Kamis, 29 Maret 2012

Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih indah

Hey.. hey... aku lagi baca sebuah novel yang judulnya A Message of love karya dari Tria Barmawi, rekomendasi dari Ibu nih.. karena biasanya satu selera sama Ibu, jadi yaah.. aku terima dengan senang hati rekomendasi kali ini, begitu nemu bukunya langsung deh... wuzzz... ambiill.... menuju kasir... bayaaar.. Untung nemunya di bazar jadinya dapat murah bo. Lupa berapa harganya kemarin, tapi kalau ga salah sih ga sempat 20 ribu, 18 ribu mungkin.

Tentu saja kali ini aku ga bicara tentang review, kan belum selesai bacanya. Ada bagian yang kurasa menarik ketika masuk di halaman 44-45. Saat Zahra bertanya pada Mutia tentang kabar tesisnya. Apa kata Mutia. Berikut sedikit cuplikan dialognya.

"Tapi memang ada berita bagus. Dosenku bilang dia bisa merekomendasikan aku untuk langsung mendpat beasiswa S3 begitu tesisku selesai."

Aku menatapnya iri.

"Good things always happen to you. Kenapa hidup kamu rasanya begitu mulus, Mut? Aku sering merasa hidup ini ga adil. Kamu punya semuanya. Kamu cantik, kamu pintar, ksmu nggsk berkekurangan, kamu disukai semua orang, alim lagi. Kamu seperti dongeng. Gak nyata."

Ekspresi Mutia sedikit berubah. Ada kesan misterius di matanya yang jarang kulihat, membuatku sedikit tercekat.

"Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih indah, Zahra."

Nah... itu poinnya yang membuatku tertarik dengan sepenggal dialog itu. Kalau rumput tetangga memang selalu terlihat lebih indah. Terkadang kita.. humm... sepertiny bukan kadang ya, sering gitu.. kita ngerasa kalau orang lain hidupnya mudah.. segala hal bisa dicapainya dengan mudah, impiannya mewujud dan dia happy2 gitu deh. Trus kayak ga ada masalah gitu.

Atau orang lain yang memandang qta seperti itu. Merasa kalau qta enak, seperti ga ada beban menjalani hidup. Begitu kah? Hummm.... Namanya juga hidup pemirsa.. pasti dunk ada masalah2, konflik2 yang menghinggapi kehidupan qta. Tapi bagaimana qta menyikapinya itu bisa yang beda. 

Ada yang menampakkannya tapi ada juga yang menyembunyikannya. 

Teringat pada seorang kawan, yang selalu terlihat ceria di tengah teman2nya yang stress ngadapin skripsi dan amanah2 kampus dulu. Hey, aku juga berpikir, dia enak banget gitu... kayak ga ada beban. Tapi.. sewaktu aku berjalan2 ke blognya, aku seperti menemukan kenyataan yang beda. Temanku itu juga punya masalah... temanku itu juga mumet mikirin syarat kelulusan S1nya. Tapi dia menyimpannya... dia hanya menumpahkannya di halaman blog pribadinya.

Sering juga aku melihat seseorang yang terlihat biasa2 saja.. happy2 aja gitu... tapi begitu aku menemukan catatannya di blog aku jadi tau ada sesuatu yang berat yang terjadi padanya.

Atau dari sharing seorang teman beberapa waktu yang lalu, tentang masalah2 beberapa orang dengan latar belakang yang berbeda.. Yah.. inilah hidup sodarah2... akan ada masalah. Tapi tentu dunk qta meyakini kalau yang namanya kesulitan akan ada kemudahan setelahnya dan Allah tidak menimpakan masalah pada kita jika qta ga sanggup memikulnya.

Hadeh... q rada ga nyambung dengan bahasan awal.


Senin, 26 Maret 2012

pesawatku terbang ke Jeddah

Hey, ada apa ini? Nafsu makan sy melonjak pesat sejak kedatangan kembali ke tanah air? Gazwaat... Emang sih waktu di Tanah Suci nafsu makan sy turun drastis dan sy juga merasakan ada penurunan berat badan. Hihihi... Senang.. Tapi dengan nafsu makan seperti sekarang? Oh tidaaak... Bertahanlah yanti untuk tidak terus mengunyah :p


Mau ceritaaa.... Apa yaaa.... Oh ya, tentang perjalanan kemarin itu. Saya dan rombongan terbang dengan Garuda Indonesia yang langsung mendarat ke Jeddah setelah lepas landas di Jakarta. Dan itu menjadi penerbangan terlama saya.. Kurang beberapa menit dari 9 jam melayang2 di angkasa. Penerbangan pertama? Emang dulu ga gitu? Gaaa... Dulu kan pakai emirats jadi ada transitnya di Dubai. 


Dan 9 jam perjalanan itu bikin sy bosaaaan.. Rasanya waktu lambaaaat sekali berlalu. Walaupun dalam perjalanan itu diisi dengan jalan2 di pesawat, sempat juga naik ke lantai 2 pesawat Garuda. hihihi... bercengkrama dan bernarsis2 ria dengan adek2 sepupuku. 


Dan belajar dari pengalaman terbang ke Arab Saudi terdahulu, sy menahan diri untuk makan dan minum. Ga biasa aja buang air kecil di pesawat. hihihi...


Dan humm... ini sebenarnya agak gimanaaa gitu ngeceritaannya, tapi ini penting lho sodara2... Kenapa saya menahan diri untuk sekedarnya saja makan dan minum selama di pesawat, karena duluuu.... sy kebelet BAB akibat makan dan minum mulu di pesawat. Ahahaha... Dan itu syusah sekalii... Dan keinginan buang hajat itu dulu semakin menjadi setelah mendarat di Jeddah. Dan waktu itu di Jeddah toiletnya agak susah, airnya kecil dan antriiii, terlebih waktu itu sy sudah dalam kondisi ihram dengan segala pantangannya. Kalau yang sekarang apalagi yang di ruang tunggu nyamaan sekali.


So, pengalaman adalah guru yang paling berharga... Jadinya yaa sy sewajarnya saja.. ada buah2an yang sy doyan dan banyak seratnya, sy masukin tas aja deh buat dimakan ntar. Tapi perjalanan kali ini, ga langsung ke Mekkah tapi ke Madinah. Jadinya, belum dalam kondisi ihram :)


Untuk pulangnya.. perjalanan terasa lebih singkat. Soalna sy tepar, hehehe... sengaja ga minum kopi biar bs tidur di pesawat. Bahkan sy sempat disenggol2 pramugari buat ditawarin makan krn ketiduran mulu. Biasanya sy ga bisa dengar kereta dorong pramugari langsung terjaga aja :p


Bahkan di tengah2 makan juga sempat2nya saya tidur. hihihi......


Sooo... lebih enakan mana yan? Antara transit atau langsung menuju Jeddah? Yaaa tergantung sih.. ada kurang ada lebihnya. Kalau ga transit kan lebih hemat waktu, kalau transit bisa lihat2 bandara orang, apalagi bandara Dubai yang ciamik itu ;)



Minggu, 25 Maret 2012

Hai.. Apa kabar?

Hai apa kabar? hehehe... entah pada siapa sapaan ini kutujukan :)

Aku hanya ingin menyapa setelah lama tak mengisi ruang ini padahal ada banyak hal yang terjadi dalam jeda waktu aku tak mengisinya. Pada jeda waktu itu juga, Alhamdulillah... Allah kembali mengundangku ke Tanah SuciNya yang mulia dan aku terus berharap agar mendapatkan undangan kembali. Aamiin....

Apa yang ingin kuceritakan? Entahlah... ada banyak hal yang ingin kuurai dalam beragam peristiwa yang terjadi dalam hidupku. Tapiii... ada juga hal yang ingin kusimpan dan kukubur dalam2.

Beberapa buku selesai dan tengah kubaca dan aku juga belum sempat mereviewnya, walau keinginan itu ada. Kondisi kesehatanku drop akibat ulahku sendiri :)

Hari2 terakhir di Mekkah sudah ada gejala flu yang menyerang kuat. Tapi beberapa jam sebelum meninggalkan Mekkah aku menyantap es krim yang buanyak. Huehehe... Kapan lagi aku bisa menyantap es krim movenpick yang dulu begitu menggiurkanku waktu Haji ;)

Akibatnya.... gejala flu pun menjelma menjadi flu yang sebenarnya. Sampai di rumah aku juga terserang batuk. Kondisi drop. Sekarang malah kepalaku nyut2an. Semoga menjadi penggugur dosa. Aamiin....

masih ada banyak tekad, keinginan, harapan yang ingin kurajut sebelum melangkah ke sebuah kehidupan baru. Dan juga persiapan mental serta beragam keterampilan yang harus kukuasai, ilmu yang harus kuraup, dan emosi yang harus bisa lebih dikendalikan.

Semoga Allah memudahkan... Aamiin...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...