Sabtu, 26 November 2016

Amukan si Jago Merah

            Tidak ada yang menginginkan rumahnya terbakar. Tidak ada. Tapi, ada hal yang tak bisa kita tolak kehadirannya termasuk musibah rumah terbakar. Saya mengalaminya. Dulu. Saat masih berseragam putih biru. Di suatu malam yang tiba-tiba berubah menjadi sendu.

          Malam itu biasa, seperti malam-malam sebelumnya. Yang menjadikannya tak biasa hanyalah saya ingin bersantai dengan menonton TV sepuasnya di malam itu. Malam itu malam liburan sehabis pembagian raport. Saya tentu saja bebas dari yang namanya belajar. Maka, selepas makan malam saya secepat kilat melaksanakan tugas mencuci piring agar niatan untuk santai menonton TV segera terlaksana.

Rabu, 23 November 2016

Cobek dan Plastik Kemasan

            Seberapa penting sih cobek ada dalam alat perdapuran kita? Buat saya sih penting banget. Sama pentingnya dengan keberadaan wajan. Hehehe… Setelah menikah dan hidup mandiri dengan suami, saya hanya punya cobek kayu. Cobek kayu yang saya beli setelah pindah rumah. Seberapa berdayanya sih cobek kayu dalam menghaluskan bumbu dapur? Tentu saja tidak seberdaya cobek batu. Paling yang bisa mulus saat menghaluskan tahu. Bisa halus asal didukung dengan kekuatan tangan dan dengan waktu yang lebih lama dari biasa. Itu sepengalaman saya.
Ada cobek di dapurmu?

            Untuk itulah, saya lebih sering memberdayakan blender untuk menghaluskan bumbu. Blender yang kecilnya itu, loh. Jadi, tidak perlu pakai air. Memakai blender juga tak sepuas memakai cobek, apalagi untuk menghaluskan sambal. Sambalnya jadi halusss banget. Jadi, berasa kurang greget.

Sabtu, 19 November 2016

5 Jenis Jilbab Ini Harus Ada Dalam Daftar Koleksimu!


            “Alhamdulillah, sekarang sudah nyaman buat berjilbab.”

            Hal itulah yang beberapa kali mama sampaikan pada saya. Mama pun kerap bercerita kalau dulu, jilbab tidak sepopuler sekarang. Jilbab yang dikenakan waktu sekolah pun masih tidak syar’i walaupun beliau sekolah di sekolah Islam.

            “Hanya jilbab segitiga yang diikat di leher,” ujar mama saat bercerita.

Selasa, 15 November 2016

[Cerpen Majalah GADIS] Sepasang Mata Rindu

Seperti yang saya ceritakan di sini, cerpen Sepasang Mata Rindu dimuat di Majalah Gadis. Tepatnya di Majalah Gadis No. 21 di bulan Oktober 2016. Ini cerpen pertama saya di Majalah Gadis, tapi merupakan tulisan kedua saya di majalah tersebut. Sebelumnya ada tulisan saya yang berjudul Nama Pena yang dimuat di rubrik Percikan.

Pada Majalah Gadis terdapat informasi terkait pengiriman tulisan ke majalah tersebut. Berikut informasinya :

GADIS menerima PERCIKAN (2 halaman folio) atau CERPEN (6-7 halaman folio). Ketik rapi dan kirim melalui email ke [email protected]. Tuliskan identitas lengkap kamu, nomor rekening dan fotokopi halaman depan buku tabungan (yang mencantumkan nama dan nomor rekening) serta nomor telepon yang bisa dihubungi.

Itu info yang saya salin dari Majalah Gadis. Perihal emailnya mental mulu, saya pun tak tahu. Hehehe… Berikut adalah cerpen saya yang dimuat di sana. Happy Reading ^_^

Senin, 14 November 2016

Blog adalah Jawaban

Menjadi penulis, menerbitkan buku itulah yang menjadi impian, mimpi, obsesi , cita-cita dan kata sejenis yang menggambarkan kalau saya pengin banget hal itu mewujud menjadi nyata. Pengin banget bisa menggenggam sebuah buku yang nama saya tercetak di cover depannya. Bukan.. Bukan sebegai endorser, karena untuk itu saya sudah pernah, tapi sebagai penulis buku tersebut.

Hal ini juga bukan karena saya pengin eksis, pengin dikenal atau terkenal tapi lebih kepada saya ingin membikin sebuah karya, sesuatu yang tetap ada walau saya tiada. Sesuatu yang bisa memberikan manfaat ke banyak orang sesuai dengan petuah yang disampaikan Nabi, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat. Saya pengin menebarkan manfaat lewat buku yang saya tulis.

Jumat, 11 November 2016

Mengenal Kuliner Banjar dalam Acara Kelana Rasa

   
Apa yang menjadi makanan favorit kita? Sebagian mungkin akan menjawab makanan dari kampung halaman. Hal itu bisa disebabkan karena lidah kita terbiasa dengan masakan tersebut atau merupakan masakan ibu yang dimasak dengan penuh cinta.

            Jum’at, minggu kemarin suami mengirimkan pesan ke saya. Beliau mengabarkan kalau di Trans TV dalam acara Kelana Rasa menayangkan tentang kuliner di Banjarmasin.

            “Ada mie bancir,” kata suami lagi lewat BBM.

Selasa, 08 November 2016

Cinta dalam Segala Musim



            Minggu, 6 November 2016 kemarin ada satu resensi saya yang dimuat di Tribun Kaltim. Berbeda dengan beberapa resensi sebelumnya yang dimuat dalam waktu singkat, untuk resensi kali ini saya menanti cukup lama. Sekitar tiga pekan. Padahal biasanya, langsung dimuat. Malahan pernah saya kirim hari Sabtu, esok harinya di hari minggu sudah dimuat. 
Resensi Cinta Segala Musim
            Sempat berpikir kalau resensi ini belum layak muat. Ketika curhat ke suami, seperti biasa dia akan bilang “Nulis lagi.” Hehehe…. Oya, ini resensi untuk novel Cinta Segala Musim. Judul diubah oleh redaksi yang awalnya ‘Menyingkap Makna dalam Ujian’ menjadi ‘Cinta dalam Segala Musim’. Secara garis besar, novel ini bercerita tentang kehidupan suami istri, Rae dan Rampak. 

Selasa, 01 November 2016

Menulis, Mengajak Pada Kebaikan bersama Nova Violita

Setiap penulis akan mati. Hanya tulisannya yang abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakanmu di akhirat nanti. (Ali Bin Abi Thalib)

            Nova Violita namanya. Ibu dari seorang putra yang berusia belum genap dua tahun. Mbak Nova berdomisili di provinsi Riau tepatnya di Airmolek Kecamatan Pasir Penyu di sebuah Kabupaten bernama Indragiri Hulu. Alamat blog beliau ada di http://www.novanovili.com/ dengan nama blog Nashhah.
Nashhah

Nashhah
artinya mengajak ke kebaikan dan itu seperti sebuah napas buat blog Mbak Nova. Sejak awal membuat blog tidak pernah berubah, Mbak Nova ingin menulis yang baik-baik, mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak menulis yang menimbulkan polemic dan kericuhan serta debat sana sini.

Dari Wartawan, Menjadi Blogger

            Dunia Jurnalistik seperti punya pesona sendiri buat saya, mungkin karena itu termasuk salah satu impian saya. Saya menyenangi cerita-cerita di balik meja redaksi suatu media, baik media cetak maupun media elektronik. Dulu, saya begitu gemar menonton tayangan The East di NET TV yang bercerita tentang dunia di balik layar sebuah program acara di NET.

            Di dunia blogger, selain Mbak RachAlida Bahaweres yang seorang jurnalis, juga ada Mbak Ratna Dewi yang punya blog http://ratnadewi.me/ . Namun, tak terlalu banyak cerita tentang dunia jurnalis yang bisa ditemukan di blog beliau karena memang Mbak Ratna Dewi telah resign dan menjadi blogger sekarang. Blog beliau pun ada untuk sebuah terapi hati ketika kehilangan sang buah hati tercinta.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...