Minggu, 15 Mei 2022

Bikin Kacamata Baru di Optik Melawai

 

Mengganti kacamata di Optik Melawai

Tahun 2019 kemarin, saat mau mengganti lensa kacamata, aku kaget sendiri pas diukur ternyata mata kiriku menyentuh minus 4. Semenjak itu aku jadi takut-takut kalau mau ukur atau bikin kacamata lagi. Proses mengukur minus mata yang dulu terasa menyenangkan, sekarang berubah jadi menakutkan. Aku takut kalau minus mataku terus bertambah.

Namun, beberapa waktu ini kacamata yang kugunakan sudah terasa tidak nyaman. Goresannya banyak banget. Imbas ketidakhatian dalam memakainya juga. Sudah tiga tahun juga semenjak aku mengganti terakhir. Aku cukup dilema juga sih saat mau ganti kacamata. Dilema oleh ketakutanku sendiri. Takut ukur kacamata, takut ke dokter.


Jadi begini, suami dapat benafit dari kantor untuk biaya penggantian lensa kacamata dan frame-nya sebesar 1,2 juta untuk setahun. Tapi syaratnya kudu pakai resep kacamata dari dokter. Aku kan orangnya rada takut-takut ke dokter. Takut pas diperiksa ada apa-apa sama mataku. Huhuhu... Aneh ya. Mau ganti pakai biaya sendiri kok sayang gitu. Mayan banget kan 1,2 juta.

Benefit kacamata dari kantor suami dan persyaratannya


Qadarullah sesuatu terjadi di mataku. Sebut saja bintitan. Heuheu... Ada benjolan dikit di kelopak mata, tidak sakit, tapi cukup mengganggu, saat itu. Akhirnya karena si bintitan itu aku memeriksakan diri ke dokter spesialis mata. Kubilang, ya udahlah ya. Sekalian minta resep kacamata.


Bertemu dengan 3 dokter spesialis mata

Aku kemudian bertemu dengan 3 dokter spesialis mata dalam kurun waktu satu bulan.


Spesialis mata pertama.

Datang ke sana dengan maksud dan tujuan memeriksa kelopak mataku dan minta resep kacamata. Setelah mendaftar, aku pun menjalani pemeriksaan awal sebelum bertemu dokternya. Mataku diperiksa minusnya dan dinyatakan kalau mata kiri 4,75 dan mata kanan 4. Silendris 0,5 di kedua mata.

Setelah bertemu dokter, dokter bilang mau sembuhkan dulu bintitan di mataku baru bisa kasih resep kacamata. Katanya perbedaannya lumayan periksa mata pas bintitan dan setelah bintitan sembuh. Bisa antara 0,25 sampai 0,75. 

Aku diminta datang seminggu lagi, namun karena mau mudik, jadi aku bilang "Minggu depan saya mau keluar kota, Dok."

Dokter : 'Oh, kalau gitu pas datang aja.'


Spesialis mata kedua.

Ini beda lagi tempat dan dokter dengan spesialis mata pertama. Jadi, karena masih ada benjolan di kelopak mataku alias bintitan itu. Walau mengecil, tapi belum hilang sepenuhnya. Sementara tanggal sudah menunjukkan angka 20an dan periode kartu asuransi dari kantor suami mau berakhir tepat di akhir bulan. 

Jadinya aku terburu-buru mau ganti kacamata. Sebenarnya bisa sih di-klaim pakai kartu baru, tapi aku memanfaatkan periode kartu asuransi saat itu sebelum berakhir. Makanya aku pergi ke RS lain buat minta resep kacamata. Kalau ke RS yang sebelumnya aku khawatir aja tidak dikasih lagi. Heuheu...

Seperti di dokter spesialis sebelumnya di sini juga sebelum bertemu dokter, mataku diperiksa. Dan dibilang mata kanan 3,5 dan mata kiri 4,5. Katanya sama dengan ukuran mataku sebelumnya. Sementara silendris tidak ada. Di kacamataku juga katanya silendris tidak ada. Hal yang membuat aku heran karena aku yakin benar ada silendris di kacamataku itu. Sayangnya aku lupa persis berapa ukuran kacamataku sebelumnya. Apalagi pemeriksaannya tampak tidak detail dan cepat-cepat. Beda banget dengan pemeriksaan di spesialis mata pertama.

Aku pun ke optik dan pilihanku jatuh ke optik Melawai yang merupakan optik rekanan kartu asuransi yang kupegang. Selain itu, aku juga mengganti kacamataku sebelum-sebelumnya di Optik Melawai. Aku tanya, jika aku menggunakan kartu asuransi apakah diukur lagi atau yang digunakan resep dari dokter. Mas-mas Melawai bilang pakai resep dari dokter dan tidak diukur lagi. Aku pun menyampaikan kegundahanku kalau pemeriksaannya cepat-cepat dan tidak mendetail serta dibilang minus mataku masih sama dengan ukuran kacamata yang kupakai.


Memilih frame kacamata di Optik Melawai

Mas-mas Melawai kemudian melakukan pemeriksaan terhadap lensa kacamata yang kupakai. Katanya mata kanan 3,25 dan mata kiri 4,25. Beda 0,25 dengan pemeriksaan dokter. Tidak begitu berpengaruh katanya. Oh ya ya aku jadi dapat pencerahan karena hal tersebut.

 

Nombok 800 ribu

Berbekal hal tersebut aku jadinya menyerahkan resep dokter ke Optik Melawai, mencari bingkai baru, kemudian melakukan transaksi. Bingkai yang kupilih merek Giordano harganya sekitar 800 ribuan. Sementara lensa aku memilih lensa anti radiasi photochromic yang bisa menggelap saat terkena sinar matahari. Tujuannya agar mata terlindungi dari silau matahari. Harga lensanya 1,3 juta. Sementara yang ditanggung asuransi 1,2 juta. Ditombokin suami sisanya sekitar 800 ribuan. Wkwkwk... Makasiiiih lakii. Semoga rezekinya nambah terus karena tidak pernah pelit sama bini.

 

Lensa Photochromic. Kalau di bawah sinar matahari menggelap. Konon katanya semakin gelap, semakin mahal. Yang kupakai tak terlalu gelap, jadi murce aja say... Hehehe....

Spesialis Mata ketiga

Hidayah ke dokter bisa datang tiba-tiba. Tetiba saja aku merasa khawatir dengan benjolan di kelopak mataku yang tak kunjung hilang. Kata suami, periksa aja mumpung belum Ramadhan. Jadi aku memeriksakan diri di RS tempat spesialis pertama dengan dokter yang berbeda.

Di sana, mataku diperiksa lagi minusnya dan dibilang mata kanan 4, mata kiri 4,5 serta silendris 0,5 di mata kanan. Heran kan aku... Kok beda-beda di 3 tempat. Oya, mataku yang bintitan itu sebelah kanan dan tidak ada perubahan di minus mata kanan ketika memeriksa di tempat yang sama.

Tapi ya sudahlah aku kan udah pesan lensa dengan resep dari dokter spesialis mata kedua di mana itu minus paling kecil di antara semua pemeriksaan. Pikirku tahun depan bisa klaim lagi. Hehehe....


Bagaimana dengan bintitan di mataku?

Di spesialis mata ketiga kelopak mataku diperiksa. Bintitan masih ada. Dokternya bilang semua terserah padaku, mau diberikan tindakan (digores kemudian dikeluarkan isi benjolannya) atau dibiarkan saja. Aku bingung dan tanya ke dokter kalau dokter pilih apa. Dokternya tanya sebagai pasien atau sebagai dokter? Kataku sebagai pasien. Katanya dibiarkan saja. Aku ikut apa kata dokter.

Kemudian aku tanya apa perlu kontrol lagi, jawabnya tidak perlu. Dan begitulah akhirnya aku dalam satu bulan ke 3 spesialis mata berbeda dengan hasil ukuran mata yang berbeda-beda.


Kacamata Jadi

Walau aku bilang mengganti kacamata tidak menyenangkan lagi sejak mataku minus 4, tapi ternyata aku antusias juga menanti kacamataku jadi. Apalagi frame baru yang mungkin akan mengubah penampilanku jadi baru juga. Maka ketika dapat WA dari optik Melawai aku langsung meluncur ke sana mengambil kacamata.

 

Lebaran Pakai Kacamata Baru. Alhamdulillah.

Sejauh ini, kacamata baruku enak. Setelah sekian tahun menggunakan frame plastik, kali ini aku kembali memakai frame besi. Alhamdulillah enak-enak saja.

Seperti hal yang kurasakan tiap ganti kacamata aku juga merasakan hal yang sama kali ini. Takjub karena ternyata hijau lebih hijau dari yang kulihat sebelumnya. Biru pun terasa lebih biru. Intinya lebih jernih pandanganku dengan kacamata baru.

Pergantian kacamata ini membuatku bertanya-tanya, sebenarnya ukuran yang pas dari mata kita gimana sih ngukurnya? Atau senyaman kita aja kali ya....

Menulis ini buat mencatat kejadian ini biar aku ingat berapa ukuran lensa kacamataku. Hehehe...

2 komentar:

  1. mantul harga kacamatanya mba wkwkw...alhamdulilah yah dicover dan ditombok pak suami jd lebaran pake kacamata baru :p

    BalasHapus
  2. Kacamata itu udah kayak jiwanya bermata minus, jadi kalau ga ada bentar aja udah nyari. Aku sendiri usahain balik ke optik enam bulan sekali hehe buat tes lagi, kadang minus juga nambah. Terima kasih sharingnya!

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...