Jumat, 28 April 2017

Balikpapan, Kota Penuh Cinta dan Inspirasi

Aku selalu percaya bahwa cinta tak harus jatuh pada pandangan pertama, tapi kadang kala cinta pada pandangan pertama memang ada, seperti cintaku pada Balikpapan. 

Masih terasa hangat dalam ingatan saat pertama kali menjejak kota minyak itu. Pada suatu malam saat wajah diterpa lembutnya angin laut. Kerlap kerlip lampu dari kejauhan menandai semaraknya kota dan memijarkan perasaan hangat di hati. Esok harinya, aku sungguh terpesona pada pemandangan laut yang bisa kunikmati di tengah kota. Oh, aku anak gunung, yang puluhan tahun menetap di kaki pegunungan Meratus, menatap laut di tengah kehidupan kota sungguh membuat aku terkesima. 
Balikpapan dari Udara


Seseorang yang membuat aku menjejak Balikpapan kemudian mengajak mengelilingi kota. Pada sebuah ruas jalan yang dilewati, lagi dan lagi aku merasa dijatuhi cinta pada kota ini, ketika melihat rumah-rumah klasik dengan jalan berkelok-kelok dan ketika sampai pada ketinggian lagi-lagi birunya laut terlihat bersanding harmonis dengan langit yang biru. Sama-sama berwarna biru, tapi biru yang berbeda.

Itulah Balikpapan. Kota yang berdampingan dengan laut. Tanah dan air bertetangga dengan mesra, laksana ungkapan tanah air untuk bumi pertiwi. Karena Balikpapan memang Nusantara Kecil di Bumi Pertiwi.
Balikpapan dari Udara

Kenapa Nusantara Kecil? Karena di sana beragam suku bangsa berkumpul dengan kerukunan yang terlihat nyata. Ada Bugis, Banjar, Jawa, Dayak, Sunda, Manado, dan yang lainnya. Jika ingin menikmati Indonesia dalam lingkup kecil, mari datangi Balikpapan. 

Itulah inspirasi pertama yang akan kita dapatkan dari kota berlogo Beruang Madu itu. Keberagaman dalam kerukunan. Saling bertetangga tanpa memandang suku bangsa. Malahan banyak sekali yang saling mengikat janji dalam ikrar pernikahan. Yang bersuku Bugis menikah dengan Banjar. Yang suku Jawa juga berpasangan dengan suku Banjar. Semua melebur dalam ikatan pernikahan menjadi satu tanpa memandang perbedaan suku bangsa. 

Keberagaman suku para penduduk Balikpapan ini juga membuat Balikpapan kaya akan kuliner dari berbagai daerah. Ingin menikmati coto Makasar racikan tangan dari Mamak-mamak Bugis langsung atau soto Banjar dan nasi kuning ala-ala Banjarmasin, datang saja ke Balikpapan. Semua ada. 
Soto Banjar di Balikpapan
Nasi Kuning ala Banjar di Balikpapan

Daratan Balikpapan yang berbatasan langsung dengan laut juga membuat Balikpapan mempunyai beberapa objek wisata pantai yang berada di tengah kota. Salah satunya pantai Kemala. 
Pantai Kemala di Balikpapan

Inspirasi kedua yang bisa didapatkan dari Balikpapan adalah kotanya yang bersih. Suatu hari kutunjukkan pada seorang teman foto jalanan kota Balikpapan dan langsung ia berseru spontan "Bersih Banget." Aku hanya tersenyum. Untuk masalah kebersihan, jika kau bertanya, maka berkali-kali balikpapan mendapatkan piala Adipura sudah cukup menjadi jawaban untuk kebersihan kota tersebut. 

Kesadaran penduduk untuk menjaga kebersihan memang layak diacungi jempol. Sebagai pendatang, aku pun juga tak ingin mengotori kota. Sampah disimpan hingga menemukan tempat pembuangan. Ada aturan buat semua warga untuk membuang sampah hanya pada jam tertentu. Dari pukul 18.00 WITA sampai pukul 06.00 WITA. Hal itu dimaksudkan agar pada saat truk pengangkut sampah datang di pagi hari maka semua sampah terangkut sempurna. Hingga pada siang hari, tidak ada sampah yang mengotori kota atau meluber di tempat pembuangan sampah sementara. 

Kebersihan yang terjaga juga sangat terlihat di bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Sebagai salah satu pintu gerbang kedatangan ke Kalimantan Timur, maka pengunjung akan disapa oleh bandara yang modern, rapi, bersih dan juga ada unsur-unsur lokalitas yang menunjukkan bahwa kita berada di Kalimantan. Bukan di luar negeri. Di beberapa sudut bandara dapat dilihat ornamen-ornamen khas Kalimantan.
Ornamen Dayak di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan
Ornamen Dayak di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan

Inspirasi ketiga yang bisa kita dapatkan dari kota Balikpapan adalah kedisiplinan dalam berlalu lintas. Suatu hari seorang sanak keluarga berbicara sambil menyetir dengan memegang ponsel yang ditempelkan ke telinga. Baru beberapa meter berjalan, sebuah isyarat dari Pak Polisi ia dapatkan. Mobil berhenti, Pak Polisi berhenti. Tidak boleh menelepon saat menyetir. Ada pelanggaaran yang dilakukan. 

Setiap pengendara mobil dan penumpang juga terbiasa menggunakan sabuk pengaman. Karena itu penting untuk keselamatan. 

Di lain waktu kesantunan berlalu lintas pun membuat aku terpesona lagi dan lagi pada kota ini. Ketika ingin menyebrang jalan di tengah lalu lintas yang padat, tiba-tiba saja motor dan mobil berhenti, semuanya memberi kesempatan untukku menyebrang padahal bukan di lampu merah. Aku pun melangkah dengan aman untuk menyebrang. Senyum terukir di wajahku bukan karena aku bisa melenggang di tengah jalan bak Puteri Indonesia, tapi karena hatiku hangat mengalami dan menyaksikan betapa sebagai pejalan kaki yang ingin menyebrang aku sangat dihargai. 

Terima kasih Balikpapan, untuk cinta yang tak pernah habis yang kau berikan. Untuk inspirasi yang menjadikn kota penuh prestasi. 

Balikpapan dengan segala inspirasi di dalamnya tentu tak lepas dari dukungan masyarakat juga pemerintahan kota. Tak bisa kita abaikan juga peranan wadah-wadah komunitas atau yayasan yang bersatu memberikan kemajuan kota. Salah satunya yang dilakukan oleh PT Astra International, Tbk.

PT Astra International, Tbk berupaya membangun ketahanan masyarakat dan lingkungan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia melalui Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia sebagai Inspirasi 60 Tahun Astra.

Astra memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) yang bernama Kampung Berseri Astra yang salah satunya terdapat di Balikpapan, tepatnya di Jalan Giri Rejo I KM. 15 RT 25 sampai dengan RT 30 Karang Joang. Balikpapan sendiri merupakan lokasi ke-14 dari Kampung Berseri Astra di seluruh Indonesia.


Adanya Kampung Berseri Astra bukan menjadikan bisnis sebagai tujuan tetapi untuk memerhatikan lingkungan dan kesejahteraan serta hubungan dengan masyarakat sekitar, dan dapat memajukan seluruh masyarakat di kawasan tersebut.

Dalam Kampung Berseri Astra ada 4 pilar pembinaan, yaitu :
1. Pendidikan
2. Lingkungan
3. Kesehatan
4. Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Ada banyak ilmu yang disalurkan melalui pembinaan Kampung Berseri Astra ini seperti simulasi safety riding, atau cara menggosok gigi yang benar dalam bidang kesehatan. Simulasi safety riding ini tentu saja sangat penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Balikpapan agar tercipta masyarakat yang menyadari dan mengetahui cara berlalu lintas yang benar. 


Ke depannya Kampung Berseri Astra ini diharapkan menjadi pusat pariwisata edukatif bagi kota Balikpapan dan menjadi kampung percontohan di Indonesia serta menjadi ikon kota Balikpapan.

19 komentar:

  1. Aih senang ya kalau tinggal di daerah yang terjaga kebersihannya. Salut dengan kesadaran penduduknya. Semoga terus terjaga sehingga siapapun yang tinggal merasa nyaman dan tentunya betah.

    Good luck lombanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.... Iya, Mbak. Suka keteraturan dan kebersihan Balikpapan. Walaupun ada oknum2 tapi semoga selalu terjaga. Aamiin....

      Hapus
  2. aku baru tahu berlogo Beruang madu mba xixixi ke Balikpapan cuman transit sebentar doank itupun ga turun diem di pesawat karena lanjut ke Manado. Someday aku bisa kesini jalan2 deh ketemu mb dan beruang madu hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, Mbak. Ada rumah Beruang Madu di Balikpapan. Saya pernah ke sana. Iya... Balikpapan juga kota transit ya. Pesawat yg saya tumpangi juga kadang pesawat yang transit ke Makasar atau Palu.

      Hapus
  3. Waduhhhh mupeng ke Balikpapan... tapi ntah kapanlah kesampaian... Semoga ada tugas atau undangan acara apa ke sana gitu... Soalnya kalau jalan2 sendiri, biayanya mehongnya dari Batam....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Aamiin... Iya, Mbak. Tiketnya kalau dari Sumatera lumayan juga ya. Saya juga pengin ke Batam :D

      Hapus
  4. Balikpapan memang kota yang keren dan kaya budayannya ya. Wah aku belum pernah makan soto banjar nih mba. SMoga suatu saat bisa ke Balikpapan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kudu dicoba, Mbak Lida... Kalau ke Kalsel juga :D

      Hapus
  5. suami sering dinas ke kota ini nih :)

    BalasHapus
  6. Aku jadi rindu Balikpapan :')

    Ikut GIVEAWAY di blog aku yuk! Bisa dapet produk EMINA dan POMPOM lhoo
    http://www.deniathly.com/2017/04/giveaway-from-emina-and-wol-pompom.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk ke Balikpapan lagi, Mbak :D

      Hapus
  7. Wah keren ya mba. Allhamdulillah masih ada kota yang brsih dan taat berlalu lintas.

    BalasHapus
  8. Cakep banget kotanya, mb. Jadi pengin ke sana. :3

    BalasHapus
  9. Mbak.. masih ingatkah dirimu padaku?

    myelectricaldiary.wordpress.com

    aku lihat postingan lama dan nemu id mbak yg lama d wordpress :D..
    jadi kangen deh..
    apa kabar mbak?

    BalasHapus
  10. Beberapa keluarga dan teman tinggal dan kerja disana tapi aku tak pernah kesana dan jadi ingin kesanaaa....

    BalasHapus
  11. Menanti stadion sepakbola yg baru selesai, dan arena bulutangkis yg kece di bpp, biar ada event SS PoP atau sepakbola timnas lawan klub raksasa eropa, yg mudah dijangkau..😂😂😂

    BalasHapus
  12. Saya cuman pernah singgah di Bandaranya aja, belum sempat jalan-jalan di Balikpapan :') Semoga suatu saat saya berkesempatan jalan-jalan di sini :)

    BalasHapus
  13. Selamat ya mbak.
    Masuk 5 besar kita.
    Keren, 4 pemenangnya Kartini semua.
    Warbiyasah!

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...