Selasa, 27 Desember 2016

Cerpen 'Wangi di Kamar Aggi' di Majalah Bobo

         24 Desember setahun kemarin, memories facebook saya memberitahukan kalau pada tanggal tersebut saya membuat satu album yang berisi tulisan-tulisan saya yang dimuat di media atau pun memenangkan lomba selama tahun 2015. Melihat hal tersebut, saya pun jadi tergerak ingin membuat hal serupa. Membikin semacam kaleideskop di tahun 2016. Tapiii… Seperti ada yang menahan saya melakukan hal tersebut. Entah firasat atau ngarep, saya tak piawai untuk mengidentifikasinya.

            Dalam pikiran saya, mungkin resensi yang saya kirim ke Tribun Kaltim dimuat minggu kemarin atau…. Ada cover buku yang dikirimkan oleh editor cantik saya. Lumayan kan bisa nambah-nambah foto di sejenis kaleideskop tersebut :p

Minggu, 25 Desember 2016

Resensi Sabtu Bersama Bapak

Hai… hai…. Akhir tahun banyak film baru diputar di TV. Sekarang saya sedang menyaksikan film Sabtu Bersama Bapak. Kemudian ada teman nanya tentang ceritanya dan saya lupa. Hahaha…. Ingatnya sih garis besar cerita saja. Untunglah ada resensi yang membuat apa yang terlupa bisa teringat lagi.

            Novel Sabtu Bersama Bapak sudah saya baca pada tahun 2014. Resensinya saya kirim ke Tribun Kaltim dan dimuat di sana pada tanggal 12 Oktober 2014. Ternyata resensinya belum saya posting di blog ini. Ya udah deh, mumpung lagi ingat saya posting saja. Happy Reading ^_^
Resensi Sabtu Bersama Bapak di Tribun Kaltim
Judul diubah redaksi dari yang saya kirim

***

Jumat, 23 Desember 2016

Berapa Harga Payung?

           
            Beberapa hari silam, masalah payung cukup membuat saya berpikir tentangnya. Rasanya payung sepakat merebut perhatian saya di mana sebelumnya terabaikan begitu saja. Dari novel yang saya baca bercerita tentang payung merah yang katanya bisa menyatukan jalan cinta dua insan yang bernaung di bawahnya. Juga drama Korea yang kisah asmaranya berawal dari sepayung berdua tanpa sengaja. Kemudian suami yang bilang kalau ia butuh payung baru. Hujan bulan Desember pun tetap rajin mendatangi hari-hari yang seketika mengingatkan pada payung. Payung dan hujan seperti sesuatu yang lekat dan agak susah buat dipisahkan.
Scene Payung di Drama Korea

            Berapa harga payung?

Rabu, 21 Desember 2016

Keo & Noaki 6 : Layang-layang Hati

            Di mana kesabaran saat kamu sedang membutuhkannya?

            Kalimat pembuka di bab awal buku keenam Keo & Noaki 6. FYI, Keo dan Noaki adalah serial yang saya sukanya kebangetan. Sampai ada label khusus di blog ini untuk postingan-postingan tentang serial yang ditulis Mbak Ary Nilandari itu. Bisa di klik di sini.

            Seperti biasa, pada buku keenam bercerita dari sudut pandang Noaki. Buku seri genap selalu menjadi favorit saya karena saya merasa Noaki itu saya banget. Antara saya dan Noaki banyak sekali kemiripannya. *ngaku-ngaku. Hihihi….
            (Baca juga : Noaki Neomarica dan Saya)

            Noaki bimbang dan galau. Ia harus menyelesaikan lukisan yang dipesan Kak Rumi, juga bimbang karena belum meminta izin orangtuanya untuk ikut perkemahan RBR (Remaja Bina Remaja). Buat sebagian anak lain, mungkin mudah saja meminta izin untuk ikut kegiatan, tapi Noaki berbeda. Ia pun selalu menunda untuk berbicara dengan kedua orangtuanya. Masalah tambah rumit saat lukisan yang tengah ia kerjakan ternoda oleh tumpahan air. Arrrghhh… Noaki blingsatan…

Senin, 19 Desember 2016

Mengenal Elisa, Blogger dari Lamongan

               
Ada banyak alasan mengapa seseorang memulai mempunyai sebuah blog dan rutin mengisinya. Saya sendiri awalnya karena suka dengan yang namanya blogwalking, kemudian melihat blog teman saya, dan mulai ikut-ikutan ngeblog. Saat ngeblog di Multiply, saya punya alasan tersendiri. Saat itu, saya melihat penulis terkenal seperti Mbak Asma Nadia dan Mbak Helvy Tiana Rosa pada punya multiply dan menulis beragam cerita di sana. Akhirnya saya pun ikut serta di samping saya memang menyenangi aktifitas menulis lewat blog.

            Elisa Fatma Ariesta, seorang blogger dari Lamongan, juga punya sebab dan motivasi tersendiri untuk memulai ngeblog. Semua bermula dari twitter, saat itu blogger yang akrab disapa Elisa itu mengikuti timeline salah satu komunitas blogger yang sedang menghelat ajang Srikandi Blogger. Elisa merasa bahwa para Srikandi Blogger itu keren sekali. Di samping itu, Elisa menemukan inspirasi dari salah satu travel blogger yang bisa terbang ke sana ke mari dengan gratis. Atas motivasi itulah, Elisa kemudian membuat sebuah blog di blogspot yang sekarang beralamat di www.elisa-blog.com
DigitaLife, Blognya Elisa

Minggu, 18 Desember 2016

Inna Riana, Riweuh tapi Produktif

            Blog adalah candu, bagi sebagian orang. Mereka menemukan keasyikan tersendiri dengan kegiatan ngeblog, kemudian tak bisa melepaskannya. Saya pun begitu, semenjak mengenal blog, saya jatuh cinta dan mencanduinya. Terlebih karena impian saya untuk menerbitkan buku solo tersendat, maka, saya merasa bebas menerbitkan tulisan saya di blog pribadi saya.

Walaupun menyenangi aktifitas ngeblog, saya masih maju mundur cantik untuk memiliki blog yang dikelola dengan sungguh-sungguh lebih dari satu. Saya punya blog buku, kemudian lama berdebu. Blog lama saya sebelum pindah ke sini, juga tak saya hiraukan lagi. Oleh karena itu, saya kagum dengan orang-orang yang mempunyai blog lebih satu dan dikelola dengan sungguh-sungguh apalagi jika semua atau beberapa di antaranya sudah ber-TLD (Top Level Domain)

Sabtu, 17 Desember 2016

Hari-hari Pasca Kebakaran

            Menyambung cerita di sini. Cerita pasca musibah kebakaran yang dialami keluarga saya.

            Usia saya masih 13 tahun saat itu dan yang saya pikirkan adalah bagaimana saya tidak menjadi beban keluarga karena saya tau keluarga saya tengah diuji. Makanya, saya merasa bersyukur sekali baju-baju seragam saya selamat dan baju-baju harian yang biasa saya pakai juga selamat. Dengan begitu, saya tidak perlu membuat orangtua saya mengeluarkan uang untuk membeli baju-baju yang saya pakai sehari-hari.

Memang baju-baju bagus yang biasa saya gunakan untuk jalan-jalan ludes tak bersisa, tapi belakangan saya juga mensyukuri hal itu karena niat saya untuk berjilbab menjadi tak setengah-setengah lagi. Sebelumnya, untuk jalan-jalan saya selalu melepas jilbab karena baju-baju saya kebanyakan adalah baju yang tidak cocok untuk mengenakan jilbab.

Selasa, 13 Desember 2016

Berbagai Pertimbangan Memilih Ayunan Bayi


Seorang bayi memerlukan pengawasan dan perawatan yang super ekstra dari orangtuanya karena ia masih sangat kecil dan belum tahu apa-apa ketika lahir di dunia. Baik untuk masalah makanan yang akan dikonsumsi, mainan, pakaian yang dikenakan, dan peralatan lainnya yang harus dipilih dengan sangat hati-hati dan cermat. Begitu juga dengan ayunan bayi yang akan digunakannya untuk mengayun bayi.

Ayunan untuk bayi akan sangat berguna untuk orangtua menenangkan bayi ketika sedang rewel. Biasanya bayi akan diam ketika digendong dan diayun akan tetapi tentu saja hal tersebut tidak bisa dilakukan ketika orang tua sedang sibuk atau sedang lelah. Menggendong bayi secara terus-terusan juga dapat membuat tangan orang tua pegal oleh karena itu dengan adanya ayunan membuat kerja orangtua dalam mengurus bayi akan sedikit lebih mudah.

Rabu, 07 Desember 2016

[Kuliner Balikpapan] Nasi Kuning Tante Lena

            Buat saya yang lahir dan besar di Kalimantan Selatan, maka syarat utama kelezatan sebuah nasi kuning adalah nasinya terbuat dari beras unus. Itu loh beras khas Banjar Kalimantan Selatan yang butir-butir nasinya bisa dipisahkan satu-satu. Tidak pulen, tapi pera dan itu menjadi favorit saya sepanjang masa.

            Pernah pada satu masa, saya dan keluarga ke Surabaya, dan kami menikmati makan di satu rumah makan yang lumayan terkenal. Saya merasa ada yang kurang saat itu tapi tidak tahu apa. Kemudian paman saya berkata, “Kalau nasinya dari beras unus, pasti aku bakalan nambah dua piring lagi.” Aha! Saya pun jadi tahu kalau yang kurang itu adalah nasinya bukan dari beras unus.

Jumat, 02 Desember 2016

Siapa Sangka, Service AC Ternyata Banyak Manfaatnya!




Semua orang menikmati suasana sejuk ketika berada di suatu ruangan ber-AC, namun tak banyak orang yang memahami bahwa AC tersebut juga membutuhkan perawatan yang rutin untuk menjaga performa AC. Padahal, ada banyak manfaat jika Anda melakukan service AC secara rutin. Apa saja manfaat tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...