Kamis, 20 September 2012

Morning Light - Windhy Puspitadewi

“Novel ini ditujukan untuk kalian, khususnya para bunga matahari yang masih berusaha mengejar matahari”
Itulah sederet kata yang tertulis di kata pengantar Morning Light karya Windhy Puspitadewi, yang membuat saya semakin tertarik dan menebak-nebak isi ceritanya . Yang terbayang dalam pikiran saya buku ini bercerita tentang seorang gadis yang naksir abis dengan temannya , terus mengejarnya hingga sampai pada satu titik di mana dia berhenti berharap. Hal ini tentu saja diperkuat dengan keterangan lain di kata pengantar di mana si penulis mengatakan bahwa novel ini berdasarkan pengalaman pribadinya sendiri, di mana ada seseorang yang dikejar sejak dia kecil .

Senin, 17 September 2012

Cinta (Sebuah rumah untuk hatimu)

Sudah lama sekali saya ingin membaca karya dari Ollie terutama ketika saya membaca profil tentang Ollie dan kemudian menemukan blognya jugaaa ketika bukunya yang terbaru digembor-gemborkan akan segera terbit. Ingin sekali memilikinya

Maka, ketika saya berniat meminjam buku pada salah satu sahabat dan juga kakak di kota Balikpapan dan beliau pun menyebutkan koleksi buku beliau.. eaaa… ternyata di deretan buku itu ada bukunya Ollie. Wuuiiih… Senang bukan main saya , tentu saja buku Ollie tersebut menjadi yang pertama saya sebut pengin pinjam dan jugaaa menjadi yang pertama saya baca dan sudah selesai

Rabu, 12 September 2012

Dzulhijjah, 4 tahun silam (part 3)

Maghrib menjelang, kami pun melaksanakan shalat maghrib berjamaah. Setelah selesai shalat, saya mendengar lantunan takbir berkumandang di tenda tetangga di maktab kami. Air mata saya kembali menderas. 

Ini malam Idul Adha, saya tersadar kembali akan hal itu. Kerinduan akan kampong halaman langsung menyusup cepat ke hati, ini Idul Adha pertama saya tak melewatinya beserta keluarga di rumah, tapi ini juga Idul Adha impian saya. Berada di Arafah.

Selasa, 11 September 2012

Dzulhijjah, 4 tahun silam (part 2)

Sambungan dari tulisan ini

Hari Arafah, 9 Dzulhijjah 1429 H

Selepas shalat subuh, rombongan kami langsung beranjak meninggalkan maktab di Mina menuju Bis yang akan membawa kami ke Arafah. Sebelumnya sempat terjadi kegamangan juga kapan mau berangkat ke Arafah? Karena beberapa rombongan yang bertetangga dengan tenda kami sudah menuju Arafah dini hari sekali, bahkan ada yang berangkat bada isya. Namun, para ustadz pembimbing bertahan agar kami serombongan tetap melaksanakan shalat wajib sebanyak 5 waktu dulu sebelum ke Arafah, karena sunnah Rasulullah seperti itu. Jadi kami akan berangkat bada subuh. InsyaAllah masih sempat mengejar waktu, kalau terjebak kemacetan yang parah, risiko terburuk ya harus jalan kaki.

Sabtu, 01 September 2012

Dzulhijjah, 4 tahun silam

Idul Adha, biasanya saya akan melewatinya seperti biasa, shalat ied pagi harinya, silaturrahim sebentar kemudian beranjak ke rumah nenek saya, berkumpul bersama keluarga. Idul Adha di sana meriah.. tak kalah deh dengan Idul Fitri karena keluarga akan berkumpul dan kami masak bareng. Masing-masing mengeluarkan jurus andalannya mengolah daging. Yup, daging korban yang baru dipotong. Masih segar sekali. Dibikin apa aja maknyus punya.

Namun jika ditanya, kapan Idul Adha yang paling berkesan selama hidup saya ini, tentu saja jawabannya adalah Idul Adha 4 tahun yang lalu. Idul Adha yang begitu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Idul Adha di tahun 1429 Hijriah. Idul Adha yang saya lewati hanya dengan kakak dan tante sebagai keluarga saya. Idul Adha yang saya impikan bertahun-tahun untuk berada di tempat itu. 10 Dzulhijjah yang saya lewati di Arafah, Mekkah dan Mina.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...