi modal dan fasilitas yang diberikan Tuhan kepada negerimu, kalau diibaratkan, negerimu itu kelas hotel bintang lima lebih. Tetapi karena bangsamu dan para pemimpinnya tidak bisa mengurusnya, jadinya ya seperti kelas bintang melati yang memprihatinkan.


Dalam suasana hati kurang nyaman, manusia memang paling mudah berburuk sangka

Yang memberi qta kekuatan adalah Allah, yg memberi kemampuan berpikir juga Allah, dan yg menjaga dari segala yang tidak baik adalah Allah

Takjub pada diri sendiri menurut para ulama adalah sifat tercela, termasuk pernyakit hati yang harus diberantas. Sebab takjub pada diri sendiri ibaratnya adalah saudara kandung takabbur (takjub terhadap diri sendiri = narsis???)

Menikah tidak semata-mata pertemuan laki-laki dan perempuan dalam akada yang sah. Pernikahan harus menjadi langkah lebih maju dalam mengabdi dan beribadah kepada Allah.


*Maaf... reviewnya berantakan dan panjang beneeerrr... .. :)*
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...