Tiga Cara Mengempukkan Daging


Idul Adha sudah di depan mata. Ada banyak hikmah, cerita, dan kenangan yang bisa kita ambil pelajaran saat Idul Adha. Tentang keluarga Ibrahim yang taqwa sekali kepada Allah. Tentang hikmah melepaskan kecintaan kepada dunia. Tentang ibadah haji yang puncaknya ada pada hari-hari Idul Adha. 

Idul Adha juga identik dengan qurban. Hewan disembelih kemudian dibagikan. Ramai-ramai setiap rumah memasak daging-daging itu. Namun, ada kalanya bayangan akan masakan daging yang lezat kandas karena dagingnya alot. Huhuhu.... 

Jadi, memasak daging baik itu ditumis, disate, atau pun masak lainnya penting supaya tidak alot. Daging empuk tanpa perlawanan adalah kenikmatan tersendiri. Sepengalaman saya ada beberapa cara mengempukkan daging. Ini cara yang pernah saya coba : 


1.     Memakai nanas
Sate

Buah nanas memang ampuh sekali dalam mengempukkan daging. Di keluarga besar saya ada semacam tradisi bikin sate saat Idul Adha. Biasanya di rumah nenek, saya rempong sekali bikin bumbu, trus bakar sate. Tapi tahun kemarin, supaya tidak terlalu repot, saya membumbui daging-daging itu di rumah. Kemudian dibawa ke rumah nenek, dan dibakar di sana. Ternyata orang-orang di rumah nenek juga sudah membumbui daging buat sate. Namun, sate saya lebih empuk.     

Karena? Pakai nanas dong. Jadi, sebelum dibumbuin diremas-remas dulu pakai nenas. Didiamkan kira-kira 20-30 menit, buang potongan nanasnya atau dicuci ulang, kemudian dibumbuin. Sate pun jadi tak alot lagi.

2.     Memakai daun papaya

Masih dalam momen Idul adha, tante saya pernah membawa satu botol barang yang bertuliskan pengempuk daging. Begitu saya baca komposisinya ternyata daun pepaya yang sudah dibikin serbuk. Saya pun mencobanya, ambil daun pepaya dan remas-remas dengan daging. Hasilnya juga empuk dagingnya walaupun tak secepat dan selunak pengempukan dengan  nanas. 

Walaupun tidak seampuh nanas tapi daun pepaya ini juga bisa diandalkan karena membuat daging tidak hancur. Kalau pakai nanas, sering kali ditusuk ke tusukan sate kemudian dipanggang, dagingnya bisa jatuh-jatuh gitu saking lunaknya. Tapi kalau daun pepaya amaaaan.... 

3.     Direbus lama

Hahahaha... Ini emang cara yang paling sering ya. Tapi itulah cara ini kadang membuat lama menanti dan juga boros bahan bakar. 

Masih juga dalam momen Idul Adha, di keluarga saya bagian iga-nya biasanya dibikin sup. Dan untuk sup ini tidak memakai bantuan nanas atau daun pepaya tapiiii direbus lama. Rebusnya menggunakan kayu bakar. 

Tulang-tulang iga dimasukka ke dalam panci besar, dinyalakan api di halaman belakang rumah nenek, kemudian ditaruh panci di atasnya. Eh, iya ada penyangga pancinya gitu. Duh, lupa namanya. Tapi bisa ngebayangin kan ya. Besi penyangga panci gitu.

Sesekali kayu ditambahkan agar tetap menyala. Kemudian salah seorang acil (Tante) saya akan membumbui sup itu. Sup iga sapi akan siap disantap menjelang maghrib. Sup iganya empuk sekali dan rasanya juga sedaap sekali. Mungkin pengaruh daging baru (Abis disembelih langsung dimasak) plus memasaknya menggunakan kayu bakar.

Sate

Selain tiga cara di atas bisa juga dengan menggunakan presto. Tapi kalau presto kan tidak setiap orang punya. Dan juga presto ini lebih efektif untuk daging yang dimasak dengan rebus seperti sup atau bistik atau masak habang. Kalau sate, lebih enak dipanggang langsung jadi menggunakan nenas atau daun papaya menurut say acara terbaik buat sate.

Memasak daging dengan presto, biasanya sudah saya campur bumbu di dalamnya jadi bumbu meresap. Kadang kala ada yang mempresto dulu baru dibumbuin, kalau saya tim kasih bumbu dulu baru dipresto.

Semisal memasak daging bistik Banjar. Saya tumis dulu bumbunya, baru dimasukkan daging dan air. Kemudian baru deh ditutup panci prestonya dan direbus sekian menit. Begitu selesai, daging empuk, bumbu meresap dalam daging.

Teman-teman biasanya memasak daging supaya empuk dengan cara bagaimana? 

5 komentar

  1. Ternyata ada banyak cara nih ya Mbak buat menggempukkan daging itu

    BalasHapus
  2. Saya baru tahu nih Mbak kalau menggempukkan daging itu bisa menggunakan buah nanas ya

    BalasHapus
  3. Hahaha cara yang terakhir itu memang bener dan sering banget dilakukan nih

    BalasHapus
  4. inget dulu tante saya suka ngrebus daging sama garpu. biar cepet empuk katanya. hihihi

    BalasHapus
  5. Poin no 1 dan 2 belum pernah di pake. Tapi cara ketiga udah pernah dipale.

    Baru tau ada dua cara yang sebenarnya belum saya ketahui mba..

    Makasih

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^