Senin, 30 Januari 2017

Cara Menentukan Harga Sewa Rumah Bagi Para Pebisnis


Bagi Anda para pebisnis rumah disewakan, menentukan harga sewa merupakan hal yang wajib Anda kuasai agar Anda tidak memberikan harga sewa terlalu tinggi atau justru terlalu rendah. Jika harga sewa terbilang tinggi, tentu Anda akan kesulitan mendapatkan penyewa sehingga Anda harus merugi dengan mengeluarkan biaya pengelolaan rumah setiap bulannya.

Begitu juga jika harga rumah disewakan terlalu rendah, pemasukan Anda setiap bulan tidak akan sebanding dengan pengeluaran sehingga lagi-lagi Anda akan merugi. Lalu bagaimana cara menentukan harga sewa rumah yang tepat? Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan, yaitu:

Jumat, 27 Januari 2017

Mengenal Sampit dari Blog Ayu Ningtias

     “Sebut saja saya blogger nomaden,” ujar Ayu Citraningtias dalam perkenalan di blog yang bernama Gendhiss Blog. Ayu Citraningtias adalah nama panjangnya, tapi di semua akun medsos ia menggunakan nama Ayu Ningtias dengan alasan sederhana agar lebih ringkas.

        Nomaden dalam KBBI artinya berpindah-pindah. Ayu pun begitu, sehingga ia menyebut dirinya blogger nomaden. Dalam hidupnya ia kerap berpindah-pindah tempat. 19 tahun di Lamongan, 3 tahun di Surabaya dan Sidoarjo, 4 tahun di Cikarang, dan sekarang di Sampit dan Palangkaraya.

Minggu, 22 Januari 2017

Mengenal Monda Siregar dan Blog Candu Raun

            Merantau. Satu kata yang membuat kita punya banyak pengalaman dan pengetahuan baru tentang daerah tempat di mana kita berada. Bumi ini luas, ada banyak hal berbeda yang akan kita temui di daerah baru yang kita tempati.


            Pengalaman merantau dari seorang blogger bernama MondaSiregar bisa dibilang banyak. Sejak kecil, Mbak Monda selalu berpindah tempat mengikuti tugas orangtua beliau, merantau di beberapa provinsi di empat pulau besar di Indonesia.

Sabtu, 21 Januari 2017

Cerita Hijab dan Cara Order Produk Atelier Angelina

            Jilbab selalu menjadi cerita tersendiri buat pemakainya. Tidak hanya sejarah tentang mulai berhijab, tapi juga jenis hijab yang digunakan. Untuk sejarah, saya pernah menuliskannya di sini. Sekarang saya ingin bercerita tentang hijab yang saya gunakan.

            Saya merasa, saya ini lumayan rempong urusan hijab. Masalah cocok atau tidaknya itu kerap menguras tenaga juga dompet. Kepala saya ini mungkin agak sedikit unik, jadi, tidak semua jilbab yang saya pakai cocok saya gunakan. Kalau bahan yang licin atau yang tidak pas di kepala saya, bisa dipastikan jilbab akan mencong dan ketarik ke sana ke mari hingga bentuknya berantakan.

Jumat, 13 Januari 2017

Resolusi Belanja 2017

            Bulan pertama di 2017 sudah melampaui sepertiga bagian, dan saya baru menyusun resolusi untuk tahun ini. ‘Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali’, kan?

            Kali ini saya akan menulis tentang hal-hal yang ingin saya lakukan di 2017 terkait belanja. Kenapa belanja? Bukan mengatur keuangan? Karena saya doyannya belanja, dan belanja tentu saja sangat mempengaruhi pengaturan keuangan karena sebagian besar uang bisa habis karena dibelanjakan. Jadi, perlu diatur sedemikian rupa. Jika uang belanja berlebih, sisanya bisa buat ditabung.

Rabu, 11 Januari 2017

Menaklukkan Kepiting


          Tinggal di daerah pesisir laut menjadikan pasar bergelimang dengan hasil laut. Udang, cumi, aneka ikan laut, dan juga kepiting. Saya pun jadi tahu aneka ikan laut dari kakap, trakulu, kerapu, dan masih banyak lagi. Walau tak mengenali satu-satu dan harus bertanya dulu ikan apa itu. Karena pernah kejadian ada ikan dibilang kakap hitam ternyata mujair. Wkwkwk….

            Kondisi ikan yang penuh dengan hasil laut itu tentu berbeda dengan saya yang dulunya tinggal di kaki pegunungan Meratus dan ada sungai yang mengalir membelah kota. Di kawasan saya tinggal dulu, ikan haruan (gabus) yang menguasai pasar. Begitu juga dengan lauk pendamping nasi kuning. Di mana-mana ada haruan… Kalau di tempat sekarang saya tinggal, maka ikan seperti kakap, tongkol, trakulu yang menjadi primadona.

Selasa, 03 Januari 2017

Karya Pertama di 2017

            Alhamdulillah, tepat di tanggal 1 Januari 2017 kemarin, ada resensi saya yang dimuat di Tribun Kaltim. Resensi untuk buku Teman Baru Jung Yun yang ditulis oleh Ungu Lianza dan diterbitkan oleh Lintang Indiva. Ini karya pembuka di 2017, semoga diiringi karya-karya lainnya. Aamiin…

            Sebenarnya selepas membaca Teman Baru Jung Yun ini saya agak ngedumel dengan tokohnya yang Fahri banget. Itu loh Fahri di Ayat-ayat Cinta yang sempurna sekali. Alim iya, pintar iya, baik hati juga. Intinya segala kesempurnaan ada padanya. Hal ini kemudian saya sampaikan ke teman-teman. Dan tanggapan teman-teman cukup membuat saya terpana.
Teman Baru Jung Yun
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...