Tidak ada yang
menginginkan rumahnya terbakar. Tidak ada. Tapi, ada hal yang tak bisa kita
tolak kehadirannya termasuk musibah rumah terbakar. Saya mengalaminya. Dulu.
Saat masih berseragam putih biru. Di suatu malam yang tiba-tiba berubah menjadi
sendu.
Malam itu biasa,
seperti malam-malam sebelumnya. Yang menjadikannya tak biasa hanyalah saya
ingin bersantai dengan menonton TV sepuasnya di malam itu. Malam itu malam
liburan sehabis pembagian raport. Saya tentu saja bebas dari yang namanya
belajar. Maka, selepas makan malam saya secepat kilat melaksanakan tugas
mencuci piring agar niatan untuk santai menonton TV segera terlaksana.



