Aku membuka halaman goodreads, mengetik satu nama di kolom 'search'. Satu nama yang kucari muncul di sana, gegas kuklik nama itu yang sekejap saja menggantikan halaman yang tadi terpampang dengan halaman profilnya. Huh, aku mendengus. Tidak ada review baru darinya. Aku menutup goodreads.
Jemariku mengetik lagi satu alamat, sebuah blog dengan template berwarna ungu lembut tersaji di depanku. Aku menghela nafas, tak ada yang berubah di sana. Semuanya tetap sama dengan terakhir aku berkunjung ke sini, tak ada postingan baru.
Aku masuk ke twitterku, mengarahkan kursor pada gambar kaca pembesar, mengetik 7 huruf ID twitternya yang sudah kuhafal betul. Aku bernafas lega, ada beberapa tweet baru darinya, tapi semuanya hanya RT dari tweet-tweet yang lain. Aku gelisah dengan semua kenyataan ini.
Senin, 25 Februari 2013
Senin, 18 Februari 2013
[BeraniCerita #2] Enam Tiga Puluh
06.30
Jam di ponselku menunjukan angka itu. Aku terjaga dari lelap yang kurasa baru sebentar. Ada suara ketukan di pintu. Aku mengomel sebelum benar-benar beranjak, hari minggu adalah waktuku santai dan ketukan di pintu ini membuatku terganggu.
Mataku memicing begitu pintu terkuak, sinar mentari yang sebenarnya tak terlalu cerah tapi begitu silau di mataku yang baru terjaga. Aku perlu waktu beberapa detik agar mataku bisa beradaptasi hingga silau itu sirna dan aku bisa melihat dengan lebih jelas dan oh tidak… aku terperanjat dan hampir ingin melompat menyadari siapa yang berdiri di depanku.
“Baru bangun Faira?” Aku terpaku.
Jam di ponselku menunjukan angka itu. Aku terjaga dari lelap yang kurasa baru sebentar. Ada suara ketukan di pintu. Aku mengomel sebelum benar-benar beranjak, hari minggu adalah waktuku santai dan ketukan di pintu ini membuatku terganggu.
Mataku memicing begitu pintu terkuak, sinar mentari yang sebenarnya tak terlalu cerah tapi begitu silau di mataku yang baru terjaga. Aku perlu waktu beberapa detik agar mataku bisa beradaptasi hingga silau itu sirna dan aku bisa melihat dengan lebih jelas dan oh tidak… aku terperanjat dan hampir ingin melompat menyadari siapa yang berdiri di depanku.
“Baru bangun Faira?” Aku terpaku.
Sabtu, 16 Februari 2013
[BeraniCerita #1] Keputusan Hati
"Tak terganti?" Naina menatapku dengan pandangan heran. Aku mengangguk, kemudian dari lisanku mengalir sebuah cerita. Saat berusia 18 tahun aku dikenalkan dengan seseorang yang orang tuaku bilang dengannya aku akan menjalani biduk rumah tangga.
Perjodohan memang bukan hal baru bagi keluarga kami. Tiga dari empat kakakku menikah karena perjodohan. Maka sebagai bungsu aku sudah siap akan hal itu. Menentang tidak ada dalam kamusku. Aku yakin setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya.
Tahun-tahun setelah itu aku mencoba mengenalnya dan aku sadar sepenuhnya kalau aku mulai jatuh hati padanya. Namanya tertanam dalam hatiku dan aku terus memupuknya karena satu hal yang kuyakini, pernikahan kami tinggal menunggu waktu.
Perjodohan memang bukan hal baru bagi keluarga kami. Tiga dari empat kakakku menikah karena perjodohan. Maka sebagai bungsu aku sudah siap akan hal itu. Menentang tidak ada dalam kamusku. Aku yakin setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya.
Tahun-tahun setelah itu aku mencoba mengenalnya dan aku sadar sepenuhnya kalau aku mulai jatuh hati padanya. Namanya tertanam dalam hatiku dan aku terus memupuknya karena satu hal yang kuyakini, pernikahan kami tinggal menunggu waktu.
Rabu, 13 Februari 2013
Ada Cinta Yang Nyata
Tahu lagunya Dee a.k.a Dewi Lestari yang berjudul Malaikat Juga Tahu?
Ketika mendengarkan lagunya, ada satu cerita yang terbayang dalam benak saya. Cerita di benak saya begini : Ada seorang cowok sebut saja namanya Abi. Abi punya sahabat cewek bernama Gaby. Gaby diam-diam naksir Abi gitu deh dan selalu ada di samping Abi. Mendengarkan segala tentang Abi.
Lelahmu, jadi lelahku juga
Bahagiamu, bahagiaku pasti.
Rabu, 06 Februari 2013
Prasangka lagiii...
Syafiyyah binti Huyai adalah salah satu istri Rasulullah. Saya suka sekali dengan nama Syafiyyah ituuuu.... :)
Yang paling saya ingat tentang cerita Syafiyyah adalah saat beliau bersama Rasul di mesjid. Dan setelah saya googling lagi ceritanya ternyata itu adalah salah satu hadist yang dirawikan oleh beliau. Hadistnya berbunyi :
ia berkata, “Suatu malam, Nabi beriítikaf di masjid, lalu aku datang mengunjungi Beliau. Setelah selesai mengobrol, aku berdiri dan hendak pulang. Beliau pun berdiri untuk mengantarku. Tiba-tiba dua laki-laki Anshar lewat. Tatkala mereka melihat Nabi, mereka mempercepat langkah mereka. “Perlambatlah langkah kalian! Sesungguhnya ini adalah Shafiyah binti Huyai,’kata Nabi. “Maha suci Allah, wahai Rasulullah, kata mereka. Beliau mengatakan, ‘Sesungguhnya setan itu berjalan pada aliran darah manusia. Sebenarnya aku khawatir, kalau-kalau setan membisikkan tuduhan dusta atau hal yang tidak baik dalam hati kalian.” (HR. Al-Bukhari).
Yang paling saya ingat tentang cerita Syafiyyah adalah saat beliau bersama Rasul di mesjid. Dan setelah saya googling lagi ceritanya ternyata itu adalah salah satu hadist yang dirawikan oleh beliau. Hadistnya berbunyi :
ia berkata, “Suatu malam, Nabi beriítikaf di masjid, lalu aku datang mengunjungi Beliau. Setelah selesai mengobrol, aku berdiri dan hendak pulang. Beliau pun berdiri untuk mengantarku. Tiba-tiba dua laki-laki Anshar lewat. Tatkala mereka melihat Nabi, mereka mempercepat langkah mereka. “Perlambatlah langkah kalian! Sesungguhnya ini adalah Shafiyah binti Huyai,’kata Nabi. “Maha suci Allah, wahai Rasulullah, kata mereka. Beliau mengatakan, ‘Sesungguhnya setan itu berjalan pada aliran darah manusia. Sebenarnya aku khawatir, kalau-kalau setan membisikkan tuduhan dusta atau hal yang tidak baik dalam hati kalian.” (HR. Al-Bukhari).
Selasa, 05 Februari 2013
Tergoda Buku
Februari ini sebenarnya meneguhkan hati buat tidak beli buku. Kenapa? Ada beberapa alasan salah satunya karena buku yang belum saya baca juga masih numpuk. Trus januari kemarin saya juga udah minjam 11 buku dari teman, yang terbaca 9 buku, 2 buku ga terbaca. Waktunya mepet siiih.. Cuma 20 hari *nyari2 alasan*
Sehabis pulang mudik, saya juga mampir di gramed dan beli satu novel. Samaaaa... novelnya juga belum saya baca. Jadi februari, plis deh yanti.. absen dulu ya beli buku.
Bisa? Sesaat setelah kembali ke tanah perjuangan ini, saya kembali membeli buku. Errrghhhh... Kali ini via lelang buku. Ga tahan aja nih tangan buat nawar-nawar. Tawaran saya menang lagi. Saya pun bilang ke beliau yang ngegaji saya itu. "Ga papa ya, ini bukunya Dee lho. Emang pengin punya." Beliau sih always mendukung saya.
Sehabis pulang mudik, saya juga mampir di gramed dan beli satu novel. Samaaaa... novelnya juga belum saya baca. Jadi februari, plis deh yanti.. absen dulu ya beli buku.
Bisa? Sesaat setelah kembali ke tanah perjuangan ini, saya kembali membeli buku. Errrghhhh... Kali ini via lelang buku. Ga tahan aja nih tangan buat nawar-nawar. Tawaran saya menang lagi. Saya pun bilang ke beliau yang ngegaji saya itu. "Ga papa ya, ini bukunya Dee lho. Emang pengin punya." Beliau sih always mendukung saya.
Langganan:
Entri (Atom)
Template by Blogger Perempuan
