Tentang 'Neina dan Matematika'


LDR itu berat. Sangat. Jika tidak dalam kondisi atau tidak ditakdirkan demikian, jangan pernah berangan-angan untuk melakukan LDR dengan pasangan. 

Sekalipun LDR yang saya lakoni bersifat kadang-kadang, tapi tetap saja ada situasi di mana semua terasa berat. 

"Sibukkan diri aja. Tulis satu cerpen satu hari. Bagaimana?" Tawar suami saat itu. Saya menyanggupi. Maka, beberapa cerpen saya tulis dalam kurun waktu itu. Menyetorkan ke suami setiap hari, indera ditajamkan untuk menangkap ide. Itu.... dulu. Sekarang... banyak malasnya. Hahaha....


Salah satu yang saya tulis pada saat itu berjudul 'Neina dan Matematika'. Ide itu sebenarnya sudah lama saya pikirkan. Sebuah cerpen tentang seorang anak dan pelajaran matematika. Namun, selalu tertunda untuk menuliskannya. 

Neina. Nama itu saya pakai. Berawal dari seorang teman yang katanya usianya tak pernah beranjak dari 17 tahun. Suatu ketika cerpennya dimuat di media daring. Namanya salah ditulis. Harusnya Neida, tertulis Neina. Saya berbalas komentar dengan beliau. "Bagus ya Neina jadi nama tokoh," bilangnya. Saya pun kemudian benar-benar menjadikan Neina nama tokoh dalam cerpen berjudul Neina dan Matematika. Kemudian cerpen itu dimuat di Majalah Bobo.

Saat itu, saya dan teman-teman juga lagi senang menggunakan nama teman-teman jadi tokoh cerita. Selain Neina, saya juga memakai nama Mbak Nurin sebagai nama kakaknya Neina. Mbak Nurin pemilik www.istikmalia.com. Semoga enggak minta royalti berkenan ya, Mbak-mbak cantik... 

Kapan kirim? Pertanyaan itu seperti pertanyaan wajib di kalangan para teman-teman penulis. Hihihi... saya mengirimkannya pada tanggal 23 Maret 2016. Perlu setahun lebih menanti ia dimuat. Saat saya merasa sudah berabad-abad cerpen saya tidak dimuat di Bobo. Ketika saya tak lagi menanti kabar gembira itu datang justru kabar itu sendiri yang menghampiri. 


Alhamdulillah.... segala puji hanya milik Allah. 

Kabar gembira saya dapatkan dari mbak Dian Restu Agustina di grup Sastra Minggu. Mbak Leanita Winandari me-mention nama saya. Cerpen Mbak Lea juga dimuat di edisi yang sama. Edisi no 6 yang terbit 18 Mei 2017. Di salah satu grup Uni Dian Onasis juga memberitahu saya hal serupa. Terima kasih untuk para pembawa kabar gembira :-) 

Selamat membaca para pembaca majalah Bobo. Semoga suka dan suka matematika juga ;-) 

Ya ampuuuun... ini tulisan lebih panjang dari cerpennya sepertinya. Karena cerpennya cuma satu halaman. Hahaha... mengisi waktu menanti penerbangan di bandara nih :-) 

15 komentar

  1. Selamaaat ya Mbak. Makin berkibar dan eksis di Bobo niiih 😍😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... makasiiiih mbak. Ini lama jedanya dri sebelumnya. Hehehe...

      Hapus
  2. penasaran sama cerpennya seperti apa :)

    BalasHapus
  3. aku dong sampai temimpi-mimpi cerpen dimuat tapi tak kunjung dimuat. wkwkwk. sekarang benar-benar kdd nulis fiksi lagi. hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fokus ke Yumna dulu lah kak? Ulun sampai berhenti berharap ka gara2 lawas kada dimuat. Hehehe...

      Hapus
  4. Wis deh, keren... aktif terus Mbak hairi yanti. Anakku suka cerita2mu. emakanya apalagi, sukaa... Sukses ya Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... makasiiiih mbak sudah suka cerita saya. Sukses juga buat mbak :-)

      Hapus
  5. Keren! Dipublish bobo. Majalah masa muda saya inih. Udah lama ga baca lagi. Congrats and safe flight mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah :-)
      Makasiiih ya. Iya udah mendarat lama nih. Hihihi

      Hapus
  6. mba Yanti emang keren bangetssss, semoga terus menulis jangan males y mba hahhaha *sok nasehatin
    btw Neina kek panggilan anakku Neyna karena orang sunda dipanggil Neng Nameera krn kepanjangan jadinya Neyna *maaf pengumuman y mba :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah... panggilan Nameera yaa. Iya. Saya baca blog mbak Herva tentang Neyna. Hihihi... iya nih mbak. Suka malas aja kebanyakan nonton bulutangkis. Hihihi

      Hapus
  7. LDR-nya jd bikin produktif hehehe...
    Selamat mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasiih mbak. Iya banget. Sering sy merasa LDR bikin produktif tapi ga pengin juga LDR mulu. Hehehe...

      Hapus
  8. Selamat ya, makin produktif, keren bangets

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^