Senin, 29 Februari 2016

Kuliner Sebagai Bagian Budaya Nusantara

                Indonesia adalah negara yang luas, terbentang dari Sabang sampai Marauke. Negara seluas Indonesia tentu punya kekayaan budaya yang melimpah ruah. Jangankan antar pulau, antar kota yang masih dalam satu provinsi saja bisa mempunyai budaya yang berbeda.

                Pada saat Bali ditetapkan sebagai destinasi wisata kuliner, Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika mengatakan kalau salah satu aspek budaya adalah kuliner, di samping seni rupa, tari, dan suara. Kuliner adalah cerminan budaya, adat suatu bangsa yang ditandai bagaimana cara masak, apa bahan makanan, bagaimana cara makannya. (Sumber : Surabayaonline.co , 2016)

                Bicara tentang kuliner sebagai bagian dari budaya bangsa adalah pembicaraan yang tak habis-habis. Indonesia kaya akan beragam macam kuliner Nusantara. Sebut saja salah satunya soto. Soto yang ada di Indonesia tidak hanya satu jenis, tapi beragam jenis sesuai daerah masing-masing. Dari ibukota negara kita mengenal soto Betawi, dari tanah Jawa kita tahu ada soto Lamongan, dari Kalimantan Selatan tentu saja ada soto Banjar yang menjadi andalan kuliner Kalimantan Selatan.
Soto Banjar

Selamat Jalan, Kompas Anak

Kemarin sebuah kabar mengejutkan datang. Kompas Anak tak lagi terbit mulai pekan depan. Sebenarnya Kompas Anak bukan media tersendiri, ia bagian dari koran Kompas yang hadir setiap hari minggu. Belilah koran Kompas di hari minggu, maka akan ada halaman untuk anak-anak. Kompas Anak begitu biasa ia disebut.

Sebenarnya kabar akan sesuatu sudah diumumkan Kompas Anak beberapa hari sebelumnya. Alih-alih menduga kabar sedih, sebagian dari komentar yang masuk malah berharap itu adalah kabar bahagia karena disebutkan juga akan ada dua cerpen yang dimuat. Saya malah berharap Kompas Anak terbit tersendiri, bukan menjadi bagian dari Kompas. Seperti tabloid khusus untuk anak-anak.

Nyatanya, itu semua hanya harapan saya. Hari sabtu kabar itu terasa terang. Kompas Anak kembali memasang status dengan nada sedih. Saya menduga satu hal. Ternyata yang menduga hal tersebut bukan hanya saya. Yah... Dugaan kalau Kompas Anak akan ditutup.

Kamis, 25 Februari 2016

Tentang Mandai, si Kulit Cempedak

Ada yang belum tahu buah cempedak? Buah cempedak ini bukan buah nangka. Tapi dari segi kekerabatan tentu saja cempedak lebih dekat dengan nangka dibanding dengan mangga. Dari berbalas pantun eh komen dengan Mbak Maharani Aulia, saya menemukan fakta kalau cempedak ini satu genus dengan nangka. Genus (jamak genera) atau marga adalah salah satu bentuk pengelompokan dalam klasifikasi makhluk hidup yang lebih rendah dari familia (Sumber Wikipedia).
cempedak atau tiwadak
Saya pun perlu googling dulu buat mengingat pelajaran zaman biologi dulu. Hahaha... Cempedak dan Nangka sama-sama genus Artocarpus. Cempedak punya nama Artocarpus integer, sedangkan nangka punya nama Artocarpus heterophyllus.

Jumat, 19 Februari 2016

[Kuliner Banjar] Iwakaring by Agus Sasirangan


Makanan ala rumahan memang kerap dirindukan karena rumah emang ngenganin, kan? Saya masih ingat saat menemani suami dinas di ibukota selama 10 hari lebih. Menginap di hotel dan makan ala makanan hotel setiap hari. Rasanya bosan sekali.

Saya kangen masakan rumahan. Untunglah tak jauh dari hotel tempat saya menginap ada warung tegal. Jadi, saya beli makan di sana untuk sedikit mengobati kangen terhadap masakan rumahan. Menikmati oseng-oseng tempe dan perkedel jagung rasanya nikmat sekali.

Pesona masakan rumahan itulah yang dibaca peluangnya oleh Agus Sasirangan. Ia menjadikan bisnis tempat makan miliknya sensasi seperti makan di rumah. Oleh karena itu, tampilan makannya pun ala-ala kita makan di rumah. Tidak ada penyajian atau penataan hidangan ala hotel atau resto mewah, semuanya sederhana dan bersahaja seperti makan di rumah. Tagline tempat makan ini pun berbunyi : Rasakan Sensasi Seperti Makan di Rumah dengan menu Aneka Macam Masakan Khas Banjar.

Senin, 15 Februari 2016

Mau Menyantap Bakso Sedap nan Sehat? Begini Cara Memilihnya!

Semangkok bakso siap santap
Bakso. Siapa sih yang tidak tergoda dengan hidangan yang satu ini. Disajikan dengan kuah yang hangat, bakso memang menjadi teman setia yang cocok disajikan di segala kesempatan. Menyantap bakso di cuaca yang dingin akan membuat perut kenyang dan tubuh pun merasa hangat.

Sayangnya, tidak semua bakso yang dijual di pasaran terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas. Agar bisa mengenali ciri-ciri bakso sehat, coba ikut beberapa panduan ini, ya.

Jumat, 12 Februari 2016

Di Balik Layar Cerpen ‘Adik Selalu Bertanya’


           Sudah hari Jum’at, kemarin hari Kamis. Hari Kamis adalah jadwal terbit Majalah Bobo. Alhamdulillah di Majalah Bobo minggu ini ada cerpen saya yang berjudul ‘Adik Selalu Bertanya’.
Foto dari Mbak  Yayan Rika Harari smile emoticon
         Cerpen tersebut saya kirimkan pada bulan Februari tahun kemarin (2015) dan dimuat di Februari 2016. Butuh satu tahun waktu penantian. Tak apa. Saya sabar menanti. Hahaha…. Cerpen ini saya kirimkan satu surel dengan cerpen Pisang Gapit yang sudah dimuat sebelumnya. 

                Pernah saya membaca ada penulis yang lebih dulu menemukan judul ketika ingin menulis sebuah karya. Untuk cerpen ini pun begitu. Saya punya keinginan atau ide menuliskan cerpen berjudul ‘Adik Selalu Bertanya’. Sesuai judulnya, cerpen itu akan berkisah tentang seorang adik yang selalu bertanya. Ada kalanya anak-anak kritis dan suka bertanya macam-macam kan?

Rabu, 10 Februari 2016

Menulis Cerita Misteri


Beberapa waktu yang lalu ada pengumuman di grup BaW Community. Pengumuman tentang audisi naskah buat kumpulan cerpen anak (kumcernak). Membaca pengumuman tersebut, tentu saja saya bersemangat buat ikutan. Tapi begitu melihat temanya, oh tidaaaak...

Salah satu tema yang diusung dalam audisi itu adalah misteri. Menulis tentang misteri seperti jauuuh di luar kemampuan saya. Misteri di sini bukan misteri yang melibatkan hantu-hantuan. Tapi semacam pencarian informasi yang logis atas suatu kejadian yang misterius.

Saya bukan orang yang suka terhadap hal-hal berbau misteri itu. Cerpen-cerpen yang saya tulis pun nyaris semua hanya berkutat di kehidupan sehari-hari. Bukan misteri. Namun, saya sangat ingin ikut audisi tersebut.

Selasa, 09 Februari 2016

Bolos Dhuha Berjamaah



Bicara tentang masa putih abu-abu emang sesuatu ya. Segala kenangan menyeruak. Manis, pahit, asam, asin. Masa itulah di mana kita dengan riang gembira menyebut usia 15, 16, atau 17 tahun tanpa perlu menambahkan dalam hati plus sekian tahun :p

 Konon katanya, tidak afdhol masa itu dilewati kalau tidak nakal-nakal meski sedikit #ups #JanganDitiruAnakMuda. Kenakalan itu tak terkecuali dilakukan oleh saya yang katanya dari tampang tidak bakalan macam-macam #benerinMukena :p

 Shalat Dhuha. Kapan teman-teman mengenal ibadah sunnah itu? Dari SD? Wow.. Alhamdulillah yah. Kalau saya mengenalnya saat masih berseragam putih - abu-abu. Pada saat itulah shalat dhuha menjadi kegiatan di sekolah saya, salah satu Madrasah Aliyah Negeri di kota saya. Tidak setiap hari, bergantian per dua kelas setiap hari tapi itu pun sudah cukup membuat saya merasa terbebani. Ihiks... Ampuni Hamba Ya Allah...

Sabtu, 06 Februari 2016

[Cerpen Bobo] Gara-gara Papa

            Pertengahan minggu kemarin, saya mendapatkan sebuah kabar lara. Sebuah kabar yang membuat semua rencana berubah. Sehingga saya harus menempuh sebuah perjalanan dadakan dan sendirian. Itulah pertama kalinya saya menginap di sebuah hotel sendirian, pun pergi ke bandara sendirian.

Selama ini naik pesawat sendiri sih udah sering, tapi ke bandaranya selalu diantar. Bagi orang lain mungkin hal itu sudah biasa di usia seperti saya. Tapi, bagi saya itu adalah pengalaman pertama. Hehehe….
Suka ilustrasinya ^^
            Segala rencana yang berubah itu mengingatkan saya pada cerpen saya yang judulnya Gara-gara Papa. Cerpen tersebut sudah dimuat di Majalah Bobo. Di sana saya juga menyelipkan pesan tentang sesuatu yang kita inginkan terjadi tapi tidak terjadi bisa jadi itu adalah kondisi terbaik untuk kita. Seperti yang difirmankan olehNya :
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Selasa, 02 Februari 2016

Lima Barang Impian di Awal Tahun

Belanja online sudah merupakan sesuatu hal yang sulit dipisahkan dari kehidupan di era sekarang ini. Kita hanya perlu menengok layar ponsel atau laptop, klik klik, mengambil ponsel atau laptop buat sms atau internet banking, dan kemudian barang sampai ke rumah setelah melalui proses pengiriman.

Salah satu 'mall online' itu bernama Lazada. Saat saya berselancar di akun Facebook, saya kerap melihat item yang dijual di Lazada yang bikin saya berujar dalam hati 'Eh, bagus ya.', 'Wow, cakep.' dan gumaman dalam hati yang lainnya.

Ada banyak item yang saya inginkan di Lazada. Tapi kalau disuruh memilih lima, saya akan memilih lima barang ini :

[Kuliner Balikpapan] Bakwan Malang Idola

Semenjak mengenal varian bakwan malang yang masih sepupuan sama bakso, saya jadi doyan banget sama varian makanan yang satu itu. Rasanya lebih komplit dari bakso biasa karena isinya lebih variatif. Ada siomay basah, pangsit goreng, tahu bakso, dan entahlah apa lagi isinya. Intinya satu: saya doyan. Pakai banget. Wkwkwk...

Di Balikpapan ada yang namanya bakwan malang Bintang. Letaknya di Kilo 2. Beberapa kali makan di sana. Saya suka. Kemudian minggu kemarin saya janjian ketemu sama Mbak Mute, member Blogger Buku Indonesia. Ngambil tas dan kalender yang ngirimnya lewat rumah Mbak Mute. Nah, Mbak Mute nungguin di salah satu kedai bakwan Malang. Namanya Bakwan Malang Idola.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...