Senin, 30 April 2012

Buku impian part 2 (pengin ini itu banyak sekali)

Keinginan saya membeli buku beberapa hari ini semakin menguat saja. Huff.. padahal kalau saya mau disiplin, eh kok disiplin sih? Maksudnya kalau saja saya mau komitmen untuk tidak bernafsu membeli buku tapi menghabiskan dulu buku-buku yang sudah saya beli atau hadiah kuis yang belum juga saya baca kan saya bisa beneran hemat beib. Lagian, sy mulai kelabakan naruh koleksi buku saya yang semakin buanyak saja. Huhuhu... Butuh rak buku..

Kembali ke buku-buku yang belum sama sekali saya baca atau belum tuntas saya baca, ada buku apa saja? Yang tebal dan paling kelihatan sih Nibiru dan buku biografinya Steve Jobs. Trus ada buku Studi Gratis ke Luar Negeri, Mau? Seri 1 dan 2 yang saya beli di bazar buku, ketika pulang dari bazar itu saya jadi mikir sendiri, ngapain saya beli tuh buku, sampai 2 seri lagi? Padahal tak ada keinginan buat lanjutin S2 atau kuliah lagi, ke Luar Negeli apalagi. Ahaha.... 

Sabtu, 28 April 2012

Bikin paspor buat apa?






Tadi siang-siang sambil duduk-duduk di pojokan di walimahan sepupu aku berteman dengan BB, buka MP dan menemukan sebuah tulisan tentang seorang MPers yang baru punya paspor. Sewaktu dia ditanya oleh petugas imigrasi buat apa bikin paspor dia bilang aka nada training di Malaysia. Hal ini kemudian dikomentari MPers lain yang bisa jadi apa yang kita katakan ketika bikin paspor itu jadi doa juga.


Wuiih… aku jadi ingat ceritaku sendiri waktu mau bikin paspor setahun silam. Waktu itu ada rencana ke S'pore. Pernah kuceritakan di postingan yang duluuuu banget tentang perjalanan ke S'pore ini. Nah, waktu ditanya petugas imigrasinya buat apa bikin paspor aku bilang aku mau ke Singapore.


Si petugas kemudian bilang, buat umrah aja ya. Biar gampang katanya. Karena di daerahku memang buanyaak sekali orang bikin paspor buat umrah. Dan aku pun tanpa pikir panjang setuju dengan si bapak petugas imigrasi itu.
"iya pak, tulis aja buat umrah. Memang kepengin umrah juga."


Hihihi… padahal waktu itu beneran ga ada rencana buat umrah, tapi ketika bikin paspor itu aku memang meniatkan kalau paspor itu nantinya juga akan terisi dengan visa ke Arab Saudi. Aku pengin umrah dengan paspor itu walau ga ada bayangan sama sekali kapan mau umrah.


Tapi siapa sangka, pada akhirnya setahun kemudian aku beneran umrah dengan membawa paspor itu. Whuaaa…. Dream comes true.


Nah, trus waktu bikin paspor itu aku juga membuat satu mimpi baru. Aku pengin paspor itu terisi tiap tahun. Hehehe… Tahun pertama ke Singapore, tahun kedua ke Arab Saudi, tahun ketiga ke mana? Entahlah… belum ada bayangan. Tapi aku menyimpan harap bisa ke Jepang, Korsel atau Cina. Paling pengin sih ke Jepang dan Cina. Juga ke Negara Timur Tengah, entah Mesir atau Turki. 


So, mari kita bermimpi karena mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia.


Nah, temans dari postingan ini bisa diambil pelajaran 2 hal :
Pertama, hati-hati dengan perkataan kita, karena perkataan bisa jadi doa. Jadi berkatalah yang baik-baik saja (self reminder for me)


Kedua, inspirasi menulis bisa datang dari mana aja, termasuk dari hasil blogwalking atau MPwalking. Aku terinspirasi menulis ini dari hasil baca postingan di MP. Bahkan terkadang inspirasi menulis itu bisa didapat dari sepotong kalimat yang dituliskan orang di status fesbuknya atau twitter. So, mari menulis… ^_^

Jumat, 27 April 2012

[Episode Merajut] Merubah Benang Lurus Menjadi Kusut

Finally selesai juga project pertamaku dalam merajut. Hihihi...


Sebenarnya rajut merajut ini bukan hal baru buatku. Duluuu... semasa SD aku pernah mempelajarinya, bikin beberapa rajutan, trus pernah ikut lomba apaa gitu yang menyertakan kerajinan tangan dan aku membuat tas rajut.


Tapi seiring berjalannya waktu hobby merajut ini meredup. Aku bosan. Jadinya lamaa sekali tidak menari lagi dengan lilitan benang dan jarum songket itu.


Beberapa waktu ini sepertinya kegiatan merajut kembali menjadi trend. Beberapa teman di fesbuk atau empi asyik cerita tentang hobby mereka merajut. Hal itu menggeliatkan kembali semangatku buat kembali merajut. Tapi entah di mana aku letakkan jarum songketku itu dan aku juga tak bisa menemukannya di sini (ga ada yang jual). Juga benang-benang cantik yang kutengok di toko rajut online juga tak kutemukan di kota kecil ini.

[Catatan Perjalanan] Bongkar isi koper


Berapa baju or pakaian yang dibawa ketika melakukan perjalanan umrah?


Nah, pasti banyak yang nanya tentang ini. Soalna ini juga menjadi trending topic gitu deh di keluarga kami sebelum keberangkatan. Humm, sepertinya saya belum cerita kalau kemarin pas umrah saya berangkat beserta abah, mama, para sepupu, acil, om dan Nini. So, ada 18 orang di rombongan keluarga kami. Semoga nanti bisa cerita ya asal muasal kenapa bisa rombongan gitu.


Kembali ke soal baju. Saya sadar diri kalau saya termasuk yang boros bener dalam membawa pakaian, entah itu buat perjalanan jauh yang luama dan termasuk juga perjalanan singkat dan dekat. Ke Banjarmasin aja kata kakak saya barang bawaan saya udah kayak mau ke Jawa. Hehehe…

Rabu, 25 April 2012

[Catatan Perjalanan] Bahasa Asing itu penting!




Tau kan kalau saya adalah orang yang parah bener dalam penggunaan bahasa asing. Kemampuan dan penguasaan yang tak memadai ditambah lagi dengan ketidakpedean yang meraja jadi deh aku akan terdiam seribu bahasa kalau diajak ngomong bahasa asing walau pernah mempelajarinya dulu, di sekolah aja sih :p (Inggris dan Arab)

Ketika harus bepergian ke Luar Negeri, ckckck… kayak sering aja ke Luar Negeri, hehehe… sedikit banyak Bahasa Asing ini mesti saya gunakan juga. Yah, walaupun kali ini rada beruntung deh karena naik pesawat Garuda jadi di pesawat masih aman cuap-cuap pakai bahasa Indonesia. Ga seperti dulu waktu naik Emirats saya harus berpikir keras menerjemahkan apa yang disampaikan pramugari dan berpikir tak kalah kerasnya menyampaikan apa yang kuinginkan pada pramugari. Padahal yang disampaikan juga masih dalam percakapan ringan-ringan saja.

1000 kata per hari

Semua bermula dari BBM-an aku dengan mbak Imul, awalnya sih cerita-cerita tentang Umrah, trus ga afdhol dunk kalau ga nyinggung soal menulis. Nah, entah bagaimana ceritanya kemarin aku cerita ke mbak Imul tentang tips menulisnya Tere Liye dan bilang ntar di share deh tipsnya yang kemarin kudapat dari statusnya Bang Darwis Tere Liye itu.


Apa isi tips atau statusnya itu? 




[Catatan Perjalanan] Bayar Rupiah Kembali Riyal



"Nanti tukar uangnya di Madinah aja, di Mekkah susah nukarin uang. Lagian di Madinah rupiah di hargai lebih mahal ketimbang di Mekkah."

Itulah saran yang saya dapatkan dari sepupu saya yang baru saja datang dari Tanah Suci. Kedatangannya hanya berselisih hari dari waktu keberangkatan saya. Dari dia jugalah saya mendapatkan simcard mobily buat dipakai di Tanah Suci nantinya. Walaupun minim pulsa tapi simcard itu masih ada paket BB yang masih bisa saya gunakan untuk beberapa hari ke depan, sekitar 11 harian gitu deh dari total 14 hari jadwal perjalanan saya. Lumayan banget kan? Apalagi paket BB di sana lumayan mahal, untuk satu minggu seharga 29 riyal.

Nah, karena punya simcard itu lah, saya langsung bisa berkirim kabar ke Tanah Air setelah pesawat yang membawa saya terbang selama hampir 9 jam menjejak di bandara King Abdul Aziz. Belum turun pesawat saya sudah update status di BBM. Eksis banget deuu….

Kembali ke masalah uang itu. Walau sudah dinasehati demikian tapi tetap saja saya ga nurutin sepenuhnya. Hehehe… Soalna masih rada ragu-ragu gimana kalau tuker uang langsung blek semuanya di tukar (sayang maksudnya :p). Jadinya saya tukarinnya per satu juta rupiah. Agak ribet memang yah. Tapi karena money changernya dekat dengan hotel dan antrinya juga ga terlalu panjang ya sudah, saya cukup nyaman dengan cara itu.

Untuk uang satu juta rupiah, saya dapatnya ga tentu. Pernah dapatnya 396 riyal, pernah juga 398 riyal dan juga pernah dapat 400 riyal. 400 riyal adalah jumlah tertinggi yang saya dapatkan, itu artinya 1 riyal senilai 2500 rupiah. Eh, kesannya saya buanyak banget ya bawa uang? Ga kok, tukerin uang itu bukan uang saya sepenuhnya tapi juga uang anggota keluarga yang lain.

Dari jadwal yang ada, singkat sekali waktu di Madinah ini. Itu pun juga full diisi agenda dari travel. Jadinya waktu buat berbelanja juga minim sekali, walaupun dari beberapa pengalaman yang enak buat belanja oleh-oleh itu di Madinah. Selain harganya lebih terjangkau barang-barangnya juga lebih bervariasi. Kok mikirin belanja sih? Jangan salah, belanja juga bisa bernilai ibadah kan, karena kita niatnya buat ngasih oleh-oleh, menyenangkan hati orang lain. Itu yang dinasehatkan ustadz pembimbing saya dulu. Kalau belanja oleh-oleh niatkan buat menyenangkan hati mereka yang kita kasih oleh-oleh nantinya.

Nah, hari terakhir di Madinah, saya dan mama cari cepat beberapa oleh-oleh yang bisa kami beli. Dan dapat ditebak, persediaan Riyal kami pun akhirnya menipis begitu meninggalkan Madinah, menuju Mekkah.

Di Mekkah, saya jadi sok tau deh, bilang kalau saya tau kok di mana letak money changer di hotel Hilton. Yah, money changernya masih ada, tempatnya masih belum berubah. Tapi antriannya itu loh… ga nahaan. Puanjang bener. Bercabang lagi. Antriannya dari berbagai titik gitu, dari kiri kanan muka belakang. Aiiih… saya langsung mundur teratur deh ga jadi ikut ngantri.

Tapi bagaimana bisa belanja sementara uang Riyal yang ada tinggal satu dua. Di saat itulah salah satu Om saya mengusulkan agar menarik uang di ATM saja. Walau tabungan kita di Tanah Air rupiah, tapi yang keluar Riyal. Jadi qta ga perlu deh berantri-antri ria. Humm, usul yang bagus menurut saya. Karena toh saya juga mengantongi ATM kakak saya yang bisa saya gunakan di Tanah Suci.

Tapi pas saya BBM si kakak dan minta izin menggunakan ATMnya, dia malah bilang "Kalau masih ada rupiah yang bisa ditukar, itu aja dulu digunakan. Tukerin semuanya ke Riyal jadi sekali antri saja. Kalau kepepet banget baru pakai ATM"
Yaah… Gagal deh rencana narik uang dari ATM. Tapi saya rada khawatir juga dengan narik uang di ATM, takut dihargai tinggi nilai Riyalnya. Tapi ternyata ga juga. Sesuai kurs aja setelah dicek setiba di Tanah Air.

Lalu, berantri-antri ria kah saya akhirnya? Jujur malas banget buat masuk ke antrian yang mengular panjangnya itu. Dan di saat-saat genting, seorang Om saya lagi (ada 3 Om yang berangkat bareng saya) mengatakan kalau ga usah deh tuker rupiah ke riyal. Belanja aja pakai rupiah, mereka mau nerima. Lagian, kata Om saya lagi, kalau belanja pakai rupiah, 1 riyal dihargainya 2500 rupiah. Kalau qta tuker di money changer, udah ga dapat 2500 lagi untuk satu riyal.

Saya dan Mama pun akhirnya nyoba belanja tanpa uang Riyal. Ternyata memang berhasil. Pertama nyoba beli sajadah Museum di Hilton. Ketika saya bilang mau bayar dengan rupiah, dia langsung bilang 100 ribu 40 riyal. Walaupun kemudian, ada beberapa penjual yang tidak terima lagi 100 ribu senilai 40 riyal, ada yang 39 riyal, ada yang 38 riyal. Biasanya kami tawar-tawaran di nilai rupiahnya itu, bukan di harga barangnya lagi.

Nah, dari hasil belanja pakai rupiah itu lah maka bisa didapatkan uang riyal dari uang kembalian. Jadi misalkan kita belanja 30 riyal, qta kasih uang 100 ribu rupiah yang senilai 40 riyal, maka si penjual akan memberikan uang kembalian sebanyak 10 riyal. Unik ya, beli dengan uang rupiah, tapi kembaliannya dengan riyal. Tapi kan masih sama-sama uang aja hanya namanya yang beda.

Uang riyal hasil kembalian ini akan digunakan buat belanja yang ga bisa pakai rupiah, biasanya di belanja di kaki lima atau bayar taksi, ongkos transport. Selama masih bisa belanja dengan rupiah, ya dengan rupiah aja.

Oya, hati-hati juga kalau belanja jangan sampai kita gagap kurs. Gagap kurs? Apaan tuh? Misalkan gini, kita ga ngitung dengan harga riyal tapi ngitungnya masih pakai rupiah. Pengalaman nih ya, ada salah satu anggota jamaah kami yang dengan santainya nawar baju seharga 150. Bilang 150 gitu, beliau benar-benar ga nyadar kalau 150 itu 375 ribu. Kirain cuman 150 ribu.

Sama halnya waktu saya beli bakso Mang Oedin di Jeddah, harga baksonya 10 riyal. Ada Ibu di samping saya yang nyerahin uang 20 ribu buat 2 mangkok bakso. Dan langsung ditegur orang di sebelahnya. "Bu, 20 riyal Bu. Bukan 20 ribu, kalau 20 riyal jadinya 50 ribu." Ibu itu baru nyadar deh.

Mahal ya bakso semangkoknya 25 ribu. Kalau di kampung, seharga 15 ribu aja udah muahal bener tuh. Ketika bersiap menyantap tuh bakso, saya pun nyelutuk ke sepupu-sepupu saya.
"Nih bakso harganya 25 ribu loh…" yang langsung diamini oleh Dita.
"Iya kak, mahal bener ya."
Tapi langsung mendapat pelototan dari Icha yang bilang.
"Sesekali kakak, ga setiap hari juga."
Tapi bakso itu lumayan deh buat mamacah liur saya yang ga nafsu makan selama beberapa hari yang lalu.

*postingan ga jelas juntrungannya demi ngejar 1000 kata*

Senin, 23 April 2012

Ayam Karih


Ini resep turunan dari nini sy tercinta. FYI, nini sy itu terkenal jago masak, masakan beliau enak-enak. Kata mama, tangan nini itu seperti sudah ditakdirkan kalau masakannya selalu enak. Bahkan paman saya pernah bilang cuma ikan direbus aja udah enak. Tapi saya akui masakan nini memang enak, walaupun saya hanya sedikit menikmati masakan nini ketika saya sudah mengenal rasa. Yang saya ingat adalah wadai hula-hula buatan nini yang dulu sangat saya suka. Masih teringat jelas dulu nini datang ke rumah dengan membawa satu loyang besar wadai Hula-hula cokelat, saya senang luar biasa menerimanya.
Ketika saya sudah beranjak besar dan punya hobby mencoba resep-resep baru, saya pun menanyakan pada Nini resep hula-hula itu dan apa jawaban nini : “Aku kada ingat lagi Cu.”
Ahhh… saya langsung mencelos. Rasanya ada harta berharga yang saya lewatkan. Mendapatkan resep Hula-hula yang maknyus dari Nini. Walaupun kemudian saya mencoba membikinnya, dan kata paman saya udah mirip denga yang dibikin Nini dulu, tapi tetap saja saya rasa masih ada yang kurang. Duh, ngomongin Hula-hula pagi-pagi hujan gini bikin pengin deh ;)
Oke, kali ini bukan hula-hula tapi Kari Ayam. Ini resep yang mama dapatkan dari Nini dan dicatat di kertas yang sekarang kertasnya udah lusuuuh banget. Mama pun meminta saya mencatatkan ulang. So, biar lebih aman, saya posting di blog juga ah.

AYAM KARIH
1 ekor ayam
1/4 sendok hadas
1/2 sendok jintan
ketumbar 2 sendok halus
laos 1 ibu jari
tipakan kurang sedikit dari laos
janar sedikit
kancur sama tipakan
sahang 20 biji
pala sedikit
acan separu ibu jari

Benar-benar resep turunan kan? Bahasanya aja bahasa hulu sungai banar dan saya tidak berminat buat mentarjimnya. Hihihihihi…… Itu cuma bahan, cara bikinnya ya dihaluskan semuanya kecuali ayam tentu saja :D

Jumat, 20 April 2012

Dream High 2

Mari bicara tentang Dream High 2, maksudnya melepaskan DH2 ini dalam pikiranku. :))

Demam DH1 kemarin memang cukup membuat aku menunggu sekuel Dream High ini muncul. Berharap menemukan apa yang terjadi pada Sam Dong, Hye Mi, Phil Suk dan teman2nya yang lain. Tapi ternyata, harapanku sia-sia karena di DH 2 bukan sambungan dari cerita Hye Mi cs, tapi tokoh2 baru yang bermunculan. Tokoh baru dengan mimpi2 baru dan juga tantangan baru. Yang sama adalah Sekolah kirinnya juga Guru Yang. So, tak ada Guru Kang di sini.

Tapi ternyata DH2 menarik juga. Setidaknya aku mulai menemukan keasyikan menonton pada episode 7 ke atas. Kenapa? Postingan ini akan bersifat spoiler. SO, buat yang tersesat membacanya dan sangat tidak suka dengan spoiler silakan tinggalkan laman ini *melambaikan tangan*

Oke, kita mulai. DH2 bercerita tentang boyband di mana ada JB di dalamnya -sy terlalu malas mengingat nama grup mereka dan nama-nama lain- dan juga girlband yang bernama Harshe -semoga ga salah tulis-. Dua grup ini udah terkenal gitu, sudah debut dan karena satu dan lain hal mereka pun harus melebur dengan 'rakyat jelata' di sekolah Musik Kirin. Kalau ga salah mereka ini jadi melebur ke Kirin karena JB melanggar aturan baru di Korea sono kalau seleb yang di bawah umur 20 tahun ga boleh tampil lewat jam 10. So, yang lainnya di bawah manajemen yang sama juga ikutan di boikot. CMIIW.

Di Sekolah Kirin itulah semuanya bermula. Ada Sin Hae Sung, fans beratnya JB juga You Jin yang punya bakat musik yang oke. Juga beberapa nama lain. Kehadiran seleb2 ini di sekolah Kirin memberi warna yang tak biasa buat sekolah itu. Yah... semacam ada kesenjangan sosial gitu. Para seleb itu juga seperti enggan membaur dengan 'rakyat jelata' itu terlebih Ri An, salah satu personil Harshe. 

Sementara siswa biasa sekolah Kirin malah kerap heboh dengan bintang2 yang hadir di sekolah mereka. Apalagi Hae Song, dia sampai menyusup ke kamar JB demi mendapatkan foto JB buat dijadikan jimat gitu. Hadeh...

Dan saya mulai bosan bercerita. :))

 Oya, saya mulai menemukan keasyikan tersendiri menontonnya saat JB mulai tertarik dengan Hae Sung. Cinderella banget deh. JB yang semula terlihat menyebalkan di mata sy berubah jadi manis. Ahaha... Dan setelah sy putar ulang sy tahu kalau JB memang baik hati. Buktinya waktu dia diminta tampil sebagai penari terbaik dan Hae Sung sebagai penari terburuk, JB mampu 'melindungi' Hae Sung dalam performancenya itu. Beda dengan Ri An.

Dan sy juga bingung kenapa JB bisa jatuh cinta pada Hae Sung? Walaupun saya termasuk orang yang berpendapat kalau terkadang cinta itu tak perlu alasan. Ahahaha... Sama seperti kenapa Hye Mi memilih Sam Dong di DH1. Tapi jatuh cintanya JB ini agak gimana gitu.. dan JB pun kemudian mengatakan dia juga tak tahu alasan untuk jatuh cintanya dia pada Hae Sung sama seperti dia tak tahu kenapa dia suka menyanyi. Eh, ada sih di bagian ending... yang dia bicara tentang rubik. Tapi subtitllenya kacau, so sy ga ngerti. :p

Penampilan Hae Sung juga berubah gitu ya. Jadi cantik padahal dulu acak2an.

Dulu Hae Sung berantakan begini :




Trus berubah jadi gini :



Sikap Hae Sung juga terlihat lebih manis habis JB mengungkapkan cintanya.

Yang saya tak mengerti adalah sewaktu Hae Sung, You Jin dan teman-temannya menyanyi lagu we are the B itu. Bukankah kemampuan vokal Hae Sung sangat tidak baik tapi kenapa dia jadi punya porsi yang besar di sana buat nyanyi? Yang pas sewaktu dia duet dengan JB tuh. Di sana Hae Sung hanya menjadi pendukung JB.

Ada lagi adegan yang rada maksa.. waktu JB bilang suka itu loh dan Hae Sung ketiduran kan? Trus pas JB udah duduk di sampingnya baru deh kepala Hae Sung jatuh ke bahunya JB padahal sebelumnya tegak2 aja tuh duduknya. Hehehehe....

Dan menurut saya nih ya, DH2 ini rada2 kurang kreatif gitu dibanding DH1. Kenapa? karena beberapa konflik malah sama dengan DH1, penokohan juga. Ada adiknya Hae Sung itu loh mengingatkan sy pada adiknya Hye Mi.

Trus apa yang terjadi pada Na Na itu juga mengingatkan sy pada Sam Dong. Masalah medis menjadi hambatan buat nyanyi.

Waktu Hae Sung bimbang ragu buat melanjutkan kuliah di Amerika sono, sy juga teringat Sam Dong yang maju mundur dalam meniti karier internasionalnya.

Dan yang saya suka dari DH2 adalah lagu Hello to myself. Saya tulis di postingan sebelumnya. Juga suka dengan kegigihan mereka meraih mimpi. JB, sampai pada titik itu (menjadi super star) bukan ditempuh dengan jalan yang lapang. JB menghabiskan waktu dalam hari-harinya buat latihan. Lihat saja, di beberapa scene yang terjadi malam terlihat JB selalu berlatih. Pantas aja tariannya bagoos.

Dan JB ini juga terlihat perubahaan penampilan. Saya lebih suka penampilannya yang awal yang seperti ini :


ketimbang yang di tengah2 sampai ending :



Udah ah... kebanyakan ngoceh :D

Rabu, 18 April 2012

Hello to myself




:)
Sin Hae Song, pencipta lagu itu di Dream High tentunya merasa putus asa dengan mimpinya yang tak kunjung mewujud menjadi nyata. Dia pun menuliskan sebuah lirik yang berjudul Hello to myself. Sebuah lagu yang bicara pada diri sendiri tentang dirinya yang terjatuh, menangis, lelah dan tidak punya kekuatan untuk bangkit.
Lagu yang berkata pada diri sendiri jangan menangis.
Lagu yang bertanya pada diri sendiri apa kabar? Sejauh apa usahamu untuk meraih mimpi? Hello to my self..
Aaaa…. gue banget kan? Rasanya lagu ini hanya antara aku dan aku, bukan antara aku dan orang lain. Hello to my self.
Hello to myself
Hello, this is February 2012, a very cold winter
Where are you - how close are you
To the dream that I wanted so bad?
Here, I’m still falling and crying again
I’m hurt and tired and have no strength to get up
But you would probably see me and smile

Hello to myself hello to myself 
Will you comfort me, saying don’t cry?
Hello to myself hello to myself 
Will you tell me that I can do it?
Hello hello - don’t cry - Hello hello - get up

How are you - how is it to fulfill your dream?
Doesn’t it hurt when you pinch yourself?
Or is it sometimes boring because it’s become a normal routine for you?
If you ever get lonely and tired, will you remember me, who used to dream here?

Hello to myself hello to myself 
Will you think of me here and smile?
Hello to myself hello to myself 
Will you be happy to the point where your heart overflows?
Hello hello, smile - Hello hello, just like that

Hello to myself hello to myself
Will you think of me here and smile?
Hello to myself hello to myself
Will you not forget me, who used to dream?

Sunshine Becomes You - Ilana Tan


***PERINGATAN : SPOILER INI !!! ***




Suatu ketika, pernah saya merasa putus asa ketika ingin menuliskan sebuah cerita. Cerita seperti apalagi yang saya tuliskan? Agar beda dari yang lain. Unik dan tidak pasaran. Jika banyak cerita yang terjadi atau dalam imajinasi telah dituliskan. Sebut saja cinta segitiga, jatuh cinta, patah hati, pernikahan, perceraian, poligami.. ah.. cerita-cerita seperti itu sudah biasa. Sudah terlalu banyak yang menulisnya.


Tapi kemudian saya berpikir, bukankah lagu tentang jatuh cinta, patah hati dan sebagainya juga telah banyak diciptakan dan dinyanyikan. Tapi tetap saja ketika ada lagu baru yang easy listening, lagu itu akan menjadi hits. Jadi bagaimana sebenarnya?


Ketika hal ini saya utarakan pada Guru menulis saya yang cantik dan sholehah itu beliau bilang ada 3 hal yang bisa mempengaruhi unik atau tidaknya sebuah cerita walaupun tema tulisan kita telah banyak yang menuliskannya. Apa saja? Bagaimana kita membahas cerita itu, pemaparan karakter dan permainan kata juga dialog. Jika 3 hal itu dikuatkan maka akan lahir sebuah cerita yang unik juga menarik.


Lalu kemudian, beberapa lama setelah saya bertanya tentang hal itu saya menemukan sebuah novel yang menurut saya ide ceritanya sangat biasa. Cerita tentang seorang wanita dan pria, di mana si pria pada awalnya jutek abis dan benci pada wanita itu kemudian pada akhirnya jatuh cinta. Biasa kan? Hehehe….


Itulah yang terjadi di Sunshine Becomes You-nya Ilana Tan. Ray Hirano naksir abis pada seorang gadis dan dia kemudian ingin memperkenalkan gadis itu pada sang kakak. Pada saat pertemuan antara gadis itu dengan si kakak yang bernama Alex Hirano, si gadis malah tergelincir dari tangga dan menubruk Alex Hirano yang menyebabkan tangan Alex Hirano patah padahal Alex adalah seorang pianis dan sedang menyiapkan konser. Seorang pianis dengan tangan yang patah? Tentu konser harus digagalkan.


Hal itu membuat Mia, gadis itu merasa bersalah. Dia datang ke apartemen Alex buat minta maaf dan berkata apa yang bisa dia lakukan buat menebus kesalahannya? Tak ada! Tapi Mia tetap bersikeras ingin membantu dan bersedia menjadi pembantu Alex. Maka jadilah Mia akan datang setiap hari ke apartemen Alex, membersihkan rumah juga menyiapkan makanan buat Alex, pada saat itu sikap Alex masih sangat jutek dan kasar pada Mia. Bagi Alex, Mia adalah malaikat kegelapan yang membawa bencana dalam kehidupannya.


Tapi toh pada akhirnya Alex jatuh cinta juga pada Mia… *SPOILER* :p


Dan bagi saya, apa yang dituliskan Ilana Tan ini tema yang biasa. Dari awal saya sudah menduga kalau pada akhirnya Alex akan jatuh cinta pada Mia.  Tapi.. cara Ilana Tan mengeksekusi ide biasa ini sungguh memukau, cantik dan manis. Saya rasanya tak bisa berhenti buat membacanya karena penasaran dengan alur yang disajikan. Seperti menonton drama Korea yang keren di mana tiap akhir episode membuat saya tak tahan buat melirik episode selanjutnya dan tak berhenti sampai tuntas. Hehehe…. Ini novel yang saya bisa masuk ke dalamnya, di mana saya rasanya juga ikut jatuh cinta bersama Mia. Walaupun ada beberapa bagian yang saya lewatkan karena terlalu penasaran dengan ending :p


Dan ketika sampai di akhir cerita, saya bertanya pada diri saya sendiri, apa yang saya dapatkan setelah membaca novel ini selain cerita cinta Alex dan Mia? Entahlah… saya tak mendapat jawabannya. Moral of the storynya tak saya dapatkan atau saya yang terlalu buta untuk menangkapnya? Dan juga tak ada quotes menarik yang saya tangkap dari novel tebal ini. 



Sabtu, 14 April 2012

Lumpia Pisang Keju

Jadi ceritanya begini pemirsah. Di kulkas ada keju yang bari sedikiiiit terpakai dan akan memasuki masa kadaluarsa sebenatar lagi, eh awalnya aku mengira keju itu kadaluarsa bulan April tapi ternayat bulan Juni. Tapi sudah kadung mikir mau diapakan keju itu?


Dan berita bagusnya, di rumah ga ada yang suka keju. Daku doang yang suka. Jadinya ya mikir bikin makanan yang cuma aku sendiri menikmati.


Pisang keju bakar sudah... Itu loh pisang yang ditekan2 trus ditaruh di atas teflon, tentu di atas kompor juga. Di kasih margarine trus dibakar gitu deh. Sampai agak gosong. Setelah sudah, taburin di atasnya dengan SKM, gula palm dan keju. Ihhh.... gagal diet >.<


Trus pisang goreng keju, sama dengan cara di atas tapi bedanya di goreng.


Nah.. Udah agak bosan tuh sama itu. Dah seriiing.... Dan melirik kulkas ada satu lagi bahan yang mau diabisin. Apakah itu? Kulit lumpia bo. Awalnya pengin beli kulit risoles tapi entah kenapa waktu mau bikin risoles ga nempel telurnya jadinya kering kayak lumpia, padahal dulu beli merk filma bisa aja nempel tuh telur. Tapi ya sudah lah, nasi sudah menjadi bubur ada baiknya dikasih bumbu2 biar buburnya enak. Jadinyaa... sy tetap gunakan tuh kulit. Dan dibikin martabak isi pisju. Hehehehe.....


Caranya gampang banget. Pisang diiris kecil2, trus dikasih SKM, gula palm dan keju. Dicampur jadi satu. Trus bungkus dengan kulit lumpia tadi. Buat olesan ga usah repot ngocok telur deh, dikasih SKM aja buat lemnya. hehehe... Trus di goreng. Dan tradaaaaa..... Siap dinikmati. Enak lho... apalagi kulitnya renyah gitu. Jadi ketagihan. Udah bikin dua kali dan masih pengin lagi :)


Lumpia pisang keju

Renyah dan manis

Jumat, 13 April 2012

Perkedel Kentang maknyusss

Aku mengklaim kalau soto buatan mama adalah soto Banjar terenak di dunia. Hehehe... Soalna tiap ke warung soto Banjar yang ramai diperbincangkan orang dan banyak seleb yang datang selalu deh ngebanding2in sama buatan mama dan kemudian bilang "enakan punya mama deh"


Untuk bahan.. memang agak boros yah.. ayamnya buanyak, telurnya juga buanyak dan ditambah perkedel kentangnya juga buanyak.. Dan menurutku di sana lah letak kelezatan sebuah soto pada perkedel kentangnya itu loh. Soto Banjar tanpa perkedel kentang bagai masakan tanpa garam. Ahaha... lebay deh :p


Nah, berhubung aku cuman dapat jatah bikin perkedel kentangnya, soalna kuah sop sama nasinya mama yang bikin. Daku cuma kena bagian timik2 atawa nekan2 tuh nasi biar padat. Jadinya ini mau share resep perkedel kentangnya. 


Eh, tapi kata si mama, yang beliau bikin itu bukan soto Banjar. Soalna kalau soto Banjar gitu pakai susu kan.. yang mama bikin ga pakai. Jadi bening2 aja deh kuahnya. Tapi berhubung aku asli orang Banjar dan tinggal di Banjar yah boleh dunk ngeklaim kalau itu soto Banjar. Ahaha... maksa ding :p


Oke deh.. ini resep perkedel kentang yang maknyuusss banget deh..


1 kg kentang (dikupas kulitnya bersih, dipotong2 goreng sampai empuuuk.. Jangan sampai masih keras kentangnya bisa berasa ga enak)


Bawang Putih (agak banyak. Mungkin sekitar 2 biji besar itu. Bukan 2 siung loh)


Bawang Merah (sekitar 10 siung kali ya)


Intinya sih ya bawang putih dan merah yang dipakai itu banyak, ga pernah ngitung jumlahnya berapa. Yang putih lebih banyak dari yang merah.


Trus lada (ga ada ukuran khusus juga. Dicoba aja sampai ladanya nendang)


Garam (sama deh dicoba juga)


Sedikit pala yang dihaluskan (jangan banyak2)


Bumbu kaldu instant satu bungkus.


seledri diiris tipis2.


Telur 2 biji.


Cara bikin : goreng kentang, bawang merah dan bawang putih sampai empuk. Haluskan. masukkan garam, lada, bumbu kaldu instant dan seledri. Campur rata. Masukkan sedikit (sekitar setengah biji) kuning telur ke dalam adonan. Ratakan. Dibikin bulat terus dipipihkan. Telur sisanya tadi dikocok lepas. Siapkan minyak panas buat menggoreng, celupkan perkedel ke dalam adonan sebelum masuk ke minyak panas. Tunggu sampai kecoklatan. Angkat tiriskan.


Yang perlu diingat adalah jangan menggoreng terlalu banyak. Kalau numpuk2 gitu perkedelnya bisa pecah. jadi sekali goreng mungkin antar 10-12 perkedel aja (tergantung besar wajannya juga sih).


Selamat mencoba :D
Perkedel Kentang siap disantap

soto banjar ala mama



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...