Kamis, 30 Juni 2016

Yonna Kairupan dan Dunia MakeUp

            Apa yang menjadi hal kekinian yang sering dibahas sekarang?
            Lebaran? Iya sih.
            Mudik? Iya juga.
            Valak? Nah ini!

Walaupun dijadikan meme lucu, tetap aja saya lihatnya serem. Namun, di balik wajah serem si Valak itu sebenarnya wajah pemerannya tidak serem. Apa yang menjadikan Valak menjadi sesuatu yang menakutkan gitu kalau dilihat wajahnya? Yup. Makeup. Dan saya pun kemudian mengenal seseorang yang menekuni dunia tersebut.

            Adalah Yonna Kairupan, seorang ibu dari 4 buah hati yang tampan dan cantik. Dari kecil, semanjak usia 3 tahun ketertarikannya pada dunia Makeup sudah terlihat sekali. Bahkan untuk bermain ke lapangan dan berkumpul dengan anak-anak seusianya, Mbak Yonna make up dulu. Kelopak mata beliau pun sewaktu masih kecil beberapa kali biru lebam karena kejepit penjepit bulu mata.
Mbak Yonna dan keluarga

Selasa, 28 Juni 2016

4 Langkah Memilih Busana Tepat Untuk Muslimah Yang Mau Berwisata


Lebaran  hampir tiba, biasanya akan disertai dengan liburan yang panjang. Menjelang liburan panjang, pasti para hijabers sudah memiliki rencana untuk berwisata mengunjungi tempat-tempat yang menarik dan indah. Sebelum hendak pergi berwisata, sebaiknya hijabers mulai mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan dari sekarang. Kebutuhan yang paling penting untuk berlibur adalah busana. Semua kebutuhan busana muslim untuk berlibur bisa Anda cari di MatahariMall.com. Toko online ini menyediakan koleksi busana muslimah yang cocok digunakan untuk berwisata. MatahariMall memang mengerti, unggul dan selalu menjadi solusi tepat untuk dunia fashion.

Kita semua tentu menghindari yang namanya saltum alias salah kostum. Supaya Hijabers tidak salah kostum saat berwisata, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan saat packing busana yang harus dibawa agar penampilan tetap nyaman, fresh, makin cantik, dan fashionable

Senin, 27 Juni 2016

[Resensi] Malam-malam Terang

Resensi buku Malam-malam Terang ini dimuat di Tribun Kaltim kemarin, Minggu, 26 Juni 2016. Akar konflik dari novel ini adalah ketika Tasniem tidak mendapatkan hasil NEM seperti yang ia harapkan. Ia berharap meraih NEM minimal 48 agar bisa meneruskan pendidikan ke SMA favorit, tapi NEM yang ia peroleh hanya 44,73.

Gara-gara resensi ini, saya kemudian cerita-cerita ke suami tentang kisah di dalamnya. Perbincangan kami berlanjut tentang NEM masing-masing yang diperoleh pada zaman sekolah dulu. Dan saya langsung baper plus minder karena NEM saya jauuuuh lebih rendah dari NEM suami. Wakakaka…. Ngapain juga bapernya sekarang yak? :p

Oya, ini resensi yang saya kirim ke Tribun Kaltim. Judul diedit sama redaksi, ‘Meraih Keberhasilan’nya dihilangkan. Happy Reading ^_^

Perjuangan Meraih Keberhasilan Setelah Kegagalan
Oleh : Hairi Yanti

Minggu, 26 Juni 2016

Proyek Menulis Setiap Hari

Akhir tahun 2014, saya dibuat ternganga oleh prestasi Mas Bambang Irwanto. Saat itu, di setiap edisi Bobo selalu ada nama beliau. Duh, saya juga kepengin. Apakah ini bentuk iri yang positif? :D

Tapi saya yakin, kalau untuk menjadi seperti Mas Bambang ada yang perlu diusahakan dan diperjuangkan. Bagaimana bisa saya tidak menulis apa-apa dan berharap dimuat di Majalah Bobo? Mimpi kali yee... Karena itulah saya kemudian mencanangkan satu proyek yaitu proyek 40 hari menulis cernak.

Alasan lainnya kenapa program itu saya canangkan adalah BaW, komunitas yang saya ikuti sedang mengadakan audisi naskah buat cernak, salah satu temanya adalah tema misteri. Tema yang sangat sulit buat saya. Saya berpikir, siapa tahu dengan menulis setiap hari bisa membuat saya mendapatkan ide untuk menulis cerpen misteri tersebut.

Jumat, 17 Juni 2016

Gamis dan Sebuah Perjalanan Berhijab

Ramai tentang gamis beberapa waktu yang lalu membuat saya juga jadi ingin bercerita tentang gamis dalam hidup saya. Setiap muslimah selalu punya cerita tentang proses berhijab mereka, dan tentu saja saya juga punya cerita tersendiri.
Gamis di Pantai
Saya selalu bilang kalau proses awal berhijab saya itu adalah sesuatu yang biasa. Tidak ada pertentangan batin, tidak ada larangan orangtua, dan lain sebagainya. Selepas menamatkan bangku sekolah dasar, saya melanjutkan sekolah ke Madrasah Tsanawiyah. Otomatis di sana lah saya mulai menggunakan jilbab, paling tidak di waktu jam sekolah. Walaupun awal yang biasa,  tapi tetap saja buat saya proses berhijab adalah sesuatu yang terus berproses sepanjang masa.

Rabu, 15 Juni 2016

Perlukah Memakai Watermark Pada Foto?


Dalam urusan foto, saya akui saya memang agak ketinggalan. Sewaktu awal-awal ngeblog, setiap postingan yang saya buat, nyaris selalu tanpa foto. Postingan tentang jalan-jalan tanpa foto, tentang makanan juga tanpa foto. Alasannya sih kadang malas, tapi lebih sering karena ngerasa foto yang saya ambil tidak layak untuk dipasang di blog. Minder tiada terperi.

Saya juga orangnya malas dalam belajar. Sempat terpesona dengan foto-foto sepupu saya di Instagram yang kece-kece. Bilang sama dia kalau saya mau belajar. Dia sih ngasih tipsnya sederhana aja, katanya selalu pakai background putih untuk setiap foto. Lah, foto dia kece-kece, foto saya teteup biasa aja walau sudah mengikuti sarannya.

Mengenal April Hamsa, Parenting and Lifestyle Blogger

            Mbak April, begitu biasa saya memanggil seseorang bernama April Hamsa. Mengenal beliau dulu semenjak sama-sama berada di sebuah ‘kompleks blog’ bernama Multiply. Beberapa tahun yang lalu, saat Ramadan juga, saya sempat kopdar dengan Mbak April di Banjarbaru sekalian buka puasa bersama.

            April Hamsa bisa dibilang adalah nama pena dari Mbak April, dari nama asli beliau Aprillia Ekasari. Hamsa diambil dari nama suami beliau (Ilham) dan nama Mbak April (Sari). Nama Hamsa kemudian juga menjadi bagian dari nama blog beliau yaitu www.keluargahamsa.com. Seperti namanya yang ada kata keluarga, di blog itu pun Mbak April banyak bercerita tentang keluarga beliau salah satunya tentang parenting karena Mbak April adalah ibu dari dua anak hebat, yaitu Maxi dan Dema.

Senin, 13 Juni 2016

Tiga Tulisan di Media

Resensi Apa Pun Selain Hujan

Saya mengirimkan resensi itu pada tanggal 18 Mei 2016. Resensi buku Apa Pun Selain Hujan yang pernah saya review juga di sini. Saya menulis dua resensi, satu resensi untuk blog dengan bahasa suka-suka ala saya, satunya lagi yang agak sedikit formal untuk dikirim ke media. Media yang saya tuju adalah Koran Jakarta.

Satu hari, dua hari, selepas saya kirim, resensi belum juga dimuat. Saya menunggu sampai seminggu juga tak kunjung dimuat. Tambah beberapa hari lagi saya sudah pesimis dan merasa sudah saatnya menghentikan harapan. Apalagi saat sudah 2 minggu resensi itu dikirim tak juga ada resensi yang nongol di sana.

Rabu, 08 Juni 2016

[Kuliner Banjar] Masak Asam Talang atau Telang Asam Manis

            Masak Asam Talang atau Telang Asam Manis adalah jenis makanan yang popular di Kalimantan Selatan. Makanan ini juga termasuk makanan penggagal diet buat para penggemarnya.

            Minggu kemarin, saat kakak ipar menelpon saya dan saya memberitahu kalau akan pulang ke Kalimantan Timur di hari pertama Ramadan, beliau bertanya, apa yang ingin saya bawa buat pulang? Saya langsung menjawab, tidak ingin apa-apa, pada dasarnya karena tidak ingin merepotkan.

            “Tidak ingin bawa Masak Asam Talang?” Tanya kakak ipar lagi memastikan. Mendengarnya langsung saja lidah saya berkata “Ya. Mauuu…” Mendengar masakan favorit saya yang saya itu, kontan saja lidah saya mengkhianati niatan tulus tidak ingin merepotkan yang tadinya meraja dalam pikiran saya.
Masak Asam Talang / Telang Asam Manis
            Seperti namanya, Masak Asam Talang atau Telang Asam Manis terbuat dari ikan asin telang. Ada yang menyebut ikan asin talang adalah nama lain dari tenggiri, walaupun saya tidak yakin mereka berdua berasal dari jenis yang sama.

Kamis, 02 Juni 2016

[Kuliner Banjar] Gangan Daun Labu

Saya menyebut gangan, pada setiap sayur berkuah di daerah saya. Bahkan, pada makanan apa saja yang berkuah, mama saya juga menyebut gangan. Gangan sup ketika menyebut sup ayam. Sayur bening disebut gangan sayur bening.

Ada banyak sekali jenis gangan yang menjadi kekayaan kuliner Kalimantan Selatan. Ada gangan pisang, gangan humbut, gangan keladi, gangan nangka, bahkan mandai pun bisa dibikin gangan. Gangan adalah menu pelengkap masakan Banjar, bisa disajikan dengan iwak babanam (ikan bakar) atau iwak basanga (ikan goreng). Bagaimana dengan iwak bapais (ikan yang dipepes)? Tentu saja juga bisa.
Paisan Patin, enak disantap dengan gangan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...