Kamis, 31 Januari 2013

Apa kabar resolusi 2012?

Saya jadi teringat apa yang saya tulis di sini di awal 2012. Catatan ketika saya baru berwisata rohani di kota saya sendiri bersama Ustadz Arifin Ilham. Dalam catatan itu saya menyebutkan menjadikan 7 amalan harian yang disampaikan sang ustadz sebagai resolusi 2012. Jadi apa kabar resolusi itu?

Ah, malu sekali karena saya masih sangat tertatih melaksanakan resolusi itu. Dan tentu saja apa yang ingin saya lakukan itu terus berlanjut untuk saat ini walau tahun telah berganti. Karena ituuu... Saya masih tertatih dalam melaksanakannya. Hiks.....

Belakangan saya mendengarkan pengajian yang bertajuk 'Mengisi Waktu dengan Ibadah'. Di sana sang Ustadz mengatakan 'Para ahli tafsir mengatakan bahwa setiap manusia yang berhadapan dengan malaikat maut, maka manusia itu pasti minta diberi sedikit umur. Setiap manusia berhadapan dengan malaikat maut yang pertama disesali adalah banyaknya waktu yang sia-sia. Sedangkan pada waktu itu ketika sudah berhadapan dengan malaikat maut tidak ada perpanjangan waktu walau sedetik.'

Minggu, 27 Januari 2013

“Giveaway Senangnya Hatiku: Dapat Buku Pinjaman”

    Saya sangat menyenangi buku, bagi saya buku seperti sahabat yang bisa menemani saya di saat sendiri dan sepi. Tentu saja kesenangan saya akan buku berkorelasi dengan kesukaan saya membaca. Ya iya lah, masa buku cuma dipajang gitu doang. Tapi dengan melihat buku-buku terpajang juga sudah bikin hati saya senang, karena itulah saya doyan ke toko buku.

    Sedari kecil saya senang sekali jika diberi hadiah buku, beranjak besar buku tetap merupakan kado favorit saya. Teman-teman terdekat sudah tahu betul akan kesenangan saya ini, beberapa kali saya ulang tahun, kado buku seolah jadi pilihan tetap teman-teman untuk diberikan pada saya. Senangnya hatiku ketika diberi hadiah berupa buku.

Minggu, 20 Januari 2013

Pandangan Pertama : Saya Terpesona

Burung besi yang membawa saya mengangkasa dijadwalkan berangkat tepat pada tengah malam waktu Jakarta. Ratusan penumpang pesawat menunggu dengan sabar di Soekarno Hatta. Badan saya saat itu sudah merasakan kelelahan karena sudah sedari pagi saya mulai menempuh perjalanan, dari kota kecil Barabai menuju Banjarmasin, balik lagi ke Banjarbaru dan terbang ke Jakarta. Perjalanan tak sampai ke Jakarta, karena akan ada perjalanan lanjutan menuju Dubai di tengah malam itu.

Begitu pesawat lepas landas, saya berusaha untuk memejamkan mata. Beristirahat semampu yang saya bisa, sekalian menyimpan tenaga karena masih ada perjalanan panjang yang akan dilewati. Bersyukur pada saat itu saya bisa tertidur beberapa jam walau lebih banyak terjaga.

Sampai di Dubai hari sudah terang. saya dan rombongan berjalan menuju terminal lain untuk memasuki pesawat berikutnya. Iya, di Dubai hanya transit. Tapi senang juga bisa transit di Dubai, karena ternyata bandaranya mewah luar biasa. Saya seperti berjalan di pusat perbelanjaan bukan bandara.

Senin, 14 Januari 2013

Education Blog?

Apakah saya orangnya mudah bosan?

Pertanyaan itu tiba-tiba menyapa saya hari ini. Latar belakangnya sih sederhana, waktu saya blogwalking dan ketemu blog yang anggun juga sederhana, tiba-tiba saja saya melirik blog saya sendiri. Kemudian saya merasa bosan dengan template yang saya gunakan. Hahahaha.... 

Padahal beberapa waktu yang lalu saya masih suka banget ama template itu. Template dengan ada foto tetikus berwarna pink. Tetikus berwarna pink itu mirip bener ama tetikus punya saya. Pas suami lihat template saya itu komennya juga gitu.. "mousenya mirip sama itu tuh," kata suami sembari menunjuk tetikus saya. Dan sekarang saya bosan dengan template itu. 

Rabu, 09 Januari 2013

Cinta Kita Melukiskan Sejarah

Ada yang udah nonton Ainun Habibie atau Habibie Ainun ya yang benar? Ah, apa pun itu intinya film yang itu tuh yang mengisahkan tentang Presiden ketiga kita. 

Sebelum menonton filmnya saya udah baca review di mana-mana dan ini membuat saya sedikit nyesal gitu, soalna saya jadi tak terlalu menikmati lagi karena pikiran saya sibuk menerka 'kapan ya adegan yang itu muncul' atau 'eh, ini kayakna yang diceritakan itu deh'.. intinya dari beragam review yang saya baca, seakan membentuk satu kesatuan film tersebut. Tapi walau begitu saya tetap sukaaaaa.... ^^

Film Habibie Ainun adalah film yang diadaptasi dari sebuah buku, saya kok enggan menyebutnya novel. Karena Buku Habibie Ainun seperti sebuah biografi gitu, perjalanan hidup, bukan novel. Apa bedanya yan? Ga tau. hihihihi.... Oya, saya punya bukunya yang cetakan pertama yang dicetak sebanyak 25000 eksemplar saja dan disebarkan ke seluruh Indonesia. Sekarang entah sudah cetakan berapa. 

Senin, 07 Januari 2013

40 hari dan 4 bulan

Jum'at kemarin, subuh-subuh pintu kamar saya diketuk kakak kedua saya yang sontak bikin saya kaget. Soalna lagi ngantuk sih... Masih capek ceritanya abis menempuh perjalanan jauh kemarinnya, hari kamis itu. Perjalanan dari Balikpapan - Banjarbaru - Barabai. Mana pesawat yang dijadwalkan pagi pakai delay nyaris 4 jam. Mantap kan?

Nah, si kakak nanya ke saya, apa saya yang akan mengantar mama ke pengajian? Seperti kebiasaan sebelum nikah. Saya mengiyakan aja. Walau masih berat juga karena kondisi tubuh yang masih tepar-tepar ngantuk gitu. Tapi jadi juga deh ngantar mama, dan saya putuskan untuk ikut duduk aja di pengajian itu daripada bolak balik ngantar trus ntar jemput lagi. Ga lama juga kok pengajiannya.

Waktu saya duduk itu si ustadz lagi ngebahas tentang penciptaan manusia, 40 hari menjadi segumpal air, 40 hari kemudian menjadi segumpal darah trus 40 hari berikutnya menjadi segumpal daging. Eitsss, bukan karena saya lagi pengin hamil jadi tertarik dengan urusan pembentukan ini, tapi penjelasan Ustadz tentang makna 40 hari itu.

Selasa, 01 Januari 2013

Mencegah Lebih Baik Dari Mengobati

Saya punya waktu sampai jam 11 untuk ngeblog. Hehehe... Sementara jam di laptop saya menunjukkan pukul 10.37 am. Kita lihat apa saya bisa menyelesaikan satu tulisan yang bermain-main di kepala saya sejak tadi malam.

Salah satu adegan dalam Jewel in the Palace a.k.a Jang Geum itu adalah saat Jang Geum belajar ilmu pengobatan pada seorang tabib wanita, Tabib Tjang. 

Pada suatu hari Jang Geum menemani Tabib Tjang menemui seorang pasien yang hidup di bawah garis kemiskinan gitu, seorang anak kecil di gubuk itu sedang sakit. Tabib Tjang memeriksanya dan kemudian bilang penyakitnya adalah ini dan ini dan harus diobati dengan obat ini tapi si orang tua pasien tidak punya uang untuk membeli obat-obatan tersebut. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...