Kamis, 14 Januari 2016

326 Kilometer Menuju Balikpapan

Berapa lama teman-teman pernah naik bus untuk menuju satu tempat? Satu jam? Tiga jam? Atau enam jam?

Kalau saya pernah naik bus selama kurang lebih 12 jam. Dari jam 7 malam sampai jam 7 pagi keesokan harinya. Hal itu saya alami saat menempuh perjalanan dari kampung halaman saya di Barabai menuju kampung halaman suami di Balikpapan. Jaraknya sekitar 326 km.

Perjalanan darat dengan menggunakan bus tentu saja berbeda dengan perjalanan udara. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihan naik bus adalah harganya lebih murah daripada tiket pesawat. Tapi, waktu tempuhnya lebih lama dan lebih menguras tenaga.


Untuk melakukan perjalanan yang lama itu tentunya perlu persiapan lebih. Selain packing barang-barang yang ingin dibawa, saya juga biasanya memerhatikan pakaian yang saya pakai. Harus nyaman dan menyerap keringat karena perjalanan yang jauh. Untuk baju, hal yang saya perhatikan adalah lengannya mudah digulung buat berwudhu. Hihihi... Maklum deh badan menggemuk, jadi ada baju tertentu yang lengannya susah digulung.

Oya, jangan lupa, alas kaki juga perlu diperhatikan agar menggunakan alas kaki yang nyaman, misalkan sepatu casual wanita.

Persiapan lain adalah membeli tiket bus. Biasanya dilakukan beberapa hari sebelumnya apalagi kalau musim mudik dan liburan. Wah, itu harus jauh-jauh hari kalau tidak ingin  kehabisan. Kalau membeli tiket bus jauh-jauh hari juga memungkinkan untuk mendapatkan kursi yang strategis. Saya suka duduk di depan karena kalau di belakang itu tidak enak. Berasa banget goncangannya dan kalau bus membelok rasanya tubuh juga ikut oleng.

Perjalanan bus berawal dari Banjarmasin, sementara kota saya jaraknya sekitar 160 km dari Banjarmasin. Kota saya adalah kota yang dilewati bus jika dalam perjalanan dari Banjarmasin ke Balikpapan. Jadilah saya hanya menunggu bus datang di tepi jalan. Biasanya sopir atau kondektur bus akan menelpon kita, memastikan di mana kita menunggu juga memberitahu plat bus yang akan kita naiki. Kalau bus datang tinggal naik dan duduk.

Untuk perjalanan bus dari Kalsel ke Kaltim itu biasanya malam hari dan melewati hutan Kalimantan, jalanan bergunung serta berlembah. Asyik sekali kalau menikmati pemandangan hutan Kalimantan yang ijo royo-royo jika perjalanan di siang hari. Namun, karena malam hari maka hanya kegelapan yang menyertai. Enaknya sih saat di dalam bus kita tidur dan bangun lagi pas sudah sampai. Hehehe...

Perjalanan ke Balikpapan juga tak melulu di daratan karena bus juga akan menyebrang dengan kapal feri di daerah Penajam. Nah... Di daerah Penajam inilah yang susah diprediksi waktu antrinya untuk masuk ke dalam feri. Bisa lama, bisa juga sebentar. Biasanya sampai di Penajam ini ketika hari sudah menjelang subuh. Shalat subuhnya bisa di Penajam, bisa juga di atas feri. Tergantung antrian bus masuk feri.

Kalau bus masuk feri penumpangnya ngapain?

Turun saja dari bus. Karena itulah melompat dari bus ke feri dan naik ke ruangan penumpang di bagian atas feri membuat kita harus memerhatikan alas kaki yang dipakai. Semisal menggunakan sepatu casual wanita.

Di atas feri, kalau pas waktu subuh, kita bisa shalat subuh di mushalla yang tersedia. Atau bisa juga mengisi perut dengan makanan yang dijual di sana. Biasanya sih ada beberapa makanan yang dijual seperti bakso atau soto. Saya pernah menikmati bakso di atas feri sembari duduk di atas dek ditemani angin laut yang sepoi-sepoi. Rasa baksonya enaak sekali. Kata suami, enak karena saya kelaparan. Hehehe....

Setelah feri merapat di kota Balikpapan, selanjutnya bus akan melaju menuju terminal bus di Balikpapan. Horeee... Kita sudah sampai. Untuk yang ke Balikpapan bisa turun di sana. Kalau mau ke Samarinda perjalanan belum berakhir. Ada sekitar 2-3 jam lagi waktu yang diperlukan untuk sampai ke Samarinda.

Perjalanan darat dengan bus antar provinsi memang lebih lama dan lebih memakan tenaga dibanding perjalanan udara yang tidak sampai satu jam sudah sampai ke Balikpaan. Tapiii... Bisa jadi pengalaman yang mengasyikkan juga lho naik bus itu.


Tertarik buat mencoba?

12 komentar:

  1. wah, sepatnya trendi ya. keren. eeh naik feri juga? kayak Lampung-Jakarta ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sepatunya bikin mupeng. Hihihi.... Iya, Mbak Naqiy, naik feri juga. Nyebrang kurleb satu jam atau lebih2 dikit lah :D

      Hapus
  2. Hmmm, sepatunya cantik. Harus nyoba nih, soalnya andalanku sekarang sendal gunung utk berbagai occasion, sampe sering dpt pandangan aneh krn atasnya feminim bawahnya sendal gunung. Kangen ih jalan2 lintas kalimantan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pernah jalan darat ga, Teh, ke Balikpapan? Ynt beberapa kali jalan darat. Asyik juga :D
      Iya.. sepatunya bikin pengin. Apalagi yang merah. Hihihi....

      Hapus
  3. Mbak, ini lagi ikutan sesuatu ya? :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...