Senin, 03 April 2017

Sakit Gigi dan Terjebak Banjir

         Mengapa ada lirik lagu ‘lebih baik sakit gigi daripada sakit hati’? Mengapa sakit gigi? Mengapa bukan sakit perut atau sakit kepala atau sakit jempol sekalian? Jawabannya mungkin karena sakit gigi itu sakitnya banget nget nget. Ibaratnya kastanya sama, seperti All England dan Kejuaraan Dunia, jadi layak untuk disandingkan.

            Kalau disuruh milih, milih mana? Sakit gigi atau sakit hati? Kalau saya sih jelas. Bakalan golput. Enggak milih keduanya. Hahaha… Lagian siapa juga yang mau sakit kan ya? Tapiii… Kadang sakit itu datang. Semoga menjadi penggugur dosa. Seperti saya kemarin yang mengalami namanya sakit gigi.


            Rasanya tentu saja tidak enak banget. Saya mengalaminya sekitar rabu siang. Hari-hari sebelumnya saya memang merasa ada yang tidak nyaman di gigi saya. Tapi, kalau udah sikat gigi, rasa tak nyaman itu perlahan hilang. Nah, di hari rabu itu gigi saya nyeri dan tidak hilang-hilang walaupun udah sikat gigi. Bawaannya jadi emosi karena badan juga jadi ikutan tidak enak.

      Hari kamis, suami sudah berencana untuk mengurus sesuatu di Balikpapan. Jadilah berhubung saya rabu udah sakit gigi, jadi mau sekalian ikut aja mau ke dokter gigi. Walau agak-agak takut juga sih ke dokter gigi. Cerita ke teman di satu grup dan semuanya mendorong agar segera memeriksakan gigi saya daripada sakit berkepanjangan.

           Saya pun mulai googling dokter-dokter gigi yang ada di Balikpapan. Cari yang praktek pagi di rumah sakit yang menjadi rekanan dari kartu asuransi yang saya pegang. Saya pegang kartu Avrist. Asuransi dari kantornya suami. Ada empat rumah sakit di Balikpapan yang menerima asuransi Avrist, yaitu Rumah Sakit Pertamana Balikpapan, Rumah Sakit Siloam, Rumah Sakit Restu Ibu, dan Rumah Sakit Balikpapan Baru. Selain empat itu juga ada RSIA Permata Hati, Panacea Clinic, dan Klinik Medika Utama (KMU Setiara).

       Awalnya saya maunya ke Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, karena sudah pernah berobat ke sana jadi sudah tau prosedurnya. Tapi waktu dicek tidak ada dokter gigi yang praktek pagi. Semuanya sore. Karena mau balik ke Handil yang jaraknya kurleb 90 km dari Balikpapan hari itu juga dan supaya tidak pulang kemalaman jadi saya mencari yang praktek pagi. Di samping, udah sakit banget ini giginya. Hihihi… Kemudian dapat jadwal dokter gigi di Rumah Sakit Restu Ibu yang praktek pagi. Jadi, RS Restu Ibu yang jadi tujuan.

          Tadinya sih pengin beresin urusan suami dulu, baru urusan berobat saya. Tapi, di jalan dan sepagian itu gigi saya tambah tidak enak. Akhirnya suami bilang, antar saya berobat dulu baru ngurus urusan dia. Jadi, setelah sampai ke Balikpapan langsung menuju ke RS Restu Ibu.

         Berhubung pertama kali datang ke sana, jadi, registrasi dulu. Pertama ambil nomor antrian dulu di satpam. Nomor antrian ini ada beberapa macam, ada yang BPJS, ada yang asuransi lain, dan umum. Saya ambil asuransi lain karena saya megang kartu asuransi Avrist. Untuk menunggu antriannya, Alhamdulillah tidak lama. Saya registrasi dan diminta fotocopy kartu asuransi tersebut.

         Prosesnya sih tidak memakan waktu lama, langsung bisa menuju poli gigi. Di poli gigi juga sedang tidak ada pasien, jadi, saya bisa langsung ditangani. Ajaibnya, waktu di sana kok sakit giginya mendadak hilang? Hihihi…. Kemudian terjadi dialog antara saya dan dokter.

Dokter            : “Sakitnya sejak kapan?”
Saya               : “Sejak kemarin, Dok.”
Dokter            : “Tadi malam bisa tidur?”
Saya               : “Bisa, Dok.”
Dokter            : “Tadi malam minum obat?”
Saya               : “Enggak, Dok.”
Dokter         : “Tadi pagi minum obat?” (Saya berada di ruang praktek menjelang jam 10 pagi.
Saya                : “Enggak juga. Belum ada minum obat sama sekali, Dok.”
Dokter            : “Oh, berarti sakitnya masih bisa ditahan ya. Jadi enggak minum obat."

Saya sih cuma mingkem doang dibilang gitu. Padahal kejadian sebenarnya saya tidak tahu harus minum obat apa. Hahaha… Pengin sih menengak ponstan tapi lagi tidak ada stok ponstan di rumah. Tapi emang sakitnya masih bisa saya tahan karena saya masih bisa ketawa melihat foto Chen Qingchen di Instagramnya Anders Skaarupraz. (Chen Qingchen dan Anders itu nama atlet bulutangkis)

Setelah diperiksa, ternyata ada gigi saya yang berlubang dan juga ada akar gigi yang kemungkinan bisa bikin sakit juga. Tapi, ngilu kemarin sih ternyata berasal dari gigi yang berlubang dan langsung ditambal.

            Penambalannya tidak lama, tapi kemudian saya minta yang akar gigi itu dicabut aja sekalian. Karena saya merasa kemarin sakitnya di situ. Dokternya nanya, beneran saya mau cabut. Saya bilang iya. Walaupun sekejap kemudian saya ragu sama keputusan saya. Tapi ya sudahlah udah bilang minta cabut. Lagipula dokternya bilang tidak lama kok mencabut akar gigi itu.

            Bagaimana rasanya? Sakit. Hahaha…

            Saya tidak berani lihat apa aja yang dimasukkan ke mulut saya. Entah disuntik atau apa, tapi memang ada sakit yang dirasakan. Sakit banget. Dokternya cuma bilang tahan sebentar dan santai saja lemaskan badan. Saya cuma berusaha meyakinkan diri harus melewati rasa sakit itu agar nanti sakitnya gigi saya sirna. Setelahnya mulut saya dua atau tiga kali terasa pahit dan tiap ditanya apa terasa pahit dan saya jawab ya saya disuruh kumur-kumur.

            Perlahan rasa sakit itu hilang dan akar gigi saya mulai dicabut. Berasa banget waktu dicabut itu bagaimana akar gigi itu dicerabut dari badan saya. Tapi enggak berasa sakit mungkin karena pengaruh bius di sekitaran akar gigi itu. Dan tidak lama kemudian semua beres. Ada kapas tampon yang disumpalkan ke gigi saya yang dicabut yang harus saya gigit selama kurleb satu jam.

Saya diberi resep obat, juga kertas yang menjadi acuan untuk menjadi perhatian saya setelah pencabutan gigi. Setelah selesai di poli gigi, saya kembali ke tempat saya mendaftar tadi. Ambil obat di apotek dan mengurus penyelesaian administrasi.
Yang Perlu Diperhatikan Setelah Cabut Gigi
Yang Perlu Diperhatikan Setelah Cabut Gigi

           Bayar berapa? Tidak tahu karena pakai asuransi. Jadi, tidak bayar sama sekali.

            Setelah semua beres, saya dan suami pun keluar rumah sakit dan menuju kantor pajak Balikpapan. Iya, urusan suami ke Balikpapan karena mau laporan SPT sebagai warga negara yang bijak. Dan di perjalanan itu rasa nyeri kembali menyerang. Saya mulai khawatir. Kok tambah sakit ya? Rasanya lebih sakit dari sebelumnya. Enaknya saat itu harusnya saya rebahan aja di tempat tidur yang nyaman. Tapi karena tidak pulang ke rumah jadi ya hanya bisa menahan saja rasa sakitnya.

            ‘Harap bersabar… Ini Ujian…’

            Sampai di kantor pajak dan menghadapi antrian yang panjang rasa sakitnya semakin menjadi. Akhirnya minum obat penahan nyeri deh dan Alhamdulillah rasa sakitnya perlahan menghilang. Dan itu rasanya luar biasa. Setelah 24 jam bergelut dengan rasa sakit dan mendapati rasa sakit itu sirna rasanya Alhamdulillah banget…

Rasa sakit sirna bertepatan dengan beresnya urusan suami di Kantor Pajak Pratama Balikpapan. Ketika kami mau pulang, hujan deras mengguyur kota Balikpapan. Saya dan suami tertahan beberapa lama dan tidak bisa menuju mobil yang diparkir di luar kantor pajak. Setelah beberapa saat, akhirnya dibantu oleh satpam yang meminjamkan payung, saya dan suami berhasil masuk mobil.

           Cerita hari itu tidak berakhir sampai di situ. Ketika sudah berhasil masuk mobil dan memacu mobil membelah kota Balikpapan, di beberapa bagian kota terjadi banjir. Kami terjebak banjir. Ke mana pun mengambil arah genangan air menghadang. Akhirnya tertahan di jalan karena mobil di depan juga pada berhenti. Kalau diteruskan maka akan melewati genangan air yang cukup tinggi. 
Banjir Balikpapan
Mobil tertahan karena banjir

            Hujan deras terus mengguyur kota Balikpapan. Posisi mobil persis berada di sebelah parit. Saya mulai cemas kalau air masuk mobil karena air di parit sudah meluap ke jalan raya. Beberapa kali saya membuka pintu mobil dan melihat kedalaman air di jalan raya. Air yang menggenang masih jauh dari badan mobil tapi hujan masih mengguyur dengan deras.
Parit yang sudah mulai surut karena hujan sudah mereda
Semua pengendara mobil dan motor memang tertahan di jalan saat itu. Saya bersyukur saat itu sudah tidak sakit gigi lagi. Akhirnya saya memutuskan tidur saja di dalam mobil walaupun tidurnya sekejap saja. Ketika hujan mulai mereda, kendaraan di depan juga tak kunjung bergerak. Harus menunggu agak lama supaya air di jalanan surut dan jalan bisa dilewati.

Setelah mobil bisa jalan dan terbebas dari kemacetan rasanya luar biasa. Bersyukur mobil tidak terseret arus banjir, dan bersyukur bisa meneruskan perjalanan.
Macet karena banjir

Balikpapan memang kerap dilanda banjir di beberapa sudut kota jika hujan deras mengguyur. Tentu saja ini banyak merugikan warganya seperti yang saya alami tertahan di jalan tanpa bisa melakukan apa-apa. Belum lagi setelahnya saya mendengar ada yang ketinggalan pesawat akibat tertahan di jalanan karena banjir itu. Semoga pemerintah kota Balikpapan bisa segera mengatasi masalah ini. Banjir kalau hujan deras padahal baru beberapa jam hujan mengguyur kota.


Itulah cerita saya pekan kemarin. Jum’at subuh ketika bangun pagi, saya bersyukur luar biasa bisa bangun tanpa ada rasa sakit di gigi. Nikmat sehat itu luar biasa ya. 

28 komentar:

  1. sakit gigi itu, sakitnya bisa ke seluruh tubuh ya mba... ALhamdulillah sudah plong tdk sakit lagi ya... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget, Mbak. Serba ga enak -_-. Iya, Mbak. Alhamdulillah dah ga sakit lagi :-)

      Hapus
  2. aku baru dua hari lalu ke dokter gigi buat tampal. ini keknya sakit lagi di gigi lainnya :((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh :-( Ini saya juga kadang cemas kalau ada yang enggak enak di gigi. Masih terbayang sakitnya :(

      Hapus
  3. Haduh kak, kamu berani banget. Aku mau cabut aja maju mundur, untuk gigi geraham bungsu kanan bawah. Aku kudu rontsen dulu, baru pencabutan. Aku masih bermasalah soal gigi nih, kemarin mau dibersihin karangnya aja, kata dokter radang gusi nugu sembuh dulu kalo dipaksakan akan banyak darah yang keluar.
    periksanya aja jauh banget, tapi karena udah cocok ama dokter itu ya seneng aja. Cuman untuk pembiusan belum berani harus ke RS. syedihh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beranikan, Nyi. Aku juga kemarin maju mundur cantik. Pikiran macam2 bakalan operasi gigi lah. Tapi daripada sakit berkepanjangan dan aku sudah ga tahan juga sama sakitnya ya memberanikan diri ke dokter. Semoga cepat sembuh ya, Nyi.

      Hapus
  4. Aku juga pernah sakit gigi mba waktu tahun 2005 ahahha dan ga mau lagi 1 gigi geraham akhirnya dicabut karen bolongnya udah ga bisa ditambal lagi :D
    Alhamdulilah sejak kejadian itu aku mulai concern rawat gigi soalnya sakitnya itu masih bisa dibayangkan :D
    lekas sembuh mba moga ga terjadi lagi aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Aamiin.. Iya, Mbak Herva. Sakit gigi itu emang sesuatu ya. Ga enaaak banget. Iya nih saya juga diingatkan suami buat ngejaga gigi. Suka bandel soalna :D

      Hapus
  5. Sungguh perjuangan kena banjir segala Mbak. Memang sakit gigi berjuta rasanya. Alhamdulillah, moga2 nggak sakit lagi Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Wahyu. Untung pas banjir udah ga sakit jadi bisa tidur di mobil. Heheh... Aammin, Mbak..

      Hapus
  6. akupun msh punya PR dg gigiku yang bolongnya udah terlalu besar dan tambal terus hampir tiap 2 bulan. capeek *eh kok malah curcol...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masalah gigi emang aneka rupa ya, Mbak. Semoga segera sembuhnya giginya, Mbak. Saya juga diminta dokter menterapi gigi dengan cara oles odol khusus di gigi dan diamkan bentar.

      Hapus
  7. Kasihan jg yg lagi sirnas, kejebak banjir, sama halnya dengan cabang roti gembong, yg gak bisa nerima pasokan karna banjir (gor sirnas dan pusat roti gembong itu dekatan)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Ki. Banyak juga kabarnya yang ngebatalin gojek karena banjir kemarin. Enggaak nyangka kita ngalamin ya setelah selama ini cuma baca berita di portal Balikpapan. Semoga ga kejadian lagi. Takut genangan sampai masuk mobil :D

      Hapus
  8. alhamdulillah ya, sakit giginya ngga barengan dengan kebanjiran.
    ga kebayang deh rasanya kalau keduanya berkumpul jadi satu :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Bener banget. Uring2an deh saya kalau pas banjir itu masih sakit gigi. Hehehe...

      Hapus
  9. aku jg golput kalo hrs milih sakit gigi ato sakit ati... tp kalo ga bisa golput mba, aku milih mndingan sakit ati ;p... seriusss... krn aku tau sakit gigi itu seperti apa rasanya wkwkwkwkw ;p.. kapok... dulu pas sd gigiku super duper parah... bertumpuk2, trs ada yg jarang, trs tonggos pula.. komplitlah sudah... akhirnya dokter udh ksh ultimatum, kalo mau bgs pas aku dewasa nanti, hrs mulai di cabutin gigi2 yg numpuk... baru bisa dipsang behel... proses nyabutin giginya ga bisa cuma sehari dua... tapi makan waktu 6 bulan, krn gigi yg hrs dibuang ada beberapa, trs memang ga bisa lgs dicabut semua ;p.. Pingsan aku bisa2... bayangin aja gigi sehat, disuntik pake suntikan gusi yg mirip suntikan sapi itu... aku msh ngilu ngebyangin... blm lagi kalo biusnya ilang.. omg... rasa2nya pgn getok kepala pake martil saking pusingnya... pasang behel sama aja parahnya... gigi berasa di tarik kuat bgt.. sampe kesentuh jari aja sakitnya bukan main... dan itu aku tahanin ampe kls 1 smu ;pp.. barulah semua penderitaan dr sd ilang ;p... makanya aku sangat perhatian ama perawatn gigi, krn g pgn lg ngalamin sakit yg begitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya ampuuun, Mbak. Saya aja ngilu nih ngebayangin. Huhuhu... Saya kemarin sepertinya disuntik juga dan rasanya sakiiiit banget. Sampai dokternya cuma bilang tahan ya sakitnya. Huhuhu... Trus pas biusnya ilang itu, Ya Allah, sakit banget. Lebih sakit dari sebelumnya. Iya bener, Mbak. Gigi harus dijaga banget ya. Kita baru berasa nikmatnya gigi sehat setelah sakit.

      Hapus
  10. mbaa saya ikutan golput ya. ga milih sakit gigi atau sakit hati juga. eh tapi sakit gigi itu memang sesuatu banget dehhh.. sampai jam berdetak pun bikin gangguuu... rasa mau dilempar.. selamat ya mba mudah2an tak datang lagi sakitnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Aamiin... Iya, Mbak Ira. Suami deh kena omelan saya. Diajak ngobrol aja emosiiii sayanya. Hehehe...

      Hapus
  11. Sakit banget abis cabut gigi geraham bungsu atas, dua minggu aku baru bisa makan karena akarnya ada yang menonjol. Lekas sembuh ya Yanti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, Mbak Naqiy.. Sampai dua minggu ya baru bisa makan. Hiks. Saya langsung bisa makan sih hari itu juga. Aamiin. Alhamdulillah dah ga sakit lagi, Mbak. Semoga ga muncul lagi sakitnya.

      Hapus
  12. Duhhh...sakit gigi itu nyebar nyerinya
    ngapa2in juga ga enak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget, Mbak. Ga enak ngapa2in :(

      Hapus
  13. wkwkwkwk... sakit gigi itu rasanya ingin jambak2in orang-orang ya, mba. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa. Hahahaha.... Bawaannya emosiiiii...

      Hapus
  14. Alhamdulillah hingga saat ini saya gak pernah sakit Gigi, semoga enggak untuk selamanya ....
    Sakit Gigi Katanya sangat menyakitkan dan menyedihkan ...

    BalasHapus
  15. Udah sakit gigi ketemu banjir pula lagi ya, Mba :D

    BalasHapus

Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...