Kamis, 28 April 2016

Alasan Punya Baju Baru Saat Lebaran

Tak terasa sebentar lagi kita akan kembali memasuki bulan suci Ramadan. Ramadan tiba, artinya lebaran pun akan menghampiri. Apakah teman-teman punya kebiasaan membeli baju baru untuk lebaran atau malah memanfaatkan momen lebaran untuk jual baju lebaran murah?
Baju Gamis buat Lebaran

Sebenarnya sih, ya, memakai baju baru lebaran tidak ada landasan dalilnya dalam agama. Salah satu sunnah pada hari raya Idul Fitri adalah memakai pakaian terbaik yang dipunya.  Seperti yang ada pada hadist berikut :

Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu, bahwa: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, dan memakai wangi-wangian yang terbaik yang  kami punya, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang kami punya. (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak, hasan)

Rabu, 27 April 2016

Memetik Motivasi dari Blog Cerita Ida

Randu, adalah judul cerpen yang ditulis Mbak Shabrina WS. Sebuah cerpen yang sangat saya sukai. Diksinya manis, ceritanya pun begitu, namun bukan itu alasan utama saya sebegitu menyukai cerpen tersebut. Alasan utamanya adalah pesan yang disampaikan dalam cerpen tersebut.

 “Karena mungkin, kau tidak akan pernah tahu sejauh mana takdir tulisanmu.”

Begitu kata Randu. Saya jadi teringat lagi akan cerpen tersebut ketika menelusuri sebuah blog. Blog kepunyaan Mbak Ida Tahmidah. Cerita Ida, begitulah blog itu bernama. Ada beberapa label yang bisa ditemukan di bawah header blog tersebut. Salah satunya adalah label motivasi, yang membuat tangan saya menggerakkan tetikus ke arah label tersebut dan meng-klik-nya. Saya pun langsung menelusuri tulisan demi tulisan di sana.

Rabu, 20 April 2016

[Cerpen Kompas Anak] Lari, Rheina!

            Memilih nama tokoh dalam cerita kadang memang bikin mumet. Walau mengaku tidak terlalu memikirkan nama dengan begitu detail, tapi kerap saya kehabisan ide juga memberi nama untuk tokoh dalam cerita. Beberapa kali nama yang saya gunakan berulang sehingga nama yang saya pakai itu-itu saja.

            Salah satu sumber ide nama saya adalah dari film yang saya tonton. Saya pernah menulis cerpen remaja dengan tokohnya bernama Kai. Ketika ada seorang teman yang membacanya, dia bilang nama yang saya pakai sama dengan nama tokoh pada novel karya Windry Ramadhina. Padahal, saya memakai nama Kai karena merujuk pada film yang baru saya tonton saat itu yaitu 47 Ronin. Tokohnya juga bernama Kai, kan?

            Pada satu-satunya cerpen yang dimuat di Kompas Anak ini juga saya memilih nama tokohnya berasal dari film yang baru saya tonton yaitu Rush. Niki, kakak dari Rheina di cerpen ini, ide namanya dari Niki Lauda. Cerpen ini dimuat di Kompas Anak pada tanggal 29 Juni 2014 dan sampai Kompas Anak berhenti terbit cuma satu cerpen ini yang berhasil dimuat. Hiks. Sekarang Kompas Anak sudah berhenti terbit. T_T
            

Sabtu, 09 April 2016

Ira Guslina dan Keputusan Menepi Dari Dunia Kerja



Hidup adalah rangkaian memilih pilihan demi pilihan. Dari pilihan kecil hingga besar. Sarapan pagi saja kita memilih, mau nasi kuning, nasi uduk, bubur ayam, atau sarapan sehat buah ala food combining. Pilihan dalam hal yang lebih besar? Tentu saja ada. Memilih menerima atau tidak sebuah lamaran untuk menikah misalkan, ini termasuk pilihan yang besar karena akan ada kehidupan baru yang akan kita hadapi setelahnya. Termasuk pilihan besar adalah memilih menepi dari dunia kerja oleh seorang ibu pekerja seperti Ira Guslina, selanjutnya saya panggil beliau Mbak Ira.

Menepi dari dunia kerja, itulah istilah Mbak Ira karena beliau sendiri belum putus hubungan sepenuhnya dengan tempat beliau bekerja. Status beliau sekarang adalah pegawai non aktif. Non aktif karena mengambil cuti di luar tanggungan selama dua tahun. Cuti di luar tanggungan ini beda tipis dengan resign karena sudah tidak terikat apa-apa lagi dengan kantor. Tidak dapat gaji dan fasilitas apapun.

Rabu, 06 April 2016

[Review Buku] Sekaca Cempaka


Sepekan belakangan, pembicaraan tentang Sekaca Cempaka muncul ke permukaan. Tentu saja hal itu membuat penasaran dengan novel karya Urang Banua itu. Untunglah waktu dicari di Ijak, Si Perpustakaan Digital bukunya ada. Horee... Mari kita pinjam dan baca.

Sekaca Cempaka adalah sebutan dari Nurul dan Iful untuk karangan bunga cempaka yang ada dalam kaca. Herannya, bunga cempaka dalam kaca itu tak layu meski berpuluh tahun kemudian dan hanya satu pengarang bunga yang bisa membuat bunga itu tak layu dimakan usia. Keluarga Iful punya sepasang sekaca cempaka, diserahkan Iful satu sekaca cempaka kepada Nurul saat bilang ingin menikahi gadis tersebut ketika sudah mendapatkan kerja.

Selasa, 05 April 2016

Kado untuk Lelakiku

Sebagai seorang adik dari dua lelaki, seharusnya saya paham betul apa kado yang pas buat cowok. Harusnya, ya. Sayangnya... Saya dan kakak bukan tipe orang yang suka ngasih kado-kado gitu kalau saat momen ultah. Ngucapin pun tidak. Walaupun saya sadar betul ketika tanggal tersebut si kakak ultah.

Paling dulu kebiasaan kami waktu belum pada nikah, jika ada yang ultah cuma keluar makan bertiga. Itu pun tanpa ucapan, tanpa kue ultah, apalagi kado. Hahaha... Kami bertiga memang tidak romantis. Hihihi…

Saat zaman udah bisa masang status, paling lebay sih saya masang status 'Met Milad kakaaa...' Gitu doang. Itu juga tidak dia komen. Blasss... Dicuekin :p

Sabtu, 02 April 2016

7 Rahasia dimuat di Majalah Bobo

Ada yang bertanya kepada saya tentang apa rahasia supaya cerpen dimuat di majalah Bobo? Pertanyaan yang bikin bingung karena pada dasarnya memang tidak ada rahasia-rahasiaan. Tapi tidak apa-apa deh. Supaya seru, anggap saja ini rahasia, ya. Jangan bilang siapa-siapa. Hihihi...
 
Majalah Bobo
1.   Membeli majalah Bobo dan melahap semua cerpen dan dongeng yang ada di sana.

Ketika saya ingin menembus majalah Bobo dikasih tips begitu loh. Bukan ayo nulis dulu. Tapi beli beberapa edisi majalah Bobo. Kalau tidak bisa beli yang baru, beli aja edisi bekas, begitu pesan Uni Dian Onasis. Mbak Nurhayati Pujiastuti dan Mas Bambang irwanto pun bilang begitu. Dengan membaca majalahnya kita bisa mengenali karakter majalah tersebut. Bisa mempelajari bagaimana cerita yang diinginkan redaksi.

[Resensi Koran Jakarta] Meet the Sennas

Ini adalah salah satu resensi saya yang dimuat di Koran Jakarta. Dimuat pada saat hari-hari pelaksanaan Ujian Nasional dua tahun yang lalu yaitu tahun 2014. Maka, benarlah apa yang dikatakan orang-orang, salah satu pendukung agar suatu karya dimuat adalah momennya pas. Seperti resensi ini. Tentang UN dan dikirim saat UN berlangsung.

            Buku yang saya resensi adalah buku karya Orizuka. Salah satu penulis favorit saya. Rasanya lama sekali tidak membaca karya Orizuka #kode. Orizuka penulis Indonesia, loh. Bukan penulis luar negeri. Saya menyukai karya-karyanya.

            Dan sebagai penutup pengantar kali ini, cuma mau bilang Happy Reading ^_^
Meet The Sennas
Usaha Anak SMA Menaklukkan Matematika dalam Ujian Nasional
Oleh : Hairi Yanti
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...