Beberapa waktu yang lalu, kita
dikejutkan akan kabar betapa rendahnya minat baca orang Indonesia. Berdasarkan
61 negara yang memiliki daftar literatur, kedudukan Indonesia berada di nomor
60. (Republika, 2016) Namun, kita juga bisa melihat betapa tingginya antusias
para pemburu buku saat sebuah event yang bernama Big Bad Wolf diadakan di salah satu kota di Indonesia. (Nulis salah
satu kota karena ragu, Jakarta atau Tanggerang sih? Tanggerang kali, ya.
Xixixi…)
![]() |
| Timbunan Buku Siapa Ini? |
Dari antusias para serigala
pemburu buku itu, mengapa minat baca Indonesia masih tergolong rendah? Apakah
itu hanya euphoria sesaat atau banyak dari kita yang hanya suka menimbun buku
namun berdalih tidak punya waktu untuk membaca buku? Di bagian pertanyaan
kedua, saya merasa ngomong sama diri sendiri. Hiks…





