Rabu, 07 Desember 2016

[Kuliner Balikpapan] Nasi Kuning Tante Lena

            Buat saya yang lahir dan besar di Kalimantan Selatan, maka syarat utama kelezatan sebuah nasi kuning adalah nasinya terbuat dari beras unus. Itu loh beras khas Banjar Kalimantan Selatan yang butir-butir nasinya bisa dipisahkan satu-satu. Tidak pulen, tapi pera dan itu menjadi favorit saya sepanjang masa.

            Pernah pada satu masa, saya dan keluarga ke Surabaya, dan kami menikmati makan di satu rumah makan yang lumayan terkenal. Saya merasa ada yang kurang saat itu tapi tidak tahu apa. Kemudian paman saya berkata, “Kalau nasinya dari beras unus, pasti aku bakalan nambah dua piring lagi.” Aha! Saya pun jadi tahu kalau yang kurang itu adalah nasinya bukan dari beras unus.

            Kembali ke nasi kuning. Di Kalsel dan juga Kaltim, nasi kuning adalah salah satu pilihan sarapan yang banyak dijual di sudut-sudut kota. Tapi itulah, saya merasa nasi kuning akan kurang nikmatnya kalau bukan dari beras unus. Walaupun suami telah mengajak saya ke nasi kuning paling famous di Balikpapan, tapi tetap favorit saya adalah nasi kuning Zainal di Barabai itu. Hehehe…

            Jadi, kalau saya mudik dan menggunakan pesawat pagi (biasanya pakai Lion Air yang pukul 7 pagi menuju Banjarmasin), saya akan menolak jika diajak sarapan di Balikpapan. Sarapannya ntar aja kalau sampai Banjarbaru. Kakak saya yang menjemput saya udah tahu kalau beli sarapan pas saya mudik, pastilah ada jatah buat saya. Hahaha…. Kalau pun belum dibelikan, selepas menjemput saya maka kami akan melipir cakep sebentar ke warung nasi kuning. Warung mana aja oke… Asalkan nasinya dari beras unus.
Nasi Kuning dengan Telur Bebek
Sumber IG @nasikuning.tantelena 
Waktu bergulir, saya kemudian mengetahui info tentang nasi kuning lezat di Balikpapan lewat instagram @dapurbalikpapan. Nasi Kuning Tante Lena, katanya namanya itu. Yang membuat saya semangat mencoba adalah letaknya yang masih daerah jajahan saya. Maksudnya daerah yang sering saya lewatin. Mana dekat pulak dengan rumah mertua saya yaitu di kawasan Kebun Sayur.
         
   Saat menginap di Balikpapan, esok paginya langsung mencari lapak nasi kuning Tante Lena itu. Di wilayah tersebut, belakang Plaza Kebun Sayur, ada beberapa penjual nasi kuning. Saking tidak ingin salahnya, saya sambil membuka IG dan membandingkan di foto dengan kondisi nyatanya. Mengenali dari taplak meja dan jenis pepancian yang di foto dengan yang di lapangan. Untunglah ketemu.
            Rekomendasi dari @dapurbalikpapan adalah telur bebeknya yang maknyus. Wah, saya dunk penyuka telur bebek dan langsung beli nasi kuning dengan telur bebek dan daging. Bagaimana rasanya? Telur bebeknya sungguh istimewa, dimasak dengan api kecil yang lamaaa sehingga telur bebeknya jadi sintal. Saya memang suka telur bebek yang dimasak seperti itu. Saat pertama mencicipinya, hanya telur bebeknya yang saya rasa istimewa. Selebihnya ya biasa saja karena berasnya bukan dari beras unus.

            Namun, saya selalu percaya kalau cinta tak melulu jatuh pada pandangan pertama. Pandangan kedua dan seterusnya bisa juga akan membuat kita jatuh cinta, begitu pun pada urusan rasa. Jika pagi ada di Balikpapan, nasi kuning Tante Lena selalu menjadi tujuan. Kemudian saya jatuh cinta.
Satu sendok bawang goreng siap ditaburkan
Sumber IG @nasikuning.tantelena

            Saya merasakan memang ada kelezatan tiada tara pada sebungkus nasi kuning itu. Berasnya berkualitas bagus, tidak terlalu pulen, tidak juga terlalu pera. Bumbu balinya pedas menggigit, pun dengan kuah bistik buat yang tidak suka pedas juga dibuat dengan racikan rasa yang oke punya. Untuk ayam, di nasi kuning Tante Lena menggunakan ayam kampung, dan ini seolah menerbangkan diri saya pada masakan mama yang memang hampir selalu menggunakan ayam kampung. Apalagi ayam kampungnya tidak alot, daging bisa dicuil tanpa perlawanan. Maka, ayam kampung dan telur bebek yang menjadi menu favorit saya di nasi kuning Tante Lena.

         Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya tak lagi mengutamakan nasi kuning dengan beras unus sebagai syarat dari sebuah kelezatan. Semuanya karena nasi kuning Tante Lena.

      Buat penggemar pedas, maka seperti menemukan jodohnya dengan bumbu Bali Tante Lena. Tapi, tidak perlu khawatir buat yang tidak tahan pedas. Atau yang suka pedas sedikit seperti saya. Buat yang tidak suka pedas bisa dilewatkan bumbu balinya dengan hanya mengguyur nasi dengan kuah bistik. Tetap enak dan lezat. Buat yang suka pedas-pedas dikit seperti saya tinggal bilang ke mbak-nya “Pedasnya dikit aja.”, maka akan beliau guyur nasi dengan bumbu bistik dan bumbu Bali sedikit. 
Nasi Kuning Tante Lena.
Sumber sama. Dari IG naskuntantelena

            Di mana bisa menemukan Nasi Kuning Tante Lena?

            Ada tiga outlet Nasi Kuning Tante Lena di Balikpapan. Outlet pertama adalah di gang Bakti (Belakang Giant Plaza Kebun Sayur). Antriannya lumayan panjang di sini. 
Antrian depan Gang Bakti. Agak lumayan lah karena hujan

Outlet kedua hanya sepelemparan batu dari outlet pertama yaitu di teras depot Foni, di depan KUA Balikpapan Barat, samping Mesjid Al-Amin Area Belakang Lapangan Foni.
Antriannya agak mendingan di banding yang di Gang Bakti, tapi cepat habis juga. Weekend kemarin saya ke sana jam setengah delapan, dan mbak-nya nanya ke saya dan beberapa pembeli lain mau berapa bungkus dan untuk ibu-ibu ketiga dibilang “Habis”. Wuiiiih… Telat dikit emang suka habis aja nih nasi kuning. Begitu pun yang di Gang Bakti, cepat habis juga. Jadi pukul 06.30-07.00 sudah nongkrong di sana. Atau seperti kami yang sebelum buka sudah nongkrong di depan KUA, nungguin nasi kuning Tante Lena buka. Hehehe….

            Kejauhan ke Balikpapan Barat? Mungkin outlet ketiga bisa jadi pilihan.
Nasi Kuning Tante Lena MT Haryono
Sumber IG @nasikuning.tantelena

Outlet ketiga Nasi Kuning Tante Lena ada di Ruko Prasmanan Gentong samping pempek 77, jejeran Gallery Indosat, sekitar seberang PLN Pikitring. Ini katanya buka dari jam 7 pagi. Di MT Haryono ini kabarnya bisa makan di sana. Pakai kabarnya karena saya belum pernah ke outlet MT Haryono. Kalau di dua outlet di Balikpapan Barat hanya melayani bungkus. Kabarnya sih yang depan Lapangan Foni bisa makan di sana, tapi dua kali ke sana, sepertinya cuma melayani bungkus karena waktu ditanya kata mbak-nya depot Foninya belum siap buat makan di tempat.


Untuk harga dimulai dari 18 ribu dengan telur bebek. Lauk double bisa, harga tentu berbeda dengan lauk single. Ada serundeng dan mie serta bawang goreng juga yang melengkapi sajian nasi kuning ini. Nasi kuning Tante Lena juga bisa dipesan via GoFood. Untuk keterangan selanjutnya dan foto-foto cetar nasi kuning yang bikin ngiler bisa sambangi IG @nasikuning.tantelena

33 komentar:

  1. Ubo rampenya lain ya nasi kuning sama di tempatku.
    Terus bungkusnya itu beda juga hehehe. Kok kayak dikerucut ya Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ubo rampe itu apa, Mbak? Isi nasi kuning? Kalau di Kalimantan biasanya emang gitu, Mbak. Hehehe.. Pakai kuah merah gitu. Iyaa. Bungkusannya seperti dikerucut. Beda daerah, beda2 ya, Mbak. Kayanya Indonesia :D

      Hapus
  2. Balasan
    1. Udah kan kemarin. Mau lagi kah minggu depan? hehehe...

      Hapus
  3. Nasi kuning yang unik banget, pake telur bebek dan bumbu bali 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Kalimantan emang gitu, Mbak Lina. Hihihi... Beda2 ya tiap daerah. Di Kalsel biasanya namanya masak habang, karena kan merah warnanya. Kalau di Kaltim sebagian menyebut bumbu Bali :D

      Hapus
  4. duh..ngiler liatnya.....dari pic nya keliatan enaknya

    BalasHapus
  5. ya ampuunn fotonya sangat menggoda selera bangeeett

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pun awalnya tertarik karena foto2 di IG itu, Mbak :D

      Hapus
  6. Duuuh, nasi kuningnya bikin laper lagiii...

    BalasHapus
  7. Jadi, selain nasi kuning beras unus, nasi kuning tante Lena yang enak ya ..

    *catat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda, Kak Niar. Nasi Kuning Tante Lena kan merk. Kalau nasi kuning beras unus itu bukan merk. Hehehe...

      Hapus
  8. Apa bedanya dengan nasi kuning lainnya ya Mbak?
    thank

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mencicipi akan tau bedanya :D

      Hapus
  9. Nasi kuning favoritku bangeeet aaa, dimakan setiap saat juga enak. fotonya bikin ngiler lhooo mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sama. kalau mama bikin nasi kuning, dari pagi sampai malam saya makannya. Hehehe...

      Hapus
  10. Waah mbaak sukses bikin aku pengen makan nasi kuning setelah baca ini 😢 kayanyaaa enak banget nasi kuning tante lena. .btw, tfs kuliner nasi kuning kalimantaan mbaak yaaa 😁 patut dicoba 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa. Kalau ke Kalimantan kudu coba nasi kuningnya sebagai sarapan, Mbak. Pernah saya naik pesawat dari Banjarmasin ke Jakarta. Sarapan di atas pesawatnya nasi kuning. Hehehe...

      Hapus
  11. Lihat nasi kuning jadi kangen sama Kaltim yang sudah 4 tahun saya tinggalkan.
    http://www.kosim.web.id/2016/07/mencoba-transportasi-publik-naik-trans.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapan ke Kaltim lagi, Pak? :D

      Hapus
    2. Kaina Cil Yanti, mudahan haja banyak rizki wan panjaaang umur ulun. Lebaran kemarin istri wan kekanakan belebaran di Balikpapan. Ulun kada umpat.
      Ampih ulun follow blog Piyan Cil-ai. Terima kasih :)

      Hapus
  12. pertama kali datang ke banjarmasin saya kaget ko ini nasi kuning kaya ada kelapanya gitu, kalo kata orang sundamah bear :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada serundengnya ya, Mbak. Enak itu. Saya paling doyan. Apalagi kalau banyak. Hehehe....

      Hapus
  13. Foto nasi kuningnya bikin saya lapar :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pun pengin mbak. Hihihi...

      Hapus
  14. haiyah ... tanggung jawab nih mbak Yanti langsung kangen nasi kuning ....
    waktu itu sih nyoba nasi kuning di sekitar hotel di Klandasan, perasaan itu aja udah enak he.. he..
    gimana kalau nyoba yang tante Lena

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di depot miki ya mbak? Di sana juga terkenal. Saya belum pernah nyoba yang di sana :-)

      Hapus
  15. Duuu jadi kebayang nasi kuning. Btw aku belum pernah nyobain telur bebek. Mungkin beda sama telur asin yang juga dari telur bebek ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bedanya kalau telur asin ya asin,Mbak. Saya penggemar telur bebek :D

      Hapus
  16. Kami atas nama tante lena pemilik nasi kuning, mengucapkan terima kasih banyak atas reviewnya. Dan jg meminta ijin untuk share tulisan di media sosial.
    Sekali lg dgn bangga kami ucapkan terima kasih yg sebesar2nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan, asal jangan lupa cantumkan sumbernya :-)
      Magelinya yang banyak ya stoknya. Supaya ga kehabisan lagi. Hihihi

      Hapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...