Senin, 31 Oktober 2016

Lima Blogger Favorit

            


Saya menyenangi yang namanya Blog Walking (BW) semenjak dulu. Jauh sebelum BW dikatakan perlu buat naikin DA. Jauh sebelum BW buat kunbal atau kunjungan balik. Saya menyukai BW bahkan sebelum saya tahu istilah blog walking tersebut.

            Sewaktu masih menjadi mahasiswi, saya senang mencari di mesin pencari satu tema tertentu, kemudian ngeklik beragam blog yang membahas tema tersebut. Kebanyakan tentang curahan hati para mahasiswi yang sedang berkecimpung di dunia kuliah juga organisasi. Dengan membaca blog mereka, saya menjadi tahu kalau saya tidak sendiri. Di belahan Nusantara lainnya, ada yang bernasib mirip-mirip dengan saya atau bahkan lebih parah dari saya.

Minggu, 30 Oktober 2016

Gadis dan Kacamata

            “Kacamata sudah tidak nyaman,” kata saya ketika bersama suami berjalan-jalan di mall di Banjarbaru. Ujung mata saya melirik ke arah optik yang ada di mall tersebut.

            “Ayo bikin kacamata baru.” Suami menawarkan. Namun, saya balas dengan gelengan kepala.

            “Nanti saja kalau cerpen ke-20 dimuat di Bobo atau ada satu cerpen yang dimuat di Gadis,” ujar saya ke suami. Saat itu cerpen yang dimuat di Bobo ada 14, sementara di Gadis memang belum satu pun cerpen saya dimuat di sana. Tapi, ada satu cerpen yang tengah berjuang di meja redaksi Majalah Gadis.

Sabtu, 29 Oktober 2016

[Cerma] Jera

Selalu menyenangkan ketika melihat karya kita di satu media untuk pertama kali. Seperti saat cerpen saya berjudul Jera dimuat di Minggu Pagi untuk pertama kali pada hari Jum’at minggu kemarin. Minggu Pagi adalah sebuah tabloid yang terbit di Yogyakarta setiap hari Jum’at, masih satu grup dengan harian Kedaulatan Rakyat.

Minggu Pagi menerima cerpen, cerma, puisi, opini, dan juga esai. Saya mengirimkan Cerma atau Cerita Remaja ke sana pada tanggal 12 Oktober 2016 dan kabarnya dimuat di edisi tanggal 23 Oktober 2016.

Syarat Cerma 3-4 halaman, spasi 1,5 font TNR (Times New Roman), kirim ke email ini: [email protected]. Saya tidak mendapat konfirmasi apa pun ketika cerpen ini dimuat. Penampakan cerma ini saya dapat dari Mas Sutono Suto. Terima kasih sekali, Mas ^_^

Jumat, 28 Oktober 2016

Cinta yang Tak Berujung pada Kebersamaan


"Yanti suka baca. Suka nulis juga enggak? Biasanya orang yang suka membaca juga suka menulis.” Suatu hari senior saya di satu organisasi menanyakan hal tersebut. Saya pun lantas menjawab.

"Suka membaca. Kalau menulis, hanya sebatas di buku harian. Walaupun saya ingin menjadi penulis."

Mendengar jawaban saya, beliau pun bertanya lagi. "Mau gabung di FLP?"

Hati saya membuncah mendengar pertanyaan tersebut. Saya pun langsung menyatakan berminat dan antusias sekali. Mungkin itu adalah jalan agar saya bisa menulis bagus seperti orang-orang hebat yang tergabung di FLP. Dengan bersemangat saya pun mengisi formulir untuk menjadi anggota FLP.

Kamis, 27 Oktober 2016

Permasalahan Akut di Sektor Kesehatan

        
Seorang ayah memeriksakan anak keduanya ke dokter. Anak bungsunya itu sering jatuh mendadak. Berlari dan tiba-tiba jatuh. Hal itu mengkhawatirkan ayahnya. Sementara anak pertamanya adalah sumber kebahagiaan buat sang ayah karena selalu tertawa. Siapa sangka, selalu tertawanya itu adalah sesuatu yang tidak beres dalam dunia medis. Ada tumor di kepala sang anak yang menekan bagian hipotalamus. Hipotalamus mengontrol segalanya, termasuk emosi. Jadi, saat tertawa tanpa alasan itu adalah bentuk kejang yang disebut kejang gelastik. Kedua anak itu harus mendapatkan penanganan medis.

            Tentu saja, setiap orangtua ingin mengusahakan yang terbaik buat buah hatinya. Namun, masalah biaya menjadi kendala. Sang ayah hanya seseorang yang kerja ini itu dan bergaji kecil. Mencoba meminjam sana sini pun tak ada yang berkenan. Sementara sang ibu sudah berpulang. Minta jaminan kesehatan ke pemerintah juga tak dikabulkan. Ada jaminan kesehatan buat anak-anak tapi untuk anak yatim piatu.

Jumat, 21 Oktober 2016

Pakasam, Kelezatan yang Tak Pernah Usang


            Beberapa waktu ini, entah mengapa saya merasa kalau pakasam sedang naik daun. Beberapa orang mem-posting olahannya di media sosial, beberapa yang lain menjualnya dan laris diserbu para pembeli.

Layaknya makanan kampung lainnya, pakasam adalah kelezatan yang tak pernah usang. Mereka yang lama tak menyantap merindukannya, mereka yang bisa dengan mudah menikmati tak pernah bosan untuk menyajikannya di meja makan.
pakasam Barabai

Kamis, 20 Oktober 2016

5 Cara Menarik Memperoleh Buku Murah Namun Tetap Bermutu


Memiliki ketertarikan untuk membaca menjadikan kita merasa perlu membeli buku terbaru secara teratur supaya memiliki kegiatan jelas. Rasanya ada yang kurang kalau saya lama tidak membeli buku.
Buku Terbaru 
Kegemaran membaca memang menjadi sangat bermanfaat terutama jika membaca bacaan yang berkualitas. Semakin banyak yang dibaca dan dipahami maka manfaatnya sangat besar, tidak harus dimanfaatkan saat itu juga. Namun yang namanya ilmu ke depannya akan tetap bermanfaat, sehingga akan sangat bagus bila membaca menjadi suatu budaya.

Cerita Putri Mahkota dari Tanah Sunda

            Saya menonton drama Korea berlatar sejarah yang lagi nge-hits itu. Akibatnya saya jadi mencari tahu tentang Sejarah Kerajaan Goryeo di Korea sana. Kemudian ngebayangin,  coba gitu ya kalau sejarah negeri sendiri dikemas dengan apik layaknya drama Korea. Jadi, kita bisa mengetahui plus mempelajari sejarah dengan cara yang menyenangkan.

            Ngomong-ngomong tentang sejarah, saya memang penyuka yang namanya sejarah. Jadi, ingat dengan salah satu novel yang juga dikemas dengan apik dan mengambil tema sejarah yaitu Perang Bubat. Perang Bubat terjadi saat sekeluarga penguasa Tanah Sunda dibantai pasukan Gajah Mada.

            Judul novelnya Citra Rashmi karya Tasaro GK. Novelnya sih dibilang dwilogi, tapi baru satu buku yang terbit. Buku keduanya kapan terbit? Entahlah, saya sampai menyerah untuk bertanya. Hehehe… Resensi saya untuk buku ini pernah dimuat di Koran Jakarta pada bulan Februari 2014. Baru ingat kalau resensinya belum saya taruh di blog ini. Berikut resensi Citra Rashmi.

Rabu, 19 Oktober 2016

Belanja Via ShopBack, Dapat Cashback, dan Voucher Zalora


Belanja online memang sudah menjadi gaya hidup buat sebagian orang. Di satu sisi tentu saja kita begitu dimudahkan dengan belanja online. Seperti yang baru saya lakukan tadi pagi. Sembari nyantai, pegang hape, dan lihat-lihat toko online dari hape kemudian memutuskan untuk membeli. Ambil ponsel satunya buat transfer dan selesai. Barang akan dikirimkan penjual ke alamat yang saya tuliskan.
Masyarakat yang gemar belanja online. Capture dari drama Shopping King Louie
            Hal lain yang membuat saya senang belanja online adalah terkadang saya menemukan harga yang lebih murah daripada belanja offline. Bahkan setelah ditambah ongkir pun harganya masih lebih murah, semisal untuk buku.

Senin, 17 Oktober 2016

Mengenal Dange, Kuliner dari Sulewesi Selatan

            Merantau adalah salah satu cara kita bisa mengenal lebih banyak hal-hal lain yang selama ini tidak kita dapatkan. Seperti saat saya hijrah ke Kalimantan Timur selepas menikah. Kalau dulu, di kampung halaman saya, Kalimantan Selatan yang sebagian besar penduduknya adalah suku Banjar, yang namanya kuliner di daerah saya primadonanya ya kuliner khas Banjar.

Beda ketika saya berada di Kaltim ini, tepatnya di kecamatan Muara Jawa. Bisa dibilang ada 3 suku yang sebagian besar bermukim di sini. Banjar, Jawa, dan Bugis. Dan di sinilah uniknya, saya jadi banyak mengenal yang namanya kuliner Bugis. Salah satunya Dange.

Kamis, 13 Oktober 2016

Tentang Cerpen Sepasang Mata Rindu

Sepasang Mata Rindu, judulnya. Judul yang tak direncanakan karena saya temukan selepas tuntas menulis cerpennya. Cerpen ini sendiri bermula dari tantangan untuk menulis cerpen remaja di Kelas Penulis Tangguh. Saat itu tema yang disodorkan tentang fobia. Bersama beberapa teman, saya kemudian membahas tentang fobia. fobia apa saja yang tak awam dan bisa dijadikan cerita.

"Ada fobia rindu enggak?" Tanya saya saat itu.

Mengapa saya menanyakan hal tersebut? Karena saya sedang tersengat rindu. Kata orang rindu itu indah, namun bagiku itu menyiksa. Begitulah yang dikatakan oleh Teh Melly lewat lagunya Bimbang. Dan... Saya merasakan itu. Rindu yang menyiksa. Kerinduan saat itu berdentam-dentam di dalam dada dan ingin dituntaskan tapi belum bisa. Saya tidak menikmati saat rindu itu tiba tapi justru mencoba menghindarinya.

Rabu, 12 Oktober 2016

Mengunjungi Rumah Beruang Madu

Lama juga tidak posting tulisan yang dimuat di media karena memang lama tulisan saya belum dimuat di media lagi #ngikik. Tapi, jadi ingat sama tulisan yang belum dimasukkan ke blog ini, salah satunya tulisan ini. Ini salah satu tulisan yang special buat saya sebab sampai sekarang baru tulisan ini satu-satunya artikel perjalanan yang berhasil tembus media. Kirimnya juga jarang sih karena saya juga jarang jalan-jalan.

Tulisan ini menjadi special juga karena ini termasuk salah satu tulisan yang awal-awal dimuat. Sekitar awal tahun 2014. Waktu menerima kabar kalau tulisan ini dimuat rasanya senaaaang sekali bisa dimuat di rubrik Pariwisata harian Pikiran Rakyat bulan Maret 2014.  Berikut artikel saya tersebut, artikel asli yang saya kirim ke Pikiran Rakyat sebelum diedit pihak redaksi. Judul termasuk yang diedit. Hehehe…
Rubrik Pariwisata di Pikiran Rakyat

Happy Reading ^_^

Senin, 10 Oktober 2016

Aplikasi Database Timbunan Buku

Entah sejak kapan suami meminta saya untuk membuat data buku-buku yang saya punya. Tapi, tetap saja rasa malas membelenggu hingga jawaban 'Nanti' selalu menjadi andalan. Sampai mungkin suami juga udah bosan dengan permintaannya itu sehingga tidak pernah lagi hal itu dia kemukakan.

Beberapa waktu yang lalu, beliau sedang mengutak atik excel yang udah jadi ‘mainan’ kesukaan beliau sejak dulu. Saya yang lagi asyik nonton pun nyelutuk, "Daripada ngerjain yang enggak jelas gitu, mending bikinin database buat timbunan buku."

Langsung diprotes sama suami. Dia protes karena saya nyebut kerjaannya enggak jelas. Wkwkwk... Ampuuuun :p

Minggu, 09 Oktober 2016

Workshop Menulis Tulis Nusantara Tahun 2012

            Facebook emang doyan ya membuka kenangan lama lewat fitur ‘See Your Memories’-nya itu. Terkadang saya malu sendiri dengan status dan catatan alay zaman dulu. Hihihi… Tapi, terkadang juga ada kenangan yang membangkitkan semangat atau seperti mencubit diri sendiri. Seperti hari ini, kenangan yang muncul justru adalah liputan saya untuk acara workshop Tulis Nusantara di Balikpapan beberapa tahun yang lalu.

            Tulisan liputan itu saya tulis di blog lama saya di wordpress, dan sekarang saya pindahkan ke blog ini saja. Jadi, ini bukan workshop baru ya, tapi workshop lama yang diadakan pada bulan Desember tahun 2012.
Worksop Tulis Nusantara

Sabtu, 08 Oktober 2016

Dream Shine, Think Shine, Experience Shine with Shine Fikri

            Multiply, salah satu platform blog yang pernah eksis beberapa tahun yang lalu menyisakan banyak kenangan manis buat penggunanya. Ada sebagian blogger yang memulai kesenangan menulisnya dari sana, kemudian setelah Multiply ditutup, sebagian bisa move on, hijrah, dan tetap ngeblog. Sebagian yang lain ada yang mengaku belum bisa move on hingga sekarang.

            Salah satu pengguna MPers zaman dulu yang hijrah adalah Shine Fikri yang kini mengelola blog www.shinefikri.com dengan tagline  Dream Shine, Think Shine, Experience Shine. Nama asli ibu dari dua anak ini sebenarnya adalah Nur’aeni. Nur yang dalam bahasa Arab artinya cahaya, dan Shine yang dalam bahasa Inggris juga berarti cahaya.

Jumat, 07 Oktober 2016

4 Mesjid / Mushalla di Pulau Bali


            Bali memang menyimpan pesona yang tak diragukan lagi. Keindahan alam dan juga pantai-pantainya yang cantik membuat banyak wisatawan tertarik untuk datang ke sana. Tidak hanya wisatawan lokal, tapi Bali juga menjadi impian liburan buat wisatawan di berbagai negara.

            Berlibur untuk melepas kepenatan sekaligus melihat alam ciptaanNya yang indah bukan berarti mengabaikan kewajiban ibadah, terutama buat kaum Muslim yang punya kewajiban shalat 5 waktu setiap hari. Berikut adalah beberapa mesjid atau mushalla di Bali yang bisa dijadikan pilihan buat kaum Muslim untuk menunaikan shalat 5 waktu atau shalat Jum’at buat para pria Muslim.

Selasa, 04 Oktober 2016

Mengintip Perjalanan Keluarga Myra Anastasia

“Kenapa saya suka jalan-jalan bersama suami dan anak-anak? Karena saya enggak pernah terbiasa jalan sendirian. Mungkin penyebabnya karena dari kecil dibiasakan seperti itu. Lumayan susah minta izin jalan-jalan apalagi sampai menginap kalau tanpa orang tua.”

Itulah sedikit cuplikan dari Selayang pandang yang dikemukan Mbak Myra pada sebuah grup, dan saat membaca hal tersebut saya langsung berujar dalam hati kalau itu saya banget. Serupa Mbak Myra, saya juga teramat sangat susah dapat izin jalan-jalan dari orangtua apalagi menginap. Karena itulah sampai sekarang pun saya juga tak terbiasa jalan-jalan sendirian. Enaknya sama keluarga atau berdua dengan suami.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...