Jumat, 22 Juli 2011

dulu membela... sekarang mencela...

Sekarang di TV lagi ramai tuh seteru2an antara Nazar vs Anas.
Gue dukung siapa? Hahaha... Ga tau lah.. siapa yang benar siapa yang salah.. siapa yang jujur.. siapa yang dusta.. Terserahlah..

Tapiii... kalau dari penilaian pribadi. Saya lebih suka Anas. Ahaha... dulu pernah mengungkapkan ini di status yang bunyinya gini 'suka dengan cara dia bicara yang sangat hati-hati'.. ya itu tentang Anas. Ketimbang Nazar yang meledak2, sy lebih suka Anas yang kalem.. cool.. dan apa ya.. terkesan hati2 gitu deh ngomongnya.

Udah ah.. sekarang jadi mau ngebahas tentang para mantan. Ini juga sempat sy tuangkan dalam status di FB *duh... nih anak beneran menjawab pertanyaan 'what's on your mind' deh tiap masuk FB* :p

Waktu itu sy tulis gini : 'yang namanya mantan itu ngomongnya pasti yang ga bagusnya aja.'

Itu terkait waktu sy nonton talkshow juga di TV yang menampilkan narsum dari mantan anggota parpol. Wadoooh... yang ga bagusnya keluar semua. Padahal duluuu... mereka membela abis2an tapi kenapa sekarang jadi mencela?

Hal itu juga ga hanya di parpol aja. Banyaak kok yang lainnya. Jadi kepikiran deh.. kenapa ya orang yang dulunya membela.. bisa jadi mencela?
yang dulu setia.. jadi berpaling?
yang dulu cinta.. jadi benci? *jadi kyk lagu*

Emmmm.... karena sy bukan ahli bidang ini, jadi cuman pengin mengungkapkan pendapat aja. Kira2 hal ini terjadi bisa disebabkan beberapa hal.

yang pertama mungkin KECEWA. yah.. kecewa. *udah malam choy... definisikan sendiri deh maksudnya apa* hag.. hag.. hag...

trus.. yang kedua. Pengaruh lingkungan. Yups. Pengaruh pergaulan dengan orang2 terdekat bisa juga menyebabkan hal ini terjadi. Semisal nih ya.. ada seorang wanita yang begitu komitmen dengan sebuah organisasi. Trus.. dia menikah dengan ikhwan dari organisasi lain yang beda gitu deh dengan yang selama ini dia geluti. Dan khirnyaa.... si wanita itu berubah. jadi ikutan suaminya. :)

Berhubung udah malaaam. Udahan dulu yaaa...............

Jumat, 15 Juli 2011

turbelensi dan perubahan

Red Jewel of Soul adalah buku terbaru yang saya pinjam di rental buku. Karya mbak Sinta Yudisia. Tadinya saya pikir buku ini adalah novel, tertarik melihat sinopsis di belakangnya. Ternyata oh ternyata... kumpulan cerpen. Tapi tak apa deh, saya suka sekalii buku ini.

Salah satu cerita yang saya suka berjudul Turbelensi, tentang seorang pramugari yang bernama Diah Pitaloka. Pada suatu ketika saat dia terbang, pesawatnya mengalami gangguan dan menghadapi badai. Dalam kecemasan pesawat akan jatuh itu Diah berdoa pada Tuhan, bahwa dia berjanji akan menjadi lebih baik dari hari ini. dia akan menjalankan kewajibannya sebagai muslimah, dia ingin berjilbab, dia ingin memperbaiki hubungannya dengan orangtua.

Beragam janji itu dia jeritkan saat itu. Dan pesawat pun jatuh. Ajaibnya.. ada satu penumpang yang selamat yaitu Diah. Lalu Diah berubah jadi baik? Ohoho... Tidaaak.. Dia diberi penghargaan gitu sebagai pramugari teladan dan kembali tenggelam dalam dunianya, tak berbekas lagi ingatan akan pesawat yang jatuh itu.

Duuuh... membacanya bikin ada yang bergolak di perut. Ingat kejadian waktu ke Surabaya di mana pesawat yang saya tumpangi juga tidak terbang dengan mulus dan harus balik lagi ke Syamsuddin Noor karena ada kerusakan. Saya juga waktu itu menargetkan macam2. Ingin lebih baik dan sebagainya.. dan sebagainya... Nyatanya? hohoho... seperti masih jalan di tempat semoga tidak mundur ke belakang.

Bagaimana pun saya ingin Berubaaaahhhh.... *kayak Ksatria Baja hitam ya?*
Erggghhh.... berubah ke arah yang lebih baik gitu...

membelai hati

Dari Ibnu Umar ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: " Tidak diperbolehkan IRI HATI kecuali di dalam DUA hal, yaitu seseorang yang diberi kemampuan oleh Allah untuk membaca dan memahami ALQURAN kemudian ia mengamalkannya, baik pada waktu malam maupun siang, dan seseorang yang dikaruniai HARTA oleh Allah kemudian ia menafkahkannya di dalam kebaikan, baik pada waktu malam maupun siang." [HR. Bukhori dan Muslim]

Menemukan hadist itu dari salah satu MPers. Sukaaaa.... ^^

Oke.. memulai cerita hari ini. Tadi sibuk membelai-belai hati lagi. Ketika ada seorang saudara yang berkomentar menceritakan kita di lapak orang lain. Tapii... ya sudah lah. Aku memang salah kok... memang mesti banyak belajar. Q terima dengan lapang dada komentar nya yang menyindir dakuw, malah q like. Ahaha.. rasanya lebih lapaaang daripada ngedumel ga jelas.

Soo... memaafkan memang teope begete deh. Makai perumpamaan ini lagi.. ada banyak alasan jika kita mau membenci seseorang.. Tapi.. ada banyak alasan juga dunk buat mencintainya karena kita saudara sesama muslim gito loh.

Tetap semangat yantiiii.... ^_^

Sabtu, 09 Juli 2011

Kini rindu...

ingatkah kau saat kita dahulu
yang berjanji untuk selalu satu
dan di hati hanyalah namamu

Kau berkata di mana ku berada
di sanalah hatimu kan menjaga

mesti banyak halangan berbeda

Kini rindu kembali membuka lembar masa lalu
Halaman penuh tulisan berdebu
Tulisan namamu

Waktu memang tak dapat dikalahkan
uoleh janji yang pernah terucapkan
yang pernah tertulis di lembar hatiku

Mungkin nanti akan tiba saatnya
Kugantikan buku kenangan kita
Tapi kini.. ku masih mencoba..

Karena rindu ini kembali membuka lembar masa lalu
Halaman penuh tulisan berdebu
Tulisan namamu...


Akhirnyaaaaa..... aku menemukan kembali lagu itu. Setelah berpayah ria mengubek mbah google dan ga ketemu.. dan aku begitu malasnya menyalakan kompieku ini. Tapiii.... hari ini membuka kembali karena tugas tahunan dan yay... masih ada lagu yang gue sukaaaa bangeeet...

Judulnya Tulisan Namamu, yang nyanyi Dea Mirella jadi OST Biarkan Bintang Menari
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...