Jumat, 05 Mei 2017

Petualangan Kuliner di Banjarbaru

Banjarbaru, selalu menempati tempat spesial di hati. Salah satu kotamadya yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan itu adalah kota di mana saya pernah tinggal selama 4 tahun. Belajar banyak hal, memperjuangkan banyak kesempatan. Jadinya ketika kembali ke kota itu, selalu ada kenangan demi kenangan yang nenyusup manis ke dalam pikiran. Dan saya selalu suka kembali ke kota itu. 
Banjarbaru dari udara
Banjarbaru

Seperti halnya saat dua pekan kemarin. Sebenarnya ada dua acara yang harus keluarga saya hadiri di Banjarmasin. Tapi tentunya kami mampir dulu di Banjarbaru dan semuanya bersepakat untuk menginap semalam di Banjarbaru dari yang direncanakan sebelumnya dua malam di Banjarmasin. Kesempatan itu, walau sekejap di Banjarbaru, saya dan keluarga gunakan untuk melakukan petualangan kuliner.


Kami sampai di Banjarbaru ketika adzan ashar berkumandang. Adek sepupu saya sudah punya beberapa tempat yang ingin dia datangi untuk membeli makanan. Saya pun tak ingin ketinggalan, tujuan saya sederhana, hanya ingin mencicipi kopi di Big Coffee. Apakah masih seenak sebelumnya? Karena saya sudah punya kopi dari sebuah cafe yang menjadi favorit di Balikpapan.

Setelah melaksanakan shalat ashar, saya, dua adek sepupu, dan kakak ipar langsung meluncur ke jalanan kota Banjarbaru untuk melakukan petualangan kuliner.

Sata Taichan Nyot-Nyot
Sate Taichan

Tujuan pertama adalah sate taichan Nyot-nyot di Jalan Sukarelawan Depan SMK YPK Banjarbaru, dekat sekali dengan rumah kakak saya. Sebelumnya saya tak pernah tertarik dengan yang namanya Sata Taichan. Apaan sih itu sate polos gitu? Karena bagi saya kelezatan sate itu justru ada pada bumbu agak kehitaman yang melekat di sate. Maka saya melambaikan tangan pada sate taichan. Itu bukan selera saya, tadinya begituuu.

Kemudian ketika saya berbicang dengan kakak tentang sate taichan itu, dia bilang kelezatan sate itu justru ada pada sambal yang biasanya satu paket dengan sate taichan. Berbekal supaya tidak penasaran, maka saya pun mencoba membeli sate taichan di Barabai.

Ketika saya mencicipi sate taichan untuk pertama kali, kebetulan ada adek sepupu juga di rumah saya. Dia yang saya bilang pakar dalam bidang persate taichanan pun ikut mencicipi dan memberikan komentar kalau sate taichan yang saya beli biasa saja. Ketika menikmatinya, saya juga merasa bahwa sate taichan itu tidak terlalu istimewa. Mama bilang lebih enak sate ayam langganan keluarga di mana keluarga saya sering membeli sate satu paket dengan gado-gado.

Karena itulah ketika adek sepupu mengajak ke sate taichan Nyot-nyot di Banjarbaru itu saya tidak terlalu antusias. Pikir saya, cukuplah sekali saya merasakan sate taichan. Asal tahu rasanya yang ternyata tidak terlalu membekas di lidah saya. 

"Tapi ini beda," bilang adek sepupu. 

Sembari menunggu pesanan disiapkan, saya menggambil beberapa foto dan sesekali mendengarkan kakak ipar saya yang berbincang dengan -yang sepertinya- owner dari sate taichan itu. Sate taichan di Banjarbaru itu dibuka oleh sekumpulan anak-anak IT yang berkantor di sebuab ruko. Karena jngin memanfaatkan tempat kosong di lantai dasar ruko; maka mereka mengumpulkan informasi tentang kuliner yang hits di Jakarta. Dan dipilihlah sate taichan kemudian membuka cabang francis sate taichan Nyot-nyot di Banjarbaru. 

Dan tak lama kemudian pesanan kami sudah selasai. Semuanya dibungkus saja karena kami diburu waktu harus ke Banjarmasin setelah maghrib. Di mobil, yang ingin meluncur membelah kota menuju Big Coffee, adek sepupu saya tak sabar untuk mencicipi sate taichan. Dia langsung menyantap sate di mobil dan meminta saya mencicipinya juga.

Dengan  agak enggan saya mengambil satu tusuk, dimakan polosan gitu aja dan ternyata rasanya enaaaaak... bumbunya benar-benar meresap walau belum dikasih saos sambal. Ketika dinikmati dengan saos sambalnya yang pedas dan taburan bawang putih maka lezatnya sate taichan menjadi naik berkali-kali lipat. 
Sate Taichan Nyot nyot

Akhirnya saya mengerti... mengapa sate taichan punya banyak penggemar karena kalau dimasak dengan lezat maka memang menjadi sebuah suguhan yang mengundang selera. Harga Sate Taichan Nyot-nyot di Banjarbaru ini per tusuk 2 ribu rupiah.

Ketika pulang ke Balikpapan, seminggu kemudian, saya pun membawakan sate taichan ini untuk disantap bersama suami. Rasanya tetap enak dan lezat walau sudah terdiam di kulkas semalaman dan saya hangatkan menjelang makan. Semoga ada sate taichan Nyot nyot yang buka di Balikpapan. 

Panties Pizza

Ini juga pilihan adek sepupu saya. Ingin menikmati Panties Pizza. Saya sungguh tidak tahu ada kedai pizza begini di Banjarbaru. Setelah dari Big coffee (tentang Big Coffee tidak diceritakan karena sudah pernah nulis di sini. Dan ke sana cuma beli cappuccino float doang untuk dibawa pulang) akhirnya mobil berhenti di kedai Panties Pizza di Jalan Panglima Batur Ruko No. 3 dan 4 Loktabat Utara, Banjarbaru Utara.. Kakak ipar memesan dua pizza, satu manis dan satu gurih. 

Di dinding Panties Pizza ada 2 gambar yang menarik minat saya. Kalau sudah begitu  tentu saja saya tak melewatkan kesempatan untuk memotretnya walaupun ada pengunjung yang duduk sehingga sedikit menghalangi gambar di dinding.
Panties Pizza. Dindingnya Lucu
Hello, Get me Pizza

Di rumah, saya dan keluarga pun  akhirnya menikmati pizza itu. Ini pizza bentuknya setengah lingkaran dengan toping yang berada di dalamnya. Dan kejunya itu melted banget... meleleh. Rasanya enak dengan isian yang lumayan banyak. Terutama kejunya itu yang juga enak. 
Pizzanya meleleh kejuanya

Ini termasuk kuliner yang ingin saya kunjungi lagi karena itu di pekan selanjutnya saya pun janjian denga  kawan baik saya, Ina, untuk sama2 menyantap pizza sembari memikirkan nasib bangsa. Hahaha.... Maklumlah kami berdua adalah Badminton Lover yang seringkali memikirkan nasib bulutangkis negeri ini.
 
Pemikir Nasib Bangsa

Warung Rosi Batas Kota Martapura Banjarbaru

Salah satu alasan kenapa keluarga saya ingin menginap di Banjarbaru padahal acara di Banjarmasin adalah warung Rosi ini. Aneka kuliner di Warung Rosi menarik minat untuk melalui pagi di Banjarbaru karena memang buka di pagi hari untuk melayani sarapan pagi para pengunjung.

Seperti yang pernah saya ceritakan di sini di Warung Rosi menjual sarapan berat dan ringan. Sarapan beratnya ada nasi kuning dan ketupat kandangan. Sementara sarapan ringan ada aneka kuljner tradisional seperti apam bajuruh, lupis, kukulih, putu mayang, laksa, dan masih banyak lagi. 

Setelah order ketupat kandangan dan nasi kuning, saya pun duduk manis di depan penjual jajanan tradisional itu. Sabar mengantri menunggu apam bajuruh yang fresh from the rinjing. Kala itu saya memang dapat tugas untuk membeli sarapan sementara yang lain hanya menunggu di rumah. Kesempatan itu tentu saja memberikan kesempatan untuk saya menikmati apam bajuruh langsung di tempat. Selagi masih panas dan bisa memilah banyak aneka kuliner yang lain.
Apam dan Lupis

Selain apam, saya memilih lupis untuk bersatu dengan apam di dalam piring. Kemudian saya juga tertarik dengan kukulih. Penganan yang juga dinikmati dengan siraman kuah gula merah. Kukulih ini tipikal camilan yang pecah di ilat atau lidah karena teksturnya yang sangat lembut.
Kukulih

Puas menikmati aneka camilan di Warung Rosi dengan harga per satuan dua ribu rupiah, saya pun pulang dengan membawa tentengan berupa ketupat Kandangan dan nasi kuning juga apam dan teman-temannya yang dibungkus untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.  

Itulah tiga tempat petualangan kuliner saya di Banjarbaru. Menikmati kuliner baru serta lama dan jatuh cinta pada kelezatannya. Tentu saja Banjarbaru selalu membuat saya rindu untuk kembali lagi dan lagi.


24 komentar:

  1. Mbak, namanya bikin geli ya. Nyot-nyot, duh duh, jadi mupeng nih pagi2 lihat penampakannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... iya mbak. Bikin geli ya tapi mudah diingat :-)

      Hapus
  2. apam itu kayak bubur sumsum gitu ta mbak? kayaknya mengenyangkan gitu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukaaaan. Seperti serabi atau surabi. Camilan sih mbak. Kenyang sebentar :-)

      Hapus
  3. Perlu nginap 1-2 malam ya nanti di bjb.. 😂

    BalasHapus
  4. Wah, sy sm suami pecinta masakan banjar mba.. Kalo kebanjarbaru biasanya kuliner kami diwarung berkat.. Disitu enak2 loh mba masakannya..😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga suka makanan2 di RM Berkat, Mbak. Ada juga RM Simpang di Martapura. Di sana juga enak, ikan gorengnya digoreng pakai minyaak kelapa :-)

      Hapus
  5. Yang ketiga bikin ngiler ni Mba. hehe. Anw, painties pizza bukannya ada cabang di mana-mana ya Mba? Emang dekornya bagus Mba, di daerah saya juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Ada cabang di mana2 ya. Di Samarinda juga ada. Di Banjarbaru baru buka katanya :-)

      Hapus
  6. Saya memilih bikin sate Taichan sendiri. Abis kalau beli, antreannya panjang banget. Ketahuan banget saya memang malas antre hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Mbak Mira. Katanya yang saya kunjungi juga itu antriii sekali. Cuman saya datangnya pas baru buka jadi belum ngantri :-)

      Hapus
  7. Wuih,penganan khasnya Banjar Baru elihatan enak2.. lupisnya sungguh menggoda.
    Btw, salam kenal, ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga, mbak. Iya. Lupisnya enaaaaak :-)

      Hapus
  8. kulinernya mantaap. asli ngiler banget dengan apam lapis ituu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... iyaaa. Apam lupisnya enaaak :-)

      Hapus
  9. Panties pizza ada jua di banjar. Tapi aku belum pernah ke sana. Huhu aku jadi pengen ke bjb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inggih, Ka. Ada jua di Banjar. Mudahan buka jua di Balikpapan kayna ;-)

      Hapus
  10. dulu...dulu banget, aku sering ke banjarbaru cuma buat makan tahu sumedang, hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha... iya mbak Inna. Tahu sumedang pernah ngehits di Banjarbaru :-)

      Hapus
  11. asli ngiler nih mba, semoga suatu hari bisa main ke banjar...

    BalasHapus
  12. Dibakar juga kok tapi emang ga pakai saos kacang. Iya. Ini sate kekinian katanya :-)

    BalasHapus
  13. Selama ini denger sate taichan disebut2 tp baru tau ternyata kayak gitu deskripsinya. Hehehe. Bener juga sih padahal yg bikin sate ketagihan itu di bumbu kacangnya :))

    BalasHapus
  14. Dari semuanya aku paling mupeng pizzanya. Nggak pernah tahan iman emang kalo liat keju meler-meler dari makanan, yummy banget.

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...