Jumat, 30 September 2011

Jodoh Cinta (Kinoysan)

Percayalah tak ada perempuan yang ingin dikatakan 'perawan tua', 'telat menikah', 'lambat jodoh' dan sebagainya. Semua ingin segera bertemu jodoh dan menikah di waktu masih muda. Tapi takdir Allah dengan qada dan qadarnya adalah sesuatu yang harus diterima dengan ikhlas.





Itulah sekelumit rangkaian kata yang saya temukan pada pengantar sebuah buku berjudul JODOH CINTA karya mbak Kinoysan. Yang ketika membacanya saya merasa gimanaaaa gitu.. Serasa menemukan em em em yang disuguhkan dengan kata2 yang sangat halus dan manis yang ditulis penulisnya.



Kata pengantar yang manis itulah yang membuat saya bersemangat menyelesaikan buku ini. Terlebih sy dihujani seorang teman yang promo tentang buku ini lewat sms. Sampai saya harus menahannya agar punya waktu buat membaca. hihihii....





Sesuai tulisan yang ada di cover depan buku ini yang nyebutin kalau buku ini berisi kisah inspiratif dan menyentuh perjuangan muslimah Lajang menemukan jodoh cintanya... sy pun mendapatinya demikian. Cerita2 di dalamnya.. sungguh.. woow... tak terduga gitu deh.



Ada yang merasakan sakiiit luar biasa dalam proses menemukan jodoh. Duh... kebayang ga sih.. kalau ketika pernikahan sudah disiapkan tapi ternyata si calon mutusin hubungan dan alasannya karena jatuh cinta dengan wanita lain. Siapa wanita itu? Adik kandungnya sendiri. T_T. Bagaimana kemudian wanita itu harus menghadapi mantan calon suaminya menjadi adik iparnya.



Trus ketika akad nikah sudah di depan mata, semua undangan sudah hadir... tapi sang mempelai pria tak kunjung datang. Malu, sakit hati, marah semua campur aduk. Bagaimana para muslimah itu melewatinya semuanya diceritakan di buku ini.



Ada beberapa kisah inspiratif lainnya yang bisa ditemukan di buku ini. Yang menularkan pada kita semangat, optimis dan baik sangka padaNya juga memaksimalkan persiapan jika saat itu tiba. Dan juga bagaimana pertemuan para muslimah ini dengan jodoh mereka masing2, unik dan kadang tak terduga. Ada banyak pelajaran yang saya ambil dari buku ini. Terlalu panjang deh kalau diceritakan. hihihihihi......



Intinya... tetap semangatss.... ^_^





Kutipan dari JOdoh Cinta :



Tiap orang harus menjalani takdirnya masing2. Kadang takdir itu jalannya dengan cara yang baik, tapi kadang juga dengan cara yang menyakitkan dan tidak menyenangkan. Terlepas dari apapun yang terjadi, sebenarnya takdir selalu baik bagi kita kalau kita menyikapinya dengan benar. Tidak ada yang berlaku tanpa hikmah bagi orang2 yang mau mengambil pelajaran dengan hati ikhlas menerima segala ketentuan Allah yang terbaik.



Meskipun memang tidak mudah. Manusia sebagaimana kodratnya akan dengan gampang menerima nikmat-nikmat yang baik, tapi selalu mengeluh dan bermuram durja kala menerima cobaan. Padahal cobaan itu bisa jadi sangat baik baginya untuk menyiapkan sebuah kebahagiaan yang lebih utama.





Judul : Jodoh Cinta

Penulis : Kinoysan

Penerbit : Lingkar Pena

Tahun Terbit : 2008 (cetakan pertama)

Tebal : 234 halaman

Selasa, 27 September 2011

kreasi konflik

Karena nonton Lie to Me jadi kepikiran deh gimana kreatifnya orang2 di balik layar drama Korea itu mencipta konflik. Sehinggaaa jadi cerita yang gimana gituuu.....

Sebut saja Naughty Kiss, awalnya kan itu cuman tentang seorang adik kelas yang naksir abis sama kakak kelasnya. Truss... terjadi gempa lokal yang menghancurkan rumah si adik kelas itu.. diberitakan di TV dan ditonton oleh ayah si kakak kelas yang ternyata sahabat baik ayah si adik kelas. Diajak buat tinggal di rumah mereka... dan beragam cerita pun terjalin dari situ.

Kalau Lie to Me, bercerita tentang seorang wanita yang suka sama seorang pria, eh.. ternyata pria itu malah menikah dengan temannya sendiri. Suatu ketika mereka ketemu lagi, temannya itu malah manas2in dia karena belum juga menikah. Karena 'panas' maka wanita itu bilang kalau dia sebetulnya sudah menikah. Kaget lah si teman dan penasaran siapa suami wanita itu?

Di lain kesempatan lagi... si wanita mabuk dan muntah gitu di depan seorang pria.. hadoh.. sy lupa.. intinya beberapa kali si wanita ketemu seorang pria yang ternyata seorang direktur hotel. Dan kejadian itu dilihat oleh temannya yang menyimpulkan bahwa pria itulah suami wanita itu.

yang kemudian tersebarlah desas desus kalau mereka itu sudah menikah. Si pria jelas ga terima... smp pengin menggugat ke pengadilan. Karena digugat, si wanita stress mikirin lepas dari gugatan plus lagi dia merasa pengin balas dendam dengan temannya. Soalna si teman yang nikah ama cowok yang disukainya itu bilang kalau si wanita ga boleh lebih darinya. Nah, kalau wanita itu nikah sama direktur hotel yang kaya dan cakep, dia jelas kalah dunk... naah.. pas stress itulah seorang kenalan si wanita bilang akan bantu wanita itu buat beneran menikah dengan pria itu.

Dan ternyataaa.... kenalan si wanita itu adalah adiknya pria itu.

Suatu hari ada seorang tamu penting dari China. Investor apa gitu.. intinya penting banget deh buat si pria tamu itu demi kemajuan bisnisnya. Si adik pun mengajak wanita itu buat ketemu tamu penting di bandara. Dengan bahasa mandarin yang sama sekali tak dimengerti oleh si wanita.... dia bilang ke tamu kalau ini adalah istri dari direktur hotel itu.

Dan bla... bla.. bla.... saya capek.. Cukup sekian dan terima kasih. Hahahahaha,,,,,

Jumat, 23 September 2011

Terserah padaMu

awan-awan menghitam
langit runtuhkan bumi
saat aku tahu
kenyataan menyakitkan

mengapa semua menangis
padahal aku selalu tersenyum
usap air matamu
aku tak ingin ada kesedihan

reff:
burung sampaikan nada pilu
angin terbangkan rasa sedih
campur bahagia di harinya
berikan dia hidup

tuhan terserah padamu
aku ikut maumu tuhan
ku catat semua ceritaku
dalam harianku

mengapa semua menangis
agar aku selalu tersenyum
usap air matamu
aku tak ingin ada kesedihan

repeat reff

tuhan terserah padamu
aku ikut maumu tuhan
ku catat semua ceritaku
dalam harianku


Sebuah lagu dari Baim dan Melly Goeslaw yang sy suka sekali...

Terserah padaMu Tuhan... aku ikut mauMu.

Kamis, 22 September 2011

Haji Backpacker 2 (Rp. 12 juta naik Haji)

Berapa biaya yang diperlukan buat pergi Haji? Kalau qta ikut yang reguler sekitar 35 jutaan, kalau yang plus, siap2 merogoh kocek 65 juta lebih (CMIIW)



Adakah alternatif lain? Ada. Jawabnya dengan cara backpacker. Seperti buku2 tentang backpacker yang lain, yang bercerita dan ngasih tips buat qta tentang jalan2 yang hemat, begitu pun buku ini. Namun bedanya, ini Haji, yang bukan perjalanan wisata biasa. Buku ini memang berisi memoar penulisnya ketika melaksanakan ibadah Haji dengan cara backpacker dan hanya membutuhkan dana sekitar 12 juta rupiah. Bagaimana bisa? Ada banyak rahasia dan kiat serta petualangan jatuh dan bangunnya yang ada dalam buku ini.



Salah satu rahasianya ya penulisnya yang punya latar belakang sebagai mahasiswa Al Azhar Mesir dan tentu saja bisa berbahasa Arab. Jujur, waktu awal nemu buku ini sy rasanya semangat bener pengin Naik Haji dengan cara backpacker, malah udah janjian dengan beberapa teman. hehee.... tapi begitu tahu kalau latar belakang penulisnya inilah yang banyak memudahkan jalan bagi penulisnya semangat saya mengendur.



Yups, untuk urusan visa yang konon susahnya di sini, dan untuk masalah menembus imigrasi dan melewati cek point yang tersebar sebelum kita memasuki Tanah Suci, semua itu bisa dilewati karena si penulis punya koneksi dengan para Tenaga Musiman Haji yang banyak diambil dari mahasiswa Indonesia yang sedang studi di Timur Tengah.



Namun, di tengah semangat sy yang mengendur itu, sy tetap bersemangat menuntaskan buku ini. Di awal kata pengantarnya saja sudah sukses membuat sy berkaca2 dan bikin hati sesak akan rindu.



Tempat merenung mana yg lebih indah dari suasana ba'da ashar di Arafah dgn awan yang bergerak perlahan sangat rendah? Bagaimana pula orang tak rindu untuk kembali pergi Haji?




Begitu pula dengan perjuangan penulisnya untuk nekat ingin melaksanakan Ibadah Haji dengan dana yang nyaris nol, mencari pinjaman ke sana ke mari untuk memuluskan niatnya berHaji. Dan cerita dari penulisnya ini semakin membuat saya yakin kalau untuk masalah Haji, jangan berhitung dengan kalkulator manusia karena akan banyak keajaiban yang terjadi di sana. Mereka yang secara ekonomi kita lihat biasa saja, justru bisa pergi berHaji. Allah Maha Kaya.



Oke, saya cerita dikit tentang buku ini. Penulisnya adalah seorang mahasiswa Indonesia di Mesir, pengin berHaji kembali setelah tahun sebelumnya sudah melaksanakan Haji. Tapi dananya tidak ada. Dan juga... ada aturan kalau berhaji di sana hanya boleh 5 tahun sekali. Banyak jalan menuju Roma eh Mekkah, tidak bisa lewat Mesir, penulisnya pun berencana buat pergi Haji dari Tanah Air. Tapiu ternyata dari Tanah Air sulit sekali buat dapat visa.. maka berangkatlah mereka ke Malaysia buat mencari visa.



Ketika visa di dapat dan mereka pun akhirnya berangkat, masalah ditemukan lagi di Jeddah. Saat pemeriksaan imigrasi.. mereka tak bisa melewatinya.. Tapi tertolong dengan bantuan Allah lewat teman2 Temus Haji hingga sampai ke Mekkah, melaksanakan umrah pertama.



Karena minimnya dana... penulisnya pengin dapat kerja. Tapi kerjaan tak kunjung didapat. Di saat itulah penulisnya bertemu dengan jamaah Haji plus dari Indonesia yang ditelantarkan travel mereka. Dan kemudian..... merasa terpanggil penulisnya pun berniat secara ikhlas mendampingi jamaah Haji plus yang terlantar itu. Cerita pun jadi semakin 'berwarna', patungan buat bisa berziarah, diusir di tengah malam di Arafah, dll.



***



Sy suka dengan gaya menulis penulisnya, ngalir banget.. krenyes2 gitu 'ngunyah'nya jadi terkadang ada bagian di mana sy akan terkekeh membacanya. Tapi juga ada selipan2 renungan dan pengalaman spiritual penulisnya dalam berHaji, yang bikin haru dan merindu..Buku ini juga dilengkapi dengan ringkasan manasik Haji.



Selain itu ada beberapa hal yang bisa kita ambil pelajaran ketika membaca buku ini.

Pertama, berhati2 memilih travel ketika ingin menunaikan Ibadah Haji atau Umrah. Coba saja baca pengalaman para jamaah Haji plus yang terlantar di buku ini. Miris, sedih dan membuat kita iba.



Kedua, seperti yang dikemukakan penulisnya di halaman 16 tentang persiapan berHaji...

"Sebaiknya anda harus matang dengan Manasik haji, sebab ibadah Haji adalah ibadah yang paling banyak aturan fiqihnya."

Diceritakan ketika si penulis mendorong seorang jamaah dengan kursi roda untuk thawaf, di akhir thawaf ketika penulisnya mengajak shalat, apa kata jamaah itu : "aku tidak punya wudhu.". Padahal dalam thawaf kita harus selalu dalam kondisi suci seperti shalat.



Apa lagi yaaa? Ya sudah lah... kapan2 insyaAllah disambung lagi.





Judul : Haji Backpacker 2 (Rp. 12 juta Naik Haji)

Penulis : H. Aguk Irawan MN

Penerbit : edelweiss

Tahun : 2010

Tebal : 268 Halaman

Kamis, 15 September 2011

Catatan Hati di Setiap Sujudku

Saya penggemar karya2nya mbak Asma Nadia, termasuk seri catatan hati. Tapiii... di antara sekian seri catatan hati-nya mbak Asma, ada 3 yang menjadi juara bagi saya, Catatan Hati Bunda, La Tahzan Broken Hearted Muslimah dan Catatan Hati di setiap Sujudku.



Beragam 'kejadian' beberapa waktu ini bikin saya pengiiin kembali membaca buku yang terakhir sy sebutkan itu. Dan baru kesampaian hari ini.. Membolak-balik halamannya, mencoba menemukan cerita yang ingin sy baca. Dan lagi2... setelah sy menemukan cerita yg saya cari, sy beranjak ke cerita favorit saya di sana. Sebuah cerita yang berjudul : Jalan menuju RumahMu yang ditulis oleh Ida Azuz.



Jadi ceritanya itu, ada seorang muslimah dari Ambon manise sana yang disemangati oleh sahabatnya buat pergi Haji. Tapi si muslimah tersebut tak mau berandai2, dengan gaji yang diterimanya sebagai PNS rasanya jauuuh sekali bisa pergi ke sana. Mungkin akan ke sana saat pensiun tiba. Begitu kata si muslimah tadi. Tapi sahabatnya tak menyerah dan bilang :

"Saya akan berdoa semoga tidak lama lagi bisa sampai ke rumahNya. Berikhtiarlah."



Lalu kemudian terjadilah konflik Ambon. 3 bulan setelah konflik itu, muslimah tersebut bertemu dengan kawan lamanya yang berkata :

"Banyak orang yang telah cukup dana tetapi tidak tergerak untuk melaksanakan ibadah Haji. Mereka menunda-nunda. padahal Allah telah memberikan rezeki yang cukup untuk mereka. Sekarang mau apa lagi. Rumah terbakar sudah, uang juga sudah habis, sudah tidak bisa Haji lagi. Padahal Allah telah memberikan kesempatan itu."



Si Muslimah pun terdiam.. merinding.. jangan2 dia termasuk orang yang tidak mempersiapkan diri dengan serius untuk pergi Haji.



"Tapi Abang," si muslimah mencoba memberi argumen. "Saya kan cuma pegawai kecil. Gaji saya tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan diri."



Dengan mata berkilat, kawan lamanya berkata :

"Tugas kita berikhtiar, tugas kita menabung, nanti Allah yang mencukupi. Tugas kita menunjukkan keinginan yang kuat. Jangan memaksa kehendak, tetapi menunjukkan keinginan yang kuat itu penting. Percaya itu. Jangan hitung rezeki Allah dengan kalkulator manusia. Allah punya kalkulator yang jauh lebih canggih."



Begitulah yang dikatakan kawan lama Muslimah tersebut, yang membuat keinginannya buat berangkat Haji semakin menggebu2. Saya terharu membaca ceritanya.. Sungguh tekad yang begitu kuat dengan perjuangan meminta padaNya yang Maha Kaya. Tak ada yang tak mungkin kan jika Dia berkehendak.



***



Cerita di akhir buku ini juga memukau buat saya. Cerita yang berjudul 'Catatan kecil dari malam2 panjang'. Tulisan itu bercerita tentang mami mbak Asma yang sering diminta temannya untuk mendoakan keluarga atau kenalan yang sakit. Biasanya permintaan itu diteruskan mami pada anak2nya. Dan mbak Asma pun dengan serius memasukkan nama2 itu dalam doanya, agar Allah memberikan kesembuhan.



Mbak Asma merasa harus mewajibkan diri untuk hal itu, karena teringat pernah berada pada masa-masa di mana beliau begitu membutuhkan banyak doa. Seiring berajalannya waktu, nama2 yang biasa disebutkan dalam doa akan berganti dari waktu ke waktu. Ada yang sehat, juga ada yang berpulang.



Belakangan, sebuah Hadist yang mbak Asma temukan membuat mbak Asma lebih bersemangat dalam berdoa. Apa hadist yang dimaksud?



".. Di atas org yg b'doa ada malaikat yg mewakili, stiap s'org muslim mdoakan saudaranya pada kebaikan, maka malaikat yg m'wakili itu berkata : 'Juga untukmu seumpamanya.'" (HR. Muslim)



Ada kebaikan yang telah menanti bagi kita yang senang mendoakan orang lain.



Di setiap udara yang kita temukan

Di sana akan kau jumpai Allah

Yang senantiasa mendengar doamu.

Diorama Sepasang Al Banna dan Aku

Persil 1.
‘Ada sesuatu yang aku miliki. Sesuatu yang berusaha aku pertahankan keberadaannya. Ia tersimpan di dasar jiwa. Kecil, seperti bara api, tapi tak pernah padam. Terkadang berkobar jika tersiram bensin. Ada kalanya seperti itu.’
Gadis berjilbab panjang itu becerita. Aku menatapnya dalam.

“Kau juga punya. Bukankah dulu kau sering berkata. Jika kau genggam bara itu akan menghanguskan tanganmu. Jik kau lepaskan maka akan padam. Karena itu susah payah kau pertahankan, karena cahaya itulah yang akan menuntunmu dalam kegelapan”

Suara itu muncul tiba-tiba. Jelas. Sangat jelas.

‘Dakwah bagaikan susunan dari kepingan-kepingan puzzle. Logika sederhana dari cara berpikir yang sederhana. Kepingan pertama, jihad fisik. Dilakukan oleh orang-orang yang berjuang di jalannya dengan berperang. Keeping kedua, orang-orang yang berjuang dengan hartanya. Orang2 kaya yang dermawan, para pengusaha yang membuka lapangan kerja, pendiri yayasan dan panti asuhan. Keeping ketiga dan selanjutnya, otang2 yang berjihad dengan ilmunya. Untuk kepingyang ketiga ini, jumlahnya banyak sekali krn ilmu sendiri multidisipliner.
Hanya segitukah jumlah keeping yang ada? Tidak. Tidak sama sekali. Jumlah keeping itu masih banyak.’

“di bagian keping mana aku bisa masuk?”
Seperti Rani aku pun berusaha menggabungkan keping2 itu dan persis sepertinya aku pun tercenung lama.

Persil 2.
‘Aku hanyalah sepotong kayu yang rapuh, terombang-ambing di sungai deras. Aku tak juga bertemu muaraagar bisa mengapung tenang di lautan luas. Di tengah jalan aku terhempas oleh sebatang pohon yang melintang di tengah sungai. Aku hancur berkeping2..’

Kali ini Ryan, pemuda tampan, berkacamata, dingin dan angkuh yang berkata kepadaku.
Suara itu pun muncul lagi
“kau juga seperti Ryan”

Persil 3.

Dari Ibnu Mas’ud r.a., dia berkata, Nabi SAW. Membuat gambar empat persegi panjang. Di tengah2, di tarik satu garis sampai keluar. Kemudian, beliau membuat garis pendek2 di sebelah garis yang di tengah2, seraya bersabda : ‘ini adalah manusia dan empat persegi panjang yang mengelilinginya dalah ajal. Garis yang di luar ini adalah cita2nya, serta garis2 yang pendek adalah hambatan2nya. Apabila dia menghadapi hambatan yang satu, dia akan menghadapi hambatan2 yang lain, dan apabila dia menghadapi hambatan yang lain, dia akan menghadapi hambatan yang lain lagi.’

Persil 4.
Rani bercerita tentang dirinya. Panjang lebar. Aku menyimaknya. Hingga aku tersentak oleh satu kalimat.
‘Aku menghilang dari peredaran. Semua menudingku futur. Aku digolongkan sebagai aktivis yang berguguran di jalan dakwah’
***

”aku tahu tipemu. Tipemu pasti aktivis dakwah, berbaju kok, dipanggil dengan sebutan ikhwan. Iya kan?”
Rani tersenyum, ‘mereka indah sekali di mataku. Tapi untuk kondisi sekarang, rasanya tak layak untuk mendapatkan ikhwan seperti itu’

***

‘Hidup memang penuh dengan sodoran pilihan’

Persil 5.
Ryan lah yang kemudian bercerita.
‘tepat satu tahun setelah aku bergabung, waktu itu pergantian kepengurusan. Saat itulah aku di daulau untuk menjadi ketua bidang pengkaderan. Hanya gara2 dalam satu forum, dengan gamblangnya ku menjelaskan system tarbiyah Hasan Al-Banna. Hadirin terpukau. Aku menolak tapi keputusan sudah bulat. Akhirnya, aku menerimanya dengan tanggung jawab. Bahkan beberapa orang sempat berbisik. Inilah ketua kita tahun depan..’
Aku tersenyum. Mengingat betapa seringnya aku dulu saperti orang2 yang di katakan Ryan.

***

Jadi, inikah pribadi anda yang sebenarnya?
Lalu, dimana wahai engkau yang pernah punya gealr ketua pengkaderan, yang punya gema dakwah dalam dadanya? Gema itu telah padamkah? Hilang tak berbekaskah?
Anda adalah aktivis dakwah. Tapi itu dulu. Dulu. Mengapa harus ada kata ‘dulu’?
Apa kabar dakwah? Sampai di mana perjungan kalian? Kini.. aku seorang putrid yang terkurung dalam istana megah..

Sampai di sini aku tersentak. Denting itu kini berbunyi tepat 12 kali. aku pun mulai beranjak. Agar tidak terlambat menemui Sang Kekasih beberapa jam lagi. Buku bersampul biru itu kuletakkan pelan di sebelahku. Tertulis di covernya “Diorama Sepasang ALBANNA”. Dan malam ini aku seperti terbang menyusun kembali kepingan2 puzzle. Entah kenapa.. aku kembali tidak bisa membendung cairan bening ini.


*tulisan lama. Astagaaaa.... tulisan q dulu keren juga *gubrak*

Minggu, 11 September 2011

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (HAMKA)

Keinginan buat membaca Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (TKVDW) telah ada semasa putih biru, waktu itu lagi booming film Titanic, jadi yaa.. sy penasaran aja sama novel itu karena ada kapal2 tenggelamnya juga kan. Dalam pikiran sy TKVDW itu ceritanya mirip2 Titanic.. Ada kapal besar.. berlayar, mungkin dari Belanda ke Nusantara, trus di dalamnya ada sepasang manusia ketemu.. jatuh cinta dan... ya kayak titanic gitu.



Tapi ternyata... beda ceritanya. Walau tetap ada mirip2nya. Apa miripnya? sama2 bercerita tentang romansa sepasang anak manusia, yang wanitanya dari kalangan berada gitu, sementara cowoknya rakyat jelata.



TKVDW bercerita tentang.. hemm... spoiler ya, peringatan dini dulu. Sy mau cerita sampai ending. hihihi... tentang Zainuddin dan Hayati. Cerita dibuka pada nestapanya hidup Zainuddin, hidup sebagai yatim piatu dengan ibu yang berdarah Bugis dan ayah dari Minang Kabau. Zainuddin hidup bersama mak asuhnya di Mengkasar sana dan ada keinginan menjejak kampung halamannya sekalian menuntut ilmu. Maka berangkatlah Zainuddin ke Minang kabau.



Di sana, dia berjumpa dengan Hayati, seorang wanita yang telah memenuhi hatinya.. diberanikannya berkirim surat pada Hayati yang ternyata juga bersambut. Yaaa... saling suka gitu deh. Hubungan mereka terendus penduduk sekitar, mereka tak terima. Bunga desa seperti Hayati tak pantas bersanding dengan Zainuddin. Zainunddin pun diminta meninggalkan kampung. Saat meninggalkan kampung itu lah, Hayati bersumpah disaksikan mentari yang beranjak tinggi, kalau dia akan menunggu Zainuddin sampai kapan pun. Walau bulan berganti bulan.. tahun demi tahun berlalu.



Jauh dari sang kekasih (uhukkk..... :p) kerinduan mencekam hati keduanya. Hingga kemudian ada kesempatan buat mereka bertemu. Ada keramaian di kota di mana Zainuddin berada dan Hayati mendapat izin buat bertandang ke sana. Hayati pun menginap di rumah sahabatnya, Khadizah yang punya kakak bernama Aziz. Waktu Hayati bertemu dengan Zainuddin dan disaksikan oleh Khadizah dan teman2nya, cemooh dan cela datang silih berganti karena Zainuddin adalah seorang pemuda yang culun, ga gaul dan tak berharta.Madesu kata mereka. Masa depan suram jika menikah dengan Zainuddin.



Hayati yang cinta pada Zainuddin goyah juga.. dan terpesona pada Aziz yang manis bicaranya. Singkat cerita, dilamarlah Hayati oleh keluarga Aziz dan di saat bersamaan, Zainuddin pun memberanikan diri melamar Hayati. Seperti yang sudah diduga... Keluarga Hayati tentu menerima Aziz, dan menolak Zainuddin. Zainuddin pun dirundung nestapa, dia mencari tahu siapa Aziz dan nestapanya mengkuadrat, mengetahui Aziz bukan pria baik2, gemar bermain judi juga mempermainkan anak bini orang.



Zainuddin terus berusaha mendapatkan Hayati.. berkirim surat pada Hayati, menagih janji Hayati untuk terus menunggunya dan memberitahu siapa Aziz sebenarnya. Tapi... apa kata Hayati?

'Tuan pilih sajalah seorang istri yang lebih cantik dan lebih kaya daripada saya. Dan marilah kita tinggal bersahabat buat selamanya. Lupakan segala hal yang telah berlalu dan kita pandang yang dahulu seakan2 tidak ada saja.'



Hayati pun akhirnya menikah, menyisakan tikaman batin yang teramat berat pada Zainuddin. Zainuddin terkapar sakit karena patah hati. Sampai berniat mengakhiri hidup. Seorang sahabat kemudian hadir dalam kehidupan Zainuddin, Muluk, putera dari tuan rumah di mana selama ini Zainuddin tinggal. Muluk pun mencoba menyadarkan Zainuddin, meminta Zainuddin bangkit dari sergapan patah hati itu. Merenda kehidupan lagi.. jangan mati karena cinta.



Cinta bukan melemahkan semangat.. Tapi membangkitkan semangat (Hal. 142)



Muluk dan Zainuddin akhirnya merantau ke Jawa, mencari penghidupan di sana dan mencoba melupakan apa yang terjadi di Sumatera. Di Jawa... Zainuddin meniti karier menjadi seorang sastrawan dan berhasil. Namanya mahsyur.. dikenal banyak orang, karyanya dikagumi. Tapi Zainuddin tak menggunakan nama aslinya, dia memakai nama Shabir sebagai nama pena.



Bagaimana dengan Hayati? Hayati bahagiaaa... dia benar2 sepakat dengan apa yang dikatakan orang. Kalau cinta sejati itu tumbuh setelah pernikahan. Waktu berlalu Aziz dan Hayati kemudian pindah ke Surabaya, tempat di mana Zainuddin berada. Mereka bertemu lagi... dan Hayati benar2 tak menyangka kalau selama ini, karya2 sastra yang begitu dikaguminya adalah karya dari Zainuddin, seseorang dari masa lalu.



Zainuddin yang telah hidup sejahtera pun menjalin persahabatan dengan Hayati dan Aziz. Sampai di sini, sy jadi ingat twitnya Rangga Umara : Cara terbaik membalas kelakuan mantan yang nyakitin adalah tunjukkan hidup kita lebih bahagia walau tanpa dia.



Cerita berlanjut, ternyata di surabaya ini, penyakit lama Aziz kumat. Kembali dia menekuni meja judi, kembali dia suka mempermainkan perempuan. Tercabut kebahagiaan Hayati. Sampai akhirnya mereka berada di titik nol. Aziz dipecat, rumah disita, semua harta tak bersisa. Ke mana mereka pergi karena kampung halaman jaoh di mato. Tak ad pilihan, mereka pergi ke rumah Zainuddin.



Dengan kebesaran hati Zainuddin pun menerima mereka menumpang di rumahnya. Aziz jatuh sakit.. saat Aziz sembuh, dia pamit pada Zainuddin ingin mencari kerja, menitipkan Hayati di rumah Zainuddin. Eitss... jangan berpikiran macam2. Zainuddin begitu tahu Hayati ditinggal suaminya mencari nafkah, dia jadi jarang pulang. Dipanggilnya seorang wanita tua untuk menemani Hayati di rumah itu dan juga ada Muluk yang tinggal di sana.



Tapi suami Hayati tak kunjung kembali.... dia ditemukan tewas bunuh diri di hotel tempatnya menginap dan menyisakan surat buat Hayati dan Zainuddin. Menjatuhkan talak pada Hayati dan menyatakan pada Zainuddin kalau mereka boleh menikah.



Horeeeeee...... Hayati dan Zainuddin akhirnya bersatu. Penonton senang... ^^



Tapi ternyataaa.... Zainuddin tak mau lagi menerima Hayati. Bayang sakit hati masa lalu menyergap perasaan Zainuddin. Perasaan sakit dikhianati membuat dia bertindak tegas menepikan cinta yang sebenarnya masih ada. Dia suruh Hayati pulang ke Minang dengan menggunakan kapal laut. Walau kemudian Zainuddin menyesal dan berniat menyusul Hayati untuk menjemputnya dan memintanya menjadi istrinya.



Tapi takdir berkata lain... Kapal Van der Wijck yang ditumpangi Hayati karam di lautan. Zainuddin menyesal, tapi penyesalan memang hadir belakangan.. kalau di awal namanya bukan penyesalan.. tapi pendaftaran.. :p



Endingnyaa... sama dengan kisah Deok Man dan Bidam di Queen Seon Deok. :p



Jumat, 09 September 2011

Percepatan Rezeki (Ippho 'Right' Santosa)

Binguuuung... mau nulis apa ttg buku yang satu ini. Karena teman saya Ina, udah nulis ulasan yang manis ttg buku ini.. Tapi ya sudahlah.. sy kadung pengin cerita2 dan juga karena bukunya pinjaman, harus ada tulisan buat mengenangnya. :p



Pertama cerita tentang Ippho. Sy baruuu aja kenal sama yang namanya Ippho itu, kaget juga sih kok bisa ya penulis buku mega best seller tapi lepas dari pengamatan saya yang ngaku2 sebagai pecinta buku.. Hahahaha... artinyaaa... sy hanya seseorang penyuka buku dengan genre tertentu, bukan pecinta. :p



Oke, kembali ke Ippho, setelah sy tahu tentang Ippho plus seabrek pujian dari Ina.. maka sy pun mulai berpenasaran ria, hingga bikin sy mencari fanpagenya di FB, jadi followernya di twitter, trus.. ngikutin jejak langkahnya di Tivi.. dari TVOne sampai TransTV. Dan sempat punya niatan beli bukunya, namun dibatalkan karena harganya yang selangiiit dan sy lagi pengin hemat beib... :p



Tapi akhirnyaaa.... bisa juga lah sy membaca bukunya setelah Ina berbaik hati meminjamkan Percepatan Rezeki (selanjutnya disebut PR) pada saya (thanks ya Naa....).. dan berikut kesan2 sy terhadap PR itu..



Pertama, dari penampakan luar... alias cover buku PR itu.. Hemm.... kira2 maksud dengan ada wanita bercadar dengan mata yang cantik apaan ya? Ngelihatnya jadi bikin sy ingat cover2 buku yang ngetrend beberapa tahun yang lalu, novel2 cinta setting timur tengah gitu... Tapi buku yang ada di genggaman sy itu bukan novel. Bukan fiksi juga...



Nah, kalau gambar peti dengan perhiasan yang bling-bling di dalamnya itu baru nyambung dengan judul bukunya... dan ada juga yang bikin penasaran.. tulisan "Bonus Langsung Rp. 900.000".. apa di dalam buku itu terdapat doit 900 rebong? Hihihi....



Kedua... membalik halaman2nya... Ow.. ow.. di awal2.. ada testimoni yang menggetarkan, dari mereka yang telah mengambil manfaat dari karya Ippho. Nilai yang mereka sebut juga bukan jumlah yang sedikit, udah pakai M dan T.



Trus.. qta masuk ke isi. pertama Bab 1. Naaah... di sini Ippho menghipnotis kita buat jadi kaya. Tidak ada kata lain.. Harus Kaya. Emang sih kekayaan tidak menjamin kebahagiaan, tapi kemiskinan lebih tidak menjamin lagi!



Ada 8 alasan kenapa harus kaya, ada 8 alasan untuk tidak miskin... dan ada siklus 7 abad yang bikin semangat membaraa....



'Sekitar 7 abad setelah keruntuhan kekhalifhan, yaitu sekarang abad 21, semestinya Islam kembali berjaya dan digdaya. Tentang kebangkitan Islam dan kekhalifahan terakhir nanti, Nabi pun berkali-kali mengisyaratkan bahwa itu berasal dari sebelah Timur. Bukan mustahil sebelah timur itu adalah Indonesia - negeri dengan penduduk Islam terbanyak, negeri terakhir dalam penyebaran Islam besar-besaran dan negeri Islam yang belum mendapat giliran memegang kekhalifahan!" (Hal 36)



Oya, di Bab 1 ini ada kuis yang juga menarik perhatian sy.. sy copas dari resensi Ina saja.. *malas ngetik euy*



Allah-lah yang menjadikan tertawa dan menangis

Allah-lah yang menjadikan kematian dan kehidupan

Allah-lah yang menjadikan laki-laki dan perempuan

Allah-lah yang menjadikan kekayaan dan ......



hayoooo...apa jawabannya??Kalau dipikir2 sepertinya keempat kalimat tersebut berupa lawan kata. terus lawan kata kekayaan berarti kemiskinan donk??bener ga kemiskinan?? awalnya saya pun berpikir jawabannya kemiskinan,ups..tapi ternyata saya salah, karena jawaban yang benar adalah Kecukupan. Dan ini bisa dilihat di dalam QS 53 : 43-48

(dari Resensi Ina)



Masuk bab 2, kita di ajak Ippho buat berharap dan di sini Ippho bertutur tentang pengalaman nyata pengharapannya saat istrinya mau melahirkan.



Intinyaaa.... buku ini mengajak kita beramai2 untuk bersedekah, Tahajud dan Dhuha.. Ada janji Allah yang pastinya benar yang terdapat pada 3 amaliah tersebut. Ippho pun mencoba menyadarkan kita dengan alasan-alasan yang logis. Membaca buku ini emang bikin semangatsss....



Ini buku Ippho pertama yang saya baca. Dan memang sy akui sy juga suka dengan gaya menulis Ippho yang ga ngebosanin. Sangat sering di tengah sy yang udah serius menyimak kata demi kata, sy justru tergelak sendiri dengan gurau dan canda yang hadirkan.



Salah satu yang bikin sy tertawa.. sambil meringis ada di halaman 26. Diceritakan ada seorang penjual roti kecil2an di Oztralih sana, sewaktu ada seorang Ibu yang beli roti, si penjual menolak dibayar, rotinya gratis. Esoknya si Ibu menghadiahkan karangan bunga pada penjual roti.



Kemudian, datang lagi seorang bapak. Kembali penjual itu menolak dibayar. Esoknya si bapak menghadiahkan gantungan kunci pada si penjual.



Datang juga seorang mahasiswa Indonesia yang membeli roti, pada mahasiswa Indonesia pun roti itu digratiskan. Esok harinya... si mahasiswa datang lagi dengan membawa teman2nya. Apalagi kalau bukan mengharap roti gratisan. Hohoho... Ippho menyebutkan masalah miskin itu bukan materi tapi juga mental. Sy yang penyuka gretongan ini benar2 tersentil dengan cerita ini. Hohoho....



Dan demikianlah... coretan sederhana dan amburadul dari saya.. ^_^'

Rabu, 07 September 2011

curhat tentang Queen Seon Deok

Queen Seon Deok sebenarnya sudah heboh tahun 2009 kemarin ketika tayang di salah satu TV swasta. Tapi apa boleh buat, saya tak bisa menontonnya saat itu, walaupun saya penggemar drama dengan genre seperti QSD.

Dibalut rasa penasaran, sy pun memburu dvdnya.. Tapiii... hanya sempat sy tonton sedikit, sy tak menontonnya lagi. Alasannya sih.. Ga sempat :p

2011 ini, keinginan buat nonton QSD kembali muncul setelah menghabiskan Dong Yi. Terlebih setelah habis Dong Yi, QSD yang akan menggantikan jam tayang Dong Yi. Merasa kelamaan kalau nunggu di TV (karena saya nonton Dong Yi duluan di dvd), sy pun ngubek2 koleksi dvd, mencari dvd QSD yang udah lamaa bgt sy miliki. Dan ketemuuu.......

Akhirnya sy benar2 nonton QSD deh, tapiiii.... hanya beberapa episode, kalau ga salah cuma smp episode 8, sy berhenti nonton krn dvdnya rusak

Akhirnyaa... ya nonton di TV sisanya. Itu juga ga bisa penuh dan terus2an nontonnya, karena waktunya yang tidak pas. Dan juga saya sempat dilanda bosan, karena alurnya yang saya rasa lambat sewaktu Deok Mon jadi hwarang itu. Rasa penasaran saya kembali berdenyut, saat perlahan identitas Deok Mon mulai ketahuan. Tapiii... lagi2 sy nontonnya terhambat karena tiba2 TV swasta itu menghentikan tayangnya QSD, mungkin karena ratingnya yang tidak terlalu bagus.

Naaah... tiba2 saja, di tengah saya yang bersungut2 karena QSD ga ditayangin lagi, kk ipar saya sms, bilang kalau dia mau pulang ke Brb, dan nanya saya mau nitip apa... Jadiii... langsung saja lah sy nitip dvd QSD

Waktu itu udah masuk Ramadhan, seorang teman memperingatkan saya agar tidak terlalu menghabiskan waktu dengan nonton dvd, sayang waktu Ramadhannya. Sy cuman bilang ke dia.. 'nontonnya sampai Deok Man jadi puteri aja kok.'.. Dan memang sy nontonnya cuma smp seputaran itu, setelah itu dalam jangka waktu yang lama ga nyentuh dvdnya lagi.

Nonton lagi abis lebaran... dan selesai tadi malam. Ga selesai sih... cuman sampai pada Deok Man jadi ratu dan kemudian langsung loncat nontonnya ke episode terakhir. Dan saya rasa itu sudah cukup.

Saya membagi cerita QSD dalam beberapa bagian..
Bagian pertama.. sebelum Deok Man dilahirkan. Yah, episode2 awal gitu deh... saat Raja yang tua itu wafat.. trus, berganti dengan Raja baru, sampai kemudian yang ayahnya Deok Man jadi Raja dan saat rasi bintang biduk berubah menjadi 8 dengan dilahirkannya Deok Man dan kembarannya.

Karena ada kepercayaan kalau melahirkan anak kembar perempuan, Raja tidak akan memiliki penerus, maka salah satu bayi kembar pun dilarikan ke luar istana. Dan itu adalah Deok Man.

Bagian kedua, saat Deok Man dalam pelarian dan di bawah asuhan dayang Istana Sohwa yang dianggap Deok Man adalah ibunya. Kemudian... jejak mereka ketahuan dan Sohwa ditenggelamkan pasir, Deok Man pun sebatang kara.. mencari jejak siapa sebenarnya dirinya. Dalam pencarian itu Deok Man bertemu dengan kakak kembarnya, Puteri Chonmyong Dan Yu Shin.. yang pertemuan itu mengantarkan Deok Man masuk istana dan menjadi hwarang.

Bagian ketiga, saat Deok Man jadi hwarang di bawah pimpinan Yu Shin. Ini bagian yang bikin saya bosan dan bikin saya tambah ngeri dengan yang namanya perang.

Bagian keempat, saat Deok Man perlahan mulai mengendus identitas aslinya dan perlahan menyusuri jalan menuju Puteri. Saat Yu Shin tau kalau ternyata Deok Man adalah wanita. Dan Puteri Chonmyong mulai cemburu pada perhatian Yu Shin terhadap Deok Man.. saat Yu Shin ingin hidup sebagai rakyat biasa bersama Deok Man. Di bagian ini Puteri Chonmyong akhirnya terbunuh. Dan terbunuhnya Putri Chonmyong inilah yang membuat Deok Man merubah keputusannya, membatalkan niatan buat hidup sebagai rakyat biasa bersama Yu Shin, tapi memilih untuk menjadi puteri Raja.
"Aku memilihmu, tapi kau memilih tahta," kata Yu Shin pada Deok Man.

Bagian ke lima, saat Deok Man sudah jadi puteri... dan bagian ke enam saat kudeta berdarah.. bagian ke tujuh, saat Deok Man jadi Ratu dan terakhir ya sampai habis... Hahaha... bosan nulisnya :p

QSD ini bertabur cerita kasih tak sampai dari setiap tokoh di dalamnya. Ohohoho..... bikin gemes dan mewek juga periiiiih.......

Dan yang paling saya suka dari QSD adalah para hwarang.. wkwkwk...... Menyaksikan kesetiaan Yu Shin, Bidam (sblm episode akhir) dan juga Alcheon.
Pernah Deok Man berkata pada Yu Shin, "Aku beruntung karena memiliki orang sepertimu dan Bidam di sampingku, juga Alcheon yang selalu menjagaku."

Senin, 05 September 2011

Catatan Perjalanan Haji seorang Muslimah

Duluuu…. Saya pernah dengar ada seorang ustadz yang bilang (kalau ga salah Aa Gym) kalau qta beneran berniat pengin Naik Haji, maka minimal qta punya satu buku tentang Haji. Sewaktu mendengar itu, saya yang emang udah pengin bener pergi Haji langsung memburu buku tentang Haji, waktu itu buku yang saya taksir berjudul Hajinya para Nabi dan Malaikat, entah siapa penulisnya.. entah siapa penerbitnya. Tapi pas ke toko buku dan tidak menemukan buku itu.. ya sudahlah.. saya ga jadi beli. Tidak juga melirik buku haji dengan judul yang lain. Hohoho… bukan untuk dicontoh ketidakgigihan saya menemukan buku ttg Haji.

Buku tentang Haji baru beberapa tahun setelah kejadian itu saya miliki. Tapi, ngebaca buku tentang Haji ini rasanya ga pernah bosan ya.. ada dua hal yang saya dapatkan jika membaca buku tentang Haji.. pertama, tentu dong ilmu dan wawasan qta bertambah (semoga berkah Ilmunya) dan yang kedu, bikin tambah pengiiiiin ke Tanah Suci. Tambah merinduuu……

Salah satu buku yang baru saya baca berjudul Catatan Perjalanan Haji seorang Muslimah. Karena judulnya ada muslimahnya, maka dapat ditebak deh kalau ini buku lebih spesifik kepada persiapan buat para muslimah berhaji atau umrah.
Semisal bagaimana mempersiapkan dan mengkondisikan anak2 yang mesti ditinggal ke Tanah Suci, biasanya ibu2 kan yang rada khawatir gimanaa gitu saat harus ninggalin anaknya.

Juga tentang yang khas yang terjadi pada Muslimah. Yang menjadi kodrat wanita. Apalagi kalau bukan tamu bulanan. Nah, di buku ini ada dibahas tentang itu. Saya takjub sendiri waktu tau kalau penulisnya mengamati waktu datangnya tamu bulanan ini selama 9 bulan sebelum berangkat. Wow…

Selain hal tersebut juga ada tips2 tentang pakaian dan perlengkapan Haji yang nyaman. Jugaa… hemm… tips buat Belanja. Hihihi…..

Membaca buku ini, buat yang sudah pernah pergi Haji, jadi bikin bernostalgia dengan kenangan2 saat berHaji dulu, bagi yang belum akan dapat gambaran lebih detail tentang Haji. Karena ini seperti diary penulisnya selama berHaji. Makaa… dari tulisan2 tersebut saya pun dapat merasakan kalau Haji itu benar2 kerja fisik.

'Dari pengalaman ini, aku merasakan betul bahwa ibadah haji adalah ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik. Kalau fisik kita lemah, bisa mengundang bahaya, begitu pula bila kita sudah uzur. Sebaiknya bila ada rezeki, ibadah Haji dilaksanakan selagi usia kita masih muda dan fisik kita masih sehat.' (Hal 58)

Ayo.. berhaji selagi muda.. Jangan tunggu sampai tua.. ^_^

Nah, komentar penulisnya di atas itu baru di halaman 58 lho.. belum lagi saat memasuki puncak ibadah Haji, yang perjuangannya lebih menguras tenaga juga emosi. Coba deh baca buku ini untuk lebih jelasnya. Tapiiii… jangan keder duluan ya.. Kata mereka yang udah pergi Haji, walau melelahkan, Lelahnya itu nikmat.. Lelahnya itu menyenangkan. Dan kita selalu kangen buat kembali ke sana.


Judul : Catatan Perjalanan Haji seorang Muslimah
Penulis : Sari Meutia
Penerbit : Lingkar Pena
Tahun : 2009

Magnitudo 9 (kumpulan kisah inspiratif pascabencana Jepang 2011)

Jum'at siang, 11 Maret 2011, saya tersentak menonton berita di TV. Ada gempa yang melanda Jepang dan kemudian berlanjut dengan gelombang tsunami yang menerjang daratan Jepang. Lewat layar TV terlihat jelas bagaimana air dari laut merengsek masuk ke daratan. Tak bisa dikendalikan oleh kecanggihan teknologi Jepang, melewati dinding pembatas yang katanya memang buat penahan gelombang tsunami, trus menyapu apa saja yang dilewatinya, terlihat mobil2 pun ikut bergerak disapu air laut yang tiba2 menguasai daratan.



Seketika saya teringat sesuatu.. eh.. seseorang dan gegas mengambil hape. Mengirimkan sms pada satu orang yang isinya kurleb :

"Ka, ada gempa dan tsunami di Jepang nih. Tsunaminya siaran langsung di TV."

Dan tak lama berselang.. sms saya dijawab.

"Iya Hai. Itu di mana gempanya? Mbak Ul tinggal di Chiba. Gempanya bukan di Chiba kan?"

Begitulah kemudian saya berbalas sms dengan seseorang itu, mengkhawatirkan seseorang yang kami kenal yang skrg tinggal di Jepang. Itu ceritaku.. apa ceritamu?



Beragam cerita ada ketika gempa besar berkekutan 9 SR melanda Jepang. Saya yang jauuuh dari Jepang saja punya cerita, apalagi mereka yang ada di sana, di negeri sakura itu. Nah, cerita2 dari mereka yang mengalami langsung gempa tersebut tertuang dalam satu buku Magnitudo 9. Banyak cerita di dalamnya… bagaimana kekalutan terjadi ketika harus terpisah dengan keluarga sementara fasilitas komunikasi mati, tak bisa memberi kabar, kecemasan pun meraja.



Beragam fasilitas yang tadinya begitu memanjakan kini malah tak bisa beroperasi, kereta yang biasanya tepat waktu datangnya, kini malah berhalangan tiba… akibatnya harus menempuh perjalanan berkilo2 meter dengan jalan kaki. Berbagai rencana yang sudah di atur termasuk kepulangan ke tanah air pun harus dibatalkan. Membacanya semakin disadarkan kalau betapa manusia hanya bisa berencana, namun keputusan akhir tetap di tanganNya.



Tapiiii… di balik itu semua, terlihat watak asli para penduduk Jepang yang bikin saya terkagum2 ria. Bagaimana mereka tetap tertib dalam mengantri, tetap disiplin.. tetap tenang, mungkin ini juga terkait betapa sosialisasi tentang gempa begitu sering diberikan karena letak geografis Jepang yang memang berada pada posisi bumi yang rawan gempa. Dan juga bagaimana mereka tidak egois, mengambil secukupnya bantuan yang diberikan dan mendahulukan mereka yang lebih membutuhkan. Itsar bahasa kerennya. :D



Dalam buku ini juga terlihat.. bagaimana semangat Jepang buat bangkit dari musibah. Tak meratapi terus2an… hal itu seragam di seluruh Jepang, tidak ada lagu yang menyayat hati yang disiarkan di TV, tapi semua bernada optimis… Semangat.. Kalau mereka bisa bangkit.

'di tengah kabut kekhawatiran yang menggelayut itu, mereka memilih merawat optimisme. Sadar bahwa kegelapan ada bukan untuk dikutuk, tapi untuk dicahayai. Kita memang punya banyak masalah, tapi begitu kita melakukan sesuatu dan mempercayai bahwa sesuatu itu bisa mengantarkan kita kepada kebaikan, kita akan bangkit.'



Ah, begitu banyak hal yang saya dapatkan dari buku setebal 232 halaman ini. Ada banyak informasi terkait kenapa bisa terjadi gempa, tsunami, tanda-tanda alam yang bisa kita kenali, penanganan pasca gempa, bagaimana kerja para relawan yang ditulis oleh WNI yang tinggal di Jepang.



Tentang tanda-tanda alam itu sepertinya memang harus qta pelajari, sy teringat pada sebuah talkshow di TV yang narsumnya bercerita, suatu ketika di suatu pantai ada seorang anak yang mengabarkan pada Ibunya, kalau tanda2 yang dia lihat sekarang sama dengan tanda2 yang dipelajarinya di sekolah kalau akan terjadi tsunami. Ibunya pun cepat tanggap, mengabarkan pada orang2 di sekelilingnya yang berada di pantai itu. Dan ketika tsunami terjadi, mereka yang berada di pantai itu selamat dari terjangan tsunami.



Quote Favorit :

'terkadang kita memang harus merasakan yang sedikit agar dapat mensyukuri yang banyak'



100% royalti buku ini untuk korban bencana. Mari membaca sambil beramal. :)

Bisa dipesan lewat FB mbak Nurul Asmayani :)

Kamis, 01 September 2011

di Bawah Lindungan Ka'bah (bukan filmnya)

Demam Ayat-ayat Cinta beberapa waktu silam bikin saya pengiiin banget melahap novel ini, di Bawah Lindungan Ka'bahnya Buya Hamka. Karena dikatakan orang2 kalau Kang Abik, penulis Ayat-ayat Cinta itu sebagai the next Buya Hamka. Dan cerita ayat-ayat cinta titisan dari di Bawah Lindungan Ka'bah. Jadilah saya berpenasaran ria terhadap novel2 lawas beliau.



Kemudiaaan… saya mendapatkan ebook dBLK ini. Wuiiih… senangnyaa bukan kepalang. Saya begitu tertarik buat membacanya sampai mencari tau bagaimana caranya saya bisa membacanya lewat ponsel. Tapi pas membukanya. Ow..ow.. rasa senang saya meluap. Saya kok yakin betul kalau ebook itu tidak utuh. Karena halamannya yang sedikit sekali. Dalam pikiran saya dBLK itu novelnya tebeel. Sekitar 500 halaman lah. Dan akhirnya saya urung membacanya. Daripada saya penasaran di tengah2, mending ga baca sekalian deh.



Laluu… suatu hari saya melihat trailer sebuah film di Tivi, yang ternyata di Bawah Lindungan Ka'bah. Whuaa…. Keinginan saya buat melahap bukunya kembali menggelora dan kali ini tak bisa ditahan lagi. Kebetulan saya ingat pernah melihat buku ini di rental buku langganan. Dan wussss…. Meluncurlah saya bersama Mio kesayangan ke rental buku. Hihihi… Alhamdulillah yah, dapat bukunya.



Membaca dBLK bikin saya ingat salah satu cerita di KCB, cerita yang sebenarnya lebih saya suka dibanding kisah Azzam dan Anna, yaitu tentang Fadhil dan Tiara.



Ada cerita di mana ketika Tiara meminta pendapat Fadhil tentang seseorang yang ingin melamarnya, dan Fadhil pun menjawab "Sesungguhnya dia laki-laki baik, tidak ada alasan buat menolaknya," huhuhu…. Tertikam hati Tiara mendengarnya. Karena sesungguhnya hati Tiara telah penuh akan satu nama, Fadhil. Fadhil pun demikian.. punya perasaan khusus terhadap Tiara. Tapi apa boleh dikata.. seseorang telah mendahului melamar Tiara.



Eh.. kok jadi cerita KCB.. kembali ke dBLK. dBLK bercerita tentang Hamid, seorang yatim yang hidup tak berkecukupan dengan ibunya. Pada suatu ketika datanglah seorang jiran baru dalam kehidupan mereka, di mana tetangga mereka itu punya seorang anak gadis bernama Zainab. Zainab dan Hamid pun bersahabat. Terlebih, orangtua Zainab sangat bermurah hati membantu keluarga Hamid, menyekolahkan Hamid sampai jenjang yang lebih tinggi.



Waktu berjalan.. Hamid dan Tiara pun.. errrghh… kok Tiara sih? Maksudnya Zainab. Hamid dan Zainab pun beranjak dewasa dan ehem.. ada perasaan yang mulai mekar antara keduanya. Tapiii… keduanya tak saling jujur. Hanya saling meraba perasaan. Walaupun perasaan Hamid terdeteksi juga oleh sang Ibu yang kemudian menasehati Hamid. "Hapuskanlah perasaan itu dari hatimu, jangan ditimbul-timbulkan juga, bahwa emas tak setara dengan Loyang, sutra tak sebangsa dengan benang."



Nah… setelah itu.. ini nih yang maksud saya bagian yang mirip dengan Fadhil dan Tiara. Saat Zainab pengin dijodohkan dengan kerabatnya. Maknya Zainab meminta Hamid membujuk Zainab agar menerimanya. Dan Hamid karena ada hutang budi terhadap keluarga Zainab pun menyanggupinya. Hamid pun tak sanggup menghadapi pernikahan Zainab jika terjadi, dan membawa langkahnya buat pergi merantau sampai ke Tanah Suci.



**

Bingung deh mau komentar apa terhadap dBLK ini. Merasa ga pantas untuk berkomentar terhadap sebuah Maha Karya dari seorang Buya Hamka. Hehehe…. Tapiiii… saya sukaaa… Banyak pelajaran yang bisa diambil di dalamnya. Walaupun rada tragis gitu deh…



"Cinta itu kadang-kadang hanya menurutkan perintah hati, bukan menurutkan pendapat otak. Dia belum berbahaya sebelum mendalam. Kalau dia mendalam, kerap kali -kalau yang kena cinta tak pandai- ia merusakkan kemauan dan kekerasan hati laki-laki."

Friendloveship (The Romantic Girls Series) - Ifa Avianty

"Jangan-jangan kita dikutuk..."

"Eh, maksud lu?"

"Kita selusin wallflower ini, belum ada satu pun yang married. Kali aja kutukan masa lalu, yang kena nenek moyang kita. Terus menurun ke kita semua..."

"Kutukan kok kena dua belas-dua belasnya..."


***



Itulah sepotong dialog yang bisa kita baca di cover belakang sebuah novel (serial mungkin pasnya) yang berjudul Friendloveship. Bercerita tentang 1 lusin sahabat (ga nanggung2 tuh selusin).. 12 sahabat euy yang berada di usia mapan tapi belum juga ketemu jodohnya. Hingga kemudian ada celutukan dari salah satu mereka, mengira, menduga-duga apa mereka dikutuk? Jadi kok ya ketika teman2 atau bahkan adik2 di bawah mereka udah menikah dan punya anak, mereka teteup aja jadi jomblo.



Hal itu kemudian mementik sebuah ide dari salah satu mereka untuk mempersiapkan sebuah piala bergilir. Yups.. Piala buat memotivasi mereka menemukan jodohnya masing2. Siapa yang duluan menikah akan dapat piala itu… truss aja bergilir sampai yang terakhir menikah lah yang akan menjadi pemilik piala itu.



Ide yang ga banget buat mereka dan sebagian malah mentah2 menolaknya, tapi toh hal itu jadi bikin mereka berpikir juga. Bikin tambah galau Bu…. Dan tambah 'terbirit-birit' buat menemukan jodoh. Hihihihi…..



Beragam cerita dan masalah pun hadir di hari2 mereka dalam usaha pencarian dan menanti jodoh. Suka duka para perempuan lajang. Salah satu ceritanya.. apakah ketika kita sudah berada di usia matang kemudian kita terima saja siapa yang datang?




Karena ada 12 tokoh yang diceritakan dengan karakter yang beda-beda, juga masalah yang beda2.. silakan temukan sendiri mana cerita yang kamu banget. :p



Ini novel yang paliiiing saya suka dari novel2 mbak Ifa yang lain yang beredar di 2011 ini. Mungkin karena temanya yang seputar jomblo kali yaa.. jadi lebih ngena gitu, lebih bisa in dalam ceritanya. Tapi mbak Ifa emang pinter bener bikin kita.. apa yaa… merasakan jadi tokoh dalam cerita yang beliau tulis. Cerita2 di sini juga masih teteup dengan gaya menulis mbak Ifa yang gurih dan renyah. Krenyes2 gitu bacanya.. ga kerasa udah abis aja.



Novel ini juga bercerita tentang betapa tak menyenangkannya ketika ditanya 'kapan nikah?' dan pertanyaan2 sejenis yang menjurus ke arah itu yang ditujukan pada seorang wanita lajang. Hehehehe…..



'Perempuan hanya bisa memilih. Jangan jejalkan pertanyaanmu padaku. Betapa setelah ini kuharap kak Nata atau siapapun berhenti bicara tentang pilihan yang seringkali tak dimiliki seorang perempuan. Secantik, sepintar dan sekaya apapun dia.' (Hal 57)



Tak ada gunanya aku merancang tentang pernikahanku sendiri, meski hingga berjilid-jilid tebalnya, jika tak ada yang tertarik untuk mewujudkannya bersamaku.



Jangan menangis, An. Sepuluh ember air mata yang kauteteskan tak akan pernah berarti apa-apa, karena kamu tak dapat memutar kembali waktu yang berlalu (hal. 208)



Pernikahan adalah satu hal yang kalau bisa hanya sekali seumur hidup kujalani. Sama seperti kematian dan kelahiranku. Maka, sebesar apapun dan sekuat apapun perasaanku, harusnya ada akal sehat dan tangan Tuhan yang selalu menyertaiku (Hal. 226)



Novel ini bentuknya serial. Yang pertama berjudul friendloveship, yang kedua "9 Weddings and A Wish" baru beredar di toko2 buku. Saya belum baca yang keduanya dan tak sabar pengin bacaa… ^^





Judul : Friendloveship (The Romantic Girls Series)

Penulis : Ifa Avianty

Penerbit : Lingkar Pena

Tebal : 368 Halaman

Tahun : 2011
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...