Hadoooh... padahal pengiiin banget nulis panjang tentang konsep bahagia yang sederhana yang baru kupelajari :)
Tapiii.. ngantuk berat euy. Intinyaaa... Bahagia itu letaknya di hati yang bersyukur :D
Saya melihatnya bagaimana cara bahagianya anak kecil. Mungkin karena pikiran mereka yang simpel ya, ga ribet, jadi hal-hal sederhana saja bisa membuat mereka tertawa dan tersenyum bahagia.
Mestinya kita juga begitu. Ketika setiap hari begituuu banyak nikmat yang diberikannya.. terkadang kita masih saja membingkainya dengan mengeluh.. mengeluh dan mengeluh. Ihhh... ga ada habis2nya kaleee..
Apalagi kalau sampai menyalahkan orang lain. Karena dia aku tak bisa bahagia. Karena dia telah menggoreskan luka yang begitu dalam hingga aku tak lagi tersenyum.
Duh, plis deh jangan gitu. Bahagia kita jangan terletak pada orang lain. Bikin jadi tersiksa sendiri.
So... Selamat Datang Bahagia... ^^
Rabu, 27 April 2011
Selasa, 26 April 2011
Real vs Raul
Hari ini sambil sarapan sy nonton Tv sama kakak, berhubung sy yang megang remote jadi dengan seenak hati sy mau mindah2in channel. Eh, si kakak protes.
"Tunggu dulu. Mau lihat berita bola," karena waktu itu emang lagi nonton TV Swasta yang ada running textnya yang biasanya juga ada berita bola. Ya sudah, sy ngalah deh. Membiarkan TV tetap dalam channel yang sama.
"Ulun dukung Madrid ka," celutuk sy. Tentu dong si kakak langsung mafhum kalau yang lagi sy bahas itu Liga Champion. Trus si kakak bilang.
"Eh, si Raul sekarang kan ga di Madrid lagi," sy terlonjak kaget, ih.. si kakak tau aja kalau sy ngefansnya ama Raul.
"Beuh.. tega2nya Madrid mendepak Raul," mencibir tak senang.
"Dia yang keluar sendiri. Udah 2 tahun kok,"
tepuk jidat.
"Udah 2 tahun? Ke mana aja sih kamu yanti?" kaget sendiri.
"Sekarang Raul di mana kak?" kembali bertanya.
"Di Schalke," terdiam. mencoba mengingat Schalke itu tim bola yang mana. Pandangan kemudian jatuh ke TV di mana masih ada teks yang berjalan.. dan membaca satu berita.
"Schalke yang jadi lawannya MU?" kaget lagi.
"Iya."
"Eh, Raul hebat ga main di sana?"
"Hemmm.... Schalke kan tim yang ga tenar tuh, tapi bisa masuk semifinal Champion," si kakak mencoba menganalisa.
"Kalau gitu hebat dong ka. Emang Schalke dari negara mana sih?"
Gubrak
"Jerman."
"Di Bundesliga urutan ke berapa?"
"Kalau ga salah 9. Tapi lumayan hebat kok, kan bisa masuk semi final."
"Oke... kalau gitu ulun dukung Schalke."
Wwkwkwkwk.... pertanyaannyaaa... gue ini suka ama Real atau Raul siiiih???
"Tunggu dulu. Mau lihat berita bola," karena waktu itu emang lagi nonton TV Swasta yang ada running textnya yang biasanya juga ada berita bola. Ya sudah, sy ngalah deh. Membiarkan TV tetap dalam channel yang sama.
"Ulun dukung Madrid ka," celutuk sy. Tentu dong si kakak langsung mafhum kalau yang lagi sy bahas itu Liga Champion. Trus si kakak bilang.
"Eh, si Raul sekarang kan ga di Madrid lagi," sy terlonjak kaget, ih.. si kakak tau aja kalau sy ngefansnya ama Raul.
"Beuh.. tega2nya Madrid mendepak Raul," mencibir tak senang.
"Dia yang keluar sendiri. Udah 2 tahun kok,"
tepuk jidat.
"Udah 2 tahun? Ke mana aja sih kamu yanti?" kaget sendiri.
"Sekarang Raul di mana kak?" kembali bertanya.
"Di Schalke," terdiam. mencoba mengingat Schalke itu tim bola yang mana. Pandangan kemudian jatuh ke TV di mana masih ada teks yang berjalan.. dan membaca satu berita.
"Schalke yang jadi lawannya MU?" kaget lagi.
"Iya."
"Eh, Raul hebat ga main di sana?"
"Hemmm.... Schalke kan tim yang ga tenar tuh, tapi bisa masuk semifinal Champion," si kakak mencoba menganalisa.
"Kalau gitu hebat dong ka. Emang Schalke dari negara mana sih?"
Gubrak
"Jerman."
"Di Bundesliga urutan ke berapa?"
"Kalau ga salah 9. Tapi lumayan hebat kok, kan bisa masuk semi final."
"Oke... kalau gitu ulun dukung Schalke."
Wwkwkwkwk.... pertanyaannyaaa... gue ini suka ama Real atau Raul siiiih???
Senin, 25 April 2011
tersaput mendung
Entah kenapa, setiap saya ingin menumpahkan segala mendung di hati ini, jemari saya berubah kaku. Saya tak mampukah? Sekedar menuliskan kalau saya sedang sedih. Hehehe... tuh kan saya malah ketawa...
Entah. Mungkin karena saya pikir saya tak lantas harus bersedih untuk satu dua hal yang memang menggores hati saya. Karena begitu banyak hal yang mestinya saya syukuri.
Oooh.. jadi ga nyambung gini.
Oke? Memang lagi sedih kenapa yanti? emm... emmm... tuh kan saya tak bisa bercerita. Bahkan menuliskannya dalam diary pun sy tak bisa. Jujur sekarang sy kangennn sekali dengan shalat. Kangen curhat dengannya. Duuuh... jadi ingat curhat anti bete deh.
Eh, ada lirik bagus nih. Dari Zain Bikha..
When you feel all alone in this world
...And there’s nobody to count your tears
Just remember no matter where you are
Allah knows, Allah knows.
When you’re carrying a monster load
And you wonder how far you can go
With every step on that road you take
Allah knows, Allah knows.
Chorus:
(Cause) No matter what, inside or out
There’s one thing of which there’s no doubt
Allah knows, Allah knows.
And whatever lies in the heavens and the Earth
Every star in this whole universe
Allah knows, Allah knows.
When you find that special someone
Feel your whole life has barely begun
You can walk on the moon shout it to everyone
Allah knows, Allah knows.
When you gaze with love in your eyes
Catch your glimpse of paradise
And you see your child take the first breath of life
Allah knows, Allah knows.
Chorus
When you lose someone close to your heart
See your whole world fall apart
And you try to go on but it seems so hard
Allah knows, Allah knows.
See we all have a path to choose
Through the valleys and hills we go
With the ups and the downs never fret never frown
Allah knows, Allah knows.
Chorus 2x
Every grain of sands in every desert plants
He knows…
Every sheet of palm, every closed hand
He knows…
Every sparkling tear on every eye lash
He knows…
Every thought I had and every word I share
He knows…
Allah knows…
Entah. Mungkin karena saya pikir saya tak lantas harus bersedih untuk satu dua hal yang memang menggores hati saya. Karena begitu banyak hal yang mestinya saya syukuri.
Oooh.. jadi ga nyambung gini.
Oke? Memang lagi sedih kenapa yanti? emm... emmm... tuh kan saya tak bisa bercerita. Bahkan menuliskannya dalam diary pun sy tak bisa. Jujur sekarang sy kangennn sekali dengan shalat. Kangen curhat dengannya. Duuuh... jadi ingat curhat anti bete deh.
Eh, ada lirik bagus nih. Dari Zain Bikha..
When you feel all alone in this world
...And there’s nobody to count your tears
Just remember no matter where you are
Allah knows, Allah knows.
When you’re carrying a monster load
And you wonder how far you can go
With every step on that road you take
Allah knows, Allah knows.
Chorus:
(Cause) No matter what, inside or out
There’s one thing of which there’s no doubt
Allah knows, Allah knows.
And whatever lies in the heavens and the Earth
Every star in this whole universe
Allah knows, Allah knows.
When you find that special someone
Feel your whole life has barely begun
You can walk on the moon shout it to everyone
Allah knows, Allah knows.
When you gaze with love in your eyes
Catch your glimpse of paradise
And you see your child take the first breath of life
Allah knows, Allah knows.
Chorus
When you lose someone close to your heart
See your whole world fall apart
And you try to go on but it seems so hard
Allah knows, Allah knows.
See we all have a path to choose
Through the valleys and hills we go
With the ups and the downs never fret never frown
Allah knows, Allah knows.
Chorus 2x
Every grain of sands in every desert plants
He knows…
Every sheet of palm, every closed hand
He knows…
Every sparkling tear on every eye lash
He knows…
Every thought I had and every word I share
He knows…
Allah knows…
Sadar
Mau cerita tentang SKETSA... hihihi... sy mungkin tergila-gila dengan novel teranyar dari penulis Diorama Sepasang Al Banna dan Dilatasi Memori itu :p
Satu hal yang menjadi catatan saya adalah saat Katarina menceritakan prosesnya menikah. Katarina mungkin sama dengan perempuan manapun, persoalan terbesar adalah umur, yang makin lama makin menghimpit seperti deadline pengumpulan tugas akhir.
Akhirnya setelah lelah dengan segala "desakan-desakan" dari berbagai pihak. Katarina pun memilih Menerima sebuah lamaran dengan sadar. Keputusan menikah yang dia ambil adalah keputusan yang diambil secara sadar. Sadar bahwa ia cukup dewasa dan harus menikah. Sadar bahwa ia belum mencintai dan berharap cinta akan datang setelah pernikahan.
Berapa banyak orang yang mengambil keputusan sadar seperti Katarina? Entah
Satu hal yang menjadi catatan saya adalah saat Katarina menceritakan prosesnya menikah. Katarina mungkin sama dengan perempuan manapun, persoalan terbesar adalah umur, yang makin lama makin menghimpit seperti deadline pengumpulan tugas akhir.
Akhirnya setelah lelah dengan segala "desakan-desakan" dari berbagai pihak. Katarina pun memilih Menerima sebuah lamaran dengan sadar. Keputusan menikah yang dia ambil adalah keputusan yang diambil secara sadar. Sadar bahwa ia cukup dewasa dan harus menikah. Sadar bahwa ia belum mencintai dan berharap cinta akan datang setelah pernikahan.
Berapa banyak orang yang mengambil keputusan sadar seperti Katarina? Entah
Ketika Benci...
Suatu ketika seorang teman pernah sms ke saya. Isinya begini :
"Yan, kyapa caranya supaya kita kada muar lagi lawan orang?"
(kyapa = bagaimana, muar = benci, kada = tidak)
Mendapat sms dari teman itu saya jadi teringat akan sebuah 'pertemuan' yang membahas tentang DENGKI. Dengki itu tentu bukan sifat baik. Sifat jelek, ga bagus yang tidak seharusnya ada pada setiap orang Muslim. Dengki itu katanya jika kita merasa ga suka jika orang lain mendapat kebahagiaan dan senang jika orang lain susah. Saya mendengarkannya biasa saja waktu itu. Kemudian beliau meneruskan lagi, 'jika ada dalam diri kita perasaan tidak suka, benci, muar, sangkal terhadap sesama Muslim, maka itu juga bagian dari dengki.'
Deg! sy jadi merasa tersindir.
Beliau meneruskan lagi.. "Dengki itu juga bagian penyakit para Ulama."
Sy tersenyum dalam hati seraya membatin, 'saya bukan ulama toh.'
"Kalau Ulama saja bisa kena penyakit dengki, apalagi yang bukan ulama."
Whuaaaa.... sy dicubit2 lagi.
"Dengki itu memakan amal baik. Seperti apa memakan kayu bakar."
'duh... padahal amal saya ga seberapa. Bagaimana jika dimakan karena saya dengki?'
"Dengki itu perbuatan hati. Di mulut kita mungkin bisa tersenyum. Ramah seperti biasa... tapi hati kita justru terbakar karena dengki."
Duh... sy seperti ditampar.
"Lalu, bagaimana agar kita tak lagi mendengki?"
Sy mendengarkan dengan seksama...
"Doakan dia. Doakan agar dia mendapat kebaikan. Doakan seseorang yang kita dengki itu seperti kita mendoakan diri kita sendiri."
Saya tertegun.
"cara kedua... puji dia. Tapi jangan di depan orangnya. Misalkan ketika kita sedang bicara dengan orang lain, lalu kita bilang 'dia itu baik lho...'.
Harus ada usaha untuk membuang penyakit hati yang bernama dengki. Jangan biarkan mengendap. Dan menempati tempat permanen di hati kita.
Setelah itu saya membalas sms teman tersebut. Sy cuma sebutkan poin pertama : doakan dia. Dan kemudian si teman membalas : "berat juga ya yan."
Saya menjawab : "Iyaaaa.... Beraat..."
Terkadang saya malah berpikir begini. Buat apa mendoakan dia.. Seseorang yang hanya bisa bikin hati saya mendidih. Yang hanya bisa bikin mood sy hancur. Bikin sy bete dll. Terlebih dengan segala sikapnya yang bikin saya sakit, emosi dll. masih banyak orang2 yang baik terhadap saya kadang malah terlupa saya sebut namanya dalam doa.
Tapiii... sy juga merasakan sendiri. Betapa sangat tidak nyamannya ketika ada perasaan itu dalam hati kita. Serasa ada yang mencekik hati. Padahal mungkin dia yang sedang tidak saya sukai baik2 saja.
Duhai Hati, mari berusaha keras bersamaku.
"Yan, kyapa caranya supaya kita kada muar lagi lawan orang?"
(kyapa = bagaimana, muar = benci, kada = tidak)
Mendapat sms dari teman itu saya jadi teringat akan sebuah 'pertemuan' yang membahas tentang DENGKI. Dengki itu tentu bukan sifat baik. Sifat jelek, ga bagus yang tidak seharusnya ada pada setiap orang Muslim. Dengki itu katanya jika kita merasa ga suka jika orang lain mendapat kebahagiaan dan senang jika orang lain susah. Saya mendengarkannya biasa saja waktu itu. Kemudian beliau meneruskan lagi, 'jika ada dalam diri kita perasaan tidak suka, benci, muar, sangkal terhadap sesama Muslim, maka itu juga bagian dari dengki.'
Deg! sy jadi merasa tersindir.
Beliau meneruskan lagi.. "Dengki itu juga bagian penyakit para Ulama."
Sy tersenyum dalam hati seraya membatin, 'saya bukan ulama toh.'
"Kalau Ulama saja bisa kena penyakit dengki, apalagi yang bukan ulama."
Whuaaaa.... sy dicubit2 lagi.
"Dengki itu memakan amal baik. Seperti apa memakan kayu bakar."
'duh... padahal amal saya ga seberapa. Bagaimana jika dimakan karena saya dengki?'
"Dengki itu perbuatan hati. Di mulut kita mungkin bisa tersenyum. Ramah seperti biasa... tapi hati kita justru terbakar karena dengki."
Duh... sy seperti ditampar.
"Lalu, bagaimana agar kita tak lagi mendengki?"
Sy mendengarkan dengan seksama...
"Doakan dia. Doakan agar dia mendapat kebaikan. Doakan seseorang yang kita dengki itu seperti kita mendoakan diri kita sendiri."
Saya tertegun.
"cara kedua... puji dia. Tapi jangan di depan orangnya. Misalkan ketika kita sedang bicara dengan orang lain, lalu kita bilang 'dia itu baik lho...'.
Harus ada usaha untuk membuang penyakit hati yang bernama dengki. Jangan biarkan mengendap. Dan menempati tempat permanen di hati kita.
Setelah itu saya membalas sms teman tersebut. Sy cuma sebutkan poin pertama : doakan dia. Dan kemudian si teman membalas : "berat juga ya yan."
Saya menjawab : "Iyaaaa.... Beraat..."
Terkadang saya malah berpikir begini. Buat apa mendoakan dia.. Seseorang yang hanya bisa bikin hati saya mendidih. Yang hanya bisa bikin mood sy hancur. Bikin sy bete dll. Terlebih dengan segala sikapnya yang bikin saya sakit, emosi dll. masih banyak orang2 yang baik terhadap saya kadang malah terlupa saya sebut namanya dalam doa.
Tapiii... sy juga merasakan sendiri. Betapa sangat tidak nyamannya ketika ada perasaan itu dalam hati kita. Serasa ada yang mencekik hati. Padahal mungkin dia yang sedang tidak saya sukai baik2 saja.
Duhai Hati, mari berusaha keras bersamaku.
selamat datang Cinta
Jaringan inetku lagi bagusss...
Jadinya muter2 moles2 si BS. Ganti templatenya. Iseeeenggg.. Olala.. ternyata hasilnya rame bener.
Ada mentari yang pakai kacamata. Ada balon udara. ada bus mini yang ceria. Idiiiih.... seruuuu...
Tadinya mau ol mau curhat yang sedih2. Secara ne hati lagi mendung. Wkwkwk... tapi kalau melihat tampilan rame gini. Batal deh curhatnya..
Selamat datang Cintaaaa......... ^^
Jadinya muter2 moles2 si BS. Ganti templatenya. Iseeeenggg.. Olala.. ternyata hasilnya rame bener.
Ada mentari yang pakai kacamata. Ada balon udara. ada bus mini yang ceria. Idiiiih.... seruuuu...
Tadinya mau ol mau curhat yang sedih2. Secara ne hati lagi mendung. Wkwkwk... tapi kalau melihat tampilan rame gini. Batal deh curhatnya..
Selamat datang Cintaaaa......... ^^
Minggu, 03 April 2011
tentang SKETSA
Jyaaaah.... pagi ini rencananya mau nulisss... Sebuah project yang begitu sangat ingin kuselesaikan. Kenapa? karena aku merasa itu pentiiiing buat disajikan ke pembaca. Menjawab segala kegelisahan, menemani semua resah yang mungkin ada. *lebaaaayyy....*
Berteman secangkir kopi favoritku aku pun duduk menghadap leppie.. eitss... bukannya nulis, daku malah asyik blogwalking. Gedubrak!!!
Nulisnya ntar malam aja deh. Mau nanya2 sama bu Guru dulu. Beliau kan janji mau ngasih coret2...
Daaaannnnn....... masih kebayang tentang SKETSA. olalaaa..... tuh novel keren banget sih. bikin gue blushing2 gitu... uhukkss....
Dan sy pun mulai melirik iklan property di tivi2 itu. Kemarin juga lihat. Maksudnya mau ngebayangin Edwin di sketsa itu kayak gimana.. Tapiii..... yang di tivi kurang cakep gitu. hahahaha.... emang yang di novel cakep? *Ini pertanyaan darinya*
Saya ketawa ngakak... dalam imaji saya.. yaaa.. cakep banget.. minimal kayak vokalis kerispatih yang baru. wkwkwkwk......
Berteman secangkir kopi favoritku aku pun duduk menghadap leppie.. eitss... bukannya nulis, daku malah asyik blogwalking. Gedubrak!!!
Nulisnya ntar malam aja deh. Mau nanya2 sama bu Guru dulu. Beliau kan janji mau ngasih coret2...
Daaaannnnn....... masih kebayang tentang SKETSA. olalaaa..... tuh novel keren banget sih. bikin gue blushing2 gitu... uhukkss....
Dan sy pun mulai melirik iklan property di tivi2 itu. Kemarin juga lihat. Maksudnya mau ngebayangin Edwin di sketsa itu kayak gimana.. Tapiii..... yang di tivi kurang cakep gitu. hahahaha.... emang yang di novel cakep? *Ini pertanyaan darinya*
Saya ketawa ngakak... dalam imaji saya.. yaaa.. cakep banget.. minimal kayak vokalis kerispatih yang baru. wkwkwkwk......
Langganan:
Entri (Atom)
Template by Blogger Perempuan