Senin, 26 Maret 2018

Ikut Suami Dinas ke Luar Kota, Yay or Nay?


Saya bukan Ashanty, walaupun nama sama-sama berakhiran Ti (secara pelafalan), jadi kalaupun saya ikut menemani suami dinas atau kerja ke luar kota, mungkin tidak akan ada yang bertanya-tanya seperti netizen bertanya pada Ashanty yang menemani suaminya dinas.

Beberapa waktu yang lalu, Ashanty menemani suaminya Anang yang dinas ke Polandia. Kata Ashanty, suaminya pengin ditemenin. Dan ketika netizen bertanya, bagaimana dengan biayanya? Apakah ditanggung negara? Jawabannya Ashanty tidak memakai biaya negara Semuanya ditanggung sendiri kecuali Anang yang memang bertugas yang dibiayai oleh DPR dengan dapat tiket ekonomi, dan lain-lain. Jadi mengajak keluarga atau upgrade tiket dan lainnya, semua biaya ditanggung sendiri.


Itu Ashanty, kalau saya mirip tipis-tipis lah sama Ashanty kala menemani mengikuti  suami kerja ke luar kota. Miripnya tipis-tipis, bedanya tebal-tebal alias banyaak. Hahaha… Suami saya bekerja di sebuah perusahaan swasta. Selain kantornya di Kalimantan, ada juga kantor pusat yang terletak di Jakarta. Karena itulah beberapa kali, suami bisa ditugaskan ke kantor Jakarta. Bisa sehari dua hari saja, atau lebih dari dua pekan.

Saya selalu ikut? Tidak selalu. Misal hanya meeting satu hari di Jakarta, tentu saja dengan kondisi begitu saya tidak ikut. Tapi ada kalanya saya ikut dengan berbagai pertimbangan. Biasanya saya akan memikirkan banget kalau mau ikut suami tugas. Ada beberapa pertanyaan yang akan diajukan ke pihak kantor sebelum saya atau suami memutuskan "Ya" untuk ikut. 

Biasanya suami juga akan memberitahu atasan atau pihak terkait kalau mau membawa istri. Alhamdulillah, beberapa kali sih atasan suami tidak mempermasalahkan hal itu dan mempersilakan saja jika suami membawa istri kala tugas di luar kota dengan syarat BAYAR SENDIRI. Hahaha….. Dan saya juga tidak setiap suami ke luar kota untuk urusan pekerjaan selalu ikut. Beberapa pertimbangannya antara lain :

1.      Berapa lama tugas di luar kota?

Ini pertimbangan utamanya. Saya ikut biasanya kalau lebih dari satu minggu atau ada waktu yang melewati weekend. Kalau cuma satu atau dua hari saja, tentu saja saya memilih tidak ikut serta. Berat di ongkos, Cyin...

2.      Menginap di mana?

Ini juga penting banget untuk ditelusuri sebelum memutuskan ikut atau tidak. Sebelumnya juga perlu ditanyakan, apakah suami mendapat kamar sendirian atau kamar untuk berdua dengan rekan kerjanya. Biasanya kalau tugas untuk waktu yang lama, suami memang dapat kamar untuk satu orang sendiri. Kecuali yang hanya satu hari, bisa jadi ditempatkan satu kamar berdua dengan rekan kerjanya. 

Walaupun ditempatkan di hotel, saya juga tidak serta merta ikut. Mencari tahu dulu tentang hotel tersebut atau pun cek review tentang hotel itu. Dekat akses ke mana saja dan juga apakah hotelnya tergolong hotel yang ramai atau tidak. Karena saya punya pengalaman menginap di hotel yang sepiii sekali.

Sepinya sih bukan sepi suasana tenang gitu, tapi lebih ke sepi yang suasana mencekam. Rasanya seram aja gitu. Nah, kalau menginap di hotel seperti itu dan harus melewatkan siang di hotel seharian, saya tidak betah juga.

3.      Apa yang dilakukan saat suami bekerja siang hari? 

Ini juga penting dan terkait dengan yang poin kedua tentang menginap di mana. Karena di mana letak penginapan itu mempengaruhi apa yang akan kita lakukan. Akses dari penginapan itu bisa dekat menjangkau fasilitas apa saja. 

Misal dulu pernah suami ditempatkan di apartemen di kawasan Jakarta Barat. Apartemennya bersebelahan dengan dua mall besar di Jakarta Barat. Ibaratnya untuk menjangkau mall hanya sepelemparan batu doang dari kamar. Jadinya saat suami bekerja, saya bisa jalan-jalan atau cari makan di mall tersebut.
View dari apartemen di mana suami pernah ditempatkan saat tugas di Jakarta

Yang terbaru, suami dinas dan ditempatkan di Bendungan Hilir. Wah, Bendungan Hilir itu ternyata salah satu pusat kuliner di Jakarta Pusat. Saya yang suka wisata kuliner dan menganggap kalau kuliner merupakan bagian dari budaya Nusantara ini jadi jejingkrakan senang bisa menemukan kuliner beraneka rupa di sepanjang jalan Bendungan Hilir Raya. Belum lagi kalau masuk ke jalan Danau-danau itu, makin banyak yang mau diicip-icip. 

4.      Fasilitas Kamar atau Tempat Menginap

Ini juga hal yang penting karena bisa jadi saat suami bekerja, kita hanya berada di kamar saja kalau sedang malas berpergian ke mana-mana. Jadi, fasilitas yang didapat di kamar bisa menunjang aktifitas kita. Misalkan ada free wifi, jadi yang mengaku blogger bisa tetap ngeblog atau yang mengaku penulis bisa riset dengan berselancar di dunia maya dengan memanfaatkan wifi tersebut. Asal jangan memanfaatkan wifi buat cari cerpen untuk di-plagiat apalagi sampai 20 lebih cerpen (Lagi heboh tentang plagiat sekarang)

5.      Budget atau dana

Seperti klarifikasi Ashanty saat ditanya apakah dia dibayarin negara saat mengikuti Anang dinas? Dan Ashanty menjawab tidak. Saya pun begitu, mengikuti suami dinas, saya bayar semuanya sendiri (masih pakai uang suami sih, tapi tidak dibayarin kantor maksudnya). Seperti tiket pesawat, makan sehari-hari. Kecuali untuk penginapan saja yang nebeng itu pun kalau upgrade juga bayar sendiri. Jadi, emang harus ada dana yang dikeluarkan sendiri.


Itulah empat pertimbangan saya kala memutuskan ikut atau tidak saat suami tugas kerja ke luar kota.

Ngerepotin ikut suami dinas? Kalau saya tanya suami, katanya sih enggak. Dan dia bilang senang kalau ditemenin. Yah namanya juga bukan di kampung sendiri. Pulang kerja, dia senang aja ada istri yang menunggu trus nemenin cari-cari makan. Untuk urusan makan istrinya memang paling semangat. Untunglah suami juga kerja di luar kotanya masih di wilayah Indonesia, jadi tidak perlu beli paket roaming untuk menghubungi keluarga di kampung halaman.  

Mengikuti suami kerja di luar kota juga membuat saya jadi menambah pengalaman. Tiga kali ikut, ketiganya memberikan pengalaman yang berbeda-beda. Dari tempat menginapnya saja udah beda-beda. Pertama kali ikut nginapnya di hotel, kedua di apartemen, dan yang ketiga ini ngekost. Jadi deh saya punya pengalaman ngekost di ibukota :-) 

Mengunjungi tempat baru juga menjadi hiburan tersendiri buat saya. Maklumlah ya, sehari-hari tinggal di kampung. Jadi, suka norak dan happy aja lihat jejaran gedung bertingkat. Plus juga bisa mencicipi kuliner-kuliner yang selama ini cuma bisa saya lihat di media sosial, liputan di TV atau review para youtuber di channel mereka. Apalagi kalau punya voucher makan atau belanja, nah, datang ke kota besar ini kesempatan untuk memakai voucher tersebut.

Jadi, mengikuti suami tugas ke luar kota, yay or nay? Yay. Dengan beberapa pertimbangan. Kalau teman-teman bagaimana?


15 komentar:

  1. Kalau aku semalam suamiku yang ikut aku dinas. Rada sebel dia soalnya harus jagain anak pas aku lagi tugas. Heuheu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. iya kah ka? Inggih kalau lawan anak jadi rada repot kak lah...

      Hapus
  2. Wah, sayangnya saya belum pernah ikut suami yang kerja ke luar kota.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cobain kalau ada kesempatan mbak :-)

      Hapus
  3. Kalau ikut dinas ke berbagai kota jadi enak ya Mbak, banyak pengalamannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Nambah pengalaman :-)

      Hapus
  4. Belum pernah punya pengalaman ikut suami dinas, hihi.

    BalasHapus
  5. Keknya seru tuh, hehe. Tapi saya gak ada kesempatan buat ikut dinas atau semacamnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Hitung2 nambah2 pengalaman. Hihihi...

      Hapus
  6. Kalo ada kesempatan lagi, apa mau ikutan lagi? 😁

    BalasHapus
  7. Sampai saat ini aku belum pernah ikut suami dinas luar kota, mba. Meski pernah sih suami mengajak. Suami PNS. Biasanya kalau dia ditugaskan ibukota dan menginap di hotel. Kalaupun mau ikut pasti mempertimbangkan tempat menginapnya, di hotel atau pusdiklat. Cuma dua itu mba pilihannya. Pertimbangan lainnya, kudu bayar sendiri.

    BalasHapus
  8. Aku tim yay, tapi ya belum pernah aja wkwkwk. Kemarin pas suami ke Padang diajakin, tp blm sreg tar deh nyiapin mental dulu bawa bayi pake pesawat hihihi cemen nih emaknya :D

    BalasHapus
  9. Selamat, Mbaaaa
    Suka terkagum-kagum lihat orang2 yg subur banget
    MasyaAllah
    Bener2 kuasa Allah

    BalasHapus
  10. Aku tim yeyy, bayar sendiri juga wkkk
    Mayan mb bisa refreshing xixixi

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...