Matematika pernah menjadi monster buat saya. Saya tidak
doyan. Serem. Dan merasa terhimpit saat pelajaran itu datang. Menghitung
detak-detak waktu agar bel pergantian jam pelajaran segera berlalu. Menangis
karena tidak bisa mengerjakan PR.
![]() |
| Pusing ga sih? foto dari pixabay |
Namun, saya juga pernah sangat menyukai matematika. Dia
pernah menjadi idola. Saya lega saat mengetahui kalau matematika ada di jam
terakhir, dengan begitu saya tidak akan mengantuk. Saya bersemangat sekali.
Bagi saya saat itu, matematika adalah salah satu pelajaran favorit. Dibandingkan
dengan pelajaran Bahasa Indonesia, saya jauh lebih menyukai pelajaran
matematika. Saat itu.

