Senin, 04 Juni 2012

Jangan Menyukaiku! (Drama Dua Manusia)



Seorang wanita, sebut saja namanya Vanya, duduk termenung di sebuah taman. Hatinya sedang dirundung galau. Dia menyukai seorang pria, sebuat saja pria itu Tama, tapi Vanya tak tahu bagaimana harus mengatakan perasaannya pada Tama. Vanya duduk sembari memainkan ponsel di tangannya. Menelusuri isi ponselnya dan sampai pada bagian menulis sms.

"Aku menyukaimu… Aku mencintaimu.."

4 kata itu tertulis di layar ponsel Vanya. Vanya memandang nestapa pada 4 kata itu. Suara hatinya. Namun tiba-tiba Vanya terlonjak kaget, dengan kesadaran yang tak penuh rupanya 4 kata itu terkirim pada sebuah nomor ponsel. Vanya kaget, melompat dari tempat dia berdiri, mengguncangkan ponselnya ke udara, berharap bisa menggagalkan sms itu terkirim. Dan
melunglai ketika di hapenya muncul satu report : Pesan terkirim.

Beberapa menit kemudian, Vanya bertemu dengan Tama. Beragam rasa berkecamuk dalam benak dan hatinya. Gugup, malu, berdebar dan tak tahu harus bersikap bagaimana. Tama yang berdiri di depan Vanya memandang gadis itu, hanya sedetik. Sedetik kemudian Tama mengangkat ponsel di tangannya ke udara dan berkata pada Vanya, "ponselku rusak. Aku tak bisa membukanya."

Vanya tertegun mendengarnya. Ada kelegaan luar biasa yang hadir di hatinya. Bersyukur sekali dengan kabar rusaknya ponsel Tama. Vanya bahkan tak bisa menahan senyumnya, sama sekali tak berempati dengan kabar rusaknya ponsel canggih milik Tama.

Hari itu mereka pun kembali melakukan aktivitas bersama. Yah, mereka ada di tempat kerja yang sama.

Waktu berlalu, malam pun tiba. Sekarang giliran Tama yang duduk termenung di bawah sinar rembulan. Pikirannya satu, tertuju pada satu pesan yang dibacanya pagi tadi. "Aku menyukaimu.. Aku mencintaimu.." Sekali saja membacanya sudah membuat Tama menghafal kalimat itu di luar kepalanya.

Lamunan Tama buyar, seorang gadis yang menyita pikirannya sedari tadi hadir di depannya. Vanya tersenyum menyapanya. Tama merasa harus bicara dengan gadis itu.

"Benar kau menyukaiku?" Vanya terlonjak kaget dengan pertanyaan Tama.

"Kau membaca pesan itu?" Tama hanya menjawab dengan diam.
"Kau membaca pesan itu dan bilang kalau ponselmu rusak?" Vanya mengulang pertanyaannya. Tama hanya terdiam lagi. Vanya siap berlalu dari hadapan Tama, tapi Tama segera mencengkram lengan Vanya. Mereka berhadapan, Tama menghela nafas kemudian berkata tegas, "Jangan menyukaiku!"

Deg!

Vanya melepaskan lengannya dari cengkraman tangan Tama. Berlari sejauh mungkin. Kata-kata Tama membuat rasa sakit menguasai hatinya dalam sekejap. "Jangan menyukaiku!" Vanya mulai merasa pipinya basah. Bahkan untuk memiliki perasaan itu pun dia tak diizinkan. Sungguh kata jangan menyukaiku itu lebih menyakitkan daripada kata "Aku tidak menyukaimu."

Vanya melunglai dengan hati yang terluka.

Tak jauh dari Vanya berada, Tama pun tercenung sendiri. Sibuk dengan perasaannya. Dia bukan tak menghargai perasaan Vanya. Dia hanya tak ingin Vanya terluka. Sungguh tak ingin sedikit pun melukai perasaan Vanya, hingga dia berkata pada Vanya untuk jangan menyukainya. Karena untuk membalas perasaan Vanya, Tama sungguh tak bisa. Telah ada wanita lain sebagai tunangannya.

Dan seorang gadis lain bernama Yanti, mewek menyaksikan drama dua manusia itu di depan laptopnya sendiri. Vanya adalah Park Ha, sementara Tama adalah Tae Yon. Satu scene dalam drama Korea yang berjudul Rooftop Prince yang bikin perasaan teriris-iris saat menontonnya.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...