Apakah Pernikahan Membuat Selera Berpakaian Pria Berubah?


Mengapa saat pernikahan orang kerap kali mengucapkan selamat menempuh hidup baru? Karena memang begitulah adanya. Walaupun kita adalah kita, tapi selalu ada sesuatu yang baru yang kita alami saat menjalani yang namanya kehidupan pernikahan. Termasuk fashion atau cara berpakaian kita. Bisa jadi pernikahan membuatnya berubah, bukan karena kita kehilangan jati diri, tapi berkompromi dengan selera pasangan. Bisa jadi, malahan kita dengan sukarela diatur dan merasa lega ada yang memperhatikan penampilan kita. 

Pernikahan, bisa menjadi satu dari tiga alasan penampilan atau fashion seorang pria berubah. Dari yang asal-asalan, menjadi ada yang memperhatikan. Dari yang asal nyaman, kemudian jadi mengenal beberapa brand merek-merek fashion pria walaupun tetap mencari pakaian pria branded murah. Biar murah tapi tetap kece gitu. Sebelum menikah mungkin tak peduli dengan padu padan warna, setelah menikah ada yang memberikan masukan tentang busana.


Trus, selain pernikahan, apa lagi sih yang bisa membuat fashion atau gaya berpakaian pria itu berubah? Kalau menurut saya nih setidaknya ada tiga hal.

Pertama nih ya lingkungan atau orang-orang di sekitar kita. Seperti kata Nabi, seseorang itu dipengaruhi oleh teman baiknya. Artinya lingkungan itu berpengaruh sekali. Saya sebagai wanita ngerasa banget hal itu. Buat pria juga. Apalagi misalkan ada perubahan dari masa kuliah ke masa kerja.
Berapa kemeja yang pria punya?
Sumber foto : Pixabay

Kalau dulu saat kuliah, ya sudahlah ya, asal ada aja baju rapi dan oke buat dipakai kuliah, pakai aja. Saat sudah bekerja dan sudah punya duit sendiri mulai melirik pakaian-pakaian yang dulu belum terjangkau buat beli sendiri atau enggak tega minta duit sama ortu cuma buat beli sepatu atau pakaian pria branded murah

Setelah kerja, pertemanan meluas. Sudah mulai memperhatikan kemeja kece dan nyaman buat dipakai kerja sehari-hari, trus baju casual buat nongkrong, sepatu buat lari, juga jam tangan untuk menunjang penampilan. Tapi ada kalanya juga masa kerja tidak terlalu berpengaruh dalam hal penampilan karena sehari-hari pakai seragam yang disediakan kantor. Tapi, jangan salah, orang-orang yang berseragam saat di kantor juga punya pilihan fashion yang kece saat di luar kantor. Itu pengakuan dari seseorang yang sehari-hari memakai seragam saat di kantor.

Pengaruh kedua itu Pernikahan.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, pernikahan itu bisa jadi punya pengaruh besar terhadap fashion pria. Apalagi yang dulunya hidup mandiri jauh dari keluarga, setelah menikah, eh, pakaiannya jadi jauh lebih rapi karena ada yang menyetrika setiap hari. Yang dulunya asal comot aja di dalam lemari, pasca menikah jadi ada yang menyediakan baju dan celana yang warnanya serupa agar tak tabrak warna. Ada yang diminta pertimbangan saat membeli pakaian.

Apalagi kalau menikah dengan seorang istri yang basic keluarganya sangat memperhatikan penampilan. Mau tidak mau, kita jadi harus menyesuaikan diri dan dengan perlahan membuat kita jadi mengenal beberapa brand fashion yang dulu tidak dikenal. 
Fashion Pria
Sumber foto : Pixabay

Apakah pernikahan kemudian membuat kita kehilangan jati diri? Ya enggak juga sih. Yang penting adalah komunikasi dengan pasangan. Kita maunya bagaimana dan pasangan maunya bagaimana. Bagaimana pun yang namanya hidup bersama ada hal-hal yang coba kita kompromikan. Yang tidak dianjurkan adalah saat kita ingin membeli barang-barang tapi uangnya tidak ada. Nah ini jangan... Dan inilah faktor ketiga yang berpengaruh dalam pilihan fashion pria yaitu isi dompet.

Walaupun kelihatan simpel, sebenarnya beberapa barang dari fashion pria itu harganya bisa melangit juga. Kalau kita cari yang mahal, selalu ada. T-shirt harga jutaan tentu ada. Sepatu puluhan juta juga pastinya ada. Belum lagi kalau bicara tentang jam tangan, yang seharga rumah juga ada. Dan inilah yang kudu kita perhatikan. Jangan sampai penampilan atau fashion yang dikenakan tidak sesuai dengan isi dompet. Jangan sampai gara-gara terus mengejar model terkini atau brand tertentu pengeluaran kita jadi besar pasak daripada tiang. Besar pengeluaran dari pemasukan.

Lagi pula untuk menunjang penampilan yang oke tak harus selalu mahal. Semuanya bergantung bagaimana kita memadu-madankan pakaian. Ada banyak pilihan yang bisa kita pilih. Misal memilih pakaian pria branded murah. Walau murah tapi tetap bisa kelihatan kece. Yang terpenting juga bagaimana pakaian itu rapi, bersih dan suci serta menutup aurat jadi bisa digunakan untuk shalat jika waktu shalat tiba.

Jadi, dari ketiga faktor itu yaitu lingkungan, pernikahan, dan isi dompet, menurut teman-teman apa lagi yang bisa mempengaruhi cara berpakaian buat pria? Apakah tiga hal itu juga berpengaruh buat fashion wanita?

7 komentar

  1. Setuju. Kadang malah yang tidak kita sukai jadi kita sukai ,karena mengikuti kemauan pasangan.

    BalasHapus
  2. Kalau menurut saya, pakaian tidak perlu mahal. sebenanarnya tergantung kita cara memakainya dan bisa buat kita nyaman aja sudah bagus.

    BalasHapus
  3. Bener banget, kalau sudah menikah terkadang cara berpakaian perlu di perhatikan.

    BalasHapus
  4. Tergantung pria nya juga sih, mau merubah pakaian nya apa mempertahankan cara berpakaiannya ....

    BalasHapus
  5. Pakaian itu yang penting rapi dan bersih sih, menurut saya ....

    BalasHapus
  6. kalau suami iya karena lingkungan kerjanya yang semi formal jadi kebiasaan pakaiannya semua kaos berkerah kemeja malah jarang

    kalau aku ternyata setelah nikah malas beli baju wkwkwk

    BalasHapus
  7. Relatif sih kayaknya.
    Ada yang berubah pakaiannya , bahkan sikap dan perilakunya ikutan berubah setelah menikah.

    Namun ada juga yang tidak merubah apapun walaupun sudah menikah..

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^