Perempatfinal Hingga Final IndonesiaGPG

Sambungan dari sini

Jum'at, 9 September 2016.

Babak perempat final Indonesia GPG berlangsung pada hari Jum'at jam 4 Sore. Di fanpage Badmintontalk ada yang bertanya, mangapa pertandingan dilaksanan pukul 4 sore?  Badmintontalk menjawab karena agar lebih banyak menarik minat penonton karena sebagian udah pada pulang kerja jam segitu. Lagipula, bagi negara yang mayoritas muslim, hari Jum'at ada kewajiban shalat jum'at. Biar jadwal pertandingan tidak bentrok dengan Jum'atan. (Kemudian jadi kepo, para atlet waktu di Balikpapan pada Jum'atan di mana ya? Hihihi...)
Dome Balikpapan, tempat pertandingan dihelat
Mari tinggalkan saja kepo yang enggak jelas itu, sekarang waktunya kita cerita tentang perempat final. Jumlah pengunjung memang terlihat lebih banyak dari hari sebelumnya. Kalau hari sebelumnya bebas aja masuk ke tribun A atau B, di hari ini disesuaikan dengan tiket yang dipunya. Saya yang orangnya bag big bug mau cepat-cepat malah beli tiket di Tribun B. Padahal lebih strategis menonton di Tribun A. Sempat manyun beberapa saat tapi kemudian memutuskan dibikin happy saja.

Apalagi saat itu pertandingan sudah dimulai.. Ada Ronald Melati dan Hafidz Shella yang sedang bertanding dan mereka berdua pada kalah di set pertama juga sedang ketinggalan di set kedua. Kyaaaaa.... Di Tribun B saat itu masih sepi penonton. Bersama beberapa orang penonton kami sepakat untuk heboh dengan cara teriak, tepuk tangan, dan mukul-mukul kursi karena belum dikasih balon tepok. Meneriakkan nama Ronald Melati, Hafidz Shella dan Indonesia bergantian. Eh kemudian pasangan ganda campuran Indonesia itu balik memimpin dan menang.

Rasanya puas sekali bisa menyaksikan secara langsung. Salah satu penonton bilang kemenangan itu adalah the power of supporter. Kalau supporter-nya semangat yang main semangat juga. Diiyain aja deh.. Biar senang dan enggak berasa rugi beli tiket. Hahaha...

Di babak perempat final ini juga para ganda putra Indonesia pada ketemu semua. Markis Kido / Hendra Aprida Gunawan vs Angga Ricky, Kevin Wahyu vs Berry Rian. Wah, bingung dong memihak yang mana. Jadi, semuanya aja dikasih semangat. Akhirnya pertandingan dimenangkan oleh Kevin Wahyu dan Angga Ricky. Mereka akan bertemu di semifinal. Sayang sekali para ganda putra ini berada di satu pool. Walaupun memastikan satu tempat di final tapi harusnya all indonesia semifinal. Jadi ada 4 MD yang lolos ke semifinal. Maunyaaa gituuu...
Indonesia Semua yang tanding
Pertandingan satu demi satu berlangsung, dan yang terakhir paling menarik perhatian penonton adalah ihsan Maulana Mustafa. Ihsan merupakan satu-satunya wakil Indonesia untuk tunggal putra yang tersisa, setelag sebelumbya M Bayu Pangisthu kalah. Pada saat Bayu bertanding itu agak... Emmm.. Kurang semangat. Saat diharapkan penonton Bayu ngasih smash keras, eh, Bayu cuma nepuk kok dengan biasa. Sudahlah, mari kita move on dari Bayu dan fokus ke Ihsan.

Ihsan tentu saja mendapat dukungan penuh dari penonton. Pada teriak Indonesia dan Ihsan ihsan gitu deh. Di set pertama ihsan kalah, namun bisa menyusul di set kedua. Kemudian di set penentuan, ihsan sempat memimpin cukup jauh. Udah di atas angin banget dengan skor yang lumayan jauh tersebut. Dan tebak kemudian apa..  Hahaha.. Udah terjadi ya jadi enggak main tebak-tebakan. Ihsan kesusul dan kemudian kalah.

Saya merasakan aura kekecewaan dan kesedihan meliputi semua penghuni Dome. Di saat lawan sudah match point, penonton udah satu per satu beranjak dari gedung Dome dengan lemassss... Memang sih itu bukan penampilan terbaik Ihsan. Ihsan banyak mati sendiri. Bola tanggung yang harusnya mendulang poin malah menyentuh net atau keluar dari lapangan pertandingan. Padahal smash-nya udah keras.

Jadi, pada akhir pertandingan di perempat final itu bukan ending yang manis karena Ihsan kalah. Melihat hasil perempat final ini udah lemes aja serasa enggak pengin nonton semifinalnya. Eh, tapi begitu keluar stadion malah langsung beli tiket semifinal. Hahaha... Baiklah.. Sampai jumpa di semifinal..

***

Di semifinal, Indonesia masih memiliki 6 wakil di sektor ganda, sementara tunggal sudah habis semua. Indonesia juga berpeluang buat menciptakan all Indonesian final di ganda putri dan ganda campuran. Sementara di ganda putra, 2 ganda putra andalan Indonesia udah bertemu dan tentunya cuma bisa meloloskan satu wakil ke final. Antara Angga Ricky atau Kevin Wahyu. Hayoo.. Pilih mana?

Di pertandingan pertama antara ganda campuran Indonesia dengan ganda dari luar (lupa sama negara apa) dan kalah. Kemudian berturut-turut Tiara Rizki dan Della Rosyita juga kalah. Melihat kekalahan ini bawaannya lemeeess.

Masa kalah semua?

Kesempatan menang hanya ada di nomor yang sama-sama mempertemukan wakil Indonesia. Ronald Melati vs Hafidz Shella dan Kevin Wahyu vs Angga Ricky. Huhuhu.... peluang all Indonesian final di nomor ganda putri justru malah tidak menempatkan wakil satu pun

Ini bawaannya jadi enggak kepingin nonton final. Saya bilang ke suami, kita enggak usah nonton final aja. Udah tiket mahal, wakil Indonesia sisa dua. Suami sih diam aja. Pertandingan ganda campuran akhirnya dimenangkan oleh Ronald Melati dan kemudian tibalah pertandingan Kevin Wahyu vs Angga Ricky.

Pertandingan Angrick vs Kevin ini bisa dibilang laga klasik. Selalu seruu. Mereka udah beberapa kali ketemu dan Angrick sering dikalahkan Kevin (yang berpasangan dengan Gideon). Terakhir mereka ketemu di final Australia SS yang menang ya Kevin Gideon. Ketika menonton pertandingan mereka, saya penginnya rubber. Sampai teriak teriak "Ayo rubber..." hahaha... Dan asyiknya beneran rubber.

Di set pertama Kevin wahyu menang, di set kedua Angga Ricky yang menang dan tibalah di set penentuan. Walau sesama Indonesia penonton tetap heboh, saya pun bingung dukung siapa. Hahaha.. Waktu Kevin ketinggalan, langsung dukung Kevin. Kalau Angrick ketinggalan langsung semangatin Angrick. Kevin Wahyu sempat ketinggalan di set ketiga dan tikungan tajam kembali terjadi di Balikpapan. Angga Ricky yang udah memimpin... Eh, kesusul dan kalah. Itu pertandingan yang seruuuu banget. Seperti final sesungguhnya karena kedua pasangan memang menampilkan pertandingan yang kece abisss...

Pertandingan semifinal yang seru banget itu akhirnya membuat saya agak bersemangat juga buat nonton final. Sudah, tuntaskan saja kata suami. Nonton sampai final walaupun Indonesia cuma tersisa dua wakil. Jadiiii... Begitu pertandingan selesai kamu langsung beli tiket dan kehabisan nomor kursi strategis yang kami tempati di semifinal. Setelah bolak balik ngelihat kursi ke atas dan melirik ketersediaan tiket akhirnya dapat juga nomor kursi yang agak strategis. Itu pun saya dan suami tidak duduk bersebelahan tapi di atas dan bawah. Enggak papa lah.. Yang penting nonton.

Di final, pertandingan pertama dimainkan oleh Shi Yuqi vs rekan satu negaranya. Agak kurang semangat sih ya nontonnya. Jadi, ya gitu-gitu doang. Mencoba menikmati pertandingan aja. Sementara supporter Tiongkok lumayan kedengaran suaranya.

Pertandingan kemudian dimenangkan oleh Shi Yuqi karena lawannya retired. Seperti ada masalah di pinggangnya. Pada saat setelah selesai ceremony pengalungan medali dan penyarahan hadiah, saya manggil Shi Yuqi dari tribun atas dan ketika sang runner up lempar bunga, Shi Yuqi juga terlihat pengin melempar bunga. Langsung panggil panggil lagi dan ketika Shi Yuqi melempar bunga tersebut, hap, saya mendapatkannya.
Bunga dari Shi Yuqi
Langsung happy dapat bunga dari Shi Yuqi. Juga foto-foto dengan bunga tersebut. Gara-gara dapat bunga dari Shi Yuqi saya pun jadi perhatian dengan tunggal putra tiongkok tersebut. Sewaktu di Jepang SS jadi mengikuti perkembangannya. Di Jepang Terbuka dia kalah di perempatfinal melawan Datok Lee Chong Wei.

Pertandingan paling ditunggu-tunggu adalah ganda campuran dan ganda putra di mana ada wakil Indonesia di sana. Alhamdulillah keduanya menang. Ronald Melati dan Kevin Wahyu. Penonton pun keluar gedung Dome dengan suka cita. Ada dua gelar yang direbut oleh Indonesia. Dengan berakhirnya pertandingan, maka berakhir pula lah gelaran Yonex Indonesia Masters di Balikpapan. Tahun depan entah di kota mana lagi yang akan mendapat giliran pergelaran tersebut.
Perhelatan selesai. Foto-foto dulu


Kalau di Balikpapan nonton lagi enggak, emmm...lihat nanti. Hihihi... karena tiketnya mahaaaaal…. 

12 komentar

  1. Alamak beruntung y mba dapet lemparan bunga, saya jadi tau pertandingan gara2 mba loh hahaha..soalnya jarang nonton TV :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Xixixixi...iya, Mbak. Ini lagi ada turnament Korea SS tapi sayang wakil Indonesia sudah habis. Hiks.

      Hapus
  2. Habis berapa Mbaaaa buta beli tiket? Wkwkwk
    Tapi namanya kalau cinta ya, dijabanin deh :D.
    Aku suka badminton. Tapi kalau nonton kelewat emosi, susah move on nya, jadi suka diomelin suami, wakakak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga berani ngitung, Mbak. Hahaha... Tapi bisa diraba-raba berapa habisnya. Hihihi... Iyaa... Saya suka baper sampai nangis2 kalau nonton. Suami saya udah paham sih dan selalu bilang saya lebaaay. Pemain pensiun pun saya baperin. Segalanya dibikin baper. Hihihi....

      Hapus
  3. Kirain ulasannya sampe perempat final aja..:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkwk.... Biar cepat beres. Udah lama nulisnya nih cuma ga bisa posting aja karena ngurusin Tax Amnesty eh ga ada signal. Hahaha...

      Hapus
  4. Seru banget ya Mbak Yanti, saya hobi kalau badminton, tapi belum pernah sekalipun nonton live. Pas banget ya acaranya di bpp. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Nurin. Pas banget. Saya maju mundur cantik sih mau nonton karena tiketnya lumayan mahal. Tapi kata suami kapan lagi coba kita nonton secara live. hehehe...

      Hapus
  5. Huaaa..seseruan nonton badminton, ingat zaman asia game dulu yg kita nonton bareng di TV masing masing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... Iya, Mbak. Kalau ada event2 gitu seru ya nontonnya. Olimpiade kemarin juga. Sayangnya TV Indonesia ga banyak nyiarinnya.

      Hapus
  6. Lewat TV aja aku sekarang nggak pernah nonton, kalo dulu selalu nonton kalo tim Indonesia bertanding via TV aja tentu nontonnya.
    Ikutan nangis terharu kalo tim Indonesia menang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang juga jarang mbak, di TV nyiarin. Nyebelin banget. PON kemarin juga sepotong-sepotong nyiarinnya. Iya. Saya juga suka nangis haru kalau menang dan baper kalau kalah :D

      Hapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^