Semenjak
suka menulis cerpen anak, saya kerap mengubek memori masa kecil untuk
mendapatkan ide. Kenangan-kenangan akan masa lalu kemudian timbul di permukaan.
Salah satunya pengalaman saya naik mobil polisi saat masih SD dulu.
Saya
ingin menjadikan pengalaman tersebut sebuah cerpen. Tapi cerpen seperti apa?
Saya belum tahu. Ibaratnya saya sudah punya bahan untuk memasak. Namun, mau
dibikin apa bahan tersebut? Saya masih belum tahu. Sampai kemudian saya
mendapatkan bahan baru untuk dimasak bersama bahan tersebut.
Bahan
baru itu berupa perasaan gemes. Gemes melihat orang begitu mudahnya menyebarkan
informasi tanpa cek dan ricek. Hanya sekali lihat atau baca, kemudian
menyebarkan. Padahal belum tentu apa yang terlihat seperti kelihatannya atau
bisa juga semuanya sudah basi.





